IMG 20200819 WA0301

Sandar Di Lanal Kendari, Danguskamla Koarmada II Laksanakan Olah Raga Bersama

Headline Kombat TNI Polri & Abdi Negara Muhasabah Sulawesi Tenggara

mascipoldotcom, Rabu, 19 Agustus 2020 (29 Dzulhijah 1441H)

Kendari – Disela-sela waktu menjalankan operasi Satgas Keris Sakti 2020, Danguskamla Koarmada II Laksamana Pertama TNI Rahmat Jayadi yang _On Board_ di KRI Fatahillah-361 singgah di Pangkalan TNI AL (Lanal) Kendari dan melaksanakan olah raga bersama prajurit Lanal Kendari di lapangan apel Lanal Kendari Selasa (18/08).

Lanal Kendari yang berada di bawah jajaran Koarmada II sebagai salah satu bagian dalam Sistem Senjata Armada Terpadu / SSAT yaitu sebagai pangkalan dengan fungsi 5 R _(Rebased, Refuelling, Replenishment, Repair, Rest and Recreation)_.

Kegiatan olahraga bersama diawali dengan senam SKJ 88, lari bersama keliling komplek Mako Lanal Kendari dilanjutkan dengan olahraga mandiri dengan memanfaatkan fasilitas olahraga dan rekreasi yang dimiliki oleh Lanal Kendari yaitu Voli Lapangan, Tenis Meja, dan Billiard.

“Kegiatan ini dilaksanakan selain untuk menjaga stamina prajurit di tengah pandemi Covid-19 juga sebagai sarana rekreasi bagi prajurit KRI setelah Operasi di wilayah perairan Sultra, ” ungkap Laksma Rahmat Jayadi.

Danguskamla juga mengatakan bahwa kegiatan olah raga bersama ini merupakan implementasi dari himbauan Pangkoarmada II Laksda TNI Heru Kusmanto untuk terus menjaga stamina prajurit selama tugas operasi. Disamping itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menjalin keakraban dan kekompakan serta untuk membangkitkan semangat seluruh prajurit.(Ezl) Sumber : Fat/Pen2

————-

Renungan

Tujuan Yang Diharapkan Dari Olah Raga

Oleh Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jaza’iri

Tujuan dari seluruh olah raga ini yang telah diketahui pada masa awal kelahiran Islam dengan nama furusiyah, yakni kepandaian menunggang kuda, adalah untuk memelihara hak, mempertahankannya dan membelanya.

Tujuannya sama sekali bukan untuk mendapatkan harta dan mengumpulkannya, bukan pula untuk popularitas dan kecintaan akan ketenaran, dan juga bukan untuk kemegahan di muka bumi serta kerusakan didalamnya yang menyertainya, sebagaimana yang terjadi pada sebagian olahragawan saat ini.

Sesunguhnya tujuan dari semua jenis olah raga tersebut adalah untuk menguatkan tubuh dan meningkatkan kemampuan untuk melakukan jihad fi sabilillah (perjuangan di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala), berdasarkan hal itu, olah raga dalam Islam harus dipahami dalam pengertian ini.

Jika ada orang yang memahami olah raga selain dari pengertian tersebut,maka ia telah mengeluarkan olah raga dari tujuannya yang baik kepada tujuan yang buruk, yaitu permainan yang bathil dan perjudian yang dilarang.

Dasar hukum mengenai disyariatkannya dan dianjurkannya olah raga adalah firman Allah Ta’ala.

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi” [Al-Anfal : 60]

Dan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

المؤ من الوى خير وأحب الى الله من المؤ من الضعيف

“Seorang Mukmin yang kuat lebih dicintai oleh Allah baik daripada seorang Mukmin yang lemah” [HR Muslim]

Kekuatan dalam Islam mencakup pedang dan tombak serta argumentasi dan petunjuk

[Disalin dari kitab Minhajul Muslim, Edisi Indonesia Konsep Hidup Ideal Dalam Islam, Penulis Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jaza’iri, Penerjemah Musthofa Aini, Amir Hamzah, Penerbit Darul Haq]