IMG 20210714 WA0045

Polda DIY Berikan Pelayanan Terbaik untuk Anggota yang Isolasi Mandiri

Headline Muhasabah

mascipoldotcom, Rabu, 14 Juli 2021  (04 Zdul Hjjah 1442 H)

Yogyakarta – Meningginya angka kasus Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), turut berdampak terhadap jajaran kepolisian.

Selain menyiapkan shelter untuk isolasi mandiri, pimpinan Polda DIY juga melakukan program menyapa “sapa aruh” melalui komunikasi terapeutik secara virtual zoom.

Program ini diperuntukkan bagi anggota Polda DIY yang saat ini tengah melakukan isolasi mandiri (isoman).

Hal itu sejalan dengan program Prioritas Kapolri menjadikan SDM Polri yang unggul di era police 4.0 dengan peningkatan pelayanan kesehatan terhadap anggota kepolisian tersebut.

Wakapolda DIY Brigjen Pol R.Slamet Santoso mewakili Kapolda DIY menyampaikan untuk tetap semangat dan berpikir yang positif (bahagia) agar imun semakin meningkat.

“Saya pribadi mewakili jajaran pimpinan sangat berempati terhadap anggota yang saat ini sedang isoman. Beliau (Kapolda) juga berpesan untuk tetap semangat dan jangan berpikir yang terlalu berat, berpikir yang bahagia agar imun segera meningkat,” tutur Wakapolda.

Wakapolda juga menyampaikan kepada anggotanya bila mengalami gejala yang semakin buruk agar segera melaporkan ke atasan. Sehingga dapat langsung teratasi melalui pelayanan kesehatan kepolisian yang dimiliki.

“Jika mengalami gejala yang semakin buruk, segera laporkan ke pimpinan. Agar segera teratasi melalui Biddokkes, dan Rumah Sakit Bhayangkara,” imbau Wakapolda.

Sementara itu, Kasatgas Penanganan Covid-19 Intern Polda DIY Kombes Pol Ragil Heru Susetyo turut menyampaikan akan memberikan perhatian dan dukungan penuh terhadap anggota yang saat ini sedang melaksanakan isolasi mandiri.

“Jadi jangan sungkan bila mengalami kesulitan dalam isolasi mandiri di rumah sakit atau pun di rumah agar segera menghubungi atasannya,” pesan Kombes Pol Ragil.

Kombes Pol Ragil yang juga menjabat sebagai Karo SDM Polda tersebut menyebutkan dirinya sebagai Kasatgas akan dibantu oleh Biddokkes, RS Bhayangkara dan Bidhumas dalam menangani anggota yang saat ini terdampak wabah Covid-19.

“Anggota terdampak akibat dari pelaksanaan tugas sehingga organisasi (Polri) akan berupaya agar anggota yang sakit kembali sehat,” pungkas Kombes Pol Ragil. (Muhairo)

———–

Renungan

HIKMAH PENCIPTAAN MALAIKAT PENCATAT AMAL, PADAHAL ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA MENGETAHUI SEGALA SESUATU

Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apakah hikmah penciptaan malaikat pencatat amal, padahal Allah mengetahui segala sesuatu ?

Jawaban

Seperti perkara-perkara ini kami katakan bahwa sesungguhnya kita terkadang menemukan hikmhanya dan terkadang tidak menemukannya. Sangat banyak yang tidak kita ketahui hikmahnya. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah, ‘Ruh itu termasuk urusan Rabbku, dan tidaklah kamu diberi pengetahun melainkan sedikit” [Al-Isra : 85]

Sesunguhnya makhluk-makhluk ini, jika seseorang bertanya kepada kita, “Apakah hikmah dari penciptaan unta oleh Allah dengan bentuk seperti ini, menjadikan kuda bentuknya seperti ini, menjadikan keledai bentuknya seperti ini, menjadikan manusia bentuknya seperti ini dan yang semisalnya. Jika ia bertanya kepada kita tentang hikmah semua perkara ini, niscaya tidak kita ketahui.

Jika ia bertanya kepada kita, apa hikmah Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan shalat dzuhur empat rakaat, ashar empat rakaat, maghrib tiga rakaat, dan shalat Isya empat rakaat serta yang semisalnya, niscaya kita tidak sanggup mengetahui hikmah semua itu. Dengan penjelasan ini, kita sadar bahwa banyak sekali fenomena-fenomena alam dan perkara-perkara syari’at yang hikmahnya masih samar bagi kita.

Apabila seperti itu, kita mengatakan ; sesungguhnya pencarian kita terhadap hikmah dalam beberapa hal yang diciptakan dan disyariatkan, jika Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan karunia kepada kita hingga bisa sampai kepadanya, niscaya hal itu merupakan kelebihan karunia, kebaikan dan ilmu, dan jika kita tidak sampai kepadanya, maka hal itu tidak mengurangi sedikitpun (keimanan) kita.

Kemudian kita kembali kepada jawaban pertanyaan, yaitu apakah hikmahnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala mewakilkan kepada kita malaikat pencatat amal yang mengetahui apa yang kita lakukan ?

Hikmah yang demikian adalah penjelasan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatur segala sesuatu, menentukan, memantapkannya dengan kuat, sehingga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan malaikat pencatat amal perbuatan dan ucapan manusia, diwakilkan kepada mereka yang menulis apapun yang dilakukan manusia. Padahal Allah Mengetahui perbuatan mereka sebelum mereka melakukan. Tetapi semua ini merupakan penjelasan kesempurnaan perhatian dan pemeliharaan Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap manusia. Dan sesungguhnya alam ini diatur sebaik-baiknya, dikokohkan sekokoh-kokohnya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

[Fatawa Al-Aqidah, Syaikh Ibnu Utsaimin hal. 347-348]

[Disalin dari kitab Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini-3, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Penerjemah Amir Hamzah, Penerbit Darul Haq]