Talkshow di Sultan Tv Kabid Humas Polda Banten Ajak Masyarakat Ciptakan Kamtibmas Kondusif

Polda Banten Ajak Masyarakat Ciptakan Kamtibmas Kondusif Imbauab Disampaikan Kabid Humas Saat Talkshow di Sultan TV

Banten Headline Muhasabah

Talkshow di Sultan Tv Kabid Humas Polda Banten Ajak Masyarakat Ciptakan Kamtibmas Kondusif 2mascipoldotcom  – Jum’at, 3 Juli 2020 (12 Dzulqoidah 1441)

Serang – Untuk Mendukung program kerja Pemerintah dalam rangka menjelang fase New Normal Polda Banten terus melakukan pendisiplinan masyarakat untuk menerapkan Protokol Kesehatan yang akan menjadi kebiasaan.

“kita mengajak peran aktif masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, saat ini boleh beraktivitas namun tetap dengan protokol kesehatan dengan yaitu menggunakan masker mencuci tangan, membawa hand sanitizer, selalu jaga jarak, dan disituasi saat pandemi virus covid-19 ini masyarakat harus bersama-sama menjaga kamtibmas kondusif dan masyarakat tetap produktif menjalani kehidupan, “kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi saat melaksanakan talkshow di Sultan Tv, Kamis (2/7/2020) Sore

Talkshow di Sultan Tv Kabid Humas Polda Banten Ajak Masyarakat Ciptakan Kamtibmas Kondusif 1Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi yang didampingi oleh Dirbinmas Polda Banten Kombes Pol Riki Yanuarfi, S.Sos.I., S.H., M.Si. menyampaikan saat Polri melaksanakan upacara hari Bhayangkara ke-74 yang bertema Kamtibmas Kondusif Masyarakat semakin produktif kemarin dilaksanakan secara virtual yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Joko Widodo dengan tetap mentaati Protokol Kesehatan, dan peserta terbatas.

“Dalam menciptakan kamtibmas yang kondusif di new normal ini Polda Banten dan Polres Jajaran telah menurunkan personel di tempat keramaian dan pusat perekonomian untuk mendisiplinkan masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan dan mengajak masyarakat bersama-sama menciptakan kamtibmas supaya kondusif, “ujar edy

Lebih lanjut edy mengatakan Jika kamtibmas kondusif masyarakat beraktifitas di masa tatanan kehidupan baru ini akan semakin produktif dengan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan karena ketaatan dan kedisiplinan masyarakat adalah kunci keberhasilan new normal

Talkshow di Sultan Tv Kabid Humas Polda Banten Ajak Masyarakat Ciptakan Kamtibmas Kondusif 5“Adapun Prosedur Standard Tatanan Baru “New Normal” meliputi, menjalankan aktivitas normal dengan menerapkan protokol kesehatan mencegah penularan Covid-19, “jelas edy

Terakhir edy mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga kamtibmas, dan harus selalu menerapkan protokol kesehatan seperi memakai masker ketika keluar rumah, selalu mencuci tangan dan menjaga jarak fisik ketika berada di tempat ramai.

“Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan dari kriminalitas supaya kamtibmas menjadi kondusif dan untuk menjalani tatanan kehidupan baru atau New Normal, mari kita selalu menerapkan protokol kesehatan” ajak edy. (Berto Purba/Bid Humas Polda Banten)

——–

Renungan

Talkshow di Sultan Tv Kabid Humas Polda Banten Ajak Masyarakat Ciptakan Kamtibmas Kondusif 4ISI KHUTBAH JUM’AT RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

Khutbah Jum’at bukan sekedar syarat sahnya suatu shalat Jum’at saja, akan tetapi lebih dari itu, ia memegang peranan penting bagi umat Islam. Syaikh Shalih al-Fauzân Hafizhaullah berkata: “Ringkasnya, khutbah Jum’at mengandung urgensi besar dalam Islam, karena memuat bacaan ayat-ayat al-Qur`ân, dan hadits-hadits Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, pengarahan-pengarahan yang bermanfaat dan nasehat yang baik serta alat pengingat terhadap sunnatullâh. Oleh karena itu, seorang khatîb dan jama`ah shalat harus memberikan perhatian kepadanya (khutbah)… “[1]

Kesempatan tersebut digunakan oleh Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menjelaskan perkara-perkara penting dan mendasar dalam agama. Persoalan-persoalan yang menjadi titik perhatian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mencakup dasar-dasar keimanan, pujian-pujian bagi Allah Azza wa Jalla , perintah bertakwa kepada-Nya, dakwah, mengingatkan akan nikmat-nikmat Allah Azza wa Jalla dan siksa-Nya,

Talkshow di Sultan Tv Kabid Humas Polda Banten Ajak Masyarakat Ciptakan Kamtibmas Kondusif 3Perintah untuk mengingat-bersyukur kepada-Nya, sebab-sebab kemurkaan-Nya, faktor-faktor yang mendatangkan keridhaan-Nya, penjelasan mengenai syurga dan neraka, hal-hal yang Allah Azza wa Jalla sediakan bagi para wali-Nya dan orang-orang yang taat kepada-Nya, dan hal-hal yang Dia Azza wa Jalla sediakan bagi musuh-Nya dan pelaku maksiat, serta pembelajaran ajaran-ajaran Islam. Inilah tema-tema yang mengisi khutbah-khutbah Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Tema-tema yang sangat penting dan dibutuhkan seorang Muslim untuk memperkaya hati dan jiwanya dan memperindah kualitas hubungan dan ketaatannya kepada Rabbnya Azza wa Jalla. Dengan begitu diharapkan kalbu pendengar akan tercurahi keimanan dan tauhid serta ma’rifatullâh dan sunnatullâh. [2]

Keterangan di atas akan menjadi lebih jelas dengan beberapa contoh khutbah Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam di bawah ini.

Pembelajaran Shalat

Abu Sa’îd al-Khudri Radhiyallahu anhu berkata: “Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyampaikan khutbah kepada kami. Di situ beliau mengajari kami Sunnah dan menjelaskan tata cara shalat”. (Hadits shahîh riwayat Ahmad dan ad-Dâruquthni)

Tema Haji

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata: Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyampaikan khutbah kepada kami dengan bersabda:

يَاأَيُّهَا النَّاسُ قَدْ فَرَضَ الله عَلَيْكُمْ الْحَجَّ فَحُجُّوْا

Wahai umat manusia, Allah Azza wa Jalla telah mewajibkan haji atas kalian, maka kerjakanlah…[HR. Muslim]

Peringatan dari Neraka

Nu’mân bin Basyîr Radhiyallahu anhu meriwayatkan: Aku pernah mendengar Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam khutbahnya:

أَنْذَرْتُكُمُ النَّارَ أَنْذَرْتُكُمُ النَّارَ

“Aku peringatkan kalian dari neraka, Aku peringatkan kalian dari neraka“. [Hadits shahîh]

Pernah juga beliau berkhutbah dengan membaca surat Qâf secara keseluruhan [HR. Muslim]

Akhir kata, mari kita dengarkan arahan Syaikh Shâlih al-Fauzân bagi para khatîb dalam kandungan khutbah-khutbah mereka: “Wahai para khatîb, kembalilah kepada petunjuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (dalam berkhutbah). Fokuskan khutbah pada pembacaan ayat-ayat al-Qur`ân dan hadits-hadits yang berhubungan dengan kondisi. Sisipkan perintah bertakwa kepada Allah Azza wa Jalla dan mau’izhah hasanah. (nasihat yang baik). Tuntaskan penyakit-penyakit sosial yang berkembang di tengah masyakarat dengan metode yang jelas dan singkat. Perbanyaklah bacaan al-Qur`ân yang menjadi pemelihara kehidupan jiwa dan cahaya mata hati“.[3]

Hal ini Syaikh kemukakan, lantaran menyaksikan adanya khatîb-khatîb menyampaikan berita-berita media massa, isu perpolitikan, dan peristiwa-peristiwa lain yang tidak berguna bagi para jama`ah shalat Jumat. Akibatnya, isi khutbah melenceng dari tujuan sebenarnya yaitu menguatkan akidah kaum Muslimin dan memahamkan ajaran Islam kepada mereka.[4]

Rujukan:

Zâdul Ma’âd , Imam Ibnul Qayyi
al-Mulakhkhash al-Fiqhi, Syaikh DR. Shâlih Bin Fauzân
Min Hadyin Nabiyyi Fî Khutbatil Jumu’ati, DR. Anîs bin Thâhir al-Andunîsi
[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 02/Tahun XIII/1430H/2009M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]
______
Footnote
[1] al-Mulakhkhash :1/256
[2] Silahkan lihat Zâdul Ma’âd (1/188,409)
[3] al-Mulakhkhash :1/261
[4] Lihat al-Mulakhkhash: 1/261