IMG 20200726 WA0143

Update Baksos Luwu Utara Bantu Penyediaan Air Bersih Untuk Masyarakat Terdampak Banjir Bandang Kecamatan Masamba

Sulawesi Selatan Headline Muhasabah

IMG 20200726 WA0145mascipoldotcom, Senin, 27 Juli 2020 (06 Dzulhijah 1441 H)

LUWU UTARA – Banjir bandang yang melanda Luwu Utara 13 Juli 2020 lalu, membuat ribuan rumah terendam banjir, bahkan ada yang kehilangan rumahnya.

Menanggapi hal tersebut, Dankor Brimob Polri Irjen Pol Anang Revandoko sejak awal sudah menerjunkan Tim Khusus dari Korps Brimob Polri untuk membantu para korban banjir Luwu Utara dengan melakukan berbagai macam hal. Seperti menyediakan mobil water treatment, menyalurkan bantuan berupa tandon air, perlengkapan memasak dan lainnya.

“Menurut data yang kami dapat dan arahan pimpinan, kami menyiapkan apa yang saat ini sangat dibutuhkan oleh para korban banjir bandang Luwu Utara,” ucap Danmen I Paspelopor Korbrimob Polri Kombes Pol Reeza Herasbudi kepada awak media, Minggu (26/07/2020) pukul 09.00 WITA.

IMG 20200726 WA0144Setelah sebelumnya membuat sumur bor, tandon air dan MCK di beberapa tempat, kini personel Brimob Polda Sulsel yang dipimpin oleh Danki 3 Yon B Brimob Polda Sulsel AKP Laode dan 8 personel Brimob Polda Sulsel serta masyarakat setempat, telah menyelesaikan pembuatan sumur bor dan tandon air di Perumahan Graha Bukit Harapan, Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan.

“Kami dari Brimob terus bergerak membantu para korban banjir bandang Luwu Utara. Dan hari ini masyarakat yang ada di Perumahan Graha Bukit Harapan serta pengungsi di lingkungan Kecamatan Masamba sudah bisa mendapatkan air bersih,” kata Reeza.

“Ini merupakan Bhakti Brimob untuk masyarakat. Semoga kehadiran kami dan apa yang kami berikan dapat bermanfaat dan meringankan beban para korban banjir bandang Luwu Utara,” tutup Reeza. (Amel/Ivana)

———-

Renungan

DUNIA ATAU AKHIRAT

Tujuan hidup seorang Muslim adalah akhirat, sementara kehidupan dunia ini hanya tempat singgah untuk mempersiapkan bekal menuju akhirat. Karena kehidupan dunia hanya bersifat sementara, tidak kekal, sementara akhirat kekal abadi. Namun dalam mempersiapkan bekal itu, ternyata tidak selalu mulus dan mudah. Banyak ujian yang harus dilalui.

Dari sini kemudian manusia terbagi, ada yang masih fokus pada tujuan hidupnya yang sejati dan ada pula yang terpedaya dengan berbagai godaan dan ujian. Keindahan dunia ditambah bujuk rayu setan telah menelan banyak korban. Mereka lupa dengan tujuan penciptaan mereka yang sebenarnya. Padahal Allah Azza wa Jalla menjelaskan dengan sangat gamblang tentang hakikat kehidupan dunia juga nilai kehidupan dunia bila dibandingkan kehidupan akhirat. Rasulullah pun tidak kurang menjelaskan dan memperingatkan umat manusia agar tidak tertipu.

Diantaranya firman Allâh Azza wa Jalla :

إِنَّمَا مَثَلُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الْأَرْضِ مِمَّا يَأْكُلُ النَّاسُ وَالْأَنْعَامُ حَتَّىٰ إِذَا أَخَذَتِ الْأَرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ وَظَنَّ أَهْلُهَا أَنَّهُمْ قَادِرُونَ عَلَيْهَا أَتَاهَا أَمْرُنَا لَيْلًا أَوْ نَهَارًا فَجَعَلْنَاهَا حَصِيدًا كَأَنْ لَمْ تَغْنَ بِالْأَمْسِ ۚ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu hanya seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah tanaman-tanaman bumi dengan subur (karena air itu), di antaranya ada yang dimakan manusia dan hewan ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan berhias, dan pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya (memetik hasilnya), datanglah kepadanya adzab Kami pada waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanaman)nya seperti tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang yang berpikir. [Yûnus/10:24]

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَاللهِ ، مَا الدُّنْيَا فِـي الْآخِرَةِ إِلَّا مِثْلُ مَا يَـجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ هٰذِهِ – وَأَشَارَ يَحْيَ بِالسَّبَّابَةِ – فِـي الْيَمِّ ، فَلْيَنْظُرْ بِمَ تَرْجِـعُ

Demi Allâh! Tidaklah dunia dibandingkan akhirat melainkan seperti salah seorang dari kalian mencelupkan jarinya ke laut, -(perawi hadits ini yaitu)Yahya memberikan isyarat dengan jari telunjuknya- lalu hendaklah dia melihat apa yang dibawa jarinya itu?

[Shahih: HR. Muslim, no. 2858 dan Ibnu Hibbân, no. 4315-at-Ta’lîqâtul Hisân dari al-Mustaurid al-Fihri Radhiyallahu anhu]

Dalam hadits shahih lainnya diriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berjalan melewati pasar sementara banyak orang berada di dekat Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Beliau berjalan melewati bangkai anak kambing jantan yang kedua telinganya kecil. Sambil memegang telinganya Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنَّ هَذَا لَهُ بِدِرْهَمٍ؟ (( فَقَالُوْا: مَا نُحِبُّ أَنَّهُ لَنَا بِشَيْءٍ وَمَا نَصْنَعُ بِهِ؟ قَالَ:(( أَتُحِبُّوْنَ أَنَّهُ لَكُمْ؟ )) قَالُوْا: وَاللهِ لَوْ كَانَ حَيًّا كَانَ عَيْبًا فِيْهِ، لِأَنَّهُ أَسَكُّ. فَكَيْفَ وَهُوَ مَيِّتٌ؟ فَقَالَ: (( فَوَاللهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللهِ مِنْ هَذَا عَلَيْكُمْ )).

Siapa diantara kalian yang berkenan membeli ini seharga satu dirham?” Orang-orang berkata, “Kami sama sekali tidak tertarik kepadanya. Apa yang bisa kami perbuat dengannya?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kalian mau jika ini menjadi milik kalian?” Orang-orang berkata, “Demi Allâh, kalau anak kambing jantan ini hidup, pasti ia cacat, karena kedua telinganya kecil, apalagi ia telah mati?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فَوَاللهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللهِ مِنْ هَذَا عَلَيْكُمْ

Demi Allâh, sungguh, dunia itu lebih hina bagi Allâh daripada bangkai anak kambing ini bagi kalian. [Shahih: HR. Muslim, no. 2957]

Dan masih banyak lagi gambaran kehidupan dunia yang begitu gamblang. Akankah kita membiarkan kita terus terlena dan tertipu dengan kehidupan dunia? Relakah kita menukar kehidupan akhirat yang kekal dengan kehidupan dunia yang akan segera sirna?

Semoga Allâh Azza wa Jalla menganugerahkan keistiqamahan kepada kita semua dan menyelamatkan kita dari tipu daya syaitan dan ujian dunia.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 01/Tahun XIX/1436H/2015. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]