IMG 20200721 WA0085

Dipimpin Ketua Harian Mascipol Indonesia Turut Serta Dalam Tim Relawan Di Masamba Luwu Sulawesi Selatan

Sulawesi Selatan Aksi Nyata DKI Jakarta Headline Kombat TNI Polri & Abdi Negara Muhasabah Video Streaming

Evakuasi Korban Banjir Bandang di Konawe 29mascipoldotcom, Selasa, 21 Juli 2020 (30 Dzulqoidah 1441 H)

Masamba Luwu Utara – Akibat meluapnya tiga sungai di Luwu Utara yakni Sungai Rongkong di Sabbang, Sungai Meli di Radda, dan Sungai Masamba di Masamba pada Senin malam (13/07/2020) mengakibatkan banjir bandang dan menenggelamkan ribuan rumah warga di wilayah Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Banjir bandang juga mengakibatkan sarana dan prasarana umum lumpuh total hingga akses komunikasi sulit didapatkan, sejumlah ruas jalan di Masamba Luwu Utara juga tidak dapat berfungsi dengan baik akibat tertutup material lumpur setinggi lebih kurang 2 hingga 4 meter.

Evakuasi Korban Banjir Bandang di Konawe 36“Kita sudah berada di Masamba Luwu Utara bersama tim dari TNI Polri dan relawan lainya.” uangkap Ketua Harian Bapak Ibnu Ustadi melalui jaringan Whatsapp, Senin, 20 Juli 2020, pukul 21.00 WIB.

Ada beberapa pendampingan yang telah dilakukan oleh relawan Mascipol Indonesia yang dipimpin oleh Ketua Harian, diantaranya turut serta mengevakuasi warga yang masih terjebak, dan membuat dapur umum serta turut serta membersihkan limpur dan material lainnya yang masih menutupi ruas jalan.

“Alhamdulillah kita sudah tergabung dalam Posko dan Dapur umum MBA bersama potensi lokal binaan ICM-CAI, BDI Konawe, Konawe Mengaji” imbuh Ketua Harian Komascipol-Kombat TNI Polri & Abdi Negara Bapak Ibnu Ustadi.

Ketua harian melanjutkan keterangannya “Saat ini wilayah utama yang terdampak banjir secara garis besar ada 3, Pusat Kota Kecamatan Masamba, Desa Radda Kecamatan Baebunta, dan Kecamatan Sabbang, Alhamdulillah, ketiga wilayah ini sudah memiliki posko induk, masing-masing disupport oleh TNI & Polri dan BPBD juga pemerintah daerah, di wilayah kecamatan Baebunta dan Kecamatan Radda”. papar Bapak Ibnu Ustadi.

Evakuasi Korban Banjir Bandang di Konawe 35Sambung ketua harian “Berikut beberapa gambaran wilayah yang akan menjadi jangkauan posko gabungan kita, Desa Malimbu, Jumlah warga terdampak sekitar 255 jiwa (61KK), tidak ada korban jiwa, 51 rumah tertimbun, 1 rumah hanyut, 5 tidak layak huni / Rusak bertat, Masjid perlu dibersihkan, butuh tandon untuk dapur umum, sebagai Koordinator lapangan Bapak Agung”, beber Ketua Harian.

“Dan Desa Salama, Jumlah warga terdampak sekitar 46 jiwa (11 KK), Korban jiwa tidak ada”, tambah Ketua Harian

“Adapun yang ke 3 Pasar Baebunta, Jumlah warga terdampak sekitar 60 jiwa (40 KK)”, kata Bapak Ibnu Ustadi.

Evakuasi Korban Banjir Bandang di Konawe 34“Dan yang ke 4 di Desa Pangkedekan terdapat 10 rumah rusak, Dusun Kadundung dan Tokarawa terdampak banjir bandang Sambu rusak parah, namun tidak ada korban jiwa “. lanjut bapak Ibunu Ustadi.

“Yang ke 5 Dusun Tokarawa, 14 Rumah rusak berat, dan yang ke 6 Desa Beringin Jaya, Jumlah warga terdampak sekitar 400 jiwa (150 KK), Rumah yang terdampak 100 rumah”, kata Ketua Harian melanjutkan keterangannya.

Informasi tambahan ada 2 daerah yang sangat membutuhkan bantuan kita semua yakni Desa Maipi dan desa Meli, adapun Kebutuhan yang sangat mendesak diantaranya Perlengkapan mandi, Selimut / sarung, Baju dalam Perempuan & Laki-laki (Celana dalam), Sandal

Evakuasi Korban Banjir Bandang di Konawe 33Karena hampir semua penduduk tidak sempat menyelamatkan harta bendanya yang terendam lumpur maka saat ini sangat urgent sarana ibadah.

“Dan hal yang penting dan sangat mendesak untuk segera di support ada;ah makanan untuk tim relawan dan tim bersih-bersih dan untuk para korban banjir yang ada dalam tenda-tenda pengungsian”. tegas Ketua Harian.

Sepanjang pantauan di lapngan ketua Harian Komascipol Bapak Ibnu Ustadi menungkapkan bahwa saat ini warga butuh air bersih, warga juga butuh sembako serta modal untuk melanjutkan usaha mereka.

Evakuasi Korban Banjir Bandang di Konawe 32“Warga juga butuh sarana dan prasarana MCK, disamping itu di lapangan juga masih membutuhkan SDM dan peralatan untuk bersih-bersih fasilitas umum dan rumah ibadah serta rumah warga yang kerendam lumpur” ketua harian bapak ibnu ustadi memungjkas keterangannya.

Bagi seluruh pengurus Komascipo-Kombat TNI Polri & Abdi Negara serta pembaca dimanapun berada, kami menghimbau mari kita bantu meringankan beban saudara-saudara kita terdampak banjir bandang Masamba sesuai ajakan Kornas, Ketum dan Pengurus Komascipol Lainya berdasarkan pantauan lanngsung Ketua Harian Komascipol tersebut dibawah ini

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Evakuasi Korban Banjir Bandang di Konawe 31EDARAN PENGGALANGAN DANA KOMASCIPOL

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa melepaskan kesusahan seorang muslim dari kesusahan dunia, Allah akan melepaskan kesusahannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan orang yang susah, Allah akan mudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi aib seorang, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya selama ia menolong saudaranya.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 2699]

Evakuasi Korban Banjir Bandang di Konawe 29Kami DPP mengajak kepada seluruh Pengurus Komascipol-Kombat TNI Polri & Abdi negara dan muhsinin dimanapun berada berkenan memberikan infaq dan sodaqoh terbaiknya teruntuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana banjir Masamba, Konawe dan Luwu Sulawesi Selatan.

Mari terus dampingi Kami, agar dapat terus berkhidmat kepada masyarakat khususnya yang sangat membutuhkan dan terdampak baik bencana alam maupuin bencana wabah Covid-19.

Evakuasi Korban Banjir Bandang di Konawe 27Jazakumullah khairon

Donasi Anda Dapat Disalurkan Melalui:
🏧 Bank BRI Syariah
(Kode Bank: 422)
No.Rek: 1049839827?
a/n: perkumpulan masyarakat cinta polri?

CATATAN:
-Mohon Lakukan
-Berikan Kode Unik 021
Contoh: Rp.1.000.021
-Apabila dana donasi mencukupi, maka Akan kami alokasikan untuk Program Lainnya.

Evakuasi Korban Banjir Bandang di Konawe 26Konfirmasi Donasi:
Evan 0813-1107-8719

Ketua Umum Komascipol-Kombat TNI Polri & Abdi Negara

Bagus Sujoko

————-

Renungan

PERINTAH UNTUK SALING MENOLONG DALAM MEWUJUDKAN KEBAIKAN DAN KETAKWAAN

Evakuasi Korban Banjir Bandang di Konawe 25Oleh Ustadz Abu Minhal

Allah Azza wa Jalla berfirman:

ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya [al-Mâidah/5:2]

PENJELASAN AYAT

Makna al-birru (الْبِرِّ ) dan at-taqwa (التَّقْوَى )

Evakuasi Korban Banjir Bandang di Konawe 24Dua kata ini, memiliki hubungan yang sangat erat.Karena masing-masing menjadi bagian dari yang lainnya.

Secara sederhana, al-birru (الْبِرِّ ) bermakna kebaikan. Kebaikan dalam hal ini adalah kebaikan yang menyeluruh, mencakup segala macam dan ragamnya yang telah dipaparkan oleh syariat.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mendefinisikan bahwa al-birru adalah satu kata bagi seluruh jenis kebaikan dan kesempurnaan yang dituntut dari seorang hamba. Lawan katanya al-itsmu (dosa) yang maknanya adalah satu ungkapan yang mencakup segala bentuk kejelekan dan aib yang menjadi sebab seorang hamba sangat dicela apabila melakukannya. [1]

Evakuasi Korban Banjir Bandang di Konawe 23Tidak jauh berbeda, Syaikh as-Sa’di rahimahullah mengatakan bahwa al-birru adalah sebuah nama yang mencakup segala yang Allah Azza wa Jalla cintai dan ridhai, berupa perbuatan-perbuatan yang zhâhir maupun batin, yang berhubungan dengan hak Allah Azza wa Jalla atau hak sesama manusia.[2]

Dari sini dapat diketahui, bahwa termasuk dalam cakupan al-birru, keimanan dan cabang-cabangnya, demikian pula ketakwaan.

Allah Azza wa Jalla telah menghimpun ragam al-birru (kebaikan, kebajikan) dalam ayat berikut:

لَّيْسَ الْبِرَّ أَن تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

Evakuasi Korban Banjir Bandang di Konawe 22Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orangorang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. [al-Baqarah/2:177]

Evakuasi Korban Banjir Bandang di Konawe 21Kebaikan (kebajikan) yang tertera di ayat di atas mencakup seluruh unsur agama Islam; prinsip-prinsip keimanan, penegakan syariat seperti mendirikan shalat, membayar zakat dan infak kepada orang yang membutuhkan dan amalan hati seperti bersabar dan menepati janji.

Dalam ayat ini, setelah memberitahukan ragam kebaikan, di penghujung ayat, Allah Azza wa Jalla menjelaskan itulah bentuk-bentuk ketakwaan (sifat-sifat kaum muttaqîn).

Evakuasi Korban Banjir Bandang di Konawe 20Adapun hakikat ketakwaan yaitu melakukan ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla dengan penuh keimanan dan mengharap pahala; baik yang berupa perintah ataupun larangan. Kemudian perintah itu dilaksanakan atas dasar keimanan dengan perintah dan keyakinan akan janji-Nya, dan larangan ditinggalkan berlandaskan keimanan terhadap larangan tersebut dan dan takut akan ancaman-Nya.

Thalq bin Habîb rahimahullah, seorang Ulama dari kalangan generasi Tâbi’în berkata:” Apabila terjadi fitnah maka bendunglah dengan takwa”. Mereka berkata:” Apa yang dimaksud dengan takwa?”. Beliau menjawab:” Hendaknya engkau melakukan ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla dengan dasar cahaya dari Allah Azza wa Jalla dan mengharap pahala-Nya. Dan engkau tinggalkan maksiat dengan dasar cahaya dari Allah Azza wa Jalla dan takut terhadap siksa-Nya”.

Evakuasi Korban Banjir Bandang di Konawe 19Imam Ibnul Qayyim rahimahullah memuji keterangan di atas dengan mengatakan [3] : Ini merupakan definisi takwa yang paling bagus. Beliau menjelaskan, bahwa semua amalan memiliki permulaan dan tujuan akhir. Satu amalan tidaklah dianggap sebagai bentuk ketaatan dan ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla kecuali apabila bersumber dari keimanan. Artinya dorongan utama melakukan amalan tersebut adalah keimanan bukan kebiasaan, mengikuti hawa nafsu atau keinginan untuk mendapatkan pujian dan kedudukan. Jadi, permulaannya adalah keimanan dan tujuan akhirnya adalah meraih pahala dari Allah Azza wa Jalla serta mengharap keridhaan-Nya atau yang disebut dengan ihtisâb. Oleh karena itu, banyak kita dapatkan kata iman dan ihtisâb datang secara bersamaan seperti contoh berikut:

Evakuasi Korban Banjir Bandang di Konawe 18مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَلَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barang siapa yang puasa ramadhan dengan penuh keimanan (iman) dan mengharap pahala (ihtisâb), maka diampuni semua dosanya yang telah lewat.[HR. al-Bukhâri Muslim].

Faedah:

Ulama mengatakan bahwa penggabungan kata al-birr dan at-taqwa dalam satu tempat (seperti ayat di atas) mengandung pengertian yang berbeda satu sama lain. Dalam konteks ini, al-birr bermaka semua hal yang dicintai Allah dan diridhai-Nya, baik berupa ucapan dan perbuatan, lahir dan batin. Sementara at-taqwa lebih mengarah kepada tindakan menjauhi segala yang diharamkan [al-Qawâid al-Hisân, Syaikh as-Sa’di, hlm. 48]

Evakuasi Korban Banjir Bandang di Konawe 17Makna al-itsmu (إئْمُ ) dan al-’udwân ( الْعُدْوَانُ)
Pada dasarnya, pengertian antara al-birru dan at-taqwa, al-itsmu dan al-’udwân terikat pada hubungan yang kuat. Masing-masing kata itu mengandung pengertian kata lainnya. Setiap dosa (al-itsmu) merupakan bentuk ‘udwân (tindakan melampaui batas) terhadap ketentuan Allah Azza wa Jalla, yang berupa larangan atau perintah. Dan setiap tindakan ‘udwân, pelakunya berdosa.

Namun bila keduanya disebut bersamaan, maka masing-masing memiliki pengertian yang berbeda dengan yang lainnya.

Evakuasi Korban Banjir Bandang di Konawe 16Al-itsmu (dosa) berkaitan dengan perbuatanperbuatan yang memang hukumnya haram. Contohnya, berdusta, zina, mencuri, minum khamer dan lainnya. Contoh-contoh di atas merupakan perbuatan yang pada asalnya haram.

Sehubungan dengan al-’udwân, kata ini lebih mengarah pada suatu pengharaman yang disebabkan oleh tindakan melampaui batas. Apabila tidak terjadi tindakan melampaui batas, maka diperbolehkan (halal).

Tindakan melampaui batas terbagi dua, pertama: terhadap Allah Azza wa Jalla, seperti melampaui batas ketentuan Allah Azza wa Jalla dalam pernikahan seperti : memiliki lima istri, atau menyetubuhi istri dalam masa haidh, nifas, masa ihram atau puasa wajib.

Evakuasi Korban Banjir Bandang di Konawe 14

Dan kedua: Tindakan melampaui batas terhadap sesama. Contohnya, bertindak kelewat batas terhadap orang yang berhutang, dengan menciderai kehormatan, fisik atau mengambil lebih dari seharusnya. [4]

URGENSI AYAT

Dalam ayat ini Allah Azza wa Jalla memerintahkan hamba-Nya yang beriman untuk saling membantu dalam perbuatan baik dan itulah yang disebut dengan albirr dan meninggalkan kemungkaran yang merupakan ketakwaan. Dan Dia Azza wa Jalla melarang mereka saling mendukung kebatilan dan bekerjasama dalam perbuatan dosa dan perkara haram.[5]

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menilai ayat di atas memiliki urgensi tersendiri. Beliau menyatakan: Ayat yang mulia ini mencakup semua jenis bagi kemaslahatan para hamba, di dunia maupun akhirat, baik antara mereka dengan sesama, ataupun dengan Rabbnya. Sebab seseorang tidak luput dari dua kewajiban; kewajiban individualnya terhadap Allah Azza wa Jalla dan kewajiban sosialnya terhadap sesamanya.

Evakuasi Korban Banjir Bandang di Konawe 13Selanjutnya, beliau memaparkan bahwa hubungan seseorang dengan sesama dapat terlukis pada jalinan pergaulan, saling menolong dan persahabatan. Hubungan itu wajib terjalin dalam rangka mengharap ridha Allah Azza wa Jalla dan menjalankan ketaatan kepada-Nya. Itulah puncak kebahagiaan seorang hamba. Tidak ada kebahagiaan kecuali dengan mewujudkan hal tersebut, dan itulah kebaikan serta ketakwaan yang merupakan inti dari agama ini.[6]

Al-Mâwardi rahimahullah berkata: Allah Azza wa Jalla mengajak untuk tolong-menolong dalam kebaikan dengan beriringan dengan ketakwaan kepada-Nya. Sebab dalam ketakwaan, terkandung ridha Allah Azza wa Jalla. Sementara saat berbuat baik, orang-orang akan menyukai (meridhai). BaranEvakuasi Korban Banjir Bandang di Konawe 9g siapa memadukan antara ridha Allah Azza wa Jalla dan ridha manusia, sungguh kebahagiaannya telah sempurna dan kenikmatan baginya sudah melimpah.[7]

Sebagai contoh sikap saling menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

انْصُر أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظلُو مًا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا نَنصُرًُهُ مَظْلُومًا فَكَيْفَ نَنْصُرُهُ ظَالِمًا قَالََ تَأْخُذُ فَوْقَ يَدَيْهِ

Bantulah saudaramu, baik dalam keadaan sedang berbuat zhalim atau sedang teraniaya. Ada yang bertanya: “Wahai Rasulullah, kami akan menolong orang yang teraniaya. Bagaimana menolong orang yang sedang berbuat zhalim?” Beliau menjawab: “Dengan menghalanginya melakukan kezhaliman. Itulah bentuk bantuanmu kepadanya.” [HR. al-Bukhâri]

Evakuasi Korban Banjir Bandang di Konawe 8Dalam hadits lain, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الدِّالُ عَلَى الْخَيْرِ كَفَا عِلِهِ

Orang yang menunjukkan (sesama) kepada kebaikan, ia bagaikan mengerjakannya. [HR. Muslim]

Orang berilmu membantu orang lain dengan ilmunya. Orang kaya membantu dengan kekayaannya. Dan hendaknya kaum Muslimin menjadi satu tangan dalam membantu orang yang membutuhkan. Jadi, seorang Mukmin setelah mengerjakan suatu amal shalih, berkewajiban membantu orang lain dengan ucapan atau tindakan yang memacu semangat orang lain untuk beramal.[8]

Evakuasi Korban Banjir Bandang di Konawe 7Hubungan kedua, antara seorang hamba dengan Rabbnya tertuang dalam perintah ‘Dan bertakwalah kamu kepada Allah’. Dalam hubungan ini, seorang hamba harus lebih mengutamakan ketaatan kepada Rabbnya dan menjauhi perbuatan untuk yang menentangnya.[9]

Kewajiban pertama (antara seorang hamba dengan sesama) akan tercapai dengan mencurahkan nasehat, perbuatan baik dan perhatian terhadap perkara ini. Dan kewajiban kedua (antara seorang hamba dengan Rabbnya), akan terwujud melalui menjalankan hak tersebut dengan ikhlas, cinta dan penuh pengabdian kepada-Nya.[10]

Hendaknya ini dipahami bahwa sebab kepincangan yang terjadi pada seorang hamba dalam menjalankan dua hak ini, hanya muncul ketika dia tidak memperhatikannya, baik secara pemahaman maupun pengamalan.[11]

Evakuasi Korban Banjir Bandang di Konawe 5PENUTUP

Dengan jelas, ayat di atas memuat kewajiban saling membantu di antara kaum Mukminin untuk menegakkan agama dan larangan bagi mereka untuk bekerjasama dalam menodainya. Bukan sebaliknya yaitu malahan melemahkan semangat beramal orang, mengejek orang yang berusaha konsisten dengan syariat maupun menjadi dalang tersebarnya perbuatan maksiat di tengah masyarakat. Wallahu a’lam.

Evakuasi Korban Banjir Bandang di Konawe 4[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi, 05/Tahun XIII/1430/2009M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858197]
_______
Footnote
[5]. Tafsîrul Qur‘ânil ‘Azhîm (3/12-13)
[6]. ar-Risâlah at-Tabûkiyyah hlm. 30
[7]. Tafsîr al-Qurthubi (Al-Jâmi’ li Ahkâmil-Qur‘ân), Muhammad bin Ahmad al-Qurthûbi, tahqîq: ‘Abdur-Razzaq al-Mahdi, Dâr Al-Kitab Al-‘Arabi, Cetakan II, Tahun 1421 H, Vol. 6, hlm. 45
[8]. Tafsîr al-Qurthûbi (6/45), Taisîrul Karîmir Rahmân hlm. 182
[9]. ar-Risâlah at-Tabûkiyyah hlm. 57
[10] Ibid hlm. 57
Evakuasi Korban Banjir Bandang di Konawe 3[11]. ar-Risâlah at-Tabûkiyyah hlm. 57

 

 

 

 

 

 

Evakuasi Korban Banjir Bandang di Konawe 2 Evakuasi Korban Banjir Bandang di Konawe 1 evakuasi Banjir Bandang Luwu Utara