IMG 20200827 WA0186

Polsek bersinergi Dengan Koramil Bersama Komunitas Cibarusah Gelar Santunan dan Pembagian Masker

Headline DKI Jakarta Jawa Barat Muhasabah

IMG 20200827 WA0184mascipoldotcom, Kamis, 27 Agustus 2020 (08 Muharam 1442 H)

Jakarta – Jurubicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menegaskan bahwa pemerintah menjalankan program ‘masker untuk semua warga negara RI’ per 5 April 2020 sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Semua harus menggunakan masker”. ujar Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto pada konferensi pers, Minggu (5/4/2020).

Juru bicara pemerintah mengatakan masyarakat harus menggunakan masker kain jika hendak keluar rumah dan Juru bicara pemerintah menganjurkan agar masyarakat menggunakan masker kain tidak lebih dari 4 jam lalu kemudian harus di cuci dengan sabun.

IMG 20200827 WA0187Dikhawatirkan bahwa masih banyak orang yang terkonfirmasi positif corona yang keluar rumah dan di luar berpapasan dengan kita tanpa kita sadari orang tersebut membawa virus corona melalui droplet, itulah salah satu kegunaan masker dan demikian penting nya, masker kita gunakan.

Lebih lanjut Juru bicara pemerintah mengatakan cukup perihatin dengan angka kenaikkan kasus positif di Indonesia tiap harinya karena masyarakat yang kurang peduli dengan penggunaan masker.

“Maka dari itu kami meminta mulai hari ini semua menggunakan masker. Masker untuk semua, saling mengingatkan untuk menggunakan masker,” pungkas Juru bicara Pemerintah Achmad Yurianto.

IMG 20200827 WA0186Atas dasar itu maka Panglima TNI Marsekal TNI Dr. Hadi Tjahjanto, S.I.P., dan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, M.Si, bersinergi memerintahkan jajarannya masing-masing agar bersinergi memberikan penyuluhan serta bakti sosial pembagian masker sebagai mana yang telah dilakukan oleh Kapolsek Cibarusah, AKP Sukarman, SH.

Polsek Cibarusah bersinergi dengan Koramil Cibarusah bersama Komunitas Cibarusah mengadakan acara santunan anak yatim dan pembagian masker yang digelar di Taman Lio Baheula yang berada di Kp. Warung Bambu Rt 02/ Rw 03, Desa Sindangmulya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (27/08/2020) pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB.

Acara santunan anak yatim dan pembagian masker yang digelar Polsek Cibarusah bersinergi dengan Koramil Cibarusah bersama Komunitas Cibarusah.

Komandan Koramil Cibarusah Kapten ARH Joedi Narko,  dengan didampingi oleh Pelda Pujiono dan Serda Sutrisno, hadir juga Ketua Komunitas Cibarusah Usman bersama tim, pemilik Taman Lio Baheula H. Acu Suhendi serta anak- anak yatim

IMG 20200827 WA0216Kapolsek Cibarusah, AKP Sukarman, SH mengatakan, acara santunan dan pembagian masker kepada anak-anak yatim guna mengurangi beban mereka menghadapi pandemi Covid-19.

“Santunan dan pembagian masker kepada anak-anak yatim bertujuan mengurangi beban mereka menghadapi pandemi Covid-19,”kata AKP Sukarman kepada mascipol.com, Kamis (27/08/2020) yang turut serta mendampingi dari mulai sampai berakhirnya acara santunan dan pembagian masker.

Dari pantauan di lapangan Kapolsek Cibarusah AKP Sukarman, saat sambutan juga memberikan himbauan agar anak-anak yatim dan masyarakat mematuhi protokol Kesehatan dalam menuju Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

“Kami Himbauan agar anak-anak dan masyarakat memakai masker disaat keluar rumah, selalu cuci tangan dengan hand sanitizer, jaga jarak serta menghindari kerumunan,” himbau Kapolsek.

“Kami meminta agar anak-anak dan masyarakat rajin beribadah dan berdoa jangan lupa zikir pagi dan petang serta mendoakan orang tua dan yang terpenting mengikuti himbauan dari pemerintah untuk memutus penyebaran Covid-19,” tandas Kapolsek. (Wati Ummu Arfi)

——————

Renungan

Keutamaan Menyantuni Anak Yatim

Oleh Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA

عَنْ سَهْلِ بَْنِ سَعْدٍ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم : أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِى الْجَنَّةِ هكَذَ، وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسطَى وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا شَيْئاً

Dari Sahl bin Sa’ad Radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya.[HR al-Bukhari no. 4998 dan 5659]

Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan dan pahala orang yang meyantuni anak yatim, sehingga imam al-Bukhari rahimahullah mencantumkannya dalam bab: Keutamaan Orang Yang Mengasuh Anak Yatim.

Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits ini:

• Makna hadits ini: orang yang menyantuni anak yatim di dunia akan menempati kedudukan yang tinggi di surga dekat dengan kedudukan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam [1].

• Arti “menanggung anak yatim” adalah mengurusi dan memperhatikan semua keperluan hidupnya, seperti nafkah (makan dan minum), pakaian, mengasuh dan mendidiknya dengan pendidikan Islam yang benar [2].

• Yang dimaksud dengan anak yatim adalah seorang anak yang ditinggal oleh ayahnya sebelum anak itu mencapai usia dewasa [3].

• Keutamaan dalam hadits ini berlaku bagi orang yang meyantuni anak yatim dari harta orang itu sendiri atau harta anak yatim tersebut jika orang itu benar-benar yang mendapat kepercayaan untuk itu [4].

• Demikian pula, keutamaan ini berlaku bagi orang yang meyantuni anak yatim yang punya hubungan keluarga dengannya atau anak yatim yang sama sekali tidak punya hubungan keluarga dengannya [5].

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sehubungan dengan mengasuh anak yatim, yang ini sering terjadi dalam kasus “anak angkat”, karena ketidakpahaman sebagian dari kaum muslimin terhadap hukum-hukum dalam syariat Islam, di antaranya:

1. Larangan menisbatkan anak angkat/anak asuh kepada selain ayah kandungnya, berdasarkan firman Allah:

ادْعُوهُمْ لِآَبَائِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ فَإِنْ لَمْ تَعْلَمُوا آَبَاءَهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ وَمَوَالِيكُمْ

“Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak (kandung) mereka; itulah yang lebih adil di sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu” [al-Ahzaab/33: 5].

2. Anak angkat (anak asuh) tidak berhak mendapatkan warisan dari orang tua yang mengasuhnya, berbeda dengan kebiasaan di zaman Jahiliyah yang menganggap anak angkat seperti anak kandung yang berhak mendapatkan warisan ketika orang tua angkatnya meninggal dunia[6].

3. Anak angkat (anak asuh) bukanlah mahram[7], sehingga wajib bagi orang tua yang mengasuhnya maupun anak-anak kandung mereka untuk memakai hijab yang menutupi aurat di depan anak tersebut, sebagaimana ketika mereka di depan orang lain yang bukan mahram, berbeda dengan kebiasaan di masa Jahiliyah.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 11/Tahun XV/Rabi’ul Akhir 1433/2012M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]

_______

Footnote

[1]. Lihat kitab “’Aunul Ma’buud” (14/41) dan “Tuhfatul ahwadzi” (6/39).
[2]. Lihat kitab “Syarhu shahiihi Muslim” (18/113).
[3]. Lihat kitab “an-Nihaayah fi gariibil hadiitsi wal atsar” (5/689).
[4]. Lihat kitab “Syarhu shahiihi Muslim” (18/113) dan “Faidhul Qadiir” (3/49).
[5]. Ibid.

[6]. Sebagaimana dalam HSR al-Bukhari (no. 3778), lihat juga kitab “Tafsir al-Qurthubi” (14/119).
[7]. Mahram adalah orang yang tidak halal untuk dinikahi selamanya dengan sebab yang mubah (diperbolehkan dalam agama). Lihat kitab “Fathul Baari” (4/77).