Mengabdi untuk Negeri Korem 091 3

Mengabdi untuk Negeri, Korem 091/ASN Berbagi di Tengah Pandemi, Lewat Jalur “Menantang” Jangkau Perbatasan

Headline Kalimantan Timur Kombat TNI Polri & Abdi Negara Muhasabah

Mengabdi untuk Negeri Korem 091 5mascipoldotcom, Ahad, 22 Nopember 2020 (7 Rabi’ul Akhir 1442 H)

SAMARINDA. Ratusan paket sembako dibawa dari markas Korem/091 ASN. Dengan semangat NKRI, di bawah langit yang mendung, jajaran Korem 091/ASN dan beberapa komunitas pecinta off road semangat mengikuti kegiatan berbagi kepada masyarakat dan pondok pesantren yang ada di ujung Kota Tepian.

Sebelum bertolak ke ujung Samarinda yang berbatasan langsung dengan Kutai Kartanegara (Kukar), Danrem 091/ASN Brigjen TNI Cahyo Suryo Putro, S.I.P, M.S.i membuka acara di markas utamanya. Ia sangat menyambut baik gelaran komunitas yang merupakan rangkaian dari HUT Korem ke-40.

“Gelaran ini tentunya mempererat silaturahmi kita dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Saya juga mohon maaf tidak bisa mengundang secara keseluruhan mengingat pandemi Covid-19 yang masih melanda, dan jadikan gelaran ini sebagai semangat memerangi virus corona. Memberikan contoh ke masyarakat untuk tetap patuh protokol kesehatan,” sambungnya.

Mengabdi untuk Negeri Korem 091 4Besar harapannya acara tersebut dijadikan wahana untuk saling berkomunikasi, tukar pikiran baik pengetahuan maupun pengalaman dalam rangka memajukan Kaltim yang lebih sejahtera, tentram dan aman.

Jendral bintang satu itu berpesan, agar selalu meningkatkan nasionalisme dan patriotisme untuk menangkal berbagai ancaman yang dapat merusak persatuan dan kesatuan NKRI.

Mewakili berbagai komunitas off road yang hadir, Ketua Ranja Bahimat 4 X 4 Samarinda Liaman Chandra menuturkan, komunitas yang menggaungkan salam satu jalur itu sangat menyambut baik kegiatan positif.

“Tentunya besar harapan kami ke depan bisa terus dilibatkan, mengingat semangat berbagi tentunya punya kegiatan positif. Terlebih jalur yang dilalui cukup menantang. Tentu jadi kesan yang baik bagi kami pecinta off road,” ujarnya.

Mengabdi untuk Negeri Korem 091 2Sebanyak 200 paket sembako disiapkan TNI untuk dibagikan ke Pondok Pesantren Syaikhona Kholil dan masyarakat yang ada di kawasan Samarinda Utara.

Ditegaskan Danrem, aksi sosial tersebut tetap memerhatikan tingkat keamanan. “Tantangan itu jadi pelecut semangat kami, misi sosial juga tetap dijalankan,” tambahnya. Ia bersama sang istri sangat antusias menjajal rute di perbatasan Samarinda-Kukar itu.

Menurutnya, sebagai prajurit TNI, off road juga bagian penting mengingat teritorial Korem cukup luas, sehingga sebagai bentuk memahami segala kondisi dan medan.

Licin, berlumpur, dan bebatuan. Jalur menuju kawasan Samarinda Utara menemani rombongan Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) dengan beberapa komunitas off road untuk mendatangi permukiman. Meski hujan sempat mengiringi perjalanan, semangat prajurit terbaik tak ada yang kendur. Sumber Penrem 091/ASN.

Mengabdi untuk Negeri Korem 091 1———-

Renungan

MENDAMBAKAN SAHABAT YANG TULUS

Ustadz Naif berumur 27 tahun, bekerja sebagai guru SMA dan sekarang menjadi guru bagi orang-orang tua buta huruf.

Di antara hal yang berkesan dari pergaulan dengannya adalah ucapannya,

“Allah pasti menolong agama-Nya, tapi yang jadi masalah apakah Allah memberikan kemuliaan kepada kita untuk menjadi penolong agama-Nya?”

Saya dapatkan darinya dan orang-orang seperti dia, kecintaan dan perhatian serta penghormatan mereka kepada dakwah dan juru dakwah. Mereka berharap mendapat ganjaran dari Allah dengan memberikan pelayanan kepada pendakwah yang mengajak manusia ke jalan Allah.

Para juru dakwah hendaknya tidak mengharap pelayanan dari manusia atau perlakuan istimewa dari murid-muridnya dan sebisa mungkin dapat memenuhi keperluannya tanpa membebani orang lain, ia harus menjadi pelayan bagi masyarakat.

Hendaknya juru dakwah dan juga setiap muslim selektif memilih sahabat dan menunaikan hak-hak persahabatan dengan sebaik-baiknya. Hendaknya pendakwah dan setiap muslim berdoa kepada Allah agar mengaruniakan kepada kita sahabat-sahabat yang beriman kepada Allah dan hari akhir, cinta, berharap dan takut kepada Allah, ikhlas, jujur, amanah dan setia dalam persahabatan. Kita tidak khawatir menerima bantuan dan pertolongan dari mereka. Mereka membantu dan menolong tidak untuk menghinakan kita, tidak bertujuan memanfaatkan kita demi hasrat dan ambisi duniawi berupa materi, pengaruh, kedudukan dan lainnya.

Mereka berbaik hati dan berjasa kepada kita bukan untuk menjerat dan memperbudak sehingga kita menjadi buta terhadap kebenaran, menjadikan kawan sebagai lawan, saudara sebagai musuh, kebenaran hanya sebagai doktrin-doktrin dari guru dan kelompoknya saja. Sebagian dari doktrin-doktrin itu bisa berupa dalil-dalil dari Al-Quran dan As-Sunnah yang shahih tapi salah dalam pemahaman dan penerapannya bahkan ada juga berupa hadits-hadits palsu dan sejarah yang diputarbalikkan atau diungkapkan tidak secara utuh dan lengkap.

اَللّهُمَّ عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا وَانْفَعْنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا

“Ya Allah, ajarkanlah kepada kami ilmu yang memberimanfaat dan berilah manfaat kepada kami dengan apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami.”

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَقَلْبًا خَاشِعًا وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلَا

“Ya Allah, kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, hati yang khusyu, lidah yang selalu berdzikir dan amal yang diterima.”

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا

“Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu, dari jiwa yang tidak pernah merasa puas dan dari doa yang tidak dikabulkan.”

اَللّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ فِعْلَ الخَيْرَاتِ وَتَرْكَ المُنْكَرَاتِ وَحُبَّ المَسَاكِيْنَ وَأَنْ تَغْفِرَ لِي وَتَرْحَمَنِي وَإِذَا أَرَدْتَ فِتْنَةَ قَوْمٍ فَتَوَفَّنِي غَيْرَ مَفْتُوْنٍ وَأَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُنِي إِلَى حُبِّكَ

“Ya Allah, saya memohon taufik-Mu untuk dapat berbuat kebaikan-kebaikan dan meninggalkan kemungkaran-kemungkaran, untuk dapat mencintai orang-orang miskin, ampunilah (dosa-dosa)ku, rahmatilah saya, jika Engkau menginginkan untuk menguji suatu kaum maka wafatkanlah saya dalam keadaan tidak terfitnah. Saya memohon agar dapat mencintai-Mu, mencintai orang-orang yang mencintai-Mu dan mencintai amal yang dapat mendekatkan diriku kepada cinta-Mu.”

اَللّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِنَا وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ وَجَنِّبْنَا الفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُلُوْبِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ وَاجْعَلْنَا شَاكِرِيْنَ لِنِعَمِكَ مُثْنِيْنَ بِهَا عَلَيْكَ قَابِلِيْنَ لَهَا وَأَتْمِمْهَا عَلَيْنَا

“Ya Allah, lembutkanlah di antara hati-hati kami, perbaikilah hubungan di antara kami, berilah untuk kami petunjukkepada jalan-jalan keselamatan, selamatkanlah kami darisegala kegelapan (kebatilan) kepada cahaya (kebenaran), jauhkanlah kami dari segala perbuatan keji baik yang nampakmaupun yang tersembunyi, berkahilah kami dalam pendengaran kami, penglihatan kami, hati-hati kami, pasangan kami, dan anak keturunan kami. Berilah ampunan kepada kami sesungguhnya Engkau Mahapengampun lagi Mahapenyayang. Jadikanlah kami sebagai orang-orang yang bersyukur atas nikmat-nikmat-Mu, memuji-Mu dan menerima atas nikmat-nikmat tersebut dan sempurnakanlah nikmat-nikmat tersebut untuk kami.”

Dinukil dari buku “Surat-Surat Cinta” halaman 94-97
Fariq Gasim Anuz