Polda Banten Melakukan Tasyakuran Sederhana 6

Polda Banten Laksanakan Upacara Hari Bhayangkara ke-74 Secara Virtual

Banten Headline Muhasabah

Polda Banten Melakukan Tasyakuran Sederhana 5 1mascipoldotcom  – Rabu, 1 Juli 2020 (10 Dzulqoidah 1441)

Serang – Kepolisian Daerah (Polda) Banten menggelar upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-74 yang berlangsung di Aula serbaguna Mapolda Banten, Rabu (1/7/2020).

Peringatan Hari Bhayangkara saat ini di selenggarakan secara berbeda karena sedang dalam masa pandemi Covid-19, yang mana biasanya upacara di lakukan secara langsung dan tatap muka namun tahun ini di lakukan secara virtual.

Pada pelaksanaan kegiatan tersebut selaku inspektur upacara yaitu Presiden RI Joko Widodo dan di ikuti oleh seluruh jajaran Polda di Indonesia melalui media video conference.

Polda Banten Melakukan Tasyakuran Sederhana 7Dalam amanatnya Presiden RI Joko Widodo menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara Ke 74 bagi Institusi Polri di seluruh Indonesia.

“Saya atas nama Rakyat, Bangsa dan Negara Republik Indonesia mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-74 kepada keluarga besar Kepolisian Negara Republik Indonesia di manapun bertugas.

Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian, pengorbanan dan sumbangsih dalam menjaga keamanan dan ketertiban, dalam menegakkan hukum serta dalam memberikan pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat selama ini” Ujar Presiden RI Joko Widodo.

Lanjut dalam amanatnya, Presiden RI Joko Widodo mengajak untuk mendoakan para prajurit Polri yang gugur dalam tugas, agar diberikan tempat yang mulia di sisi Tuhan yang Maha Esa, serta kepada seluruh personel Polri dan keluarganya senantiasa diberikan kesehatan.

Polda Banten Melakukan Tasyakuran Sederhana 8Sementara itu, Kapolda Banten Irjen Pol Drs. Fiandar kepada awak media mengatakan bahwa makna Hari Bhayangkara tahun ini adalah lebih kepada mengatasi Covid-19.

“Makna Hari Ulang Tahun Polri atau Hari Bhayangkara tahun ini lebih ke bagaimana mengatasi Covid-19. Mengatasi disini bukan hanya mencegah tetapi aman dan bebas,” ucap Fiandar.

Fiandar juga menjelaskan bahwa jelang tatanan kehidupan yang baru ini, TNI Polri hadir ditempat-tempat keramaian masyarakat.

“Ya, terkait pendisiplinan terhadap masyarakat, sesuai dengan instruksi Presiden RI Joko Widodo TNI Polri wajib hadir ditempat dimana ada kegiatan aktivitas masyarakat untuk memberikan sosialisasi ataupun memantau penerapan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Kami juga juga melakukan kordinasi dengan stakeholder terkait seperti Pol PP dan para pelaku usaha,” tutup Irjen Pol Fiandar. (Ivana/Bid Humas Polda Banten).

Polda Banten Melakukan Tasyakuran Sederhana 9——–

Renungan

NIKMAT YANG LEBIH BAIK MENURUT RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM DARIPADA NIKMAT HARTA

Di dalam kehidupan dunia, seorang Muslim tidak pernah lepas dari rahmat Allâh Azza wa Jalla yang luas, dalam bentuk kucuran nikmat-nikmat-Nya yang tiada putus. Anugerah dan nikmat Ilahi yang diperolehnya pun amat beragam: nikmat kesehatan, keselamatan, rezki dan nikmat-nikmat dunia lainnya. Maka, dalam hal ini, orang kaya dan orang miskin sama-sama merasakan nikmat dari Rabb mereka.

Polda Banten Melakukan Tasyakuran SederhanaKarunia dan kenikmatan berharga yang membuat hati riang-gembira biasa dipahami manusia dalam bentuk kenikmatan duniawi yang melimpah dan karunia yang banyak, seperti gaji yang meningkat, bonus kendaraan, lahirnya buah hati yang dinanti-nanti, kesembuhan dari penyakit setelah sekian lama menerpa tubuh dan lain-lainnya.

Rasûlullâh Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki pandangan lain tentang nikmat yang berharga dan lebih utama yang sepatutnya diteladani oleh umat Islam. Nikmat yang dimaksud tertuang dalam hadits mulia berikut ini.

Anas Radhiyallahu anhuma mengatakan, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا أَنْعَمَ اللهُ عَلَى عَبْدٍ بِنِعْمَةٍ فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ إِلَّا كَانَ مَا أَعْطَى أَفْضَلَ مِمَّا أَخَذَ

Tidaklah Allâh menganugerahkan kenikmatan apapun pada seorang hamba, lalu ia mengucapkan alhamdullillâh, kecuali apa yang Dia berikan (kepadanya berupa membaca alhamdullillâh) lebih utama daripada apa yang ia terima [HR. Ibnu Mâjah no.380. Syaikh al-Albâni menilai sebagai hadits berderajat hasan].

Dalam hadits ini, alhamdullillâh (pujian kepada Allâh) merupakan nikmat Allâh Azza wa Jalla yang paling agung yang tercurahkan kepada hamba-hamba-Nya, lebih agung daripada nikmat lain yang Allâh Azza wa Jalla anugerahkan kepada mereka seperti rezki, keselamatan, kesehatan ataupun hidup dalam mewah di dunia ini.

Imam Ibnu Rajab rahimahullah telah menguraikan makna hadits di atas yang mungkin membekaskan kebingungan pada benak seseorang dengan. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskannya dengan penjelasan yang jelas lagi gamblang dengan mengatakan, “Yang dimaksud dengan nikmat (yang disebutkan pertama dalam teks hadits) adalah nikmat-nikmat duniawi, seperti keselamatan, sehat, terhindar dari marabahaya dan lain sebagainya. Sementara ucapan alhamdullillâh adalah nikmat agama.

Keduanya merupakan nikmat dari Allâh Azza wa Jalla. Akan tetapi, nikmat Allâh kepada hamba-Nya berupa hidayah kepadanya untuk mensyukuri nikmat-nikmat-Nya dengan membaca alhamdullillâh lebih utama daripada nikmat-nikmat duniawi yang dilimpahkan-Nya kepada hamba-Nya. Nikmat-nikmat duniawi bila tidak dibarengi dengan syukur akan menjadi sumber petaka. Sebagaimana dikatakan oleh Abu Hâzim rahimahullah,

“Setiap nikmat tidak mendekatkan diri kepada Allâh Azza wa Jalla, maka akan menjadi sumber petaka”. Maka, bila Allâhkmemberi taufik seorang hamba untuk mensyukuri nikmat-nikmat duniawi dengan membaca memuji-Nya (membaca alhamdullillâh) atau bentuk-bentuk syukur lainnya, maka nikmat (mensyukuri) iniakan menjadi lebih baik dari nikmat-nikmat tersebut dan lebih dicintai oleh Allâh Azza wa Jalla daripada nikmat-nikmat (duniawi) itu.”. [1]

Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Abi Haatim dalam tafsirnya bahwa sebagian pegawai Khalifah ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz rahimahullah pernah mengirim surat kepadanya yang isinya, “Sesungguhnya saya berada di daerah nikmat-nikmat (Allâh Azza wa Jalla ) sangat melimpah di sana. Dan aku kuatir warganya tidak mampu mensyukurinya”. Lalu ‘Umar bin ‘Aziz rahimahullah mengirim balasan surat itu dengan menulis,

“Sesungguhnya sebelumnya aku memandangmu lebih mendalam dalam mengenal Allâh daripada kondisimu sekarang. Sesungguhnya tidaklah Allah menganugerahi seorang hamba dengan nikmat apapun, lalu ia memuji Allah atas nikmat itu, kecuali pujiannya kepada Allâh tersebut lebih utama dari nikmat-Nya (yang ia terima)”.

Dengan ini, menjadi jelas maksud hadits di atas, bahwa seorang hamba yang dikarunia taufik untuk bersyukur dengan membaca alhamdulillâh, dan alhamdulillâh itu sendiri juga anugerah dari Allâh Azza wa Jalla, seandainya tidak ada taufik Allâh Azza wa Jalla dan bantuan dari-Nya, maka hamba tersebut tidak akan mampu untuk memuji-Nya.

Nikmat Allâh Azza wa Jalla kepada seorang hamba dengan memberinya taufik untuk memuji Allâh Azza wa Jalla lebih utama daripada nikmat Allâh Azza wa Jalla kepadanya berupa kesehatan, keselamatan, harta-benda dan lain-lain. Dan semuanya merupakan nikmat dari Allâh Azza wa Jalla .

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Nikmat bersyukur lebih agung daripada nikmat harta, kedudukan, anak, istri dan lainnya”. [2]

Inilah ulasan ringkas tentang nikmat besar dan utama yang diajarkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umat Islam tentang dahsyatnya nikmat mengucapkanalhamdulillâh usai seseorang memperoleh kenikmatan-kenikmatan duniawi dari Allâh Azza wa Jalla .

Ya Allâh, bagi-Mu pujian sampai Engkau ridha, dan bagi-Mu pujian wahai Rabb kami, ketika Engkau ridha.

Wallâhu a’lam.

(Diadaptasi dari Fiqhul Ad’iyati wal Adzkâr Prof. Dr. Abdur Razzâq bin ‘Abdul Muhsin al-‘Abbâd 1/256-2580).

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 04/Tahun XX/1437H/2016M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]
_______
Footnote
[1] Jâmi al-‘Ulûmi wal Hikam 2/82-82.

[2] ‘Iddatush Shâbirîn hlm. 169.