Terbentuknya Forum Komunitas Purnawirawan Tekap Polrestabes Medan Diadakan Di Caffe DeNasti

Terbentuknya Forum Komunitas Purnawirawan Tekap Polrestabes Medan Diadakan Di Caffe De’Nasti

Headline Muhasabah Sumatera Utara

Terbentuknya Forum Komunitas Purnawirawan Tekap Polrestabes Medan Diadakan Di Caffe DeNastimascipoldotcom – Jum’at, 5 Juni 2020 (13 Syawal 1441 H)

Medan – Sosok dua orang Punggawa mantan Kasat Reskrim Polrestabes Medan yang sangat legendaris di eranya pada awal 1990-an, Brigjen Pol (Purn) Drs.Faisal AN, MH dan Kombes Pol Dr Maruli Siahaan SH MH diberi kehormatan sebagai Pembina terbentuknya Purnawirawan Tekap Polrestabes Medan yang dulu bernama Poltabes Medan Sekitarnya. Kamis (04/06/2020).siang

Dalam acara halal bi halal dan silaturahim ini diadakan di Kafe De’Nasti jalan Pasar.7 Tembung milik salah satu Team Tekap tersebut, yaitu Kompol Purn.Hj.Trila Murni, SH dan acara tersebut dihadiri puluhan anggota Tekap Polrestabes Medan pada zamannya.

Terbentuknya Forum Komunitas Purnawirawan Tekap Polrestabes Medan Diadakan Di Caffe DeNasti 5Dalam kata sambutannya Jendral Purn.Faisal mengatakan “menjadi komandan dan pernah membawahi Satuan Reserse Polrestabes Medan pada masa itu, menjadi suatu kebanggaan khusus bagi Saya dan yang sulit untuk dilupakan, dan terima kasih saya buat saudara – saudara saya dan rekan – rekan kerja saya pada saat itu, saya harap silaturahmi kita ini tetap berjalan dan saling peduli satu sama lainnya,

Dalam hal ini kepada Pak Maruli di minta untuk menjadi Dewan Pembina Komunitas kita ini,” ujar Jenderal Faisal AN saat memberikan sambutan.

Terbentuknya Forum Komunitas Purnawirawan Tekap Polrestabes Medan Diadakan Di Caffe DeNasti 3Dipastikan, lanjutnya, personel polisi yang pernah tugas di Satuan Reskrim Poltabes Medan Sekitarnya mendapat pengalaman yang berkesan pada saat itu, karena setiap waktu memburu para tersangka pelaku kejahatan, upaya paksa bahkan tindakaan tegas dan terukur menjadi pekerjaan sehari – hari kita pada saat itu, sehingga keberadaan Tekab Sat Reskrim sangat bergetar dan membanggakan,” ujar Faisal disambut tepuk tangan mantan anggotanya.

Sementara itu, Maruli Siahaan yang akrab dipanggil Dansui, sangat mengapresiasi terbentuknya Forum Komunitas yang membanggakan, diharapkan menjadi wadah kekeluargaan untuk menjalin kekompakan bersama keluarga yang satu dengan lainnya.

Terbentuknya Forum Komunitas Purnawirawan Tekap Polrestabes Medan Diadakan Di Caffe DeNasti 4“Kami bangga dan salut, kepada Jenderal Faisal AN yang ingat kami dan berkenan menjadi Dewan Pembina. Ini sebuah penghargaan dari sosok pimpinan masa depan yang patut dicontoh, tidak lupa dengan mantan anggotanya yang pernah merasakan suka duka bersama sebagai pemburu pelaku kriminalitas di Medan dan sekitarnya,” ujar Dansui penuh haru
.
Sementara itu, Kompol Khairul Bahri, SH alias Keong yang ngetop sebagai komandan tim Tekab bernostalgia bahwa peristiwa pengungkapan kasus besar pada 20 tahun silam, sempat menorehkan kenangan manis betapa serunya “Pasukan Elite Tekab” yang disegani kawan dan lawan.
“Saya ucapkan terima kasih atas kepercayaan semua rekan rekan yg memberi kepercayaan kepada saya sebagai ketua , saya berharap semangat juang yang pernah berkobar di dada tidak boleh padam. Mari berbagi pengalaman dalam forum ini ,” ujar Khairul Bahri alias Keong.

Terbentuknya Forum Komunitas Purnawirawan Tekap Polrestabes Medan Diadakan Di Caffe DeNasti 2Di tengah suasana penuh kekeluargaan dan haru ini, Bunda Trila Murni yang merupakan tuan rumah yang didampingi suaminya Ir.H.Erwan Rozadi Nasution mengatakan “merasa bangga bisa memberikan pelayanan kepada teman temannya pada zamannya dan kegiatan silaturahmi ini tetap melalui protokol kesehatan yang ada, sesuai dengan anjuran Pemerintah” tegas Bunda Trila.

Tampak hadir sejumlah figur yang beken di masanya, antara lain, Azuar, AH Pulungan, Charul Azwar Lubis, Kondowani, Porkas Hasibuan, D.Barus, Marudut Sihombing, Purwanto, Marzal, Eddy.S, Nasib, Azhari Rangkuti, Zulkifi Lubis, B.Doloksaribu, Bengkel Tarigan, Ucok Samosir, S.Sidahuruk, Ismunanda, M.Rizal Dalimunthe. Jos T.Dimanjuntak, M.Yusuf Tarigan, Syafruddin, Yohong Hrp, Jhonny Siahaan, Cornel Sitinjak, Edward Simamora dan sejumlah nama lainnya.

Terbentuknya Forum Komunitas Purnawirawan Tekap Polrestabes Medan Diadakan Di Caffe DeNasti 1Sebuah foto akan menjadi kenangan terindah bagi mereka yang hadir, “Sejarah sudah mengukir dan segudang prestasi mereka toreh untuk Kepolisian Negara Republik Indonesia ini, jangan ragu untuk bertindak, semakin jauh Pelaku kejahatan berlari, Peluru ini semakin kencang mengejar mu” (Ade SB Nasty/Bid Humas Polda Sumut).

——–

Renungan

MENASEHATI ORANG TUA?

Pertanyaan.

Allâh Azza wa Jalla memerintahkan kepada para hamba-Nya yang beriman untuk amar ma’ruf dan nahi mungkar. Pertanyaannya, apakah kita boleh menasehati kedua orang tua kita, jika mereka terjatuh dalam sebuah kesalahan? Apakah itu tidak termasuk perbuatan durhaka? Mohon penjelasan! Jazakumullah khairan

Syaikh Shalih Fauzan menjawab[1]:

Alhamdulillah, saudara benar. Allâh Azza wa Jalla memerintahkan kita amar ma’ruf dan nahi mungkar (menyuruh orang untuk melakukan kebaikan dan mencegah dari kemungkar) sesuai dengan kemampuan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ

Barangsiapa diantara kalian yang melihat kemungkaran, maka hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Jika dia tidak bisa merubah dengan tangannya, maka degan lisannya; Jika tidak bisa juga dengan lisan, maka dengan hati dan itu adalah selemah-lemahnya iman.

Dalam riwayat lain:

ولَيْسَ وَرَاءَ ذَلِكَ مِنَ الإِيْمَانِ حَبَّةَ خَرْدَلٍ

Tidak ada lagi setelah itu keimanan meskipun hanya sebesar biji sawi.[2]

Dalam masalah ini, kedua orang tua atau yang lainnya sama. Kedua orang tua juga wajib diingkari jika mereka melakukan kesalahan; Mereka harus dinasehati. Dan ini termasuk perbuatan bakti yang paling baik. Ini tidak termasuk perbuatan durhaka, sebagaimana yang dikira oleh penannya. Bahkan ini termasuk perbuatan bakti, karena saudara ketika melakukan itu berkeinginan agar kedua orang tua saudara selamat dari api neraka. Cobalah dengarkan apa yang disampaikan oleh Nabi Ibrahim Alaihis Salam saat menasehati orang tuanya:

يَا أَبَتِ إِنِّي قَدْ جَاءَنِي مِنَ الْعِلْمِ مَا لَمْ يَأْتِكَ فَاتَّبِعْنِي أَهْدِكَ صِرَاطًا سَوِيًّا ﴿٤٣﴾ يَا أَبَتِ لَا تَعْبُدِ الشَّيْطَانَ ۖ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلرَّحْمَٰنِ عَصِيًّا﴿٤٤﴾يَا أَبَتِ إِنِّي أَخَافُ أَنْ يَمَسَّكَ عَذَابٌ مِنَ الرَّحْمَٰنِ فَتَكُونَ لِلشَّيْطَانِ

Wahai bapakku! Sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku! Niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. Wahai bapakku! Janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Rabb yang Maha Pemurah. Wahai bapakku! Sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa adzab dari Rabb yang Maha pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi syaitan. [Maryam/19:43-45]

Dalam ayat di atas disebutkan bahwa Nabi Ibrahim q menasehati bapaknya dan mengajaknya untuk beribadah hanya kepada Allâh Azza wa Jalla serta berusaha menyelamatkannya dari siksa api neraka.

Ini menunjukkan bahwa menasehati kedua orang tua termasuk kewajiban yang paling wajib. Perbuatan ini termasuk perbuatan bakti, bahkan termasuk perbuatan bakti yan terbaik.

Akan tetapi untuk menjadi perhatian, nasehat itu harus dilakukan dengan cara yang hikmah, dengan menggunakan bahasa yang lembut.

Hendaklah saat saudara menasehati orang tua dengan cara yang paling lembut, semoga Allâh Azza wa Jalla memberikan hidayah kepada kedua orang tua kita.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 12/Tahun XX/1437H/2017M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]
_______
Footnote
[1] Majmu’ Fatawa Syaikh Shalih Fauzan, 1/588

[2] HR. Muslim, no. 49