IMG 20200802 WA0046

Komascipol Ikuti Aturan Protokol Kesehatan Saat Potong Dan Pembagian Daging Hewan Qurban Secara Door to Door

Aceh Aksi Nyata Bali Banten Bengkulu DKI Jakarta Gorontalo Headline Jambi Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Kalimantan Barat Kalimantan Selatan Kalimantan Tengah Kalimantan Timur Kalimantan Utara Kepulauan Bangka Belitung Kepulauan Maluku Kepulauan Nusa Tenggara Kepulauan Riau Kombat TNI Polri & Abdi Negara Lampung Maluku Maluku Utara Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Papua Papua Barat Pulau Jawa Pulau Kalimantan Pulau Papua Pulau Sulawesi Pulau Sumatera Riau Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sulawesi Tengah Sulawesi Tenggara Sulawesi Utara Sumatera Barat Sumatera Selatan Sumatera Utara Video Streaming Yogyakarta

IMG 20200801 WA0215mascipoldotcom, Sabtu, 01 Agustus 2020 (11 Dzulhijah 1441 H

Jakarta – Pemerintah telah menghimbau dan menyiapkan aturan terkait protokol kesehatan saat umat Islam merayakan hari raya Idul Adha Jum’at, 31 Juli 2020, atau 10 Dzulhijah 1441 H.

Himbauan dan peraturan baik dari pemerintah pusat sampai pemerintah daerah mulai penjualan hewan kurban, salat Idul Adha, hingga pembagian daging hewan kurban.

Untuk pembagian hewan kurban, ungkap Kordinator Nasional Komascipol-Kombat TNI Polri & Abdi Negara Ustadz Abu Munzier Al Ghifari (hafidhohulloh) telah di sampaikan kepada Ketua Umum bapak Bagus Sujoko, agar seluruh pengurus baik DPW dan DPD seluruh Indonesia untuk menyampaikan daging hewan kurban kepada masyarakat dilalukan secara door to door.

“Hal itu untuk mengindari terjadinya kerumunan warga ketika mengambil daging hewan kurban sesuai anjuran pemerintah melalui Pimpinan Polri dan dukungan Kabaharkam Polri kepada seluruh pengurus Komascipol-Kombat TNI Polri & Abdi Negara, untuk memutus mata rantai wabah Covid-19, dimana Kabaharkam Polri selaku Kaopspus Aman Nusa II-Penanganan Covid-19 berbentuk spanduk di sekretariat dan ditempat-tempat pemotongan hewan kurban”, papar Kornas.

Untuk pembagian daging hewan kurban tahun ini 1441 H, ditengah umat Islam diuji oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan pandemi Covid-19, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dan sesuai himbauan pemerintah baik pusat maupun daerah, pembagian daging kurban dirubah.

“Tahun yang lalu cara pembagian daging kurban kami mengundang masyarakat yang sangat membutuhkan, seperti pengayuh becak, ojek, korban PHK, pedagang kaki lima, dan kaum duafa lainnya menggunakan kupon datang ketempat pemotongan hewan kurban yang telah kami tentukan tempatnya, namun tahun ini kami lakukan bekerjasama dengan tiga pilar mendatangi warga masyarakat yang telah kami data sebelumnya dan cara ini telah di sosialisasikan oleh ketua umum agar dilakukan oleh pengurus seluruh Indonesia,” kata Kornas, Sabtu (01/8/2020). Pukul 21.00 WIB.

“Protokol kesehatan harus tetap dijalankan oleh semua pengurus baik saat pemotongan hewan kurban maupun saat pembagian daging kurban, mengingat pemerintah telah menetapkan new normal dan berlaku diseluruh Indonesia itu tetap harus jadi perhatian seluruh pengurus Komascipol-Kombat TNI Polri & Abdi Negara,” sambung Ketua Umum Bapak Bagus Sujoko.

Sebelumnya seluruh pengurus Komascipol-Kombat TNI Polri & Abdi Negara telah mendapat tuntunan dan arahan secara online melalui WhatsApp messenger groups agar pada saat proses pemotongan hewan kurban harus tetap menjalankan protokol kesehatan sesuai himbauan pemerintah.

“Dalam arahan secara online saya himbauan agar para pengurus saat pembagian daging hewan kurban harap diperhatikan sosial distancing dan physical distanscing, tetapi saya tekankan lebih baik daging hewan kurban diantar saja secara door to door kepada warga yang membutuhkan” tegas Ketua Umum.

Sebelum pelaksanaan pemotongan hewan kurban Kornas juga memberikan arahan dan syarat-syarat sahnya hewan kurban kepada seluruh pengurus Komascipol-Kombat TNI Polri & Abdi Negara.

Hewan Kurban memiliki beberapa syarat yang tidak sah si sembelih kecuali jika telah memenuhinya, ungkap Kornas Ustadz Abu Munzdir Al Ghifari hafidhohulloh yaitu:

Hewan kurbannya berupa binatang ternak, yaitu unta, sapi dan kambing, baik domba atau kambing biasa.

Hewan kurban telah sampai usia yang dituntut syari’at berupa berusia satu tahun dari domba, kecuali dalam keadaan sulit menemukan yang berusia 1 tahun maka boleh berupa domba yang berusia 6 bulan atau lebih.

Untuk unta adalah yang telah berusia lima tahun lebih.

Dari sapi adalah yang telah sempurna berusia dua tahun.

Dari kambing jawa adalah yang telah sempurna berusia satu tahun.

Bebas dari aib (cacat) yang mencegah keabsahannya, yaitu apa yang telah dijelaskan dalam hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Buta sebelah yang jelas/tampak. Sakit yang jelas. Pincang yang jelas. Sangat kurus, tidak mempunyai sumsum tulang.

Dan hal yang serupa atau lebih dari yang disebutkan di atas dimasukkan ke dalam aib-aib (cacat) ini, Sehingga tidak sah berkurban dengannya, seperti buta kedua matanya, kedua kakinya putus, atau pun lumpuh.

Hewan kurban tersebut milik orang yang berkurban atau diperbolehkan (diizinkan) baginya untuk berkurban dengannya.

Maka tidak sah berkurban dengan hewan hasil merampok dan mencuri, atau hewan tersebut milik dua orang yang berserikat kecuali dengan izin teman serikatnya tersebut.

Tidak ada hubungan dengan hak orang lain. Maka tidak sah berkurban dengan hewan gadai dan hewan warisan sebelum warisannya dibagi.

Penyembelihan kurbannya harus terjadi pada waktu yang telah ditentukan syari’at.

Maka jika disembelih sebelum atau sesudah waktu tersebut, maka sembelihan kurbannya tidak sah.

Hewan Kurban yang utama dan yang paling utama dari hewan kurban menurut jenisnya adalah unta, lalu sapi, kemudian domba.

Yang paling utama menurut sifatnya adalah hewan yang memenuhi sifat-sifat sempurna dan bagus dalam binatang ternak.

Di antaranya: Gemuk. Dagingnya banyak. Bentuk fisiknya sempurna. Bentuknya bagus.

Sedangkan yang dimakruhkan dari hewan kurban adalah: Telinga dan ekornya putus atau telinganya sobek, memanjang atau melebar.

Pantat dan ambing susunya putus atau sebagian dari keduanya seperti –misalnya puting susunya terputus-.

Gila Kehilangan gigi (ompong). Tidak bertanduk dan tanduknya patah, tutur Kornas Ustadz Abu Munzdir Al Ghifari hafidhohulloh.

Adapun pengurus Komascipol-Kombat TNI Polri & Abdi Negara dan mitra serta Narasumber www.mascipol.com yang telah melaksanakan pemotongan dan pembagian daging hewan kurban laporan pada Sabtu 01/8/2020 pukul 14.00 WIB diantaranya:

DPP 2 ekor kambing, 120 paket daging hewan kurban dibagikan secara door to door kepada masyarakat Dukuh Logandu Kebakalan kecamatan Karanggayam Kebumen Jawa Tengah.

DPD Blora 7 ekor Sapi dan 17 ekor Kambing Lokasi I pemotongan hewan kurban di halaman Masjid Imam Syafi’i dan daging hewan kurban dibagikan kepada masyarakat Blora.

Lokasi II pemotongan hewan kurban di halaman Masjid Imam Nawawy dan daging hewan kurban dibagikan kepada masyarakat desa Sambong Blora Jawa Tengah.

Lokasi III pemotongan hewan kurban di halaman Sekretariat Komascipol-Kombat TNI Polri & Abdi Negara dan Ma’had As-Sunnah Blora dan daging hewan kurban dibagikan kepada masyarakat Cepu Jawa Tengah.

Jumlah total keseluruhan 2500 paket daging hewan kurban yang dibagikan kepada masyarakat bersinergi bersama TNI dan Polri di Jajaran Kabupaten Blora.

DPD Kabupaten Bekasi 15 ekor Sapi dan 20 ekor Kambing, lokasi pemotongan hewan kurban di halaman Masjid Imam masnan

13 ekor Sapi dan 20 ekor Kambing lokasi pemotongan hewan kurban di halaman Masjid Sakinah / sekretariat Komascipol pondok Tahfizd minhajul haq menjadi 10.500 paket daging hewan kurban dibagikan kepada masyarakat Kabupaten Bekasi

DPW NTB bersama Yayasan Assunnah dan Polsek Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur untuk masyarakat Kecamatan Aikmel Lombok Timur NTB

DPD Lampung Selatan 2 ekor sapi dan 2 ekor kambing, Lokasi pemotongan Ma’had Qurata a’yun Natar & ma’had Sunnah Ilmu Natar dibagikan secara door to door kepada masyarakat Kecamatan Natar

DPD Bojonegoro 1 ekor sapi dan 3 ekor kambing, Lokasi pemotongan di halaman Masjid Ibnu Abbas Bojonegoro dan dibagikan secara door to door kepada masyarakat terdampak Covid-19 di desa Ngrandu, Bojonegoro Jawa Timur

“Alhamdulillah baik proses pemotongan sampai dengan pendistribusian daging hewan kurban berjalan, lancar, kami bagikan secara door to door kepada masyarakat terdampak wabah Covid-19, Semoga upaya kita membantu warga yang saat ini mengalami kesulitan mendapat ridho dan balasan terbaik dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan balasan yang berlipa ganda” harap Kornas Ustazd Abu Munzier Al Ghifari Hafizdohulloh.

“Saya turut bersyukur atas segala ikhtiar dari sahabat pengurus Komascipol-Kombat TNI Polri dan Abdi Negara dari pusat hingga daerah sebanyak 280 Pengurus, Mitra dan Narasumber Komascipol seluruh Indonesia, telah melaksanakan himbauan Pemerintah dalam pelaksanaan Kurban (udhhiyah) bukanlah semata pembagian daging kurban kepada warga terdampak Covid-19 dan kaum fakir lainnya. Namun merupakan wujud syukur atas segala nikmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikan kepada kita, dalam rangka meraih taqwallah”. tutup Pembina Komascipol-Kombat TNI Polri & Abdi Negara, Ustadz Irfan Helmi, Sabtu, 01/8/2020, pukul 10.45 WIB.

.