Polsek Pulau Panggung Tanggamus Serahkan Bantuan Kepada Keluarga Sarmin di Air Naningan 2

Polsek Pulau Panggung Polres Tanggamus Baksos dan Serahkan Bantuan Kepada Keluarga Sarmin di Air Naningan

Headline

Polsek Pulau Panggung Tanggamus Serahkan Bantuan Kepada Keluarga Sarmin di Air Naningan 4mascipoldotcom – Rabu, 23 September 2020 (06 Safar 1442 H)

Tanggamus – Menindaklanjuti perintah Pimpinan yang telah dilaksanakan oleh Kapolda Lampung Irjen Pol Drs. Purwadi Arianto, M.Si,. yang di sukseskan dan dilaksanakan oleh para PJU Polda Lampung, Kapolres serta Kapolsek jajaran Polda lampung, sejak awal adanya musibah Covid-19 sampai sekarang tetap dan terus dilaksanakan bakti sosial dalam rangka meringakan beban masyarakat yang ekonominya terdampak dan semakin sulit dengan adanya wabah Virus Covid-19.

Perintah dan arahan serta motofasi dari Kapolda Lampung Irjen Pol Drs. Purwadi Arianto, yang juga pada Jumat, 26/06/2020, saat Kapolda Lapung meluncurkan dan memberikan paket sembako secara simbolis kepada perwakilan masyarakat Lapung di saksikan oleh Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung, H. Yanuar Irawan,. SE,. MM di Mako Polda Lampung, ditindaklanjuti oleh Polsek Pulau Panggung yang di pimpin Iptu Ramon Zamora, SH. Rabu, 23/9/2020,. pukul 10.30 WIB.

Polsek Pulau Panggung Tanggamus Serahkan Bantuan Kepada Keluarga Sarmin di Air Naningan 3Adapun paket sembako yang dianjurkan oleh Polda Lampung dan diteruskan kepada Polres serta Polsek jajaran Polda Lampung berisikan beras, minyak goreng, sarden, teh celup, mie instan, kecap, gula pasir dan masker.

Paket sembako tersebut secara berkesinambungan disiapkan dan didistribusikan kepada warga masyarakat yang ekonominya terdampak adanya wabah Covid-19 di wilayah Polres dan Polsek Jajaran Polda Lampung seperti fakir miskin, yatim piatu, janda, lansia, penjaga rumah ibadah, nelayan, pemulung, petugas kebersihan jalan, pengamen, tukang becak, sopir angkot dan tukang ojek serta masyarakat lainnya yang sangat membutuhak nuluran petugas.

Pembagian sembako secara berkesinambungan tersebut harus tetap dilaksanakan menggunakan protokol kesehatan guna pencegahan penularan dan menyebarnya Covid-19, sebagai wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19, diwilayah hukum Polda Lampung.

Polsek Pulau Panggung Tanggamus Serahkan Bantuan Kepada Keluarga Sarmin di Air Naningan 1Baksos dipimpin langsung oleh Kapolsek Iptu Ramon Zamora, SH dan Pj. Kepala Pekon Air Kubang bersama sejumlah personelnya memberikan infaq berupa uang tunai serta paket sembako sebagimana rincian diatas yang dihantarkan langsung kerumah Sarmin di Dusun Tegal Sari II Pekon Air Kubang Kecamatan Air Naningan.

Iptu Ramon Zamora mengungkapkan, Polsek Pulau Panggung datang dan memberikan bantuan langsung setelah mendapatkan informasi dari Bhabinkamtibmas bahwa keluarga Sarmin sangat membutuhkan bantuan dan uluran tangan petugas.

“Atas informasi tersebut, pagi ini kami datang menyalurkan bantuan dari anggota Polri guna meringankan beban keluarga Sarmin,” ungkap Iptu Ramon Zamora mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, SIK.

Atas keprihatinan keluarga Sarmin yang tinggal bersama keluarga digubuk yang kurang layak tersebut, Kapolsek menghimbau masyarakat yang memiliki rezeki dapat membantu mereka.

“Kami himbau masyarakat yang memiliki rezeki lebih bisa membantu meringankan saudara Sarmin dan Saniah,” harap Kapolsek.

Untuk diketahui, Sarmin merupakan seorang kepala keluarga yang mempunyai tanggungan 2 anak, 1 istri dan satu ibu mertua tinggal di sebuah gubuk sederhana ukuran 2 x 4 meter di Dusun Tegalsari 2 Pekon Air Kubang.

Di kebun tersebut, Sarmin juga hanya menumpang di tanah Mbah Jepris, warga setempat. Sumber penghasilannya dari menggarap tanah milik orang lain.

Sarmin tinggal di dusun tersebut sejak 7 bulan yang lalu, karena anak tertuanya harus masuk sekolah, dimana sebelumnya keluarga ini tinggal di kawasan hutan di blok Sukarami Dusun Cipanas Pekon Sinar Jawa, Kecamatan Air Naningan.

Kehidupan lelaki kelahiran Pekon Sumanda, Kecamatan Pugung, Tanggamus 45 tahun yang lalu ini sungguh sulit. Sehingga beberapa waktu yang lalu sampai meminta singkong kepada tetangganya, karena tidak ada lagi beras yang dapat dimasak.

Berdasarkan keterangan, Ketua RT setempat, Rois Thoyibi bahwa keluarga ini tinggal di Pekon tersebut sejak 8 bulan yang lalu dan belum memiliki identitas dan menurutnya masyarakat setempat juga sudah banyak membantu.

“Pihak pemerintah pekon sedang mengupayakan kelengkapan administrasi keluarga tersebut,” kata Ketua RT Rois.

Terpisah, salah satu tokoh pemuda, Tamar juga menyampaikan apa yang sudah dilakukan masyarakat seperti menyiapkan kelengkapan sekolah bagi Angga Saputra, anak Sarimin, yang tahun ini masuk sekolah.

“Masyarakat juga merencanakan untuk membuatkan sumur, untuk kebutuhan makan dan minum serta MCK keluarga Sarimin,” kata Tamar. (Asrul/Jumaidi/Kapolsek Pulau Panggung)

—————

Renungan

Kefakiran Dan Kekayaan

Oleh Syaikh DR. Abdul Bâri ats-Tsubaiti

Kekayaan dan kemiskinan merupakan ujian dari Allâh Azza wa Jalla terhadap para hamba-Nya. Allâh Azza wa Jalla berfirman :

وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Dan Kami menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. dan hanya kepada Kamilah kalian dikembalikan. [Al-Anbiyâ/21:35]

Dan sungguh menakjubkan keadaan seorang Mukmin, jika ditimpa kesulitan dan penderitaan, ia bersabar, sehingga itu menjadi kebaikan baginya. Jika mendapatkan kesenangan dan kegembiraan, ia bersyukur, sehingga itu juga menjadi kebaikan baginya.

Adanya perbedaan rezeki ini juga menyebabkan roda kehidupan berjalan normal. Yang kaya bisa mempekerjakan yang miskin dengan upah, sehingga kebutuhan masing-masing bisa terpenuhi dengan baik. Si kaya membantu si miskin dengan hartanya, sementara si miskin membantu dengan keahliannya.

Jika Allâh Azza wa Jalla menguji seorang hamba dengan kemiskinan maka sabar merupakan ibadah termulianya. Barangsiapa sempit rezekinya dan kehidupannya susah, maka janganlah ia berkecil hati, karena kehidupan Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mayoritas para Shahabat yang mulia juga pas-pasan bahkan dalam kekurangan. Perhiasan dunia yang akan sirna ini tidak pantas untuk disedihkan tatkala luput.

Agar jiwa menjadi tenteram dan menyadari betapa besar karunia Allâh Azza wa Jalla kepadanya sehingga bisa bersyukur kepada Allâh Azza wa Jalla , maka dengarkanlah pengarahan dari Nabi kita yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إِذَا نَظَرَ أَحَدُكُمْ إِلَى مَنْ فُضِّلَ عَلَيْهِ فِي الْمَالِ وَالْخَلْقِ فَلْيَنْظُرْ إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْهُ مِمَّنْ فُضِّلَ عَلَيْهِ

Jika salah seorang dari kalian melihat orang yang lebih unggul dalam harta dan tubuh maka hendaknya ia melihat kepada orang yang di bawahnya, yakni orang yang ia ungguli [HR. Al-Bukhâri dan Muslim]

Dalam riwayat Imam Muslim ada tambahan:

فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوْا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ

Maka hal itu lebih layak menjadikan kalian agar tidak meremehkan karunia Allâh Azza wa Jalla kepada kalian

Sungguh Islam telah menyeru orang-orang faqir sebagaimana Islam menyeru orang-orang kaya supaya mereka mendidik jiwa mereka agar menjadi jiwa yang kaya, dengan mengekang nafsunya, mengaturnya sehingga bisa menggapai sifat qanâ’ah dan ridha terhadap pemberian Allâh Azza wa Jalla meskipun dianggap sedikit. Apapun yang telah Allâh Azza wa Jalla tetapkan sebagai bagianmu tidak akan pernah luput darimu. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

وَارْضَ بِمَا قَسَمَ اللهُ لَكَ تَكُنْ أَغْنَى النَّاسِ

Ridhalah dengan apa yangAllâh Azza wa Jalla bagikan untukmu maka engkau akan menjadi manusia terkaya [HR. At-Tirmidzi]

Bagi orang-orang yang diuji oleh Allâh Azza wa Jalla dengan kemiskinan, ada beberapa adab yang perlu diperhatikan. Adab-adab ini ada yang terkait hati, penampilan zhahir, pergaulan dan aktivitas lainnya.

Yang terkait batin yaitu hendaknya ia tidak membenci ujian Allâh Azza wa Jalla kepadanya berupa kemiskinan.

Yang terkait zhahir, hendaknya ia tetap menjaga kehormatan diri dan tampil bersih. Allâh Azza wa Jalla berfirman :

يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّفِ

Orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta [Al-Baqarah/2:273]

Sedangkan adab dalam pergaulan, hendaknya ia tidak merendahkan diri dihadapan orang kaya hanya karena kekayaan mereka. Jika ada kebenaran yang harus disampaikan, maka dia harus menyampaikannya, bukan diam atau bersikap pura-pura demi meraih harta si kaya.

Adapun adab dalam aktifitas harianya, hendaknya ia tidak malas dalam beribadah hanya karena dia faqir. Juga janganlah kefaqirannya menghalanginya dari bersedekah walaupun sedikit.

Dalam ayat ini Allâh Azza wa Jalla mendahulukan penyebutan sifat faqir para wali-Nya daripada pujian-Nya terhadap hijrah mereka, dan Allâh Azza wa Jalla tidaklah menyifati orang yang dicintai-Nya kecuali dengan sifat yang Allâh Azza wa Jalla cintai. Kalau bukan karena kefaqiran merupakan sifat yang sangat dicintaiAllâh Azza wa Jalla tentu Allâh Azza wa Jalla tidak memuji orang-orang yang Allâh Azza wa Jalla cintai dengan sifat tersebut.

Dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

اطَّلَعْتُ فِي الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءُ

Aku melihat surga maka aku lihat mayoritas penghuninya adalah orang-orang faqir. [HR. Al-Bukhâri dan Muslim]

Meski demikian, Islam berusaha mengatasi kemiskinan dengan menyeru orang-orang kaya untuk berbuat baik serta menyantuni kaum faqir serta berusaha mengangkat kesulitan mereka. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

السَّاعِي عَلَى الْأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِيْنَ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيْلِ اللهِ وَأَحْسَبُهُ قَالَ وَكَالْقَائِمِ لاَ يَفْتُرُ وَكَالصَّائِمِ لاَ يُفْطِرُ

Seseorang yang berusaha membantu janda dan orang miskin seperti seorang mujahid di jalan Allâh –dan aku menyangka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata- dan seperti seorang yang shalat malam tanpa lelah dan seperti orang yang berpuasa tanpa berbuka [HR. Muslim]

Islam juga mengatasi kemiskinan dengan menyeru orang-orang miskin untuk bekerja, tidak malas dan berpangku tangan, agar mereka tidak menjadi beban masyarakat. Berusaha mengentaskan kemiskinan dan bekerja mencari rizki merupakan perkara yang disyariatkan dan terpuji.

Diantara doa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

Ya Allâh aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, penjagaan diri, dan kecukupan [HR. Muslim]

Dan rizki yang banyak merupakan salah satu buah dari amal shaleh. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Barang siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka sambunglah silaturahmi [HR. Al-Bukhâri dan Muslim]

Pekerjaan dengan memproduksi atau keahlian atau pertanian merupakan kemuliaan, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطٌّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ

Tidaklah seorangpun memakan suatu makananpun yang lebih baik dari memakan hasil kerja tangannya sendiri [HR. Al-Bukhâri]

Inilah sikap yang tepat dan jalan yang benar, adapun meminta-minta (bukan karena terpaksa) atau karena ingin memperbanyak hartanya maka itu merupakan sifat tercela dan perbuatan buruk. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ سَأَلَ النَّاسَ أَمْوَالَهُمْ تَكَثُّرًا فَإِنَّمَا يَسْأَلُ جَمْرًا فَلْيَسْتَقِلْ أَوْ لِيَسْتَكْثِرْ

Barangsiapa meminta kepada manusia harta mereka dalam rangka memperbanyak hartanya maka sesungguhnya ia meminta bara api, maka silahkan ia meminta sedikit atau ia meminta yang banyak [HR. Muslim]

Tidak diragukan bahwa diantara faktor peningkatan angka kemiskinan pada masyarakat Islam adalah karena mereka tidak memperhatikan perkembangan, terlena dengan riba dan malas berusaha. Padahal kemiskinan itu sering menimbulkan dampak negatif terutama saat iman melemah, apalagi saat kehilangan iman.

Kemiskinan dianggap sebagai salah satu sebab utama munculnya berbagai perbuatan hina, perzinahan, pencurian, peningkatan angka kriminal, keretakan keluarga, bahkan pembunuhan. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya:

أَيُّ الذَّنْبِ أَكْبَرُ عِنْدَ اللهِ؟ أَنْ تَدْعُوَ للهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ. قَالَ : ثُمَّ أَيٌّ؟ أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ مَخَافَةَ أَنْ يَطْعَمَ مَعَكَ

Dosa apakah yang terbesar di sisi Allâh? Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Engkau berdoa kepada selain Allâh padahal Allâh Azza wa Jalla telah menciptakanmu.” Lalu ditanya lagi, “Kemudian dosa apa lagi?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Engkau membunuh anakmu karena takut ia ikut makan bersamamu” [HR. Al-Bukhâri dan Muslim]

Kemiskinan juga memberikan dampak negatif dalam kehidupan masyarakat, ditandai dengan munculnya kedengkian dan permusuhan. Disinilah peran para ahli ilmu dan cendikiawan serta orang-orang kaya untuk bersungguh-sungguh dalam mengatasi kemiskinan dengan mengharapkan pahala dari Allâh Azza wa Jalla , dan menjaga masyarakat dari dampak negatif kemiskinan, yaitu dengan membuka lapangan pekerjaan bagi orang-orang miskin, menggali dan mengembangkan kemampuan dan bakat mereka. Allâh Azza wa Jalla berfirman:

وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا

Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allâh Azza wa Jalla sebagai Balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. [Al-Muzammil/73:20]

(Diringkas dari Khutbah Jum’at di Masjid Nabawi di Madinah al-Munawwarah pada 3/7/1435H)

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 07/Tahun XVIII/1436H/2014M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]