Sholat Subuh Berjemaah Wakapolres Kompol H. Jumanto.SH

Wakapolres Tanjung Balai Sampaikan Adaptasi Kebiasaan Baru Pada Jamaah Masjid Taqwa

Headline Muhasabah Sumatera Utara

Sholat Subuh Berjemaah Wakapolres Kompol H. Jumanto 3mascipoldotcom, Senin, 27 Juli 2020 (06 Dzulhijah 1441 H)

Tanjung Balai — Wakapolres Tanjung Balai Kompol H. Jumanto.S,H. M,H, Sholat subuh bersama aliansi umat islam (AUI) Tanjung Balai, Minggu (26/07/2020) Jam 04.45 Wib, di Masjid Taqwa dan memberikan Tausia kepada jamaah yang ikut dalam sholat subuh.

Berdasarkan keterangan dari Kasubbag Humas Polres Tanjung Balai, Iptu A,D Panjahitan kepada wartawan, koordinator sholat subuh bersama dan mendengarkan tausia dari Al ustad Ishak. S.P.di dalam tema Bersyukur kepada Allah SWT, Saudara Indra BMT selaku Ketua Aliansi Umat Islam dalam rangka silaturahmi antara Lembaga Kepolisian dan Ormas se- Kota tanjung Balai.

Sholat Subuh Berjemaah Wakapolres Kompol H. Jumanto 2Sholat subuh berjemaah dan mendengarkan tausia di Masjid Taqwa juga di hadiri oleh Wakapolres H. Jumanto, TNI-AL TBA Letnan Dua Iwan, Kanit Binpolmas Aiptu Adi Wizal, Sat Binmas Briptu Panji Asmoro. S, Bhabinkamtibmas Polres Tanjung Balai Bripka Ivan Lendi dan Brigadir Kuntoro serta masyarakat Kelurahan Pantai Burung yang ikut sholat berjemaah sebanyak 30 jemaah.

Kata pembuka acara sebelum mendengarkan tausia di bawa oleh Ketua Aliansi Umat Islam Saudara Indra BTM, mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Wakapolres Kompol H. Jumanto yang turut hadir dalam sholat subuh berjemaah di Masjid Taqwa.

Kata sambutan dari Ketua BKM Masjid Taqwa, mengucapkan puji syukur atas kehadiran Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang telah memberikan kita kesehatan dan kesempatan untuk dapat menjalani sholat subuh berjemaah di Masjid Taqwa.

Sholat Subuh Berjemaah Wakapolres Kompol H. Jumanto 1Demikian juga kata sambutan dari Wakapolres Kompol H. Jumanto.S,H. M,H, mengucapkan terima kasih kepada Ketua Koordinator Aliansi Umat Islam dan Ketua BKM Masjid Taqwa yang telah memberikan saya kesempatan untuk memberikan satu dua patah kata, dan sebelum kita ucapkan puji syukur atas kehadiran dan junjungan kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala, pada subuh hari kita dapat berkumpul dan menjalani ibadah sholat subuh berjemaah di Masjid Taqwa ini, marilah kita berdoa bersama agar pandemi covid-19 bisa cepat berakhir,marilah kita sama sama menata pola hidup baru dengan

“Adaptasi Kebiasaan Baru” yang sudah di terap oleh pemerintah dan ikuti protokoler kesehatan, dengan menjaga kebersihan di lingkungan Masjid Taqwa ini, juga rajin mencuci tangan dengan sabun yang sudah disediakan pada tempatnya, Jaga jarak kepada sesama Jemaah lebih kurang 1 meter, untuk Antisipasi penyebaran virus corona. (Rahmat Hidayat/Selvi)

Sholat Subuh Berjemaah Wakapolres Kompol H. Jumanto.SH———-

Renungan

TAUBATNYA ORANG YANG MENINGGALKAN SHALAT

Pertanyaan.

Sebagian besar usiaku yang telah lewat, kulalui dengan tanpa menunaikan kewajiban shalat. Sekarang saya menyadari kesalahan itu. Apa yang harus saya lakukan sekarang? Apakah saya harus mengqadha’nya? Ataukah ada kaffarah? Ataukah cukup hanya dengan taubat?

Jawaban.[1]

Saudara wajib bertaubat kepada Allâh Azza wa Jalla dan terus menjaga kewajiban shalat sepanjang hidupmu yang masih tersisa. Saudara harus membulatkan tekad untuk bertaubat dengan memenuhi syarat-syarat taubat, seperti menyesali perbuatan baik yang terlewatkan, dan meninggalkan perbuatan dosa. Maksudnya, saudara harus meninggalkan perbuatan dosa itu sama sekali serta tidak melakukannya lagi, dan bertekat untuk tidak mengulanginya lagi.

Maka, jika taubat saudara seperti ini lalu saudara melaksanakan ketaatan kepada Allâh Azza wa Jalla di waktu-waktu yang akan datang, saudara menjaga shalat, maka ini sudah cukup insya Allah, tidak ada kewajiban qadha sebagai akibat dari perbuatan saudara yang sengaja meninggalkan shalat di masa yang lalu. Sengaja meninggalkan shalat adalah sebentuk kekufuran kepada Allâh Azza wa Jalla . Karena meninggalkan shalat dengan sengaja menyebabkan pelakunya keluar dari agama Islam, walaupun dia tidak mengingkari kewajiban shalat. Ini menurut pendapat yang paling shahih dari dua pendapat para Ulama.

Taubat Akan Menutupi Kesalahan Yang Sebelumnya

Pertanyaan.

Saya telah meninggalkan shalat selama beberapa tahun dan saya tidak tahu berapa jumlah shalat yang saya tinggalkan. Alhamdulillah sekarang saya menyesal karena telah meninggalkannya dan sekarang saya sudah mulai melaksanakan shalat. Apakah saya harus mengganti shalat-shalat yang telah saya tinggalkan dan apa yang telah luput dari saya selama beberapa tahun ataukah tidak?

Jawaban.[2]

Cukup bagimu untuk bertaubat kepada Allâh Azza wa Jalla dari apa yang telah berlalu dan saudara berusaha menjaga shalat di masa yang akan datang. Taubat itu bisa menutup dosa yang telah lalu. Karena perbuatan saudara yang meninggalkan shalat di masa yang telah lalu dengan sengaja bisa menyebabkan saudara keluar dari agama, menurut pendapat yang shahih dari dua pendapat para Ulama. Namun, jika saudara telah bertaubat kepada Allâh Azza wa Jalla dengan taubat nasuha, taubat yang benar dan saudara telah menjaga kewajiban shalat, maka itu sudah cukup.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 12/Tahun XXI/1439H/2018M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]
_______
Footnote
[1] Majmû Fatâwa Syaikh Shâlih Fauzân al-Fauzân, hlm. 339-340
[2] Majmû Fatâwa Syaikh Shâlih Fauzân al-Fauzân, hlm. 339-340