IMG 20200824 WA0185

Penyerahan Piala Juara 1 Lomba Pidato Anti Narkoba Generasi Milenial Di SMAN 1 Cikarang Selatan dan SMAN 4 Babelan Bekasi

Headline DKI Jakarta Jawa Barat Muhasabah

IMG 20200824 WA0104mascipoldotcom, Senin, 24 Agustus 2020 (05 Muharam 1442 H)

Bekasi – Semboyan Lembaga Anti Narkoba (LAN) “Kita harus bergerak dan melakukan perubahan agar masa depan generasi penerus pejuang bangsa serta sebagai generasi penerus kita semua agar anak-anak kita aman dari bahaya narkoba” telah diwujudkan oleh penggas berdirinya LAN beserta seluruh pengurus salah satunya dengan cara lomba pidato anti Narkoba Generasi Milenial di wilayah hukum Kabupaten Bekasi.

“Orang tua dan orang dewasa harus sadar mulai sekarang dan ke depannya untuk memberi penyadaran dan pengawasan kepada anak–anak di sekitar kita tentang bahaya narkoba” ungkap ketua LAN bapak Edi YP, dalam sambutannya saat pembukaan lomba pidato anti narkoba untuk generasi milenia Selasa 18/8/2020,

“Kami juga selalu melaksanakan kegiatan dalam rangka sosialisasi bahaya narkoba kepada masyarakat, dinas pemerintahan, sekolah-sekolah”, lanjut Ketua LAN.

IMG 20200824 WA0185“Ayo Peduli Generasi Bangsa Bebas Narkotika, Turut Serta Menjadi bagian dari LAN” ajak Edi.YP

Seperti yang kita ketahui bahwa narkoba mengandung bahan-bahan aktif berupa zat adiktif dan apabila dikonsumsi oleh manusia, maka dapat menyebabkan dan menimbulkan ketergantungan atau adiksi yang sulit dihentikan serta berefek ingin menggunakannya secara terus-menerus.

Tujuan lomba pidato bertemakan “Mau Keren Jauhi Narkoba” semata–mata untuk membantu pemerintah dalam menjalankan program P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) serta membantu masyarakat Indonesia dalam upaya menyelamatkan diri dari bahaya narkoba, membina untuk pola hidup sehat jasmani dan rohani bebas dari tindak pidana narkotika.

“kami akan terus berusaha untuk membantu pemerintah khususnya Kepolisian untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat dan memberikan informasi tentang betapa bahayanya narkoba itu, tugas kami dan kita semuanya untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba”. sambung Ketua Lembaga Anti Narkotika Edy YP, Senin, 24/8/2020.

IMG 20200824 WA0186Senada dan menguatkan ungkapan ketua LAN sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Bekasi dalam sambutan mengatakan “Dengan adanya lembaga anti Narkotika ini mudah-mudahan dapat membantu dan menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba”, kata Dra. Hj. Ani Rukmini, Senin, 24/8/2020.

Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Bekasi Dra. Hj. Ani Rukmini sangat mengapresiasi kegiatan lomba pidato anti narkoba untuk generasi muda tingkat sekolah menengah pertama dan menengah atas.

“Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap generasi muda penerus bangsa, kami berharap lembaga ini juga berperan untuk memberikan informasi kepada masyarakat luas agar masyarakat mengetahui akan bahayanya narkoba, merehabilitasi para pecandu narkoba agar dapat lepas dari masalah narkoba”, tegas Dra. Hj. Ani Rukmini.

IMG 20200824 WA0187Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Bekasi Dra. Hj. Ani Rukmini juga mengucapkan selamat kepada pemenang juara satu lomba pidato anti narkoba generasi milenial Septi Indah Sari dari SMAN 4 Babelan Kabupaten Bekasi, Septi juga pernah juara 3 Nasional lomba dakwah tingkat SMA, sekaligus penyerahan piala juara 1.

Selain ketua komisi 1 DPRD Kabupaten Bekasi Dra. Hj. Ani Rukmini, turut ikut serta dalam kegiatan, bapak Kholik Qodratullah, SE. M.Si Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Bekasi yang juga merangkap sebagai ketua DPRD Kabupaten Bekasi.

Tampak hadir pula H. Abdul Azis, S. AG ketua Baznas Kabupaten Bekasi, Bapak Edi.YP ketua Lembaga Anti Narkotika Kabupaten Bekasi dan Kepala sekolah SMAN 4 Babelan Bapak Madasar Susanto, M.Pd

Acara penyerahan piala juara 1 berlangsung pukul 10 s/d 12.00 WIB di Aula Sekolah SMAN 4 Babelan yang masih menyatu dengan SDN 04 Babelan Kabupaten Bekasi.

Adapun pengayom Lembaga Anti Narkotika diantaranya Bupati Bekasi, Komandan Kodim Bakasi, Kapolres Metro Bekasi, Kasat Narkoba Polres Metro Bekasi, Kepala Badan Narkotika Kabuoaten Bekasi, Kepala Kejari Bekasi, Kepla Dinas Sosial Kab Bekasi, Kepala Dinas Kesehatan Kab Bekasi, Kadispora, Kadisdik, Kadiparta, Kadisnaker dan Kakesbangpol Kab Bekasi

Sementara Kapolres Metro Bekasi merangkap juga sebagai pengawas LAN. (Wati Ummu Arfi)

—————

Renungan

Shalat Mencegah Perbuatan Keji Dan Munkar Dan Mengingat Allah Lebih Besar

Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Bacalah Kitab (Al-Qur-an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan ketahuilah mengingat Allâh (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Dan Allâh mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Al-Ankabut/29:45]

Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang tafsir ayat ini, “Maksudnya, shalat itu mencakup dua hal: (pertama) meninggalkan berbagai kekejian dan kemungkaran dimana menjaga shalat dapat membawa kepada sikap meninggalkan hal-hal tersebut… (kedua) shalat mencakup pula upaya mengingat Allâh Azza wa Jalla . Itulah tuntutan yang paling besar.”[1]

Abul ‘Aliyah rahimahullah berkata, “Sesungguhnya shalat itu mempunyai tiga pokok. Setiap shalat yang tidak memiliki salah satu dari tiga pokok tersebut, maka itu bukanlah shalat: (pertama) ikhlas, (kedua) khasy-yah (rasa takut disertai pengagungan), dan (ketiga) mengingat Allâh. Ikhlas memerintahkannya kepada yang ma’ruf, khasy-yah mencegahnya dari yang mungkar, dan mengingat Allâh adalah al-Qur’ân yang memerintah dan melarangnya.”[2]

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah berkata, “Shalat dikatakan dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar ialah bahwa seorang hamba yang mendirikan shalat, menyempurnakan rukun-rukunnya, syarat-syaratnya, khusyu’nya, maka hatinya akan bercahaya, dadanya akan menjadi bersih, imannya akan bertambah, dan bertambah kecintaannya kepada kebaikan, dan menjadi sedikit bahkan hilanglah keinginannya terhadap kejelekan.

Yang terpenting, terus melakukannya dan menjaganya menurut cara seperti ini, maka shalat (yang dilakukannya itu) dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Dan ini termasuk tujuan dan buah yang paling besar dari shalat.

Dan di dalam shalat ada maksud yang lebih agung dan lebih besar, yaitu kandungan shalat itu sendiri, berupa dzikir (mengingat) kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala dengan hati, lisan dan anggota badan.

Karena sungguh Allâh Azza wa Jalla menciptakan makhluk hanya untuk beribadah kepada Allâh Azza wa Jalla . Dan ibadah yang paling utama dilakukan oleh manusia adalah shalat.

Di dalam shalat terdapat penghambaan seluruh anggota badan (kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala ) yang tidak terdapat pada selain shalat. Oleh karena itu, Allâh Azza wa Jalla berfirman:

وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ

dan mengingat Allâh lebih besar (keutamaannya) [3]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya di dalam shalat terdapat (dua hal): (pertama) menolak sesuatu yang dibenci yaitu perbuatan keji dan mungkar, dan (kedua) menghasilkan sesuatu yang dicintai, yaitu dzikir (mengingat) kepada Allâh Azza wa Jalla .

Kemudian, tercapainya sesuatu yang dicintai ini lebih besar daripada menolak hal yang dibenci tersebut. Karena dzikir (mengingat) kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala adalah suatu ibadah yang semata-mata karena Allâh Subhanahu wa Ta’ala, dan ibadah hati kepada Allâh adalah sesuatu yang memang dimaksudkan (yang dituju), adapun tertolaknya kejelekan dari hati, maka itu dimaksudkan karena selain-Nya, yaitu sebagai penyerta saja.”[4]

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 11/Tahun XIX/1437H/2016M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]
_______

Footnote

[1]  Lihat Tafsîr Ibni Katsir (VI/280-282) dengan diringkas.
[2]  Lihat Tafsîr Ibni Katsir (VI/282).
[3]  Taisîrul Karîmir Rahmân fî Tafsîri Kalâmil Mannân (hlm. 676) cet. Maktabah al-Ma’arif.
[4]  Al-‘Ubûdiyyah (hlm. 120-121) tahqiq Syaikh ‘Ali bin Hasan al-Halabi.Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas حفظه الله