Team Jumat Barokah Polda Banten Bagikan Puluhan Paket Sembako Ke Panti Asuhan Nurul Islam

Banten Headline Muhasabah

Kota Serang – Sebagai bentuk kepedulian ke sesama manusia, Tim Jumat Barokah Polda Banten kembali menyalurkan puluhan paket sembako.

Dan kali ini Tim Jumat Barokah Polda Banten menyalurkan puluhan paket sembako ke Panti Asuhan Nurul Islam di Kota Serang.

Usai menyalurkan paket sembako tersebut, Dirbinmas Polda Banten Kombes Pol Riki Yanuarfi mengatakan bahwa kegiatan Jum’at Barokah tersebut merupakan bentuk kegiatan sosial yang rutin dilakukan di setiap hari Jumat.

“Hari ini kita melaksanakan kegiatan Jum’at Barokah, dimana ini merupakan kegiatan rutin yang kita lakukan di setiap hari Jumat,” kata Riki Yanuarfi. Jum’at, (25/09/2020).

“Dan Tim Jumat Barokah Polda Banten hari ini menyalurkan puluhan paket sembako kepada Panti Asuhan Nurul Islam yang berada di Kota Serang dan sekaligus kita juga kasih ke anak-anak panti asuhan makanan siang yang berupa makanan kesukaan anak-anak,” lanjut Riki Yanuarfi.

Riki Yanuarfi menambahkan bahwa sembako tersebut dari hasil zakat profesi personel Polda Banten dan komunitas Pajero Indonesia Club (PIC).

“Terkait bantuan sembako ini, merupakan dari hasil pengumpulan zakat profesi personel Polda Banten dan dibantu dari teman-teman Komunitas Pajero Indonesia Club (PIC),” tambah Riki Yanuarfi.

Riki Yanuarfi menjelaskan anak-anak Panti Asuhan tersebut merupakan penerus bangsa.

“Mereka ini semuanya merupakan calon-calon penerus bangsa dan sekarang mereka dititipkan di panti asuhan, dan ini merupakan tanggung jawab kita bersama, kita harus berbagi kepada mereka,” jelas Riki Yanuarfi.

Riki Yanuarfi berharap dengan bantuan tersebut dapat bermanfaat buat anak-anak panti asuhan di tengah pandemi covid-19.

“Saya berharap dengan bantuan dari Tim Jumat Barokah Polda Banten bisa bermanfaat buat anak-anak di Panti Asuhan Nurul Islam ini, apalagi di tengah pandemi covid-19 seperti ini mereka benar-benar sangat membutuhkan uluran tangan kita, untuk itu saya juga mengajak kepada seluruh masyarakat yang memiliki rezeki lebih untuk mau berbagi dengan saudara-saudara kita yang saat ini sedang kesusahan,” tutup Riki Yanuarfi.

Sementara itu, Ketua Yayasan Panti Asuhan Nurul Islam Hj. Nuris menyampaikan terimakasih kepada Tim Jumat Barokah Polda Banten.

“Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada bapak-bapak dari Polda Banten dan Bapak-bapak dari Komunitas Pajero Indonesia Club (PIC) atas bantuan yang diberikan kepada kami, ini sangat membantu kami. Semoga kebaikan Bapak-bapak semua dibalas oleh Allah SWT,” ujar Nuris.

Nuris menjelaskan bahwa di Panti Asuhan Nurul Islam tersebut terdapat 51 orang.

“Dan di Panti Asuhan Nurul Islam ini terdapat sebanyak 51 anak, dimana 25 anak yatim piatu dan sebanyak 26 anak kaum dhuafa,” jelas Nuris.

Masih kata Nuris, “dimasa pandemi covid-19 ini kami juga merasakan dampak ekonomi yang diberikan, yang dimana biasanya bantuan itu tidak ada jedanya, tapi sekarang sudah berkurang akibat dari dampak pandemi covid-19,” imbuhnya.

Nuris berharap kegiatan Jumat Barokah tersebut agar dapat terus dilaksanakan.

“Saya sangat berharap agar kegiatan Jumat Barokah seperti ini terus dilakukan, karena ini merupakan kegiatan yang sangat positif dan kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat,” harap Nuris.

Dan terkait pandemi covid-19 ini, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari penularan Covid-19.

“Di tengah pandemi covid-19 seperti ini, saya mengajak kepada seluruh masyarakat di wilayah hukum Polda Banten untuk mematuhi protokol kesehatan. Mari kita semua menerapkan 3M. Yaitu Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak. Agar kita terhindar dari penularan Covid-19 ini,” ujar Edy Sumardi. (Berto Purba/Bid Humas Polda Banten)

———–

Renungan

Berbakti Kepada Orang Tua Merupakan Sifat Baarizah (Yang Menonjol) Dari Para Nabi

Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Dalam surat Maryam ayat 30-34 Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan bahwa Isa bin Maryam adalah anak yang berbakti kepada ibunya.

قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا

“Berkata Isa, “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, yang memberi Al-Kitab (Injil), Dia menjadikan aku seorang nabi” [Maryam : 30]

وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا

“Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi dimana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku untuk (mendirikan) shalat, (menunaikan) zakat selama aku hidup” [Maryam : 31]

وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا

“Dan Allah memerintahkan aku berbakti kepada ibuku dan tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka” [Maryam : 32]

Kemudian Allah berfirman di dalam surat Ibrahim ayat 40-41

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

“Wahai Rabb-ku jadikanlah aku dan anak cucuku, orang yang tetap mendirikan shalat, wahai Rabb-ku perkenankanah do’aku” [Ibrahim : 40]

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

“Wahai Rabb kami, berikanlah ampunan untukku dan kedua orang tuaku. Dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab” [Ibrahim : 41]

Lihat juga dalam surat Asy-Syu’araa ayat 86-87.

وَاغْفِرْ لِأَبِي إِنَّهُ كَانَ مِنَ الضَّالِّينَ

“Dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat” [Asy-Syua’araa : 86]

وَلَا تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ

“Dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan” [Asy-Syua’raa : 87]

Allah berfirman tentang do’a Nabi Nuh Alaihissallam untuk kedua orang tuanya.

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَارًا

Ya Rabbku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan” [Nuh : 28]

Demikian juga Nabi Yahya ‘Alaihis Salam yang senantiasa berbakti kepada kedua orang tuanya. Allah berfirman.

وَبَرًّا بِوَالِدَيْهِ وَلَمْ يَكُنْ جَبَّارًا عَصِيًّا

Dan sangat berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka. [Maryam : 14]

وَسَلَامٌ عَلَيْهِ يَوْمَ وُلِدَ وَيَوْمَ يَمُوتُ وَيَوْمَ يُبْعَثُ حَيًّا

Kesejahteraan semoga tetap atas dirinya, pada hari ia dilahirkan, dan pada hari ia diwafatkan dan pada hari ia dibangkitkan. [Maryam : 15]

Kemudian dalam An-Naml ayat 19 tentang Nabi Sulaiman ‘Alaihis salam.

وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

“Dan dia berdo’a, “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugrahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan untuk mengerjakan amal shalih yang Engkau ridlai dan masukanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shalih” [An-Naml : 19]

Ayat-ayat di atas menunjukkan bahwa berbakti kepada orang tua merupakan sifat yang menonjol bagi para nabi. Semua nabi berbakti kepada kedua orang tua mereka. Dan ini menunjukkan bahwa berbakti kepada orang tua adalah syariat yang umum. Setiap nabi dan rasul yang diutus oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala ke muka bumi selain diperintahkan untuk menyeru umatnya agar berbakti kepada Allah, metauhidkan Allah dan menjauhkan segala macam perbuatan syirik juga diperintahkan untuk menyeru umatnya agar berbakti kepada kedua orang tuanya.

Bila diperhatikan bahwa berbuat baik kepada kedua orang tua seperti tercantum dalam surat An-Nisaa, surat Al-Isra dan surat-surat yang lainnya menunjukkan bahwa berbakti kepada kedua orang tua adalah masalah kedua setelah mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kalau selama ini yang dikaji adalah masalah tauhid, masalah aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, aqidah Salaf, untuk selanjutnya wajib pula bagi setiap muslim dan muslimah untuk mengkaji masalah berbakti kepada kedua orang tua. Tidak boleh terjadi bagi seorang yang bertauhid kepada Allah tetapi ia durhaka kepada kedua orang tuanya, wal iyadzubillah nas alullaha salamah wal ‘afiyah. Bagi seorang muslim terutama bagi seorang thalibul ‘ilm (penuntut ilmu), wajib baginya berbakti kepada kedua orang tuanya.

Di dalam ayat-ayat Al-Qur’an ketika disebutkan tentang bertauhid kepada Allah selalu diiringi dengan berbakti kepada kedua orang tua. Para ulama telah menjelaskan hikmah dari permasalahan ini, yaitu :

1. Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menciptakan dan Allah yang memberikan rizki, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala sajalah yan berhak untuk diibadahi. Sedangkan kedua orang tua adalah sebab adanya anak, maka keduanya berhak untuk diperlakukan dengan baik. Oleh karena itu kewajiban seorang anak untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala harus diiringi dengan berbakti kepada kedua orang tuanya.

2. Allah lah yang telah memberikan semua nikmat yang diperoleh hamba-hambaNya, maka hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala saja yang wajib di syukuri. Kemudian kedua orang tua lah yang telah memberikan segala yang kita butuhkan seperti makan, minum, pakaian dan yang lainnya sehingga wajib bagi kita untuk berterima kasih kepada keduanya. Oleh karena itu kewajiban seorang anak atas nikmat yang diterimanya adalah bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bersyukur kepada kedua orang tuanya.

3. Allah adalah Rabb manusia yang membina dan mendidik manusia di atas manhaj-Nya, maka Allah lah yang berhak untuk diagungkan dan dicintai. Demikian juga kedua orang tua yang telah mendidik kita sejak kecil, maka kita harus bersikap tawadlu’ (merendahkan diri), tauqiir (menghormati), ta’addub (beradab) dan talattuf (berlaku lemah lembut) dengan perkataan dan perbuatan kepada keduanya.

Inilah hikmah kenapa di dalam Al-Qur’an Allah menyebutkan tentang berbakti kepada Allah kemudian diiringi dengan berbakti kepada kedua orang tua. [Bahjatun Nazhirin Syarah Riyadush Shalihin I hal.391, ta’lif Syaikh Salim bin ‘Id Al-Hilaly]

[Disalin dari Kitab Birrul Walidain, edisi Indonesia Berbakti Kepada Kedua Orang Tua, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Darul Qolam. Komplek Depkes Jl. Raya Rawa Bambu Blok A2, Pasar Minggu – Jakarta. Cetakan I Th 1422H /2002M]