Komandan Yonif 407 PK Ke 7 Mayor INF Ali Hanafiah Cetak 2 Orang Jenderal

Komandan Yonif 407/PK Ke-7 Mayor INF Ali Hanafiah Berhasil Cetak 2 Orang Jenderal Brigjen TNI Sonny Aprianto SE dan Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, SIK, M. Hum

Sosok Bhayangkara Headline Jawa Barat Kombat TNI Polri & Abdi Negara Muhasabah Sumatera Utara

Komandan Yonif 407 PK Ke 7 Mayor INF Ali Hanafiah Cetak 2 Orang Jenderalmascipoldotcom, Senin, 31 Agustus 2020 (12 Muharam 1442 H)

Medan – Setiap acara hari besar maupun apel pengibaran bendera Sang saka merah putih, ada 2 anak kecil yang baru berusia 3 tahun yang lagi lucu-lucunya ini, bersama abangannya baru berusia 6 tahun selalu hadir dalam pangkuan sang bunda, apabila sang bunda harus mendampingi suaminya selaku Ketua Persit, maka ke 2 anak tersebut bersama pengasuhnya selalu hadir dalam acara-acara penting di lapangan Yonif 407/PK Slawi, Tegal.

Dengan mata mereka yang bening dan tajam mereka selalu mengarahkan pandangannya kepenjuru lapangan, dimana rapinya para prajurit dalam posisi siap, begitu gagahnya Komandan Yonif 407/PK yang ke – 7 Mayor INF Ali Hanafiah memimpin upacara, seperti upacara HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus, bagaimana sang Dan Yonif berpidato mengenai jasa-jasa para pahlawan, bagaimana suara serentak para prajurit bagaikan kelompok paduan suara menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang disertai pengerekan bendera merah putih di lapangan Yonif 407/PK Slawi, Tegal, kesemuanya ini seakan terpatri dalam memori mereka yang masih lugu dan polos ini, seakan dalam tatapan matanya ingin mereka mengatakan, ” Aku ingin seperti bapak, aku ingin bercerita tentang pahlawan, aku ingin menatap pengerekan bendera merah putih menjulang tinggi sampai ke awan “.

Si kecil yang kelahiran Jakarta pada 09 April 1969 dan adiknya lahir pada 15 Desember 1971 di Yogyakarta ini tidak lain adalah putra dari Dan Yonif 407/PK Mayor INF Ali Hanafiah.

Mayor INF Ali Hanafiah dalam karirnya juga pernah menjabat Danbrigif 1 PIK/Jaya Sakti, terakhir sebelum masuk masa pensiun jabatan di TNI terakhir Danrem 011/ Lilawangsa kodam 1/ Bukit Barisan, sekarang Korem tersebut masuk dalam jajaran Kodam Iskandar Muda di Provinsi Aceh, setelah dari Danrem Lilawangsa kemudian dikaryakan menjadi Bupati KDH Labuhan Batu, Sumatera Utara.

Brigjen TNI Sonny aprianto 2Dalam kurun waktu berjalan ke 2 anak kecil yang selalu dalam pangkuan sang bunda, si abangan telah berhasil menyelesaikan pendidikannya di Akademi Militer (1990), dan pada tahun 2007 – 2009 telah menjabat sebagai Danyonif 315/Garuda, selanjutnya Dandim 0303 Bengkalis (2009-2011), Kasrem 031/Wira Bima (2011), Danbrigif 1 PIK/JS (2011-2013), Asintel Kasdam Jaya (2013-2015).

Yang uniknya dulu Mayor INF Ali Hanafiah pernah menjabat Danbrigif 1 PIK/ Jaya Sakti, pada tahun 2011 posisi tersebut diduduki oleh putranya, dan bahkan putranya ini pernah terpilih menjadi Komandan Upacara dalam upacara pengibaran bendera HUT RI ke-67 di Istana Merdeka pada17 Agustus 2012.

Kemudian setelah Assintel Kodam Jaya, pernah jadi Danrem di Pekanbaru saat naik Perwira Tinggi (Pati), dan saat ini menjabat sebagai Danpusintelad.

Bagaimana dengan si adiknya, ternyata tidak mau kalah dengan abangnya, dia telah berhasil menyelesaikan pendidikan di Akpol sebagai perwira Polri (1993).

Selama 10 tahun si adik bertugas di Sumatera Utara, jabatan yang pernah dipegangnya yakni sebagai Kapolres Nias, Kapolres Madina, Kapolrestabes Medan, Kapolres Metro Jakarta Selatan, dan Koorspripim Mabes Polri, pernah juga mengikuti pendidikan di SCIC ILEA Bangkok pada 2005, Post Blast Ilea Bangkok 2005, Clandestine Lab Narcotic Ilea Bangkok 2006, Coespu Vicenza Italy 2007, serta pendidikan di FBI National Academy pada 2010, dan sejumlah penghargaan yang pernah diterimanya yaitu SL Dharma Cahti, SL Dwidya Sistha, SL Kesetiaan 8 Tahun, dan UN Medal.

Kini beliau telah berada di Lemdiklat Polri menjabat sebagai Kepala Sekolah Pembentukan Perwira Polri (Kasetukpa Polri), yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala Polisi Daerah Sumatera Utara dengan Kapoldasu nya Irjen Pol Agus Andrianto (sekarang Kabaharkam Polri).

Brigjen TNI Sonny aprianto 3Ternyata Kasetukpa Polri yang sekarang ini ada darah TNI di tubuhnya, putra dari Dan Yonif 407/PK ke – 7 periode di tahun 1973 – 1974.

” Semoga karir anda tidak berhenti sampai disini Danpusintelad Brigjen TNI Sonny Aprianto SE dan Kasetukpa Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, SIK, M. Hum “.(Ezl)

————-

Brigjen TNI Inf Sonny Aprianto, S.E. (lahir di Jakarta9 April 1969; umur 51 tahun) adalah seorang perwira menengah TNI-AD lulusan Akademi Militer tahun 1990. Dia terpilih menjadi komandan upacara dalam upacara pengibaran bendera HUT Ri ke-67 di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2012.[1]

Riwayat jabatan

  • Danyonif 315/Garuda (2007-2009)
  • Dandim 0303 Bengkalis (2009-2011)
  • Kasrem 031/Wira Bima (2011)
  • Danbrigif 1 PIK/JS (2011-2013)
  • Asintel Kasdam Jaya (2013-2015)
  • Komandan Korem 031/Wira Bima
  • Sejak 29 November 2018 mengemban amanat sebagai Komandan Pusat Intelijen Angkatan Darat

————-

Brigjen. Pol. Mardiaz Kusin Dwihananto, S.I.K., M.Hum.[1] (lahir di Yogyakarta15 Desember 1971; umur 48 tahun) adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 5 Juni 2020 menjabat sebagai Kasetukpa Lemdiklat Polri.

Brigjen. Pol. Mardiaz Kusin Dwihananto, lulusan Akpol 1993 ini berpengalaman dalam bidang reserse. Jabatan terakhir jenderal bintang satu ini adalah Wakil Kepolisian Daerah Sumatra Utara.

Riwayat Pendidikan

Pendidikan Kepolisian

  • Akpol (1993)
  • PTIK (2002)
  • Sespim Pol (2004)
  • Sespimti (2017)

Pendidikan Kejuruan

  • Pasabhara PJR (1993)
  • Bahasa Inggris Toefl 400 (1996)
  • SCIC ILEA Bangkok (2005)
  • AMC ILEA Roswell USA (2005)
  • CIANDES TINE LAB NARKOTIK (2006)
  • ILEA Bangkok (2007)
  • COESPU VICENZA Italy (2007)
  • FBI National Academy (2010)
  • Susjab Kapolres (2010)

Tanda Pangkat

  • Letnan Dua (22—07—1993)
  • Letnan Satu (01—10—1996)
  • Kapten (01—10—1999)
  • Komisaris Polisi (01—07—2004)
  • Ajun Komisaris Besar Polisi (01—07—2009)
  • Komisaris Besar Polisi (01—10—2015)
  • Brigadir Jenderal Polisi (07—09—2018)

Riwayat Jabatan

  • 01—07—1995: Guru Muda III Secapa Polri
  • 31—03—1996: Kanit Sabhara Polsekta IT-I Pltabes Palembang
  • 00—12—1997: Unciupol Konga XIV-9 Bosnia
  • 14—04—1998: Kapolsek Pagar Alam Polres Lahat
  • 21—03—2000: Kapuskodal Ops Polres Mura
  • 14—12—2000: Kapolsekta IT-I Poltabes Palembang
  • 11—09—2002: Mahasiswa PTIK
  • 23—03—2004: Kasiaga Ops Polda Bali
  • 21—10—2004: Kasat Idik Dit Narkoba Polda Bali
  • 03—01—2007: Wakapolres Bangli Polda Bali
  • 21—01—2008: Kanit III Sat Dit Intelkam Polda Bali
  • 26—02—2009: Kasat 4 Dit Intelkam Polda Sumut
  • 09—11—2009: Kasat I Idik Dit Narkoba Polda Sumut
  • 31—05—2010: Kasat I/Pidum Dit Reskrim Polda Sumut
  • 25—08—2010: Pamen Pada Dit Reskrim Polda Sumut
  • 14—01—2011: Kasubdit I/Kamneg Dit Reskrim Polda Sumut
  • 01—04—2011: Kapolres Nias Polda Sumut
  • 30—05—2013: Kapolres Mandailing Natal Polda Sumut
  • 30—10—2014: Wadirreskrimsus Polda Sumut
  • 16—05—2015: Kapolresta Medan[2]
  • 14—11—2016: Analis Kebijakan Madya Bidang Pidnarkoba Bareskrim Polri
  • 16—11—2017: Kapolres Metro Jakarta Selatan[3]
  • 08—03—2018: Koorspripim Polri[4]
  • 13—08—2018: Wakapolda Sumut
  • 05—06—2020: Kasetukpa Lemdiklat Polri

——————

Renungan

Luasnya Rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Selamat datang kepada para hamba Allah yang telah melampaui batas atas jiwa-jiwa mereka kepada keramahan Allah yang keluasan rahmat dan ilmu-Nya meliputi segala sesuatu.

Allah Ta’ala berfirman:

رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ

“…Ya Rabb kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan-Mu dan lindungilah mereka dari siksa Neraka yang menyala-nyala.” [Al-Mukmin/40: 7]

1. Di antara rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala, Dia mengabarkan kepada para hamba-Nya bahwa Dia akan mengampuni semua dosa-dosa.
Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah, ‘Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu terputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’” [Az-Zumar/39: 53]

Bahkan Allah memerintah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menyampaikan hal itu kepada para hamba-Nya. Dengan firman-Nya:

نَبِّئْ عِبَادِي أَنِّي أَنَا الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Kabarkan kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Al-Hijr/15: 49]

2. Di antara rahmat Allah Ta’ala, Dia akan menerima taubat.
Allah Ta’ala berfirman:

أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَأْخُذُ الصَّدَقَاتِ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

“Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat hamba-hamba-Nya dan menerima zakat, dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?” [At-Taubah/9: 104]

Karena Allah Ta’ala:

غَافِرِ الذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيدِ الْعِقَابِ ذِي الطَّوْلِ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ إِلَيْهِ الْمَصِيرُ

“Yang mengampuni dosa dan menerima taubat lagi keras hukuman-Nya, Yang mempunyai karunia. Tiada ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) selain Dia. Hanya kepada-Nya-lah kembali (semua makhluk).” [Al-Mukmin/40: 3]

Hal ini dijelaskan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala:

يُرِيدُ اللَّهُ لِيُبَيِّنَ لَكُمْ وَيَهْدِيَكُمْ سُنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَيَتُوبَ عَلَيْكُمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

“Allah hendak menerangkan (hukum syari’at-Nya) kepadamu dan menunjukimu kepada jalan-jalan orang yang sebelum kamu (para Nabi dan shalihin) dan (hendak) menerima taubatmu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” [An-Nisaa’/4: 26]

Allah juga berfirman:

وَاللَّهُ يُرِيدُ أَنْ يَتُوبَ عَلَيْكُمْ وَيُرِيدُ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الشَّهَوَاتِ أَنْ تَمِيلُوا مَيْلًا عَظِيمًا

“Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).” [An-Nisaa’/4: 27]

3. Di antara rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala, Dia mencintai hamba yang kembali dan bertaubat kepada-Nya.
Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

“…Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” [Al-Baqarah/2: 222]

4. Di antara rahmat Allah Azza wa Jalla, Dia sangat ber-bahagia dengan taubat hamba-Nya ketika menyadari bahwa dia memiliki Rabb Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang yang akan mengampuni dosa-dosa dan memaafkan kejelekan-kejelekan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

َللهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ حِيْنَ يَتُوْبُ إِلَيْهِ مِنْ أَحَدِكُمْ كَانَ عَلَى رَاحِلَتِهِ بِأَرْضِ فَلاَةٍ، فَانْفَلَتَتْ مِنْهُ وَعَلَيْهَا طَعَامُهُ وَشَرَابُهُ، فَأَيِسَ مِنْهَا فَأَتَى شَجَرَةً فَاضْطَجَعَ فِي ظِلِّهَا وَقَدْ أَيِسَ مِنْ رَاحِلَتِهِ فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ إذْ هُوَ بِهَا قَائِمَةً عِنْدَهُ فَأَخَذَ بِخِطَامِهَا ثُمَّ قَالَ مِنْ شِدَّةِ الْفَرَحِ: اَللّهُمَّ أَنْتَ عَبْدِيْ وَأَنَا رَبُّكَ، أَخْطَأَ مِنْ شِدَّةِ اْلفَرَحِ.

“Sungguh Allah lebih bergembira dengan taubat hamba-Nya ketika hamba tersebut bertaubat kepada-Nya daripada salah seorang di antara kalian yang berada di atas tunggangannya (untanya) di suatu tanah yang lapang, tiba-tiba tunggangannya tersebut hilang, padahal semua makanan dan minumannya ada pada tunggangannya tersebut. Ia pun sudah berputus asa untuk mendapatkannya kembali, lalu ia mendatangi sebatang pohon dan berbaring di bawah naungannya, ia sudah berputus asa untuk mendapatkan tunggangannya kembali. Ketika orang itu dalam keadaan demikian, tiba-tiba tunggangannya berada di hadapannya, lalu ia pun segera menarik tali ikatan yang ada pada tunggangan tersebut kemudian karena sangat senang dia berkata, ‘Wahai Allah, Engkau adalah hambaku dan aku adalah Rabb-Mu,’ orang tersebut sampai salah mengucapkan kata karena saking bahagianya.”1

5. Di antara bentuk rahmat dan kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta’ala, Dia membuka pintu taubat siang dan malam.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ تَعَالَى يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوْبَ مُسِيْءُ النَّهَار،ِ وَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ لِيَتُوْبَ مُسِيْءُ اللَّيْلِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا.

“Sesungguhnya Allah Ta’ala membuka tangan-Nya pada malam hari agar orang yang berbuat kejelekan di siang hari bertaubat kepada-Nya dan membuka tangan-Nya di siang hari agar orang yang berbuat kejelekan di malam hari bertaubat kepada-Nya, sampai matahari terbit dari sebelah barat.”2

6. Di antara rahmat dan kasih sayang Allah, Dia akan menerima taubat walaupun dosa-dosa dan taubat tadi dilakukan berkali-kali, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Penerima taubat, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا لِيُطَاعَ بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّابًا رَحِيمًا

“Dan kami tidak mengutus seorang Rasul pun, melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” [An-Nisaa’/4: 64]

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا

“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [An-Nisaa’/4: 110]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ketika menceritakan wahyu Allah Azza wa Jalla kepadanya:

إِذَا أَذْنَبَ عَبْدٌ ذَنْبًا فَقَالَ:اَللّـهُمَّ اغْفِرْلِي ذَنْبِي فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى:أَذْنَبَ عَبْدِي ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ، ثُمَّ عَادَ فَأَذْنَبَ فَقَالَ:أَيْ رَبِّ اغْفِرْلِي ذَنْبِي، فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: أَذْنَبَ عَبْدِي ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ، ثُمَّ عَادَ فَأَذْنَبَ فَقَالَ:أَيْ رَبِّ اغْفِرْلِي ذَنْبِي، فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: أَذْنَبَ عَبْدِي ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ، اِِعْمَلْ مَاشِعْتَ فَقَدْ غَفَرْتُ لَكَ.

“Jika seorang hamba melakukan dosa, lalu berkata, ‘Ya Allah, ampunilah dosaku,’ maka Allah Tabaaraka wa Ta’aala, berkata, ‘Hamba-Ku telah melakukan dosa, lalu ia mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang akan mengampuni dosa dan menghapusnya. Kemudian ia mengulangi perbuatan dosanya.’ Lalu orang tersebut berkata, ‘Ya Allah, ampunilah dosaku,’ maka Allah Tabaaraka wa Ta’aala berkata, ‘Hamba-Ku telah melakukan dosa, lalu ia mengetahui bahwa ia mempunyai Rabb yang mengampuni dosa dan menghapusnya, kemudian ia mengulangi lagi perbuatan dosanya.’ lalu ia berkata, ‘Ya Allah ampunilah dosaku,’ maka Allah Tabaaraka wa Ta’aala berkata lagi, ‘Hamba-Ku telah melakukan dosa. Lalu ia mengetahui bahwa ia mempunyai Rabb yang mengampuni dosa dan menghapusnya, berbuatlah apa yang engkau kehendaki, karena Aku telah memberi ampunan untukmu.’”3

[Disalin dari buku Luasnya Ampunan Allah” Terjemahan dari kitab at-Taubah an-Nashuuh fii Dhau-il Qur-aan al-Kariim wal Ahaa-diits ash-Shahiihah, Ditulis oleh Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali hafizhahullaah, Penerjemah Ruslan Nurhadi, Lc. Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]
_____

Footnote

1 HR. Muslim (XVII/63 -an-Nawawi-) dari hadits Anas bin Malik Radhiyallahu anhu.
2 HR. Muslim (XVII/76, -an-Nawawi-) dari hadits Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu anhu.
3 HR. Muslim (XVII/75-76 -an-Nawawi-) dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu.