Saya Tidak Akan Memberi Toleransi Terhadap Para Pelaku Tindak Kejahatan Di Sumut

Kapolda Sumut : Saya Tidak Akan Memberi Toleransi Terhadap Para Pelaku Tindak Kejahatan Di Sumut

Headline Muhasabah Sumatera Utara

Saya Tidak Akan Memberi Toleransi Terhadap Para Pelaku Tindak Kejahatan Di Sumut 2mascipoldotcom – Selasa, 7 Juli 2020 (16 Dzulqoidah 1441)

Medan – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin, M.Si silaturahmi dengan Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Sumut bertempat di ruang perjamuan Lt. II Mapolda Sumut, Selasa (07/07/20)

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumut berbincang dengan Ketua PW HIMMAH Sumut Abdul Razak Nasution beserta kader HIMMAH Sumut lainnya seputar perkembangan situasi kamtibmas yang terjadi di wilayah Sumut

Kapolda Sumut mengatakan sudah ada 21 orang yang diamankan terkait bentrokan di Madina. Aksi yang mereka lakukan tidak dibenarkan karena menutup akses jalan antara Sumbar dengan Sumut dan melakukan aksi pembakaran mobil dinas Wakapolres Madina. “Saat ini para pelaku sudah berada di Polres Madina masih untuk proses penyelidikan lebih lanjut”, ujarnya

Saya Tidak Akan Memberi Toleransi Terhadap Para Pelaku Tindak Kejahatan Di Sumut 1Dalam penanganan Covid-19, Polda Sumut turut serta dalam membantu pemulihan perekonomian masyarakat dengan meningkatkan ketahanan pangan. Diberbagai daerah seperti Tanah Karo, Samosir, Batubara dan Deli Serdang telah dibangun pilot projct yang disebut kampung paten.

Kapolda Sumut menjelaskan kampung paten ini menjadi contoh untuk wilayah lain agar membantu penanganan Covid-19 didaerah masing-masing dimana disetiap orang yang masuk ke desa atau kampung paten harus diperiksa suhu tubuhnya

Selain itu, disetiap rumah juga disediakan tempat cuci tangan dan desa tersebut juga memiliki ketahanan pangan. “Saya telah mengunjungi beberapa daerah yang menjadi kampung paten. Seperti di Samosir dan Tanah Karo saya membantu berikan bibit jagung sedangan di Batubara dan Deli Serdang saya beri bibit ikan untuk masyarakat”, tutur Kapolda Sumut

Saya Tidak Akan Memberi Toleransi Terhadap Para Pelaku Tindak Kejahatan Di Sumut 3Hal ini dimaksudkan agar masyarakat dapat mengembangkan sektor pertanian dan perikanan sehingga tidak ada masyarakat yang kelaparan ditengah pandemi Covid-19 karena pandemi inj sangat berdampak besar terhadap perekonomian dan belum dapat dipastikan kapan berakhirnya

Kapolda Sumut meminta bantuan dari HIMMAH Sumut untuk bersama ikut menjaga kamtibmas di Sumut dan mengajak masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Sebagai generasi muda harus peduli dengan lingkungan dan yang terjadi di Sumut terutama menyangkut bahaya penyalahgunaan Narkoba.

“Saya tidak akan memberi toleransi terhadap para pelaku tindak kejahatan di Sumut. Dengan tegas saya mengatakan stop Narkoba serta judi dan togel karena kerusakan yang diakibatkannya sangat masive”, tegasnya

Senada dengan Kapolda Sumut, Ketua PW HIMMAH Sumut Abdul Razak Nasution siap mendukung kinerja Polda Sumut dan jajaran baik itu memberantas judi, Narkoba maupun penanganan Covid-19.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan perwakilan kami yang berada di 16 Kabupaten/Kota untuk mendukung Polda Sumut dalam menciptakan situasi kamtibmas Sumut yang aman dan kondusif”, ujar Abdul (Leodepari/Bid Humas Polda Sumut),

————-

Renungan

TIDAK ADA ANGGAPAN SIAL DALAM ISLAM

Pertanyaan.

Saya seorang wanita. Sebentar lagi akan menikah dengan seorang lelaki. Mudah-mudahan menjadi pemimpin saya yang baik. Kebetulan hari lahir lelaki itu sama dengan bapak dan saya. Karena itu, keluarga saya tidak setuju. Sebab menurut para orang tua kalau di Jawa termasuk pantangan. Baik percaya apa tidak, akan muncul kesialan bila pernikahan itu diteruskan. Mohon penjelasan mengenai permasalahan di atas. (Fulanah di bumi Allah)

Jawaban

Keyakinan di atas dan keyakinan-keyakinan serupa lainnya merupakan bentuk khurafat (tahayul). Islam yang bertumpu pada tauhid, tidak membenarkannya. Dalam keyakinan itu terkandung kepercayaan yang sama sekali tidak berdasar. Yakni, munculnya kesialan dari kesamaan hari lahir pihak-pihak yang berhubungan erat dengan pernikahan.

Sebuah budaya, kepercayaan, warisan leluhur yang dinisbatkan kepada kepercayaan suatu ras tertentu, bila bertentangan dengan Islam, hukumnya tidak boleh diyakini dan dijalankan, apalagi dikembangkan. Meyakininya tidak boleh, apalagi ‘mendakwahkannya’ kepada orang lain (anak-anak) , seperti dalam kasus di atas.

Di masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah terjadi banyak pernikahan. Begitu juga di zaman Sahabat. Dan kemungkinan terjadinya persamaan hari antara bapak, calon mempelai lelaki dan perempuan adalah terbuka. Dan ternyata, tidak terdapat satu keterangan dalam masalah ini.

Pada hakikatnya, kesialan muncul dari maksiat yang dilakukan oleh seorang hamba, baik kepada Rabbnya maupun sesama. Itulah pantangan yang wajib dijauhi oleh setiap insan Muslim. Bukan dari hal-hal yang dipantang menurut suku tertentu. Bila ini dibenarkan, maka akan ada sekian banyak pantangan bagi seorang Muslim, karena setiap ras dan suku memiliki pantangan-pantangan yang berbeda-beda.

Apabila kepercayaan semacam itu sedikit banyak menciutkan hati, maka seseorang diperintahkan untuk menanamkan tawakal kepada Allah Azza wa Jalla, Dzat Yang Berkuasa atas segala sesuatu. Tidak ada sesuatu pun yang lolos dari ketentuan dan takdir Allah Azza wa Jalla. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الطِّيَرَةُ شِرْكٌ الطِّيَرَةُ شِرْكٌ ثَلاَثًا وَمَا مِنَّا إلاَّ وَلَكِنَّ اللَّهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ

“Tathayyur (menganggap sesuatu sebagai sumber kesialan) adalah syirik. Tathayyur adalah syirik. Tiada seorang pun dari kita kecuali akan terpengaruh dengan tathayur. Namun Allah k melenyapkannya dengan tawakal “. [HR.Abû Dâwud]

Kesimpulannya, kepercayaan semacam itu salah dan terlarang dalam Islam. Teruskanlah pernikahan tersebut. Pahamkan kepada kerabat dengan cara yang baik. Tawakal kepada Allah Azza wa Jalla akan menguatkan hati dan menghilangkan kekhawatiran dari kesialan yang didengung-dengungkan. Semoga Allah Azza wa Jalla memudahkan urusan pernikahan Saudari.

Wallâhul Hâdi

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 12/Tahun XII/1429H/2008M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]