Kapolda Banten Berikan Bantuan Kepada Warga Perantau di Kasemen 9

Polda Banten Bersama Pajero Indonesia Club Bagikan Paket Sembako Kepada Warga di Margaluyu

Banten Headline Muhasabah

Kapolda Banten Berikan Bantuan Kepada Warga Perantau di Kasemen 8mascipoldotcom  – Rabu, 24 Juni 2020 (3 Dzulqoidah 1441)

Kota Serang – Menjalani kegiatan rutin yang biasa dilakukan setiap minggunya, komunitas otomotif Pajero Indonesia Club (PIC) Banten bersama Polda Banten laksanakan bakti sosial dengan membagikan paket sembako kepada warga yang terdampak Covid-19 dan warga yang dirasa perlu dibantu di wilayah kampung Ambon Kel. Margaluyu, Kec. Kasemen Kota Serang, Kamis (25/06/2020) pukul 07.30 wib.

Ketua PIC Banten Mukti Ali dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan kegiatan rutin yang biasa dilakukannya sekaligus kampanye kesehatan.

“Sudah 1 tahun 6 bulan kami melakukan kegiatan bakti sosial seperti ini bersama Kapolda Banten Berikan Bantuan Kepada Warga Perantau di Kasemen 7Polda Banten. Untuk kali ini satu kehormatan bagi kami bisa melakukannya bersama-sama bapak Kapolda Banten dan PJU Polda Banten, Kapolres Serang Kota dan Bhabinkamtibmas serta Babinsa kelurahan Margaluyu,” katanya.

Lanjutnya, “Kegiatan kali ini juga dalam rangka Hari Bhayangkara yang ke-74 tahun 2020, Kamtibmas Kondusif, Masyarakat Semakin Produktif. Semoga Polri makin sukses, makin dicintai oleh seluruh masyarakat”.

Mukti Ali juga mengajak kepada masyarakat yang ada di kampung Ambon untuk mendukung segala kebijakan pemerintah maupun Maklumat Kapolri dalam upaya percepatan penanganan Covid-19. Dan menjalani apa yang disampaikan oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

Kapolda Banten Berikan Bantuan Kepada Warga Perantau di Kasemen 6Ditemui di lokasi yang sama, Kapolda Banten Irjen Pol Drs. Fiandar mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial ini adalah rangkaian kegiatan menyambut Hari Bhayangkara ke-74.

“Saya dan jajaran PJU Polda Banten, TNI, jajaran Pajero Indonesia Club (PIC) bersyukur bisa bersilaturahmi dengan masyarakat kampung Ambon untuk sedikit berbagi. Sebagai informasi bahwa tanggal 1 Juli adalah hari ulang tahun Polri, jajaran Polri menyelenggarakan rangkaian kegiatan dan salah satunya adalah bakti sosial,” ucap Irjen Pol Drs Fiandar.

“Bakti sosial ini adalah wujud kepedulian Polri kepada masyarakat, baik itu masyarakat yang terdampak Covid-19 maupun masyarakat kurang mampu yang dirasa perlu dibantu. Pada ulang tahun ini, Polri beserta Pajero Indonesia Club tergerak untuk membantu masyarakat kampung Ambon. Ya, jumlah bantuan tidak seberapa tapi mudah-mudahan bisa meringankan beban bapak ibu sekalian yang ada di sini,” tutur Fiandar.

Terakhir Kapolda Banten Irjen Pol Drs. Fiandar mengucapkan rasa terimakasihnya, “Terima kasih, ini adalah investasi akhirat pak, tercatat terus. Dan mudah-mudahan semakin bertambah, makin bagus untuk di akhiratnya,” tutup Irjen Pol Drs Fiandar.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengatakan bahwa ini adalah kewajiban kita sebagai umat muslim dan wujud peduli Polri kepada masyarakat.

“Apa yang kita berikan bukan karena kita berlebih, tapi karena kita peduli dan kita ingin berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Dan semoga ini bisa menjadi contoh kegiatan yang baik di masyarakat dan mudah-mudahan bisa diikuti oleh perangkat desa setempat untuk menggerakkan orang-orang yang lebih di daerahnya untuk bisa peduli dan berbagi kepada sesama,” terang Kombes Pol Edy Sumardi.

Tampak hadir dalam kegiatan ini, Kabidhumas Polda Banten, Dir Samapta Polda Banten, Dir Pamobvit Polda Banten, Dir Lantas Polda Banten dan jajaran, Kabiddokkes Polda Banten, Kabid Propam Polda Banten, Kapolres Serang Kota, Kapolsek Kasemen. (Ivana/Bid Humas Polda Banten)

———

Renungan

MEMOTIVASI PARA PEMUDA KEPADA KEBAIKAN

Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Pertanyaan.
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Sebagian orang berusaha menghindari para pemuda pergerakan dengan alasan bahwa mereka berlebihan dan terkesan pilih-pilih. Apa komentar Syaikh tentang ini?

Jawaban.

Semestinya memotivasi para pemuda kepada kebaikan dan berterimakasih kepada mereka atas aktifitas mereka dalam kebaikan serta mengarahkan mereka dengan lembut dan bijaksana. Jangan terburu-buru dalam segala urusan, karena pemuda itu, juga selain para pemuda, punya kelebihan kecemburuan sehingga kadang terjatuh ke dalam hal yang tidak semestinya. Semestinya mengarahkan orang tua dan pemuda untuk teguh dalam urusan dan memelihara kebenaran dalam setiap perbuatannya sehingga segala sesuatu ditempatkan pada tempatnya. Di zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ada seorang laki-laki yang melihat kemungkaran, lalu hal itu menimbulkan kecemburuannya karena Allah sehingga ia mengatakan kepada si pelakunya.

وَاللَّهِ لَا يَغْفِرُ اللَّهُ لِفُلَانٍ وَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَالَ مَنْ ذَا الَّذِي يَتَأَلَّى عَلَيَّ أَنْ لَا أَغْفِرَ لِفُلَانٍ فَإِنِّي قَدْ غَفَرْتُ لِفُلَانٍ وَأَحْبَطْتُ عَمَلَكَ

“Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni-mu.” Lalu Allah mengatakan, “siapa yang berani mendahuluiKu bahwa Aku tidak akan mengampuni si fulan. Sesungguhnya aku telah mengampuni si fulan dan aku gugurkan amalanmu”. [1]

Itu karena melampaui batas syar’i, yaitu vonisnya bahwa Allah tidak akan mengampuni pelaku kemungkaran tersebut. Karena itu, hendaknya seorang mukmin tetap teguh dan mewaspadai bahaya lisan dan kerasnya kecemburuan.

Maksudnya, baik pemuda, orang tua maupun lainnya, wajib mengingkari kemungkaran, tapi dengan cara yang lembut, bijaksana dan berlandaskan nash-nash syari’at. Hendaknya tidak melampaui batas yang syar’i sehingga berlebih-lebihan seperti kaum Khawarij Mu’tazilah, orang yang menempuh cara mereka tidak akan kurang dan tidak meremehkan perintah Allah. Tapi hendaknya memilih yang pertengahan dalam berbicara dan mengingkari mereka serta mengusahakan faktor-faktor yang bisa menyebabkan diterimanya ucapan sehingga bisa berpengaruh, di samping harus pula menghindari sarana-sarana yang menyebabkan tidak diterimanya ucapan dan tidak bergunanya bagi masyarakat, hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ

“Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu” [Ali-Imran/3 : 159]

Dan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

إِنَّ الرِّفْقَ لاَ يَكُوْنُ فيِ شَيْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ يُنْزَعُ مِنْ شَيءٍ إِلاَّ شَانَهُ

“Sesungguhnya, tidaklah kelembutan itu ada pada sesuatu kecuali ia akan membaguskannya, dan tidaklah (kelembutan) itu tercabut dari sesuatu, kecuali akan memburukkannya.” [2]

Serta sabda beliau.

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ

“Ya Allah, siapa yang memegang urusan umatku lalu mempersulit mereka maka persulitlah ia, dan siapa yang memegang urusan umatku lalu bersikap lembut pada mereka maka bersikap lembutlah padanya.”[3]

[Majalah Al-Buhuts, edisi 36, Syaikh Ibnu Baz]

[Disalin dari. Kitab Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerjemah Musthofa Aini Lc, Penerbit Darul Haq]
______
Footnote
[1]. Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya, Al-Birr wash Shilah (2621).
[2]. HR. Muslim dalam Al-Birr wash Shilah (2594).
[3]. Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya, dari Aisyah Radiyallaahu ‘anhu dalam kitab Al-Imarah (1828).