IMG 20200725 WA0151

Pangkoarmada II dan Ketua DJA II Tinjau Lahan P2L Dengan Bersepeda Bersama

Headline Jawa Timur Muhasabah

IMG 20200725 WA0150mascipoldotcom, Minggu, 26 Juli 2020 (Ahad, 05 Dzulhijah 1441 H)

Surabaya – Dalam rangka mengetahui secara langsung kegiatan pengelolaan lahan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di lingkungan DBAL (Daerah Basis Angkatan Laut) Ujung, Surabaya, Pangkoarmada II Laksda TNI Heru Kusmanto bersama Ketua Daerah Jalasenastri Armada II, (DJA II) Ny. Yayuk Kusmanto, melaksanakan peninjauan dengan bersepeda bersama para perwira dan pengurus Jalasenastri, Sabtu (25/7).

Dalam peninjauan tersebut, Pangkoarmada II didampingi Kasarmada II Laksma TNI Teguh Isgunanto, Danlantamal V Laksma TNI Tedjo Sukmono, serta sejumlah pejabat utama dan kasatker di lingkungan Koarmada II dan pengurus DJA II.

Panglima Laksda Heru menyampaikan, bahwa kegiatan bersepeda selain diharapkan mampu mempererat kebersamaan, soliditas sekaligus refreshing, juga bertujuan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh melalui olahraga yang menjadi favorit masyarakat saat ini, di tengah pandemi Covid-19.

Adapun rute yang ditempuh peserta sepeda atau gowes antara lain melewati Indoorsport (Start) – Primkopal – Pos Candi – Patung Gajah Mada – Flat Satban/Satran – Kodikopsla – Kolat Koarmada II – Labinkimat – Stasiun Benteng – Pos Hangtuah – Flat Satfib – Kebun Gabungan – Pomal Denma – Pos Candi – Indoorsport (Finish).
Dan kebun atau pekarangan yang ditinjau adalah Komplek Flat Satran, yang terkenal dengan Kelompok Tani Sawi, Kolatarmada yang mengoptimalkan lahan disamping tempat wisata religi, dan Komplek Flat Satfib yang meraih Juara-1 lomba P2L, serta meninjau lahan yang menjadi tanggung jawab Cabang I Jalasenastri.

Untuk pengelolaan lahan P2L, Laksda Heru berharap semangat prajurit dan ibu-ibu Jalasenastri Koarmada II jangan kendor pasca Lomba P2L, justru sebaliknya harus tambah rajin merawat dan mengelolanya, sehingga dapat berkelanjutan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional seperti yang diarahkan oleh Ketua Umum Jalasenastri, Ny. Vero Yudo Margono. Erizal Syahputra/Sumber : Nov/Pen2

————

TUJUAN YANG DIHARAPKAN DARI OLAH RAGA

Oleh Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jaza’iri

Tujuan dari seluruh olah raga ini yang telah diketahui pada masa awal kelahiran Islam dengan nama furusiyah, yakni kepandaian menunggang kuda, adalah untuk memelihara hak, mempertahankannya dan membelanya. Tujuannya sama sekali bukan untuk mendapatkan harta dan mengumpulkannya, bukan pula untuk popularitas dan kecintaan akan ketenaran, dan juga bukan untuk kemegahan di muka bumi serta kerusakan didalamnya yang menyertainya, sebagaimana yang terjadi pada sebagian olahragawan saat ini.

Sesunguhnya tujuan dari semua jenis olah raga tersebut adalah untuk menguatkan tubuh dan meningkatkan kemampuan untuk melakukan jihad fi sabilillah (perjuangan di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala), berdasarkan hal itu, olah raga dalam Islam harus dipahami dalam pengertian ini. Jika ada orang yang memahami olah raga selain dari pengertian tersebut,maka ia telah mengeluarkan olah raga dari tujuannya yang baik kepada tujuan yang buruk, yaitu permainan yang bathil dan perjudian yang dilarang.

Dasar hukum mengenai disyariatkannya dan dianjurkannya olah raga adalah firman Allah Ta’ala.

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi” [Al-Anfal : 60]

Dan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

المؤ من الوى خير وأحب الى الله من المؤ من الضعيف

“Seorang Mukmin yang kuat lebih dicintai oleh Allah baik daripada seorang Mukmin yang lemah” [HR Muslim]

Kekuatan dalam Islam mencakup pedang dan tombak serta argumentasi dan petunjuk

[Disalin dari kitab Minhajul Muslim, Edisi Indonesia Konsep Hidup Ideal Dalam Islam, Penulis Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jaza’iri, Penerjemah Musthofa Aini, Amir Hamzah, Penerbit Darul Haq]