IMG 20210424 WA0017

Polsek Cepu Polres Blora Bersama Komascipol DPD Blora Bagikan Sembako Untuk Kaum Dhuafa

Headline Aksi Nyata Jawa Tengah Muhasabah

mascipoldotcom – Sabtu, 24 April 2021 (12 Ramadhan 1442 H)

Blora – Sabtu, (24/04/2021) Polsek Cepu Polres Blora Polda Jawa Tengah bersama Komascipol – Kombat TNI Polri Dan Abdi Negara DPD Blora melakukan kegiatan sosial diwilayah kecamatan Cepu Kabupaten Blora, adapun kegiatan yang dilakukan adalah pembagian paket sembako untuk kaum dhuafa.

‘Bakti sosial yang dipimpin Kapolsek Cepu AKP Agus Budiana, SH bukan hanya membagikan paket sembako akan tapi juga memberikan penyuluhan akan pentingnya menjaga protokol kesehatan di wilayah hukum Polsek Cepu serta imbauan larangan mudik ditengah pandemi” ungkap Kornas Ustadz Abu Mundzir Al Ghifari hafizdohulloh, Sabtu, 24/4/2021, pukul 22.00 WIB.

Koordinator Nasional Komascipol Ustadz Abu Mundzir Al Ghifary juga mengungkapkan bahwa kegiatan bakti sosial ini adalah salah satu wujud sinergitas antara Polsek Cepu bersama dengan Komascipol, Kombat TNI Polri serta Abdi Negara DPD Blora, membantu pemerintag para bidang kecamatan pangan di tentah-tengah terjadinya musibah pandemi covid-19.

“Pelaksanaan kegiatan bakti sosial yang di hantarkan di jalanan dan juga dihantarkan dari rumah ke rumah sehingga dalam kami membantu pemerintah pada bidang ketahanan pangan sekaligus menghimbau agar kaum duafa tetao bersama dari dirumah sesuai anjuran pemerintah tertuang dalam inpres nomor 6 tahun 2020, untuk mentaati protokol kesehatan”. sambung Kornas Ustadz Abu Mundzir Al Ghifari hafizdohulloh ta’ala.

‘Bakti sosial kali ini kami membagikan paket sembako, yang berisikan beras premium 5 kg, paket kurma sukary, minyak goreng, kopi, gula, sarden dan uang santunan Rp. 50.000,00 kepada warga kurang mampu di wilayah Kelurahan Tambakromo, Kelurahan Balun dan di desa Sumberpitu’, ungkap Kornas Komascipol – Kombat TNI Polri Dan Abdi Negara, Ustadz Abu Mundzir

Kapolsek Cepu AKP Agus Budiana, SH, menambahkan keterangannya mengatakan “Pelaksanaan kegiatan bakti sosial yang di hantarkan di jalanan dan dari rumah kerumah kaum dua’afa yang sudah didata sebelumnya, sehingga tidak menimbulkan kerumunan karena masih dalam suasana pandemi Covid-19, sejalan dengan perintah pimpinan’, beber Kapolsek Cepu Polres Blora, Sabtu, 24/4/2021, pukul 20.00 WIB.

“Alhamdulillah Kegiatan berjalan lancar aman dan kondusif, kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolsek Cepu AKP Agus Budiana, SH, dan seluruh personel Polsek Cepu, yang telah mendukung penuh kegiatan bakti sosial, demi terwujudnya wilayah Cepu yang aman, nyaman dan kondusif dengan semangat senyum kaum duafa merupakan kebahagian bagi kami”, tutup Kornas Komascipol.

Kapolsek Cepu AKP Agus Budiana,SH menambahkan bahwa kegiatan bakti sosial memang menjadi atensi dari Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama,SIK dan bakti sosial hari ini adalah tindaklanjut dari atensi tersebut.

“Bakti sosial memang menjadi atensi tersendiri dari Bapak Kapolres Blora. Harapan kami, penyaluran bantuan sembako ini disamping dapat membantu meringankan beban masyarakat yang kurang mampu, sekaligus menggugah para masyarakat agar saling tolong menolong kepada sesama terlebih di bulan Puasa,” ajak Kapolsek Cepu

Kades Sumberpitu Kecamatan Cepu Kabupaten Blora yang turut serta dalam bakti sosial menjelaskqn dan memberikan dukungan penuh kepada Komascipol – Kombat TNI Polri & Abdi Negara.

“Sungguh kegiatan yang sangat bermanfaat, kami selaku Kepala Desa Sumberpitu menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya untuk seluruh pihak yang membantu terselenggaranya kegiatan ini baik dari Komascipol maupun dari jajaran POLSEK CEPU dan KORAMIL CEPU.” ungkap Rusmanto Kades Sumberpitu.Sabtu, 24/4/2021, pukul 22.30 WIB.

———–

Renungan

APAKAH YANG DIMAKSUD SADAQAH JARIAH?

Pertanyaan

Saya ingin mengenal contoh-contoh sederhana tentang sadaqah jariah. Dalam masalah apa sebaiknya saya infaqkan harta saya di bulan Ramadan atau selainnya? Buka puasa, membiayai anak yatim atau ke panti jompo?

Jawaban

Alhamdulillah.

Sadaqah jariah adalah wakaf. Dialah yang terkandung dalam hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ (رواه مسلم، رقم 1631)

“Jika anak Adam meninggal, terputuslah amalnya kecuali dari yang tiga; Shadaqah jariah, ilmu yang bermanfaat atau anak saleh yang mendoakan.” [HR. Muslim, no. 1631]

Imam Nawawi rahimahullah berkata tentang penjelasan hadits ini, “Sadaqah jariah adalah wakaf.” [Syarah Muslim, 11/85]

Al-Khatib Asy-Syarbini rahimahullah berkata, “Sadaqah jariah menurut para ulama mengandung pemahaman wakaf, sebagaimana dikatakan oleh Ar-Rafi’i, karena sadaqah lainnya bukan jariah.” [Mughni Al-Muhtaj, 3/522-523]

Sadaqah jariah adalah sadaqah yang terus mengalir walau setelah kematian seseorang, adapun sadaqah yang tidak terus menerus pahalanya adalah seperti sadaqah kepada kaum fakir dengan memberi makanan, maka dia tidak dianggap sebagai jariah.

Berdasarkan hal tersebut, maka memberi makan orang-orang yang berbuka puasa, membiayai anak yatim dan mengasuh orang jompo, meskipun dia merupakan jenis sadaqah, tapi dia tidak termasuk sadaqah jariah. Anda dapat andil dalam pembangunan rumah panti anak yatim dan orang-orang jompo, maka hal ini dapat dianggap sebagai sadaqah jariah, selama bangunan tersebut masih dapat dimanfaatkan.

Contoh-contoh sadaqah jariah banyak; di antaranya, membangun masjid, menanam pohon, menggali sumur, mencetak mushaf dan membagikannya, menyebarkan ilmu bermanfaat mencetak buku-buku dan merekam kaset serta membagikannya.

Dari Abu Hurairah radhallahu anhu, dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam beliau bersabda,

إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ : عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ ، وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ ، وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ ، أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ ، أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ ، أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ ، أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ ( رواه ابن ماجه، رقم 242 . قال المنذري في ” الترغيب والترهيب ، 1/78، إسناده حسن . وحسنه الألباني في  صحيح ابن ماجه)

“Sesungguhnya, yang akan mengikuti seorang mukmin dari amal dan kebaikannya setelah kematiannya adalah ilmu yang dia ajarkan dan sebarkan, anak saleh yang dia tinggalkan, mushaf yang dia wariskan, masjid yang dia bangun atau rumah bagi orang-orang terlantar yang dia bangun atau sungai (sumur) yang dia alirkan atau sadaqah  yang dia keluarkan dari hartanya saat dia sehat dan hidup, akan mengikutinya terus setelah kematiannya.” [HR. Ibnu Majah, no. 242, Al-Munziri berkata dalam Targhib wa Tarhib, 1/78, sanadnya hasan, dinyatakan hasan oleh Al-Albany dalam Shahih Ibnu Majah]

Selayaknya bagi seorang muslim untuk menganekaragamkan pengeluarkan sadaqahnya, sehingga dia memiliki bagian pahala bersama para pelaku setiap ketaatan, maka sebagian harta anda dapat untuk sadaqah orang yang berbuka puasa, sebagian lagi untuk membiayai anak yatim, lalu untuk panti jompo, membangun masjid, menyebarkan buku dan mushaf, dll.

Wallahu a’lam.

Disalin dari islamqa