IMG 20200817 WA0297

Danlanal Semarang Peringati Upacara HUT Kemerdekaan RI ke 75 Tahun 2020 di Balaikota Semarang

Headline Kombat TNI Polri & Abdi Negara Muhasabah

mascipoldotcom, Senin, 17 Agustus 2020 (27 Dzulhijah 1441H)

Jawa Tengah – Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Semarang Kolonel Laut (P) Nazarudin, CHRMP. mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke 75 Tahun 2020 bersama Walikota dan Forkopimda Semarang yang di laksanakan di halaman Balaikota Semarang Jl. Pemuda No.148 Kelurahan Sekayu Semarang Tengah. Senin (17/08/2020).

Bertindak selaku Inspektur upacara adalah Walikota Semarang Bapak Hendrar Prihadi, SE., M.M., Rangkaian upacara di awali dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih yang di laksanakan oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka dan di lanjutkan sambutan langsung dari Walikota.

Upacara berjalan dengan tertib dan khidmat, di hadiri oleh Walikota Semarang Bpk. Hendrar Prihadi, S.E., M.M. , Ketua DPRD Kota Semarang BPK Kadar Lusman, S.E., Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu., Komandan Lanal Semarang Kolonel Laut (P) Nazarudin, CHRMP., Kapolrestabes Kombes Pol Auliansyah Lubis., Dandim 0733/BS Semarang Kol Inf Yudhi Diliyanto., Dandenpom 5/IV Semarang Mayor CPM Okto Femula Kadarlusman, S.E., Kepala Kejari Kota Semarang Bpk. Sumurung P. Simaremare, Sekda Kota Semarang Bpk. Iswar Aminuddin, Kepala SKPD Kota Semarang serta tamu undangan lainnya.(Ezl)

———–

Renungan

Hukum Merayakan Pemberian Nama Anak

Oleh Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta

Pertanyaan

Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta ditanya : Apakah boleh orang-orang yang tercinta, tetangga dan kawan-kawan berkumpul pada hari penamaan bayi? Apakah ini bid’ah dan kekufuran?

Jawaban

Merayakan hari pemberian nama kepada bayi bukan sunnah Nabi, juga tidak pernah terjadi pada sahabat semasa Nabi masih hidup. Barangsiapa melakukannya dengan keyakinan sebagai bagian dari ajaran Islam, maka ia telah berbuat perkara baru dalam agama. Dan ini adalah suatu bid’ah yang tertolak darinya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa membuat perkara baru dalam agama kami yang bukan darinya maka akan tertolak”

Tetapi ini bukan tindakan kufur.

Jika perkumpulan itu hanya sekedar ekspresi kegembiraan dan kebahagian atau undangan makan daging aqiqah, tidak dilakukan sebagai sunnah, maka tidak masalah. Telah diriwayatkan dari Rasulullah secara shahih riwayat yang menunjukkan disyariatkannya penyembelihan hewan aqiqah dan penamaan bayi pada hari ke tujuh.

(Fataw Islamiyah 4/490)

[Disalin dari kitab Fatawa Ath-thiflul Muslim, edisi Indonesia 150 Fatwa Seputar Anak Muslim, Penyusun Yahya bin Sa’id Alu Syalwan, Penerjemah Ashim, Penerbit Griya Ilmu]