Melalui Setetes Darah Untuk Sejuta Umat Jelang HUT Kodam VI 1

Melalui Setetes Darah Untuk Sejuta Umat, Jelang HUT Kodam VI/Mulawarman Kodim 0913/PPU Gelar Donor Darah

Headline Kalimantan Timur Kombat TNI Polri & Abdi Negara Muhasabah

mascipoldotcom, Selasa, 13 Juli 2021  (03 Zdul Hjjah 1442 H)

Penajam, Dalam rangka menyambut HUT Kodam VI/Mulawarman ke-63, Kodim 0913 /PPU melakukan kegiatan donor darah yang diikuti oleh anggota Kodim, Kompi Senapan C Yonif Raider 600/Modang, Polres PPU dan Persit KCK Cab LXV DIM 0913 PPU beserta instansi yang ada di wilayah Kab PPU yang bertempat di Rumah Sakit Putri Ratu Aji Botung KM 09 Kelurahan Nipah-Nipah Kab. (Penajam Paser Utara (PPU) Kaltim. Selasa (13/07/21)

Saat meninjau kegiatan Donor darah Komandan Kodim 0913/PPU Letkol Inf Dharmawan yang di dampingi Ketua Persit KCK Cab LXV Dim 0913 PPU Nya Santi Dharmawan dan sekaligus ikut mendonorkan darahnya mengucapkan terima kasih kepada anggota Kodim, Kompi C serta Polres PPU dan Persit KCK Cabang LXV Dim 0913 PPU beserta para undangan dari berbagai Instansi yang telah hadir dalam pelaksanaan donor darah semoga darah yang kita donorkan dapat membantu warga yang memerlukan dan sebagai cadangan ataupun stok darah bagi PMI, ujarnya.

“Manfaat dari donor darah itu sendiri dapat meningkatkan produksi sel darah merah, dikarenakan saat melakukan donor, sel darah merah akan berkurang.

Kemudian Sumsum tulang belakang pun akan segera memproduksi sel darah merah baru untuk menggantikan darah yang hilang,” ungkap Dandim.

Oleh karena itu, dalam rangka menyambut hari ulang tahun Kodam VI/Mlw ke 63 ini, yang bertemakan “Sinergi Untuk Mengabdi” walaupun masih dalam kondisi Pandemi Covid-19, TNI merasa terpanggil dan merasa ikut bertanggung jawab terhadap masalah-masalah sosial, terutama dalam membantu meringankan kesulitan yang dihadapi masyarakat terkait dengan terbatasnya jumlah darah yang diperlukan.

“Semoga kegiatan ini menjadi ladang amal kita karena satu tetes darah sangat bermanfaat untuk menyelamatkan saudara kita terlebih dalam masa pandemi Covid-19 dan semoga Kodam IX/Udayana semakin maju, professional, dan dicintai rakyat,” tutur Dharmawan.

Sementara itu, salah satu Petugas PMI yang bertugas dalam kegiatan tersebut, menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada TNI khususnya Kodim 0913/PPU yang telah berpartisipasi menyumbangkan darahnya untuk PMI, karena darah yang saudara sumbangkan akan sangat berarti bagi keselamatan jiwa seseorang, ucapnya. Sumber Dim 0913/PPU, (Murdianto)

————

Renungan

DIANTARA SEBAB MERAIH HARTA ADALAH AMAL SHALIH

Mengenai ini, Allâh Azza wa Jalla berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. [An-Nahl/ 16: 97]

Untuk menggapai kehidupan yang baik (hayât thayyibah), Allâh Azza wa Jalla telah menetapkan syarat dalam ayat di atas. Kehidupan yang baik di sini maksudnya adalah rezeki yang halal lagi baik. Demikian yang ditafsirkan Ibnu Abbâs Radhiyallahu anhu , Sa’îd bin Jubair, Atha’, Adh-Dhahhâk dan lainnya. Atau ada yang mengatakan bahwa kehidupan yang baik mencakup semua bentuk ketenangan dari semua aspeknya.

Syarat untuk bisa menggapainya adalah amal shalih yang dibangun di atas pondasi iman kepada Allâh Azza wa Jalla dan Rasul-Nya. Yaitu amal shalih yang mengacu pada Kitab Allâh Azza wa Jalla dan Sunnah Rasul-Nya. Maka ketika itulah seseorang akan mendapat kehidupan yang baik di dunia, kemudian juga balasan yang baik di akhirat.

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menegaskan sebab ruhani ini, yaitu amal shalih, untuk mendapatkan rezeki dan harta. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الْكَافِرَ إِذَا عَمِلَ حَسَنَةً أُطْعِمَ بِهَا طُعْمَةً مِنَ الدُّنْيَا، وَأَمَّا الْمُؤْمِنُ، فَإِنَّ اللهَ يَدَّخِرُ لَهُ حَسَنَاتِهِ فِي الْآخِرَةِ وَيُعْقِبُهُ رِزْقًا فِي الدُّنْيَا عَلَى طَاعَتِهِ

Sesungguhnya bila seorang kafir berbuat satu kebaikan, ia akan diberi rezeki sebagai balasannya di dunia. Adapun seorang Mukmin, maka sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla menyimpankan balasan kebaikannya di akhirat dan juga memberinya rezeki di dunia atas ketaatannya.[1]

Jadi, Allâh Azza wa Jalla membalas kebaikan orang Mukmin dan juga orang kafir dengan rezeki di dunia. Akan tetapi apa gerangan perbedaan antara keduanya? Perbedaannya adalah bahwa orang Mukmin mendapatkan balasan tambahan yang tidak didapat orang kafir. Tambahan tersebut adalah surga, di mana Allâh Azza wa Jalla membalas kebaikan yang ia lakukan atas dasar iman kepada-Nya.

Dan di antara bentuk amal shalih adalah iman kepada Allâh Azza wa Jalla , para Malaikat, kitab-kitab-Nya, para rasul, hari akhir, percaya kepada taqdir yang baik dan yang buruk, percaya hari kebangkitan, adanya mîzân (neraca timbangan amal), surga dan neraka.

Allâh Azza wa Jalla berfirman:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. [Al-A’râf/ 7 : 96]

Bila mereka beriman, maka Allâh Azza wa Jalla akan memberi rezeki di manapun dan bagaimanapun keadaannya. Namun, bila mereka mendustakan, maka Allâh Azza wa Jalla akan menimpakan siksa-Nya dikarenakan ulah mereka. Dan iman kepada Allâh Azza wa Jalla haruslah diikrarkan dalam hati, dilafalkan dengan lisan, dan dibenarkan dengan amal nyata. Iman ini dibuktikan dengan mempersaksikan bahwa tidak ada yang berhak diibadahi selain Allâh Azza wa Jalla dan Muhammad adalah utusan Allâh Azza wa Jalla, dengan mendirikan shalat, zakat, puasa, haji kala mampu, dan dengan amalan-amalan lainnya yang merupakan tuntutan iman.

Ketika amalan-amalan shalih ini dilakukan dengan ikhlas, maka Allâh Azza wa Jalla akan memberikan untuknya kehidupan yang baik dengan mendapatkan ketenangan dalam semua sisi hidupnya, rezeki yang halal lagi baik pun akan menghampirinya. Di akhirat kelak iaakan dihidupkan Allâh Azza wa Jalla dalam kehidupan yang baik, dan diberi balasan lebih baik daripada apa yang telah ia kerjakan.

(Diangkat dari kitab Anta wal Mal karya Adnan ath-Tharsyah)

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 07/Tahun XX/1437H/2017M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196.]
_______
Footnote
[1] HR. Muslim dalam kitab shifat al-qiyâmah bab jazâ’u al-mukmin fi ad-dun-yâ wal âkhirah.