IMG 20210511 WA0051

Polsek Natar Polres Lampung Selatan Laksanakan Dialog Interaktif: “Ramadhan Momentum Mendidik Generasi Muda Agar Terhindar Dari Pergaulan Bebas

Headline Aksi Nyata Lampung Muhasabah

mascipoldotcom – Selasa, 11 Mei 2021 (29 Ramadhan 1442 H)

Lampung Selatan – Demi untuk menyelamatkan masa depan anak-anak agar tidak menjadi korban kejahatan narkoba, korban ajaran aliran sesat dan menyesatkan serta terkontaminasi faham radikal faham teroris dan faham ISIS, maka Kepolisian khususnya Polres Lampung Selatan, mengajak kepada para orangtua khususnya diwilayah hukum Polsek Natar agar lebih memperketat penjagaan dan pengawasan terhadap anak-anak mereka.

Diantara penyebab terjadinya korban kejahatan dan terjerumus ke dalam aliran faham-faham yang bertentangan dengan Panca Sila dan UUD 1945 adalah karena lemahnya iman, selalu mengumbar nafsu serta menuruti pada kemauan dan bisikan setan.

Diantara penyebab terjadinya tindak kriminal perzinaan dan perkosaan adalah tidak bisa menundukkan pandangan mata dari melihat perkara yang haram.

Diantara penyebab terjadinya tindak kriminal dan terjerumus kedalam pergaulan bebas hingga sampai konsumsi minuman keras atau miras dan narkoba adalah kurangnya pendidikan karakter bagi anak.

Sebab pendidikan karakter pada anak mempunyai makna yang lebih tinggi dari pendidikan moral karena pendidikan karakter tidak hanya sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah, tetapi juga membantu anak-anak untuk dapat merasakan  nilai-nilai yang baik, mau serta mampu melakukannya.

Pembentukan karakter pribadi anak (character building) sebaiknya dimulai dari dalam keluarga karena adanya interaksi pertama anak yaitu terjadi didalam lingkungan keluarga.

Pendidikan karakter dapat di terapkan sejak anak pada usia dini karena pada usia dini sangat menentukan  kemampuan anak dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Diantara penyebab anak terjerumus kedalam aliran dan faham sesat di antaranya kurangnya faham agama yang baik dan benar sehingga mudah terprofokasi dan termakan propaganda yang mengajak generasi muda untuk bergabung dengan orang-orang yang berfaham teroris, ISIS dan faham radikal serts faham hawarij.

Di tambah lagi dengan mudahnya akses melalui jalur internet bahkan di sinyalir anak muda sekarang lebih banyak mengandalkan internet untuk mendapatkan informasi yang sangat luas.

“Semua ini adalah tantangan yang sangat berat bagi setiap orang tua”. ungkap Bapak Zulkarnain selaku pembina DPD Komascipol-Kombat TNI Polri dan Abdi Negara Lampung Selatan, Senin, 10/5/2021, pukul. 09.00 WIB.

“Maka untuk itulah Polsek Natar Polres Lampung Selatan, hadir menyapa warga Kecamatan Natar untuk sama-sama mengatasi dan meyelamatkan generasi muda agar terbebas dari bahaya Narkoba, bahaya faham-faham sesat, bahaya faham radikal, dan bahaya faham teroris / ISIS’. lanjut Bapak Zulkarnain.

“Diantaranya diadakannya program dialog interaktif yang bekerjasama dengan Pengurus DPD Komascipol-Kombat TNI Polri dan Abdi Negara Lampung Selatan bertajuk “Ramadhan Momentum Mendidik Generasi Muda Agar Terhindar Dari Pergaulan Bebas, Narkotika, Aliran Sesat, Radikal dan Terorisme”. imbuh Pembina DPD Lampung Selatan.

Kapolsek Natar Kompol Hendy Prabowo, S.Ik, mewakili Kapolres Lampung Selatan AKBP Zaky Alkazar Nasution, S.Ik, mengungkapkan “Hampir setiap bulan Polres Lampung Selatan dan Jajarannya, atensi pimpinan untuk melaksanakan program sosialisasi dan pembinaan tentang bahaya narkoba, bahaya faham radikal, bahaya paham teroris dan paham ISIS”. ungkap Kompol Hendy Prabowo, S.Ik,

Sebagai Kapolres Lampung Selatan yang sangat peduli dengan masa depan anak-anak sebagai generasi penerus, AKBP Zaky Alkazar Nasution, S.Ik, telah menjalin hubungan dengan pondok pesantren dan juga para alim ulama, tokoh masyarakat diwilayah hukum Polres Lampung Selatan, termasuk Pondok Pesantren Qurrota’Ayun dibawah asuhan Ustadz Gilang Arba’ Faturrahman hafizdohullohu ta’ala, di Natar Lampung Selatan.

“Pilar atau benteng dalam menjaga keamanan daerah salah satunya adalah Pondok Pesantren. karena, Pondok Pesantren dapat berperan aktif sebagai kontrol sosial di masyarakat”. tutur AKBP Zaky Alkazar Nasution, S.Ik, melalui Kompol Hendy Prabowo, S.Ik..

“Tentunya acara tersebut karena masih masa wabah pendemi Covid-19, dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan, guna memutus mata rantai Covid-19”, sambung Kapolsek Natar.

“Alhamdulillah selama ini antara Pondok Pesantren dengan Kepolisian sudah terjalin hubungan yang baik, dan saling menjaga keamanan di wilayah masing-masing, agar tetap tercipta situasi yang kondusif terutama di Kabupaten Lampung selatan”, tegas Kapolsek Natar.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Zaky Alkazar Nasution, S.Ik, juga berharap, agar Ponpes yang ada di wilayah hukum Polres Lampung Selatan tetap berhubungan baik dengan Kepolisian dan tetap dapat memberikan masukan untuk menjaga keamanan dan menciptakan situasi aman, nyaman dan kondusif di daerah Kabupaten Lampung Selatan.

“Program dialog interaktif bekerjasama dengan Pengurus DPD Komascipol-Kombat TNI Polri dan Abdi Negara Lampung Selatan bertajuk “Ramadhan Momentum Mendidik Generasi Muda Agar Terhindar Dari Pergaulan Bebas, Narkoba, Faham Sesat dan Radikal/ Terorisme” Bertempat di Masjid Uswatun Hasanah Kompleks Pondok Pesantren Qurrota’Ayun. Jl. Seputih Desa Bumisari Kec Natar Lampung Selatan, telah dilaksanakan pada hari Ahad, 27 Ramadhan 1442/ 9 Mei 2021, pukul 09.00 s/d 12.30 WIB”. kata Sekretaris DPD Lampung Selatan, Bapak Prasetyo.

“Dengan narasumber Ustadz Firman Anshori hafizdohulloh dari Pondok Pesantren Qurrota’Ayun dan Kepala Kepolisian Sektor Natar Kompol Hendy Prabowo, S.Ik. yang diwakilkan kepada Panit Bimas Polsek Natar Ipda Darius Khan”, sambung Sekretaris DPD Lamsel.

Acara dialog interaktif dihadiri oleh perwakilan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pemuda dan Remaja masjid, yang tetap mengedepankan protokol kesehatan, guna memutus mata rantai wabah covid-19.

Panit di dampingi anggota Bimas Polsek Natar Bripka Bangun Hermawan, Ta’mir Masjid Uswatun Hasanah dan Remaja Islam Masjid Uswatun Hasanah, santri Pondok Pesantren Qurrota’Ayun, Wali Santri serta pengurus DPD Komascipol-Kombat TNI Polri dan Abdi Negara Lampung Selatan.

“Kami dari Pondok Pesantren Qurrota’Ayun siap mendukung program pemerintah yang diemban oleh Kepolisian, khususnya Polres Lampung Selatan yang berhubungan dengan Kamtibmas, di wilayah hukum Polres Lampung Selatan,” pungkas Ustadz Firman Anshori, Hafizdohulloh.

Sementara itu ditempat terpisah, Pengawas Drs.Imron Syuaebi dan Kornas Ustadz Abu Munzdir Al Ghifary Hafizdohulloh, mewakili seluruh pengurus Komascipol-Kombat TNI dan Abdi Negara, mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Lampung Selatan AKBP Zaky Alkazar Nasution, S.Ik, dan Kapolsek Natar Kompol Hendy Prabowo, S.Ik. atas dukungan dan percaya penuh kepada Pengurus DPD Komascipol-Kombat TNI Polri dan Abdi Negara Lampung Selatan, hingga dapat terselenggaranya dialog interaktif dan jalinan kerjasama yang baik selama ini dengan harapan agar tetap terpeliharanya situasi aman, nyaman dan kondusif di wilayah hukum Polres Lampung Selatan.

“Mewakili seluruh Pembina dan Pengawas serta Kornas dan seluruh pengurus, kami ucapakan terima kasih kepada Kapolres Lampung Selatan AKBP Zaky Alkazar Nasution, S.Ik, dan Kapolsek Natar Kompol Hendy Prabowo, S.Ik, semoga tetap terus terjalin hubungan baik antara Komascipol-Kombat TNI dan Abdi Negara, dan Kepolisian khusnya Polres Lampung Selatan, Polsek Natar”, tutup Pengawas Komascipol-Kombat TNI dan Abdi Negara, Drs. Imron Syuaebi.

————

Renungan

KEWAJIBAN MENDIDIK ANAK

Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Setiap rumah tangga haruslah memiliki keinginan untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Sehingga setiap anggota keluarga harus memiliki peran dan menjalankan amanah tersebut. Sang suami sebagai kepala rumah tangga haruslah memberikan teladan yang baik dalam mengemban tanggung jawabnya karena Allah ‘Azza wa Jalla akan mempertanyakannya di hari Akhir kelak.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَاْلأَمِيْرُ رَاعٍ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ، فَكُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ.

“Kamu sekalian adalah pemimpin, dan kamu sekalian bertanggung jawab atas orang yang dipimpinnya. Seorang Amir (raja) adalah pemimpin, seorang suami pun pemimpin atas keluarganya, dan isteri juga pemimpin bagi rumah suaminya dan anak-anaknya. Kamu sekalian adalah pemimpin dan kamu sekalian akan diminta pertanggungjawabannya atas kepemimpinannya.” [1]

Juga sabda beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّ اللهَ سَائِلٌ كُلَّ رَاعٍ عَمَّا اسْتَرْعَاهُ أَحَفِظَ ذَلِكَ أَمْ ضَيَّعَ؟ حَتَّى يَسْأَلَ الرَّجُلَ عَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ.

“Sesungguhnya Allah akan bertanya kepada setiap pemimpin tentang apa yang dipimpinnya. Apakah ia pelihara ataukah ia sia-siakan, hingga seseorang ditanya tentang keluarganya.” [2]

Seorang suami harus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menjadi suami yang shalih, dengan mengkaji ilmu-ilmu agama, memahaminya serta mengamalkan apa-apa yang diperintahkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla dan Rasul-Nya, serta menjauhkan diri dari setiap yang dilarang oleh Allah ‘Azza wa Jalla dan Rasul-Nya. Kemudian dia mengajak dan membimbing sang isteri untuk berbuat demikian juga, sehingga anak-anaknya akan meneladani kedua orang tuanya karena tabiat anak memang cenderung untuk meniru apa-apa yang ada di sekitarnya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mendidik anak, di antaranya:

1. Mendidik anak dengan cara-cara yang baik dan sabar agar mereka mengenal dan mencintai Allah, yang menciptakannya dan seluruh alam semesta, mengenal dan mencintai Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, yang pada diri beliau terdapat suri tauladan yang mulia, serta agar mereka mengenal dan memahami Islam untuk diamalkan. Ajarkanlah Tauhid, yaitu bagaimana mentauhidkan Allah, dan jauhkan serta laranglah anak dari berbuat syirik. Sebagaimanan nasihat Luqman kepada anaknya,

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika ia memberi pelajaran kepadanya, ‘Wahai anakku! Janganlah engkau memperskutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar.’” [Luqman: 13]

2. Pada usia balita (sekitar 2-5 tahun), kita ajarkan kepada mereka kalimat-kalimat yang baik serta bacaan Al-Qur-an, sebagaimana yang dicontohkan oleh para Shahabat dan generasi Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in, sehingga banyak dari mereka yang sudah hafal Al-Qur-an pada usia sangat belia.

Allah telah memberikan kelebihan kepada manusia pada masa kecilnya dengan kemampuan menghafal yang luar biasa. Oleh karena itu, orang tua harus pandai memanfaatkan kesempatan untuk mengajarkan anak-nya dengan hal-hal yang bermanfaat pada usia-usia balita. Usaha ini harus terus dijalankan, meskipun mungkin di sekitar tempat tinggal kita tidak ada sekolah semacam tahfizhul Qur-an. Kita dapat mengajarkannya di rumah kita, dengan kemampuan kita, karena pada dasarnya Al-Qur-an itu mudah.

3. Perhatian terhadap shalat juga harus menjadi prioritas utama bagi orang tua kepada anaknya. Shalat merupakan tiang agama, jika seseorang melalaikannya niscaya agama ini tidak bisa tegak pada dirinya. Shalat ini pulalah yang pertama kali akan dihisab oleh Allah di akhirat. Untuk itulah, hendaknya orang tua dengan tiada bosan senantiasa memberikan contoh dengan shalat di awal waktu dengan berjama’ah di masjid, mengajaknya serta menanyakan kepada anaknya apakah dia telah menunaikan shalatnya ataukah belum.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مُـرُوْا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّـلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَ، وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا، وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ، وَفَرِّقُوْا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ.

“Suruhlah anak kalian shalat ketika berumur 7 tahun, dan kalau sudah berusia 10 tahun meninggal-kan shalat, maka pukullah ia. Dan pisahkanlah tempat tidurnya (antara anak laki-laki dan anak wanita).” [3]

Mengajak isteri dan anak kita untuk melaksanakan shalat di awal waktu, merupakan salah satu perintah dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan kita untuk tetap sabar dalam menunaikan kewajiban ini, termasuk sabar dalam mengingatkan isteri dan anak kita untuk tetap menegakkannya.

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

“Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rizki kepadamu, Kami-lah yang memberi rizki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertaqwa.” [Thaahaa : 132]

Jika anak kita sudah berumur 10 tahun, hendaknya sang ayah mengajaknya untuk menunaikan kewajiban shalat dengan berjama’ah di awal waktu di masjid. Ini merupakan pendidikan praktis yang sangat bermanfaat, karena dalam benak si anak akan tertanam kebiasaan dan perhatian yang mendalam tentang kewajiban yang sangat mulia ini. Terdapat banyak sekali hikmah dan manfaat yang terkandung di dalamnya.

Seseorang yang lalai dalam shalatnya, maka ia akan mengikuti hawa nafsunya, sebagaimana firman Allah:

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ

“Kemudian datanglah setelah mereka, pengganti yang mengabaikan shalat dan mengikuti keinginannya, maka mereka kelak akan tersesat.” [Maryam (19): 59]

Bentuk menyia-nyiakan shalat di antaranya adalah melalaikan kewajiban shalat, menyia-nyiakan waktu shalat dengan tidak melaksanakannya di awal waktu. Yang dengan sebab itu, mereka akan menemui kesesatan, kerugian dan keburukan.

Wallaahu a’lam bish shawaab.[4]

4. Perhatian orang tua kepada anaknya juga dalam hal akhlaknya.
Anak harus diajarkan akhlak yang mulia, jujur, berkata baik dan benar, berlaku baik kepada keluarga, saudara, tetangga, juga menyayangi yang lebih kecil serta menghormati yang lebih tua, dan yang harus menjadi penekanan utama adalah akhlak (berbakti) kepada orang tua.

Durhaka kepada kedua orang tua termasuk dosa besar yang paling besar setelah syirik (menyekutukan Allah). Orang tua haruslah memberikan teladan kepada anaknya dengan cara dia pun berbakti kepada orang tuanya dan berakhlak mulia.

5. Juga perlu diperhatikan teman pergaulan anaknya, karena sangat bisa jadi pengaruh jelek temannya akan berimbas pada perilaku dan akhlak anaknya.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

اَلرَّجُلُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ.

“Seseorang bergantung pada agama temannya. Maka hendaknya ia melihat dengan siapa dia berteman.” [5]

Apalagi kita mengetahui bahwa sesuatu yang jelek akan mudah sekali mempengaruhi hal-hal yang baik, namun tidak sebaliknya, terlebih dalam pergaulan muda-mudi seperti sekarang ini yang cenderung melanggar batas-batas etika seorang muslim. Mereka saling berkhalwat (berdua-duaan antara lawan jenis), sehingga bisikan syaitan mudah sekali menjerumuskan dirinya ke jurang kenistaan.

Atau pengaruh obat-obat terlarang yang dapat menjadikan dirinya bergantung dan merasa ketagihan terhadap obat-obat penenang yang diharamkan oleh Allah. Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan (NARKOBA) yang dilakukan generasi muda kaum muslimin telah banyak menjeremuskan mereka kepada kehinaan dan kesengsaraan.

Usaha yang telah kita curahkan beberapa tahun bisa saja menjadi sia-sia hanya karena anak kita salah memilih teman bermain atau teman di sekolah. Untuk itu, haruslah diperhatikan akhlak teman anak kita, apakah temannya itu memiliki pemahaman agama yang baik, apakah shalatnya baik, apakah dia senan-tiasa nasihat-menasihati dan tolong-menolong dalam kebajikan??

6. Berdo’a kepada Allah ‘Azza wa Jalla pada waktu-waktu yang mustajab

Di samping ikhtiar yang dilakukan untuk menjadikan isterinya sebagai isteri yang shalihah, hendaknya sang suami juga memanjatkan do’a kepada Allah ‘Azza wa Jalla pada waktu-waktu yang mustajab (waktu terkabulkannya do’a), seperti sepertiga malam yang terakhir, agar keluarganya dijadikan keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah, agar dia, isterinya, dan anak-anaknya dijadikan orang-orang yang shalih dan shalihah.

Seperti do’a yang tercantum di dalam Al-Qur-an:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“…Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa.” [Al-Furqaan : 74]

Paling tidak, seorang suami hendaknya bisa menjadi teladan dalam keluarganya, dihormati oleh sang isteri dan anak-anaknya, kemudian mereka menjadi hamba-hamba Allah yang shalih dan shalihah, bertaqwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Aamiin.

[Disalin dari buku Bingkisan Istimewa Menuju Keluarga Sakinah, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa Bogor – Jawa Barat, Cet Ke II Dzul Qa’dah 1427H/Desember 2006]
_______

Footnote

[1]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 893, 5188, 5200), Muslim (no. 1829), Ahmad (II/5, 54, 111) dari Ibnu ‘Umar radhi-yallaahu ‘anhuma. Lafazh ini milik al-Bukhari.

[2]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh an-Nasa-i dalam ‘Isyratun Nisaa’ (no. 292) dan Ibnu Hibban (no. 1562) dari Shahabat Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu. Al-Hafizh Ibnu Hajar menshahihkan hadits ini dalam Fat-hul Baari (XIII/113), lihat Silsilah ash-Shahiihah (no. 1636).

[3]. Hadits hasan: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 495), Ahmad (II/180, 187) dengan sanad hasan, dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya radhiyallaahu ‘anhum.

[4]. Lihat Tafsiir Ibnu Katsir (III/141-143).

[5]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 4833), at-Tirmidzi (no. 2378), Ahmad (II/303, 334) dan al-Hakim (IV/171), dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu.