Baksos Pulau Panggung DPD Tanggamus Lampung 22

Sinergi Bersama TNI dan Polri Di Depan Markas Polsek Pulau Panggung DPD Komascipol-Kombat TNI Polri Tanggamus Kembali Baksos Bersama Membagikan Sembako Dan Infaq

Aksi Nyata Headline Muhasabah

Baksos Pulau Panggung DPD Tanggamus Lampung 43mascipoldotcom – Senin, 4 Mei 2020 (11 Ramadhan 1441 H)

Tanggamus – Hari ini Senin 4 mei 2020 Komascipol-Kombat TNI dan POLRI & Abdi Negara DPD Tanggamus Lampung kembali bersinergi bersama TNI dan Polri di depan masrkas Polsek pulau panggung dari jam 08 00 – sampai dengan pukul 10.30 WIB dengan membagikan paket sembako dan masker serta madu kepada warga yang kurang mampu, tukang ojek, dan fakirmiskin lainya yang berada di wilayah hukum Polsek Pulau Panggung serta pengendara yang melintasi markas Polsek Panggung.

 

Baksos Pulau Panggung DPD Tanggamus Lampung 42Pelaksnaan bakti sosial yang sering dilakukan bersinergi antara Komascipol-Kombat TNI dan POLRI & Abdi Negara TNI dan Polri merupakan pelaksanaan himbauan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Idham Azis,. M.Si,. yang tertuang dalam surat telegram bernomor ST/1205/IV/KEP./2020 tertanggal 15 April 2020, tentang himbau agar Polri secara serentak seluruh Indonesia menyelenggarakan bakti sosial bagi masyarakat yang terdampak wabah Covid-19.

 

Baksos Pulau Panggung DPD Tanggamus Lampung 41“Alhamdulillah hari ini Senin, 4/5/2020, telah ditindaklanjuti oleh Kapolsek Pulau Panggung Iptu Ramon Zamora. SH dan Komandan Koramil 424-08/ Pulau Panggung Kapten Arh Tuparno, bakti sosial pembagian paket sembako dan madu serta masker di depan markas Polsek Pulau Panggung”. ungkap Bapak Jumaidi mewakili pengurus DPD Tanggamus.

“Ini adalah bakti sosial DPD Tanggamus ketiga yang pelaksanaannya bersama-sama aparatur Negara TNI dan Polri wilayah hukum kecamatan Pulau Panggung”. lanjut Bapak Jumaidi

Baksos Pulau Panggung DPD Tanggamus Lampung 40“Adapun sasaran penerima bantuan adalah Lansia, fakir miskin, pekerja tidak tetap atau buruh, dan lain-lain, yang kesemuanya sebelumnya sudah kami data dan kami datangi satu persatu serta kami bagikan kupon yang sudah kami siapkan sebelumnya, untuk pengambilan sembako dan infaq lainya, di depan markas Polsek Pulau panggung Jl. Ds. Pulau Panggung, Tenggamus, Lampung”. beber Bapak Jumaidi.

“Adapun isi paket sembako yang kami bagikan hari ini Senin 4/5/2020, berisikan beras 5 kg, telor 1 kg, gula 1 kg, masker 1 pc, mie instant 7 bks, minyak goreng 2 liter dan uang 50 rb, dan 1 paket sembako khusus ditambah madu”, imbuh Bapak Jumaidi.

Baksos Pulau Panggung DPD Tanggamus Lampung 39“Sementara 220 pc masker dibagikan kepada seluruh pengendara yang tidak pakai masker saat melintas depan Markas Polsek Pulau Panggung”, kata Bapak Jumaidi.

“Kegiatan ini juga selain dari Polsek Pulau Panggung yang berjumlah 26 Personel ditambah anggota Koramil Pulau Panggung berjumlah 10 Personel juga turut hadir pengurus DPD Tanggamus yang saat apel pelaksanaannya dipimpinan langsung oleh Kapolsek Pulau Panggung Iptu Ramon Zamora. SH”. sambung bapak Jumaidi

 

Baksos Pulau Panggung DPD Tanggamus Lampung 37“Kegiatan dari mulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 10.30 WIB, berjalan lancar dan aman serta kondusif, kami ucapakan terimakasih kepada Bapak Komandan Koramil 424-08/ Palau Panggung Kapten Arh Tuparno dan jajarannya, terimakasih kepada Bapak Kapolsek Pulau Panggung Iptu Ramon Zamora. SH. dan jajarannya serta ucapan terimakasih kepada seluruh Pengurus DPD Tanggamus”. sambung Pembina DPD Tanggamus Bapak Chandra.

“Harapan kami, penyaluran bantuan sembako dan infaq serta masker dan madu ini disamping dapat membantu meringankan beban masyarakat yang kurang mampu yang terdampak adanya bencana wabah Virus Corona atau

Baksos Pulau Panggung DPD Tanggamus Lampung 32Covid-19 serta bentuk kepedulian kita kepada warga Tanggamus khususnya warga yang kurang mampu domisili di wilayah hukum Polsek Pulau Panggung, kami menggugah agar para donatur dan para mukhsinin berkenan bekerjasama dengan kami, agar In syaa Allah kita dapat terus membantu warga yang kurang mampu secara berkesinambungan di wilayah hukum Polres Tanggamus,” ajak Pembina DPD Tanggamus Bapak Chandra, mewakili Ketua DPD Tanggamus Bapak Ahmad Taufik yang berhalangan hadir.

—–

Renungan

Meninggalkan Puasa Ramadhan Termasuk Dosa Besar

Baksos Pulau Panggung DPD Tanggamus Lampung 26Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari

Puasa memiliki kedudukan yang tinggi dalam Islam. Ia salah satu dari rukun Islam yang lima. Barangsiapa berpuasa untuk mencari ridha Allâh Azza wa Jalla dan sesuai dengan tuntunan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , maka ia akan meraih kebaikan dan keutamaan yang sangat besar. Oleh karena itu kewajiban kaum Muslimin memperhatikan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya.

MAKNA PUASA
Baksos Pulau Panggung DPD Tanggamus Lampung 29Dalam bahasa Arab, puasa disebut dengan shaum atau shiyâm, artinya menahan. Adapun menurut istilah syari’at, Syaikh Muhammad bin Shâlih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Shaum adalah: beribadah kepada Allâh Azza wa Jalla dengan menahan diri dari makan, minum, dan segala yang membatalkan, mulai terbit fajar (shadiq) sampai matahari tenggelam. (Syarhul Mumti’, 6/298)

MACAM-MACAM PUASA
Para ulama menyebutkan bahwa puasa ada dua: puasa wajib dan sunnah.

Baksos Pulau Panggung DPD Tanggamus Lampung 25• Puasa wajib, seperti puasa Ramadhân, kaffârah, dan nadzar.

• Puasa sunnah, seperti puasa Senin dan Kamis, enam hari pada bulan Syawal, puasa Nabi Dawud, dan lainnya.

Selain itu ada juga puasa maksiat, seperti puasa pada hari ‘Idul Fithri dan Adh-ha, puasa mutih, puasa patigeni, puasa untuk mencari kesaktian, dan lainnya.

HUKUM PUASA RAMADHAN
Baksos Pulau Panggung DPD Tanggamus Lampung 23Hukum Puasa Ramadhân sudah sangat dikenal oleh umat Islam, yaitu wajib, berdasarkan al-Qur’ân, al-Hadits, dan Ijma’. Barangsiapa mengingkari kewajiban puasa Ramadhân, maka dia menjadi kafir. (Lihat al-Wajîz, hlm. 189)

Allâh Azza wa Jalla berfirman.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. [al-Baqarah/2:183]

Baksos Pulau Panggung DPD Tanggamus Lampung 22Puasa Ramadhân merupakan salah satu dari rukun Islam yang lima. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ

“Islam dibangun di atas lima tiang: Syahadat Laa ilaaha illa Allâh dan Muhammad Rasûlullâh; menegakkan shalat; memberikan zakat; haji; dan puasa Ramadhân”. [HR. al-Bukhâri, no. 8; Muslim, no. 16]

Baksos Pulau Panggung DPD Tanggamus Lampung 19Syaikh Abdul ‘Aziz ar-Râjihi -hafizhahullâh- berkata, “Barangsiapa mengingkari kewajiban puasa (Ramadhân), maka dia kafir, murtad dari agama Islam. Karena dia telah mengingkari satu kewajiban besar dan satu rukun dari rukun-rukun Islam, serta satu perkara yang diketahui dengan pasti sebagai ajaran Islam. Barangsiapa mengakui kewajiban puasa Ramadhân dan namun dia berbuka dengan sengaja tanpa udzur, berarti dia telah melakukan dosa besar, dia dihukumi fasik dengan sebab itu, namun tidak dikafirkan menurut pendapat yang paling kuat dari pendapat Ulama. Dia wajib berpuasa, dan Penguasa muslim (harus) menghukumnya dengan penjara atau dera atau kedua-duanya. Sebagian Ulama berkata, “Jika seseorang berbuka puasa Ramadhân dengan sengaja tanpa udzur, dia menjadi kafir”. [Ilmâm bi Syai-in min Ahkâmis Shiyâm, hlm. 1]

Baksos Pulau Panggung DPD Tanggamus Lampung 17ANCAMAN MENINGGALKAN PUASA RAMADHAN TANPA UDZUR (ALASAN)
Puasa Ramadhân merupakan salah satu dari rukun Islam yang lima, maka orang yang meninggalkannya atau meremehkannya akan mendapatkan siksa yang pedih di akhirat.

Di antara hadits dan riwayat tentang bab ini adalah :

عَنْ أَبْي أُمَامَةَ الْبَاهِلِىِّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ إِذْ أَتَانِى رَجُلاَنِ فَأَخَذَا بِضَبْعَىَّ فَأَتَيَا بِى جَبَلاً وَعْرًا فَقَالاَ لِىَ : اصْعَدْ فَقُلْتُ : إِنِّى لاَ أُطِيقُهُ فَقَالاَ : إِنَّا سَنُسَهِّلُهُ لَكَ فَصَعِدْتُ حَتَّى إِذَا كُنْتُ فِى سَوَاءِ الْجَبَلِ إِذَا أَنَا بَأَصْوَاتٍ شَدِيدَةٍ فَقُلْتُ : مَا هَذِهِ الأَصْوَاتُ قَالُوا : هَذَا عُوَاءُ أَهْلِ النَّارِ ، ثُمَّ انْطُلِقَ بِى فَإِذَا أَنَا بِقَوْمٍ مُعَلَّقِينَ بِعَرَاقِيبِهِمْ مُشَقَّقَةٌ أَشْدَاقُهُمْ تَسِيلُ أَشْدَاقُهُمْ دَمًا قَالَ قُلْتُ : مَنْ هَؤُلاَءِ قَالَ : هَؤُلاَءِ الَّذِينَ يُفْطِرُونَ قَبْلَ تَحِلَّةِ صَوْمِهِمْ

Baksos Pulau Panggung DPD Tanggamus Lampung 16Dari Abu Umâmah al-Bâhili, dia berkata: Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ketika aku sedang tidur, tiba-tiba ada dua laki-laki yang mendatangiku, keduanya memegangi kedua lenganku, kemudian membawaku ke sebuah gunung terjal. Keduanya berkata kepadaku, “Naiklah!” Aku menjawab, “Aku tidak mampu”. Keduanya berkata, “Kami akan memudahkannya untukmu”. Maka aku naik. Ketika aku berada di tengah gunung itu, tiba-tiba aku mendengar suara-suara yang keras, maka aku bertanya, “Suara apa itu?” Mereka menjawab, “Itu teriakan penduduk neraka”. Kemudian aku dibawa, tiba-tiba aku melihat sekelompok orang tergantung (terbalik) dengan urat-urat kaki mereka (di sebelah atas), ujung-ujung mulut mereka sobek mengalirkan darah. Aku bertanya, “Mereka itu siapa?” Mereka menjawab, “Meraka adalah orang-orang yang berbuka puasa sebelum waktunya”. [HR. Nasâ’i dalam as-Sunan al-Kubra, no. 3273; Ibnu Hibbân; Ibnu Khuzaimah; al-Baihaqi, 4/216; al-Hâkim, no. 1568; ath-Thabarani dalam Mu’jamul Kabîr. Dishahihkan oleh al-Hâkim, adz-Dzahabi, al-Haitsami. Lihat: al-Jâmi’ li Ahkâmis Shiyâm, 1/60]

Baksos Pulau Panggung DPD Tanggamus Lampung 15Di dalam sebuah hadits diriwayatkan:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَفْطَرَ يَوْمًا مِنْ رَمَضَانَ فِي غَيْرِ رُخْصَةٍ رَخَّصَهَا اللَّهُ لَهُ فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ الدَّهْرَ كُلَّهُ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa berbuka sehari dari (puasa) bulan Ramadhân bukan dengan (alasan) keringanan yang Allâh berikan kepadanya, maka tidak akan diterima darinya (walaupun dia berpuasa) setahun semuanya. [HR. Ahmad, no. 9002; Abu Dâwud, no. 2396; Ibnu Khuzaimah, no.1987; dll]

Baksos Pulau Panggung DPD Tanggamus Lampung 14Namun hadits didha’ifkan oleh Imam Ibnu Khuzaimah, syaikh Syu’aib al-Arnauth, syaikh al-Albani, dan lainnya, karena ada perawi yang tidak dikenal yang bernama Ibnul Muqawwis.

Walaupun hadits ini lemah secara marfû’ (riwayat dari Nabi) akan tetapi banyak riwayat dari para sahabat yang menguatkannya.

Diriwayatkan dari Abdulah bin Mas’ûd Radhiyallahu anhu bahwa dia berkata:

مَنْ أَفْطَرَ يَوْمًا مِنْ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ رُخْصَةٍ لَقِيَ اللَّهَ بِهِ، وَإِنْ صَامَ الدَّهْرَ كُلَّهُ، إِنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُ، وَإِنْ شَاءَ عَذَّبَهُ

Baksos Pulau Panggung DPD Tanggamus Lampung 13Barangsiapa berbuka sehari dari (puasa) bulan Ramadhân dengan tanpa keringanan, dia bertemu Allâh dengannya, walaupun dia berpuasa setahun semuanya, (namun) jika Allâh menghendaki, Dia akan mengampuninya, dan jika Allâh menghendaki, Dia akan menyiksanya”. [Riwayat Thabarani, no. 9459, dihasankan oleh syaikh Al-Albani, tetapi riwayat yang marfû’ didha’ifkan. Lihat Dha’if Abi Dawud –Al-Umm- 2/275]

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thâlib Radhiyallahu anhu, bahwa dia berkata:

مَنْ أَفْطَرَ يَوْمًا مِنْ رَمَضَانَ مُتَعَمِّدًا لَمْ يَقْضِهِ أَبَدًا طُولُ الدَّهْرِ

Barangsiapa berbuka sehari dari (puasa) bulan Ramadhân dengan sengaja, berpuasa setahun penuh tidak bisa menggantinya”. [Riwayat Ibnu Hazm dalam al-Muhalla, 6/184]

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa ada seorang laki-laki berbuka di bulan Ramadhân dia berkata :

لاَ يُقْبَلُ مِنْهُ صَوْمُ سَنَةٍ

Baksos Pulau Panggung DPD Tanggamus Lampung 12Berpuasa setahun penuh tidak bisa menggantinya. [Riwayat Ibnu Hazm dalam al-Muhalla, 6/184]

Bahkan sahabat Ali bin Abi Thâlib memberikan hukuman dera (pukulan) kepada orang yang berbuka di bulan Ramadhân, sebagaimana disebutkan di dalam riwayat :

عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي مَرْوَانَ، عَنْ أَبِيهِ: أَنَّ عَلِيَّ بْنَ أَبِي طَالِبٍ أُتِيَ بِالنَّجَاشِيِّ قَدْ شَرِبَ الْخَمْرَ فِي رَمَضَانَ, فَضَرَبَهُ ثَمَانِينَ, ثُمَّ ضَرَبَهُ مِنْ الْغَدِ عِشْرِينَ, وَقَالَ: ضَرَبْنَاكَ الْعِشْرِينَ لِجُرْأَتِكَ عَلَى اللَّهِ وَإِفْطَارِكَ فِي رَمَضَانَ.

Dari Atha’ bin Abi Maryam, dari bapaknya, bahwa An-Najasyi dihadapkan kepada Ali bin Abi Thâlib, dia telah minum khamr di bulan Ramadhân. Ali memukulnya 80 kali, kemudian esoknya dia memukulnya lagi 20 kali. Ali berkata, “Kami memukulmu 20 kali karena kelancanganmu terhadap Allâh dan karena engkau berbuka di bulan Ramadhân”. [Riwayat Ibnu Hazm di dalam al-Muhalla, 6/184]

Baksos Pulau Panggung DPD Tanggamus Lampung 11an-Najasyi ini adalah seorang penyair, namanya Qais bin ‘Amr al-Hâritsi. Dia mengikuti Ali sampai Ali menderanya, kemudian dia lari menuju Mu’awiyah. Lihat: al-Jâmi’ li Ahkâmis Shiyâm, 1/60)

Semua riwayat di atas menunjukkan bahwa meninggalkan puasa sehari di bulan Ramadhan tanpa udzur merupakan dosa besar, maka bagaimana jika meninggalkan puasa sebulan penuh? Tentu dosanya lebih besar. Oleh karena itu seorang yang ingin selamat di dalam kehidupannya, hendaklah dia melaksanakan perintah-perintah Allâh dan meninggalkan larangan-laranganNya, sehingga meraih keberuntungan di dunia dan akhirat.

Wallahul Musta’an.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 09/Tahun XVII/1434H/2013. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]