BAKSOS COVID 19 96

Mascipol Bakti Sosial Pembersihan Dan Penyemprotan Desinfektan Serta Pembagian Sembako Kepada Warga Kurang Mampu Di Lampung Selatan

Aksi Nyata Headline Muhasabah

KOMASCIPOL DPD LAMPUNG SELATAN 4mascipoldotcom – Selasa, 31 Maret 2020 (7 Sya’ban 1441 H)

Kalianda – Mascipol Indonesia atau Kombat TNI Polri Dan Abdi Negara DPD Lampung Selatan, sukses melaksanakan Tabligh Akbar di Masjid Agung Ar Rahma Kecamatan Natar Lampung Selatan Ahad 15 Maret 2020, kesuksesan demi kesuksesan Mascipol Indonesia atau Kombat TNI Polri Dan Abdi Negara DPD Lampung Selatan yang dipimpin Babak Zulkarnaen sebagai Ketua DPD nya dan dibina laungsung oleh Bapak Djumaidi Abu Raihan sebagi ketua DPW nya, ini juga tidak luput dari pengawasan dan pembinaan langsung dari para Ustazd Pembina baik Ustadz Pembina dari DPW Lampung maupun Ustadz-Ustadz lainnya yang tergabung dalam Mascipol Indonesia atau Kombat TNI Polri Dan Abdi Negara.

Senin 30/3/2020 DPD Lampung selatan yang dipimpin Bapak Zulkarnaen sukses melakasanakan bakti sosial pembagian master, pembersihan dan penyemprotan cairan desinfektan serta pembagian sembako kepada kaum du’afa di seputaran Kecamatan Natar dan Lampung Selatan.

“Kami Mascipol Indonesia atau Kombat TNI Polri Dan Abdi Negara DPD Lampung Selatan dengan mengharap pertolongan dari Allah subhanahu wa ta’ala, kemudian dalam rangka ikhtiar mengantisipasi dampak wabah virus Corona atau Covid-19 yang saat ini sedang melanda Negara kita tidak luput pada kampung halamnan kita, bekerja sama dengan Forum Kajian Ahlussunah Natar mengajak kaum muslimin semuanya untuk turut membantu saudara-saudara kita yang terkena dampak dari wabah Corona-COVID-19. dalam bentuk pengumpulan Kebutuhan Pokok berupa beras dan Mie Instan atau Lauk dan Vit C, serta kebutuhan rumah tangga lainnya”. tulis Ketua DPD Lampung Selatan Bapak Zulkarnaen, Selasa 31/3/2020.

KOMASCIPOL DPD LAMPUNG SELATAN 3“Adapun bahan-bahan kebutuhan pokok telah kita salurkan ke saudara kita (Fakir/Miskin) di seputaran Kecamatan Natar yang terdampak, baik karena sakit atau kehilangan mata pencaharian, sehingga tidak mampu menafkahi keluarganya, diantaranya, Masker, 10. Kg Beras, 3. Kg Telur, . Mie Instans 2 Dus, Susu Formula 30 kotak, dan amplop berisi uang serta kebutuhan lainnya”. sambung Ketua Mascipol Indonesia atau Kombat TNI Polri Dan Abdi Negara DPD Lampung Selatan Bapk Zulkarnaen.

“In syaa Allah baksos ini akan kami lanjutkan sesuai jadwal, tutup Ketua DPD Mascipol Indonesia atau Kombat TNI Polri Dan Abdi Negara Lampung Selatan.

Adapun bagi pembaca dan pengunjung yang ingin turut serta berparti sipasi khususnya warga Lampung dapat menghubungi Sekretariat Mascipol Indonesia atau Kombat TNI Polri Dan Abdi Negara DPD Lampung Selatan, Komplek Sekolah Islam terpadu Qurrata ‘Ayun, Jl. Mufakat Desa Bumisari Kecamatan Natar, Lampung Selatan, atau di Rumah Bp. Tutut Sulistyo, belakang Pasar Natar, sumbangan berupa Dana dapat di salurkan melalui Rekening BRI Syariah, 1035130698 atas nama Zulkarnain, Kode Bank 422, jangan lupa untuk memberikan angka “07” pada nominal transfer dan wajib konfirmasi transfer kirim SMS atau WA dengan format,  Nama-Nominal, contoh, Fulan-Rp 100.007, Informasi lebih lanjut dapat langsung menghubungi di nomor Telp/ Wa berikut, 081367601294. (Zulkarnain), 081273843094 (Tutut Sulistyo).

—–

KOMASCIPOL DPD LAMPUNG SELATAN 2Renungan

Mengulang Nasehat Abu Isa Hafizdohulloh Pada Tabligh Akbar Di Masjid Ar Rahman Lampung Selatan

Lampung – Kami yakin bahwa kita semua menginginkan agar kita semua termasuk dalam golongan umat yang bahagia dan menjadi penghuni surganya Allah subhanahu Wa ta’ala.

Untuk meraih itu semua tidaklah mudah, maka kami Komunitas Sahabat TNI dan Polri Lampung Selatan yang di bina oleh Bapak Zulkarnain bekerjasama dengan DKM Masjid Agung Ar Rahman Natar yang diketuai oleh Bapak Ruslan Dody, menyelenggarakan Tabligh Akbar dengan tema “SYURGA DUNIA DAN AKHIRAT” di masjid agung Ar-Rahman Desa Natar. Tabligh Akbar yang dimulai Pukul 09.00 s/d 11.30 WIb, pada Minggu 15 Maret 2020 atau Ahad 20 Rajab 1441H, dan diakhiri dengan sholat dzuhur berjamaah.

Rangkaian acara, Setelah pembukaan oleh MC Babak. Zulkarnaen, kami bersama-sama mendengarkan sambutan dan nasehat dari Camat Natar Bapak Eko Irawan yang diwakili oleh Sekretaris Camat Natar Bapak Aguslani SH. Dalam nasehat yang disampaikan, beliau menuturkan untuk menghindari Virus Corona dengan cara Pola Hidup Sehat Dengan Selalu Menjaga Wudhu.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada Bilal Radhiyallahu anhu ketika shalat Shubuh, Wahai Bilal! Sampaikanlah kepadaku amal shalih yang kamu kerjakan dan paling diharapkan manfaatnya (di sisi Allah Azza wa Jalla ) dalam Islam, karena sesungguhnya tadi malam (dalam mimpi) aku mendengar suara sandalmu (langkah kakimu) di depanku di dalam Surga”.

TABLIGH AKBAR AR RAHMAN NATAR LAMPUNG SYURGA DUNIA AKHIRAT 11

Maka Bilal Radhiyallahu anhu berkata, “Tidaklah aku mengamalkan satu amal shalih dalam Islam yang paling aku harapkan manfaatnya (di sisi Allȃh Azza wa Jalla ) lebih dari (amalan ini yaitu) tidaklah aku berwudhu dengan sempurna pada waktu malam atau siang, kecuali aku mengerjakan shalat dengan wudhu itu sesuai dengan apa yang ditetapkan Allah bagiku untuk aku kerjakan”

TABLIGH AKBAR AR RAHMAN NATAR LAMPUNG SYURGA DUNIA AKHIRAT 9Selanjutnya Camat Natar kab.Lampung Selatan yang diwakili oleh Sekcam Natar Bapak Aguslani SH, mengajak kepada warga kecamatan Natar agar kita umat Islam selalu menjaga kebersihan lingkungan dan selalu menjaga wudhu, salah satu cara menjaga agar tidak terkena dampak penyebaran virus corona yang saat ini menguji keimanan kita kepada Allah Azza Wa Jalla.

Panitia Tabligh Akbar DPD Lampung Selatan yang sebelumnya telah mendapatkan arahan dari Ketua DPW Lampung Bapak Djumaidi Abu Raihan sudah mengurus semua surat perizinan dan kesediaan dari mulai tempat Tabligh Akar Masjid Agung Ar Rahman Natar, Kapolsek Natar, Koramil Natar, KUA Natar dan Camat Natar, serta surat pemberitahuan acara dan undangan kepada segenap instansi terkait dan tokoh masyarakat khususnya seputar kecamatan Natar.

Dalam arahanya Bapak Djumaidi Abu Raihan kepada seluruh DPW dan DPD serta DPC se-Lampung, setiap mengadakan acara yang sifatnya besar dan umum harus terlebih dahulu mengurus izin dan koordinasi dari mulai tempat acara, Kanwil Depag atau KUA, Polda atau Polres dan Polsek serta Kodim atau Koramil setempat beserta Walikota atau camat dimana kita mengadakan acara, agar acara yang kita laksanakan sesuai dengan Undang-Undang dan peraturan yang telah di tetapkan oleh Ulil Amri Negara Kesatuan Republik Indonesi, untuk kestabilitasan Kamtibnas.

Adapun pesan yang disampaikan oleh Ustadz Abu Isa Abdullah bin Salam Alumni sebagai narasumber yang merupakan alumni Daarul Hadist Yaman, dan aktifis Pengajar di Ma’had Ihya’us Sunnah Tasikmalaya Jawa Barat serta Pengisi acara di MGI TV, maka beliau sebagai narasumber KOMASCIPOL DPD LAMPUNG SELATAN 1Tabligh Akbar di Masjid Agung Ar Rahman Natar, Lampung Selatan, menyampaikan kepada kaum muslimin khususnya di Kecamatan Natar dan Jajaran Lampung Selatan, sangat sejalan dengan nasehat Bapak Camat Natar, Lampung Selatan; yang diwakili oleh Sekretaris Camat Bapak Aguslani,. SH.

Cita-cita dan harapan kita yang tertinggi di antara cita-cita dan harapan yang lain, adalah syurga dunia dan akhirat, oleh karena itu, kami ingin menjelaskan bagaimanakah cara cita-cita itu berhasil kita raih saat kita hidup di dunia ini? Bukankah kita seharusnya sangat berbahagia?

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إذا مررتم برياض الجنة فارتعوا

”Jika Engkau melewati taman-taman surga maka singgahlah!”

TABLIGH AKBAR AR RAHMAN NATAR LAMPUNG SYURGA DUNIA AKHIRAT 6Para sahabat bertanya, ”Wahai Rasulullah! Apakah taman-taman surga itu?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

حلق الذكر فإن لله سيارات من الملائكة يطلبون حلق الذكر فاذا اتوا عليهم صفوا بهم

”Majelis dzikir. Allah memiliki sekelompok malaikat yang mencari majelis-majelis dzikir. Jika mereka mendatanginya, malaikat-malaikat tersebut akan mengelilinginya.” (Dinilai hasan oleh Syaikh Ali Hasan dalam Al ‘Ilmu, Fadhluhu wa Syarafuhu, hal. 132)

Atho’ rahimahullah berkata, ”Majelis dzikir adalah majelis yang membahas tentang halal dan haram, bagaimana cara menjual, membeli (baca: fiqh jual beli), shalat, sedekah, nikah, thalaq, dan haji.” (Al ‘Ilmu, Fadhluhu wa Syarafuhu, hal. 132)

Itulah taman-taman surga yang bisa kita dapatkan di dunia ini. Taman-taman surga itu tidak lain adalah majelis ilmu, yang dibacakan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah di dalamnya. Kita juga dapat berbahagia karena jalan menuntut ilmu ini juga akan memudahkan kita untuk berjalan menuju surga-Nya di akhirat kelak.

Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

”Barangsiapa yang menempuh jalan dalam rangka menuntut ilmu, niscaya Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim no. 7028)

Sehingga dengan ilmu syar’i, seharusnya kita berbahagia karena berhasil mendapatkan dua surga sekaligus, yaitu surga di dunia maupun surga di akhirat kelak.

Sebaliknya, kami yakin bahwa kita semua tidaklah menghendaki termasuk dalam penghuni neraka di akhirat kelak. Dan kami pun yakin bahwa inilah sesuatu yang paling kita takutkan jika kelak benar-benar menimpa diri kita Melebihi ketakutan jika kita jatuh miskin atau sakit parah di dunia ini.

Oleh karena itu, kami ingin menjelaskan, bagaimanakah sifat-sifat penghuni neraka itu supaya kita semua tidak termasuk ke dalamnya?

TABLIGH AKBAR AR RAHMAN NATAR LAMPUNG SYURGA DUNIA AKHIRAT 5Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa Allah Ta’ala mensifati penduduk neraka dengan kebodohan dan mengabarkan bahwa Dia menutup jalan-jalan ilmu untuk mereka. Allah Ta’ala berfirman menceritakan keadaan mereka,

وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ فَاعْتَرَفُوا بِذَنْبِهِمْ فَسُحْقًا لِأَصْحَابِ السَّعِيرِ

”Dan mereka berkata, ’Sekiranya kami mendengarkan atau menggunakan akal, niscaya tidaklah kami termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala.’ Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al-Mulk [67]: 10-11)

Mereka mengabarkan bahwasannya mereka adalah orang-orang yang tidak mau mendengar dan tidak mau menggunakan akal.

Pendengaran dan akal, keduanya adalah pokok ilmu dan alat untuk meraih ilmu. Allah Ta’ala berfirman,

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

TABLIGH AKBAR AR RAHMAN NATAR LAMPUNG SYURGA DUNIA AKHIRAT 12

”Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raf [7]: 179)

Maka Allah Ta’ala mengabarkan bahwasannya mereka itu tidak dapat meraih ilmu dari tiga arah untuk mendapatkan ilmu, yaitu dari akal, pendengaran, dan penglihatan. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman di ayat lain,

صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ

”Mereka itu tuli, bisu dan buta.” (QS. Al-Baqarah [2]: 18)

Allah Ta’ala berfirman,

أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ

”Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta adalah hati yang ada di dalam dada.” (QS. Al-Hajj [22]: 46)

Allah Ta’ala juga berfirman,

وَلَقَدْ مَكَّنَّاهُمْ فِيمَا إِنْ مَكَّنَّاكُمْ فِيهِ وَجَعَلْنَا لَهُمْ سَمْعًا وَأَبْصَارًا وَأَفْئِدَةً فَمَا أَغْنَىٰ عَنْهُمْ سَمْعُهُمْ وَلَا أَبْصَارُهُمْ وَلَا أَفْئِدَتُهُمْ مِنْ شَيْءٍ إِذْ كَانُوا يَجْحَدُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَحَاقَ بِهِمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

”Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan dan hati. Tetapi pendengaran, penglihatan dan hati mereka itu tidak berguna sedikit pun bagi mereka karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan mereka telah diliputi oleh siksa yang dahulu selalu mereka memperolok-oloknya.” (QS. Al-Ahqaf [46]: 26)

Allah Ta’ala telah mensifati para penduduk neraka sebagaimana yang telah kita lihat bersama, yaitu dengan tidak adanya ilmu, kemudian Allah menyerupakan mereka dengan binatang ternak. Dan terkadang Allah menggambarkan mereka seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal (namun tidak memahaminya, pent.). Di bagian lain Allah juga menggambarkan bahwa mereka itu lebih sesat dari binatang ternak.

TABLIGH AKBAR AR RAHMAN NATAR LAMPUNG SYURGA DUNIA AKHIRAT 8

Terkadang Allah menyatakan bahwa mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk di sisi-Nya, terkadang Allah menyatakan bahwa mereka itu sebagai mayat-mayat, bukan sebagai orang hidup. Terkadang Allah mengabarkan bahwa mereka itu berada dalam kegelapan kebodohan dan kesesatan. Terkadang Allah mengabarkan bahwa dalam hatinya terdapat penghalang, dalam telinganya terdapat sumbat, dan pada matanya terdapat penutup.

Ini semua menunjukkan kebodohan, tercelanya orang yang memilikinya dan menunjukkan kebencian Allah kepada mereka. Sebagaimana Allah mencintai ahli ilmu, memuji, dan menyanjung mereka. (Al ‘Ilmu, Fadhluhu wa Syarafuhu, hal. 48-49)

Bagaimana agar kita tidak termasuk dalam penghuni neraka?
Setelah kita mengetahui bagaimanakah sifat-sifat penghuni neraka itu, lalu bagaimana agar kita tidak termasuk ke dalam penghuninya? Padahal Allah Ta’ala menyatakan bahwa pada dasarnya manusia itu adalah orang-orang yang bodoh sebagaimana firman-Nya,

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

TABLIGH AKBAR AR RAHMAN NATAR LAMPUNG SYURGA DUNIA AKHIRAT 4

”Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun. Dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl [16]: 78)

Tidak ada cara lain untuk mengangkat kebodohan ini dari dalam diri kita kecuali dengan bersungguh-sungguh menuntut (mempelajari) ilmu agama. Karena ilmu tidak akan pernah mendatangi kita, namun kita-lah yang harus mencari dan mendatanginya. Oleh karena itu, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,

”Hendaklah Engkau berniat untuk mengangkat kebodohan dari dalam hatimu. Jika Engkau belajar dan menjadi seorang ahli ilmu maka hilanglah kebodohan dari dirimu. Demikian pula, berniatlah untuk mengangkat kebodohan dari umat ini dengan mengajarkan ilmu itu menggunakan sarana apapun agar manusia dapat mengambil manfaat dari ilmumu.” (Kitaabul ‘Ilmi, hal. 28)

Imam Ahmad rahimahullah berkata, ”Tidak ada suatu amal pun yang sebanding dengan ilmu bagi orang yang benar niatnya”.

Orang-orang pun bertanya, ”Bagaimana niat yang benar itu?”

Imam Ahmad rahimahullah menjawab, ”Seseorang berniat untuk mengangkat kebodohan dari dirinya dan dari selainnya.”

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata mengomentari perkataan Imam Ahmad di atas,

”Karena mereka itu pada dasarnya bodoh, sebagaimana juga dirimu. Jika Engkau belajar dengan tujuan mengangkat kebodohan dari umat ini maka Engkau termasuk ke dalam golongan orang yang berjihad di jalan Allah yang menyebarkan agama Allah.” (Kitaabul ‘Ilmi, hal. 29)

Ibnu Mas’ud rahimahullah berkata, ”Bersungguh-sungguhlah kalian menuntut ilmu sebelum ilmu itu dicabut. Ilmu itu dicabut dengan dimatikannya para ulama. Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh-sungguh orang yang terbunuh sebagai syuhada’ di jalan Allah itu menginginkan untuk dibangkitkan sebagai seorang ulama karena mengetahui kemuliaan mereka. Dan seseorang tidaklah dilahirkan sebagai orang yang berilmu, akan tetapi ilmu didapat dengan belajar.” (Al ‘Ilmu, Fadhluhu wa Syarafuhu, hal. 141-142)

Oleh karena itu, kuatkanlah tekad kita untuk mengangkat kebodohan ini supaya tidak termasuk ke dalam penduduk neraka di akhirat kelak.

TABLIGH AKBAR AR RAHMAN NATAR LAMPUNG SYURGA DUNIA AKHIRAT 3

Benarkah di dunia ini ada tempat yang dapat disebut Surga?

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَر أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِن فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاة طَيِّبَة وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa beramal shalih baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan ia beriman, maka sungguh akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan akan Kami berikan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (QS. An-Nahl [16]: 97)

Kehidupan yang baik itu dengan “Kebahagiaan”, yaitu bagi seorang mukmin yang akan meraih Surga dunia sebelum Surga di akhirat

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ , فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

“Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua Surga. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ?” (QS. Ar-Rahman [55]: 46-47)

Ulama salaf berkata :

“Sungguh kasihan orang-orang yang mencintai dunia, mereka (pada akhirnya) akan meninggalkan dunia ini, padahal mereka belum merasakan kenikmatan yang paling besar di dunia ini”, maka ada yang bertanya : “Apakah kenikmatan yang paling besar di dunia ini ?”

Ulama salaf menjawab : “Cinta kepada Allah, merasa tenang ketika mendekatkan diri kepada-Nya, rindu untuk bertemu dengan-Nya, serta merasa bahagia ketika berdzikir dan mengamalkan ketaatan kepada-Nya” (Ighaatsatul Lahfaan 1/72 oleh Ibnu Qayyim).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :

إن في الدنيا جنة من لم يدخلها لم يدخل جنة الآخـــرة

TABLIGH AKBAR AR RAHMAN NATAR LAMPUNG SYURGA DUNIA AKHIRAT 7

“Sungguh di dunia terdapat Surga, barangsiapa belum masuk ke dalam Surga di dunia, maka dia tidak akan masuk Surga di akhirat nanti”

Imam Ibnu Qayyim rahimahullah berkata :

“Maha suci (Allah) yang telah memperlihatkan kepada hamba-hamba-Nya (yang shalih) Surga-Nya (di dunia) sebelum mereka bertemu dengan-Nya (di akhirat) dan Dia membukakan untuk mereka pintu-pintu Surga-Nya di negeri (tempat) beramal (dunia), sehingga mereka bisa merasakan kesejukan dan keharumannya, yang itu (semua) menjadikan mereka (termotivasi untuk) mencurahkan kemampuan mereka untuk meraihnya dan berlomba-lomba untuk mendapatkannya” (Al-Waabilus Shayyib hal 70).

Maka “orang miskin” di dunia ini yang sebenarnya adalah orang yang belum pernah merasakan cinta kepada Allah dan nikmatnya beribadah kepada-Nya

Seorang mukmin yang mendapatkan Surga di dunia adalah seseorang yang mencintai Allah dengan benar, sehingga Allah pun mencintainya.

Ringkasnya Surga Dunia, menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, “Di dunia itu terdapat surga. Barangsiapa yang tidak memasukinya, maka dia tidak akan memperoleh surga akhirat.” (Al-Wabilus Shayyib minal kalimit Thayyib, hal. 81)

Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa surga dunia adalah
– mencintai Allah,
– mengenal Allah,
– senantiasa mengingat-Nya,
– merasa tenang dan thuma’ninah ketika bermunajat pada-Nya,
– menjadikan kecintaan hakiki hanya untuk-Nya,
– memiliki rasa takut dan dibarengi rasa harap kepada-Nya,
– senantiasa bertawakkal pada-Nya dan menyerahkan segala urusan hanya pada-Nya.
(Shahih Al Wabilush Shoyyib, Dar Ibnul Jauziy)

Inilah surga dunia yang dirindukan oleh para pecinta surga akhirat.