IMG 20210705 WA0054

Tahanan Polres Metro Jakarta Barat Dapat Suntikan Vaksin Covid-19

Headline DKI Jakarta Muhasabah

mascipoldotcom, Selasa, 6 Juli 2021 (26 Zdulkaidah 1442 H)

Jakarta, Sebanyak 42 penghuni rutan (tahanan) Polres Metro Jakarta Barat di suntik vaksin Covid-19, Senin, 5/7/2021.

Para penghuni rutan Polres Metro Jakarta Barat mendapatkan suntik vaksin dari urkes polres metro jakarta barat

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo mengatakan pelaksanaan vaksinasi kepada para tahanan Polres Metro Jakarta Barat, untuk membantu mensukseskan program Pemerintah vaksinasi massal.

” Hari ini sebanyak 42 tahanan Polres metro jakarta barat mendapatkan suntik vaksinasi Covid-19 ” Ujar Kombes pol Ady Wibowo

Ady menjelaskan selain mensukseskan percepatan program vaksinasi massal, mensukseskan program Pemerintah vaksinasi massal

” ini adalah wujud rasa kemanusiaan dan sebagai bentuk menjunjung tinggi hak asasi manusia ” ucapnya

Dalam kesempatan yang sama Dr Yusuf bagian Urkes Polres metro jakarta barat menjelaskan sebelum dilakukan penyuntikan vaksin, para tahanan melewati tahapan screning, pengecekan suhu tubuh dan pemeriksaan tekanan darah. Setelah dilakukan screning, dilanjutkan dengan penyuntikan dan observasi selama 10 menit.

“Hari ini kita melakukan kegiatan suntik vaksin bagi para penghuni rutan Polres Metro Jakarta Barat dalam rangka program percepatan Vaksinasi Covid-19 Nasional,” ujarnya

Dari 52 Tahanan hari ini yang dilakukan suntik vaksin Covid-19 yang memenuhi persyaratan hanya 42 orang yang bisa dilakukan suntik vaksinasi Covid-19 tutupnya, ( Humas Polres Metro Jakarta Barat )

———–

Renungan

BANYAKNYA KARYA TULIS DAN PENYEBARANNYA

Oleh Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil

Dijelaskan dalam hadits Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

إِنَّ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ… ظُهُورَ الْقَلَمِ.

“Sesungguhnya menjelang datangnya Kiamat… bermunculannya pena (qalam).” [1]

Yang dimaksud dengan bermunculannya qalam -wallaahu a’lam- adalah bermunculannya karya tulis [2] dan penyebarannya.

Dijelaskan dalam riwayat ath-Thayalisi dan an-Nasa-i dari ‘Amr bin Taghlib, beliau berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ… أَنْ يَكْثُرَ التُّجَّارُ وَيَظْهَرَ الْعِلْمُ.

‘Sesungguhnya di antara tanda-tanda Kiamat… ‘ banyaknya para peda-gang dan merebaknya ilmu.” [3]

Maknanya -wallaahu a’lam- munculnya berbagai media ilmu, yaitu buku.
Di zaman sekarang ini, hal itu telah berkembang dengan sangat pesat, dan menyebar di berbagai belahan bumi karena banyaknya alat-alat percetakan dan foto copy yang memudahkan penyebarannya.

Walaupun demikian, ke-bodohan tetap saja menyebar di kalangan manusia, sedikitnya ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu yang bersumber dari al-Qur-an dan as-Sunnah dan pengamalan keduanya. Jadi, banyaknya buku sama sekali tidak bermanfaat bagi mereka.” [4]

[Disalin dari kitab Asyraathus Saa’ah, Penulis Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil, Daar Ibnil Jauzi, Cetakan Kelima 1415H-1995M, Edisi Indonesia Hari Kiamat Sudah Dekat, Penerjemah Beni Sarbeni, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]
_______
Footnote
[1]. Musnad Ahmad (V/333-334) (no. 3870), syarah Ahmad Syakir, beliau berkata, “Sanadnya shahih.”
[2]. Lihat Syarh Musnad Ahmad (V/334), karya Ahmad Syakir.
[3]. Minhatul Ma’buud fi Tartiibi Musnad ath-Thayalisi (II/112), tartib as-Sa’ati, dan Sunan an-Nasa-i, kitab al-Buyuu’, bab at-Tijaarah (VII/244).
At-Tuwaijiri berkata mengomentari riwayat an-Nasa-i, “Isnadnya shahih dengan syarat asy-Syaikhani.” Ithaaful Jamaa’ah (I/428).
[4]. Lihat Ithaaful Jamaa’ah (I/428).