IMG 20200817 WA0003

Wabup Deli Serdang Didampingi Waka TP PKK DS Hadiri Gebyar Muharram di Desa Sei Semayang

Headline

mascipoldotcom, Minggu, 16 Agustus 2020 (Ahad, 26 Dzulhijah 1441H)

Sunggal – Wakil Bupati Deli Serdang HM Ali Yusuf Siregar menghadiri Gebyar Muharram 1442 H sekaligus meresmikan Masjid Al- ‘Ubudiyah dan pelantikan pengurus BKM Al- ‘Ubudiyah oleh KUA Kecamatan Sunggal di Pasar Besar Dusun IX, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (15/8/2020).

Hadir dalam acara tersebut wakil ketua TP PKK Deli Serdang Ny Hj Sri Pepeni Yusuf Siregar, Staf Ahli H. Jentralin Purba, Kepala OPD terkait, Camat Sunggal Ismail MSP dan Ketua TP PKK Kecamatan beserta Muspika, KUA Sunggal, Kepala Desa Se Kecamatan Sunggal serta Al-Ustad Ramadhan Ariga SH.I.

Wabup HM Ali Yusuf Siregar dalam sambutannya mengatakan setiap kali kita memperingati tahun baru islam, kita ingatkan akan momentum berhijrah sebagaimana yang telah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dari Mekkah menuju Madinah, yang merupakan untaian peristiwa bersejarah bagi kehidupan umat Islam di seluruh dunia, yang menggambarkan ketaqwaan, ketangguhan dan keimanan Nabi Muhammad SAW dalam menyampaikan ajaran agama Islam di muka bumi ini. Sebagai umat beragama kita bisa belajar dari perjalanan beliau, untuk berhijrah dan meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Oleh karena itu, wajarlah dalam menyambut 1 Muharram 1442 H ini, dilakukan dengan penuh kegembiraan dan antusias, seperti yang dilakukan oleh masyarakat di tempat ini, memperingati 1 Muharram 1442 H dengan menyelenggarakan kegiatan gebyar Muharram. Karena dipercaya ada banyak keistimewaan yang tersirat didalamnya, disamping untuk mempertebal keimanan kita kepada Allah SWT, sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Tuhan Yang Maha Kuasa, yang telah menganugerahkan berbagai nikmat kepada kita sekalian, baik nikmat iman maupun Islam, serta nikmatnya bersilaturahmi dengan sesama sebagai wujud ketaatan untuk lebih meningkatkan kualitas hubungan antar sesama.

Atas nama pemerintah Deli Serdang dan atas nama warga masyarakat khususnya Kecamatan Sunggal, Desa Sei Semayang mulai hari ini kita resmi kan Masjid Al- ‘Ubudiyah agar jadi tempat pendidikan agama Islam di Dusun IX, Desa Sei Semayang ini.

Mengenai Covid-19, Yusuf Siregar menyampaikan pada 2 hari ini Kabupaten Deli Serdang perhari sebanyak 25 orang, kasus ini meningkat yang sekarang 500 orang terkena Covid-19 dan meninggal sudah 46 orang, begitu tingginya kasus ini, maka pemerintah melalui Instruksi Presiden No 6 Tahun 2020 untuk melaksanakan beberapa kegiatan yang intinya bagaimana kasus Covid-19 ini bisa menurun di Indonesia, karna itu dikesempatan ini kami minta kepada warga masyarakat Kecamatan Sunggal agar berhati-hati dan selalu taati protokol Kesehatan, karena di Kecamatan Sunggal sudah 6 orang yang meninggal.

Ketua Panitia Gebyar Muharram 1442 H, Abdul Anas menyampaikan tema Gebyar Muharram ini untuk menyambut Tahun Baru Islam 1442 H yaitu Hijrah menjadi hamba yang di Puji Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan kami sebagai panitia mengucapkan terimakasih kepada Wabup beserta rombongan berkenan hadir ke acara ini, semoga Allah melimpahkan Kesehatan dan rezki serta kekuatan bersama Bupati H Ashari Tambunan untuk memimpin Kabupaten Deli Serdang yang kita cintai ini.(Ezl)

———–

Renungan

Penulisan Lafal Allah Dan Muhammad

Oleh Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta

Pertanyaan.
Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta ditanya : Sebagian orang berselisih tentang lafal Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Muhamamd Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang ditulis saling tumpang tindih di atas pintu salah satu masjid di Muhafazah Al-Aslab. Sebagian mengatakan, bahwa tulisan semacam itu tidak diperbolehkan, karena berarti telah menyamakan martabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan Allah. Ini jelas hal yang tidak akan mungkin. Sebagian yang lain mengatakan, bahwa tulisan semacam itu boleh-boleh saja, karena tidak ada ayat yang mengharamkan disejajarkan tulisan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan tulisan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kami sangat mengharapkan petunjuk dari Anda. Jazakumullah khairan katsira.

Jawaban.
Dari keterangan-keterangan syar’i (Al-Qur’an dan As-Sunnah) kita mengetahui memang ada penyebutan syahadat pengesaan Allah dan syahadat kerasulan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di antaranya di dalam lafazh adzan dan iqamat dan terdapat pula di dalam hadits.

“Artinya : Islam didirikan di atas lima perkara : persaksian bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan persaksian bahwa Muhammad Rasulullah”[Bukhari no. 8 dan 4243, Muslim no.16, Tirmudzi no.2609 dan Ahmad II/120]

Seorang mukallaf (seorang yang sudah terkena kewajiban menjalankan syari’at) wajib mengimani dua hal tersebut dan mengungkapkannya sesuai dengan yang disebutkan dalam keterangan-keterangan syar’i itu, misalnya dia mengatakan.

“Artinya : Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Nabi Muhamamd adalah utusan Allah”.

Adapun menulis dua kalimat tersebut dengan cara digabungkan secara tumpang tindih seperti itu tidak ada contohnya di dalam kitab Allah maupun sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Penulisan seperti itu akan membawa bahaya besar, karena menyerupai aqidah sesat trinitas kaum nasrani, bahwa bapak, ibu dan roh kudus adalah satu.

Penulisan seperti itu juga merupakan symbol dari aqidah sesat wihdatul wujud, juga akan menyebabkan munculnya sikap berlebihan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu menyekutukan beliau dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karena itu, penulisan nama Allah dan Rasullah dengan cara seperti itu tidak diperbolehkan. Bahkan, tidak diperbolehkan menulis kata Allah dan Muhammad secara berjajar di pintu masjid atau di bagian masjid yang lain, karena hal itu menimbulkan anggapan dan mengandung bahaya seperti yang telah disebutkan di atas.

Semoga shalawat tercurah kepada Nabi, keluarganya dan sahabat-shabatnya.

[Fatawa Li Al- Lajnah Ad-Da’imah 1/81, Fatwa no. 7377 Di susun oleh Syaikh Ahmad Abdurrazzak Ad-Duwaisy, Darul Asimah Riyadh. Di salin ulang dari Majalah Fatawa edisi 2/I/Syawwal 1423H Hal. 9]