Pembagian buku risalah Ramadhan kepolres Tanggamus 9 1

Mascipol Indonesia & Komunitas Sahabat TNI Polr DPD Tanggamus Lampung Bagi-Bagi Buku Risalah Ramadhan Di Polres Tanggamus

Headline Muhasabah

Pembagian buku risalah Ramadhan kepolres Tanggamus 1mascipoldotcom – Senin, 13 April 2020 (20 Sya’ban 1441 H)

Lampung – Menjelang Ramadhan 1441 H, Mascipol (Masyarakat Cinta Polri Indonesia) atau Komunitas Sahabat TNI POLRI Dan Abdi Negara hari ini Senin 13 April 2020, pukul 09.30 WIB berkunjung ke Polres Tanggamus untuk membagikan buku Risalah Ramadhan.

“Kunjungan ini diterima langsung oleh Kasat Binmas Polres Tanggamus AKP H Irfansyah Panjaitan dan AKP Irfansyah panjaitan menginformasikan buku-buku tersebut sudah di bagikan langsung ke para PJU (Pejabat Utama Polres Tanggamus) dan kegiatan itu juga sudah di Laporkan ke Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Bharoto,. S.Ik,. M.Si,. saat dikonfirmasi via whatsapp”. jelas Bapak Jumaidi Ketua Mascipol Indonesia Atau Komunitas Sahabat TNI POLRI Dan Abdi Negara Lampung.

Kunjungan pengurus Mascipol Indonesia Atau Komunitas Sahabat TNI Polri Dan Abdi Negara DPD Tanggamus ke Polres Tanggamus dipimpin oleh Bapak Ahmad Taufik selaku Ketua DPD Tanggamus yang juga didampingi oleh Bapak Chandra dan Bapak Drajat, sebagai bentuk silaturahmi sebagai sahabat sekaligus membagikan buku risalah ramadhan sebagai bekal ilmu pengetahuan agar Ramadhan kita betul-betul dapat kita laksanakan sesuai perintah Allah azza wa jalla, sebagaimana yang telah diperintahkan dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad shalallahu alayhi wassalam, sebagai bekal di akhirat kelak.

Pembagian buku risalah Ramadhan kepolres Tanggamus 2Saling Mengunjungi Karena Allah dan dicintai Allah

Diantara kemuliaan akhlak seorang Muslim (Sahabat) adalah senang mengunjungi saudaranya semuslim. Namun kunjungan ini bukan didasari kebutuhan dan keperluan duniawi, melainkan didasari rasa cinta kepada saudaranya karena Allah. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

أنَّ رجلًا زارَ أخًا لَهُ في قريةٍ أخرى ، فأرصدَ اللَّهُ لَهُ على مَدرجَتِهِ ملَكًا فلمَّا أتى عليهِ ، قالَ : أينَ تريدُ ؟ قالَ : أريدُ أخًا لي في هذِهِ القريةِ ، قالَ : هل لَكَ عليهِ من نعمةٍ تربُّها ؟ قالَ : لا ، غيرَ أنِّي أحببتُهُ في اللَّهِ عزَّ وجلَّ ، قالَ : فإنِّي رسولُ اللَّهِ إليكَ ، بأنَّ اللَّهَ قد أحبَّكَ كما أحببتَهُ فيهِ

“Pernah ada seseorang pergi mengunjungi saudaranya di daerah yang lain. Lalu Allah pun mengutus Malaikat kepadanya di tengah perjalanannya. Ketika mendatanginya, Malaikat tersebut bertanya: “engkau mau kemana?”. Ia menjawab: “aku ingin mengunjungi saudaraku di daerah ini”. Malaikat bertanya: “apakah ada suatu keuntungan yang ingin engkau dapatkan darinya?”. Orang tadi mengatakan: “tidak ada, kecuali karena aku mencintainya karena Allah ‘Azza wa Jalla”. Maka malaikat mengatakan: “sesungguhnya aku diutus oleh Allah kepadamu untuk mengabarkan bahwa Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu karena-Nya“ (HR Muslim no.2567).

Dari hadits ditegaskan bahwa orang yang saling berkunjung karena Allah akan dicintai oleh Allah Ta’ala. Imam An Nawawi mengatakan:

فِيهِ فَضْلُ الْمَحَبَّةِ فِي اللَّهِ، وَأَنَّهَا سَبَبٌ لِحُبِّ اللَّهِ وَفَضِيلَةِ زِيَارَةِ الصَّالِحِينَ

Pembagian buku risalah Ramadhan kepolres Tanggamus 4“dalam hadits ini ada keutamaan saling mencintai karena Allah, dan itu merupakan sebab mendapatkan cinta dari Allah dan keutamaan mengunjungi orang shalih” (dari Mirqatul Mafatih, 8/3135).

Namun yang demikian jika kunjungannya didasari rasa cinta karena Allah, bukan karena suatu tujuan duniawi. Perkataan “هل لَكَ عليهِ من نعمةٍ تربُّها” dijelaskan oleh Ath Thibi:

أَيْ: هَلْ أَوْجَبْتَ عَلَيْهِ شَيْئًا مِنَ النِّعَمِ الدُّنْيَوِيَّةِ تَذْهَبُ إِلَيْهَا فَتَرُبُّهَا أَيْ: تَمْلِكُهَا مِنْهُ وَتَسْتَوْفِيَهَا

“Maksudnya, apakah dengan kunjungan tersebut engkau mendapatkan sesuatu berupa keuntungan duniawi sehingga dengan kepergianmu ini engkau dapat mengembangkannya, yaitu dapat engkau miliki dan engkau sempurnakan?” (dari Mirqatul Mafatih, 8/3135).

Dan ternyata si lelaki tersebut menjawab: “tidak”, sehingga ia berhak mendapatkan cinta Allah. Subhaanallah, hal seperti ini sudah sangat sulit dan jarang kita temukan.

Kebanyakan kita saling berkunjung biasanya didasari tujuan-tujuan duniawi, baik karena urusan pekerjaan, atau untuk kemaslahatan usaha, atau untuk mendapatkan jabatan, atau ingin mendapatkan kemudahan-kemudahan dunawi, dan tujuan duniawi lainnya.

Sangat sedikit sekali orang yang murni berkunjung karena didasari rasa cinta kepada saudaranya karena Allah.

Pembagian buku risalah Ramadhan kepolres Tanggamus 5Oleh karena itu Ibnu Jauzi ketika menjelaskan hadits ini mengatakan:

وَفِي هَذَا الحَدِيث فضل زِيَارَة الإخوان، وَهَذَا أَمر بَقِي اسْمه وَذهب رسمه

“Dalam hadits ini ada keutamaan mengunjungi ikhwan (saudara semuslim). Ini adalah perkara yang hanya tersisa namanya, namun sudah tidak ada bentuknya” (Kasyful Musykil, 3/557).

Mendapatkan Tempat Yang Mulia Di Akhirat

Selain mendapatkan kecintaan Allah, orang-orang yang gemar saling mengunjungi karena Allah akan mendapatkan tempat yang mulia di akhirat yang membuat para Nabi dan orang shalih iri dengan tempat mereka tersebut. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:

حقَّتْ محبَّتي على المُتحابِّينَ فيَّ وحقَّتْ محبَّتي على المُتناصِحينَ فيَّ وحقَّت محبَّتي على المُتزاوِرينَ فيَّ وحقَّتْ محبَّتي على المُتباذِلينَ فيَّ وهم على منابرَ مِن نورٍ يغبِطُهم النَّبيُّونَ والصِّدِّيقونَ بمكانِهم

“Berhak mendapatkan kecintaanKu, orang yang saling mencintai karena Aku. berhak mendapatkan kecintaanKu, orang yang saling menasehati karena Aku, berhak mendapatkan kecintaanKu, orang yang saling mengunjungi karena Aku, berhak mendapatkan kecintaanKu, orang yang saling memberi karena Aku. Mereka akan berada di mimbar-mimbar dari cahaya yang membuat iri para Nabi dan orang-orang shalih terhadap tempat mereka itu” (HR. Ibnu Hibban 577, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Mawarid 2129).

Pembagian buku risalah Ramadhan kepolres Tanggamus 7Mendapatkan Rumah Di Surga

Allah juga menjanjikan akan memberikan rumah di surga bagi orang yang gemar saling mengunjungi karena Allah. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

من عاد مريضًا، أو زار أَخًا له في اللهِ ناداه منادٍ : أن طِبْتَ وطاب مَمْشاكَ وتبوأتَ من الجنةِ مَنزِلًا

“Barangsiapa yang menjenguk orang sakit, atau mengunjungi saudaranya karena Allah, maka kelak akan diserukan kepadanya: ‘engkau telah beruntung dan telah beruntung pula langkahmu, dan dibangunkan bagimu rumah di surga’” (HR. At Tirmidzi 2008, ia berkata: ‘hasan gharib’, dihasankan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi).

Amalan Yang Tetap Menghasilkan Pahala

عَنْ أَنَسٍ رَ ضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ : سَبْعٌ يَجْرِي لِلْعَبْدِ أَجْرُهُنَّ وَهُوَ فِي قَبْرِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ : مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا أَوْ أَجْرَى نَهْرًا أَوْ حَفَرَ بِئْرًا أَوْ غَرَسَ نَخْلاً أَوْ بَنَى مَسْجِدًا أَوْ وَرَّثَ مُصْحَفًا أَوْ تَرَكَ وَلَدًا يَسْتَغْفِرُ لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ

“Dari Anas Radhiyallahu anhu, beliau mengatakan, ” Rasûlullâh Shaallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Ada tujuh hal yang pahalanya akan tetap mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya (yaitu) : Orang yang yang mengajarkan suatu ilmu, mengalirkan sungai, menggali sumur, menanamkan kurma, membangun masjid, mewariskan mushaf atau meninggalkan anak yang memohonkan ampun buatnya setelah dia meninggal”. Hadits ini diriwayatkan oleh al-Bazzar dalam Kasyful Astâr, hlm. 149. hadits ini dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dam shahihul Jami’, no. 3602

Pembagian buku risalah Ramadhan kepolres Tanggamus 9 1Sungguh di antara nikmat agung Allâh yang diberikan kepada para hamba-Nya yang beriman adalah Allâh Azza wa Jalla menyediakan pintu-pintu kebaikan yang sangat banyak bagi mereka. Pintu-pintu kebaikan yang bisa dikerjakan oleh seorang hamba yang mendapatkan taufiq semasa hidupnya di dunia, namun pahalanya akan terus mengalir sepeninggal si pelaku. (Aliran pahala ini sangat dibutuhkan oleh orang yang sudah meninggal.) Karena orang yang sudah meninggal itu tergadai, mereka tidak bisa lagi beramal dan mereka akan diminta pertanggungan jawab lalu diberi balasan dari perbuatan-perbuatan yang pernah mereka lakukan dalam hidup mereka. (Berbahagialah !) orang yang mendapatkan taufiq (dalam hidupnya, karena) di dalam kuburnya kebaikan-kabaikan, pahala dan keutamaan akan terus mengalir baginya. Dia sudah tidak lagi beramal akan tetapi pahalanya tidak terputus, derajatnya bertambah, dan kebaikannya semakin berkembang, serta pahalanya berlipat ganda padahal dia sudah terbaring kaku dalam kuburnya.

Alangkah mulianya; Alangkah indah dan alangkah nikmatnya. (Semogga Allâh Azza wa Jalla menganugerahkan akhir kehidupan yang baik bagi kita semua).

Mengajarkan Ilmu

Pembagian buku risalah Ramadhan kepolres Tanggamus 8Kata ilmu yang dimaksudkan disini adalah ilmu bermanfaat yang bisa mengantarkan seseorang agar mengerti tentang agama mereka, bisa mengenalkan Rabb dan sesembahan mereka; ilmu yang bisa menuntun mereka ke jalan yang lurus; Ilmu yang dengannya bisa membedakan antara petunjuk dan kesesatan, kebenaran dan kebathilan, serta halal dan haram. Dari sini, nampak jelas besarnya keutamaan para Ulama yang selalu mamberi nasehat dan para da’i yang ikhlas. Merekalah (ibarat) pelita bagi manusia, penyangga negara, pembimbing umat dan sumber hikmah. Hidup mereka merupakan kekayaan dan kematian mereka adalah musibah. Karena mereka mengajari orang-orang yang tidak tahu, mengingatkan yang lalai, serta menerangkan petunjuk kepada orang yang sesat. Ketika salah seorang dari para Ulama meninggal dunia, maka ilmunya akan tetap abadi terwariskan di tengah masyarakat, buku karya dan perkataannya akan senantiasa beredar. Masyarakat bisa memanfaatkan dan mengambil faidah dari buah karya mereka. (Dengan sebab inilah) pahala akan terus mengalir, meski mereka sudah berada dalam kuburan.

Dahulu banyak orang mengatakan, “Seorang yang berilmu meninggal dunia sementara kitabnya masih ada.” Namun sekarang, suaranya (pun) terekam dalam pita-pita kaset (atau kepingan CD) yang berisi pelajaran-pelajaran ilmiyah, muhadharah dan khuthbah-khuthbah yang sarat dengan manfaat, sehingga generasi-generasi yang datang setelahnya bisa mengambil manfaat darinya.

Pembagian buku risalah Ramadhan kepolres Tanggamus 11Orang yang berpartisipasi dalam mencetak buku-buku yang bermanfaat, dan menyebarkan buku-buku karya para Ulama yang sarat dengan faedah serta membagikan kaset-kaset ilmiyyah maka dia juga mendapatkan pahala yang besar dari sisi Allâh Azza wa Jalla .

Ini kiriman Whatsapp dari Kasat BINMAS Polres Tanggamus, sambung Bapak Jumaidi, yang berbunyi  ” Ijin komandan melaporkan Kasat Binmas menerima kunjungan dari Kombat Pol / TNI Kab Tanggamus dan menerima buku risalah puasa sebanyak 50 expamlar utk dibagikan ke personil Polres Tanggamus”. sambung Bapak Jumaidi Ketua Mascipol Indonesia & Kombat TNI Polri Lampung.

“Disaat yang sama Bapak Ahmad Taufik selaku ketua DPD Tanggamus yang didampingi oleh Bapak Chandra dan Bapak Drajat juga menyampaikan setelah dari Polres, mereka akan langsung Berkunjung Ke Kodim 0424/TGM untuk membagikan buku yang sama ke Kodim 0424/TGM”. tutup Bapak Jumaidi Ketua Mascipol Indonesia & Kombat TNI Polri Lampung.