LPJ Pelaksanaan APBD Deli Serdang TA 2019 Disetujui 2

LPJ Pelaksanaan APBD Deli Serdang TA 2019 Disetujui

Headline Muhasabah Sumatera Utara

LPJ Pelaksanaan APBD Deli Serdang TA 2019 Disetujui 2mascipoldotcom, Selasa, 28 Juli 2020 (07 Dzulhijah 1441 H)

Lubuk Pakam – Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2019 disetujui pada Sidang Paripurna DPRD Deli Serdang Yang dipimpin Wakil Ketua DPRD T Ahmad Tala’a dan Nusantara Tarigan Silangit.

Sidang yang dihadiri Wakil Bupati Deli Serdang HM Ali Yusuf Siregar, Sekdakab Darwin Zein S.Sos, ,unsur FKPD, Pimpinanan OPD jajaran Pemkab Deli Serdang serta para camat, Senin (27/7) ditandai dengan penandatanganan bersama nota persetujuan LPJ APBD 2019.

LPJ Pelaksanaan APBD Deli Serdang TA 2019 Disetujui 1Sidang Paripurna DPRD ini diawali pembacaan laporan anggota Badan Anggaran DPRD Deli Serdang dibacakan Zul Amri ST diantaranya menyampaikan ucapan selamat kepada pemerintah Kabupaten Deli Serdang yang telah mendapat opini dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK-RI) terhadap laporan pertanggung jawaban pelaksanaan APBD TA 2019.

Selanjutnya, Zul Amri ST juga mengatakan sebagaimana dilaporkan dalam dokumen Ranperda laporan pertanggungjawaban APBD TA 2019 Kabupaten Deli Serdang ,bahwa proyeksi pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp. 4.000.311.169.223 dan terealisasi sebesar Rp. 3.573.056.389.618,75 adapun selisihnya sebesar Rp. 436.274.779.604,25 atau 89,12%. Dari sisi persentase tahun ini lebih rendah dibanding tahun 2018 yakni 92,38%. Namun realisasi pendapatan daerah TA 2019 sebesar Rp. 3.573.056.389.618,75 jika dibandingkan dengan realisasi pendapatan daerah tahun 2018 sebesar Rp. 3.363.304.583.385,75 maka ada peningkatan sebesar Rp. 209.751.806.233 atau 6%. Tentunya peningkatan ini diharapkan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Banggar menilai secara umum, kinerja pendapatan daerah diawal perencanaan cukup optimis. Hal ini ditandai dengan APBD murni 2019 sebesar Rp. 3.989.480.823.937,00 meningkat sebesar RP. 22.850.345.286 atau (6%) dibanding PAPBD 2019 sebesar Rp. 4.009.331.169.223. Optimisnya peningkatan pendapatan daerah murni keperubahan tidak diikuti pada saat realisasi yang selisihnya sebesar Rp. 436.274.779.604,25

Bupati H Ashari Tambunan pada kesempatan itu mengatakan selama proses pembahasan pasti muncul berbagai pandangan masukan dan saran yang sangat konstruktif, bahkan sangat mungkin terjadi silang pendapat dan adu argumentasi. Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya, dan kami yakin semua itu merupakan hal yang wajar sebagai cerminan berdemokrasi demi tercapainya Perda yang baik dan berkualitas.

Ranperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Deli Serdang TA 2019 pencapaian laporan realisasi ini merupakan kinerja pemerintah Kabupaten Deli Serdang dalam rangka melaksanakan program yang telah direncanakan dalam APBD TA 2019.

Laporan pertanggungjawaban ini kami harapkan dapat memberikan suatu gambaran dan informasi tentang pencapaian kinerja dalam pelaksanaan pengelolaan apbd penyelenggaraan pelaksanaan pembangunan kemasyarakatan pemerintahan, dan pembinaan yang telah dilaksanakan pemerintah Kabupaten Deli Serdang.

Dalam melaksanakan program dan kegiatan pada tahun anggaran 2019 masih terdapat kekurang sempurnaan dalam penyelenggaraan berbagai urusan pemerintahan, oleh karena itu saran dan kritik yang membangun dari anggota dewan dan berbagai pihak merupakan masukan berharga bagi kamil demi menyempurnakan kegiatan pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik dimasa yang akan datang.

Sesuai hasil pembahasan Ranperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2019, beberapa hal yang telah disetujui adalah: Realisasi pendapatan Kabupaten Deli Serdang Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp3.573.056.389.618,75 yang terdiri dari komponen pendapatan asli daerah, dana perimbangan dan lain-lain pendapatan yang sah. Realisasi belanja daerah sebesar Rp. 3.601.407.369.876,00 yang terdiri dari belanja operasi, belanja modal dan belanja tak terduga. Penerimaan pembiayaan sebesar Rp. 123.208.970.968,37 , pengeluaran pembiayaan sebesar Rp. 11.500.000.000 dan Sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) sebesar Rp. 83.357.990.711.12.

Dengan disetujuinya Ranperda atas pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2019, berarti kita telah menyelesaikan seluruh rangkaian agenda pengelolaan keuangan, dengan disetujuinya Ranperda atas pertanggungjawaban pelaksanaan APBD TA 2019, berarti kita telah menyelesaikan seluruh rangkaian agenda pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Deli Serdang TA 2019. Oleh karena itu tidaklah berlebihan bila dalam kesempatan ini, melalui pimpinan sidang kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh anggota dewan, terkhusus kepada fraksi- fraksi yang telah memberikan tanggapan dan saran, juga kepada badan anggaran DPRD yang telah secara cermat dan penuh kesabaran membahas dan mengkaji untuk penyempurnaan rancangan perda atas pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Deli Serdang TA 2019 maupun penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

Kami mengharapkan agar kerjasama antara legislatif dan eksekutif yang telah terbina selama ini, dapat lebih ditingkatkan pada masa mendatang, sehingga kita mampu memberikan hasil yang sebesar- besarnya bagi kepentingan masyarakat Kabupaten Deli Serdang yang kita cintai.(Ezl)

———–

Renungan

PERINTAH BERLAKU JUJUR DAN LARANGAN BERBUAT DUSTA

Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin

Wahai kaum Muslimin, marilah kita bertakwa kepada Allah Azza wa Jalla. Marilah kita menjadi orang-orang yang jujur, berlaku baik kepada Allah Azza wa Jalla dan kepada seluruh makhluk, jika kita memang benar-benar orang yang beriman. Hendaklah kita berlaku jujur, karena kejujuran mengantarkan kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan kita kepada surga. Seseorang itu selalu berlaku jujur dan membiasakannya, hingga di sisi Allah Azza wa Jalla dia di tulis sebagai orang yang jujur.

Orang-orang yang jujur dalam ucapan dan perbuatannya, akan dicintai oleh Allah Azza wa Jalla dan dicintai oleh manusia. Setiap majelis merasa senang apabila mereka disebut, dan hati dengan lapang menerima setiap kali mereka membawa berita. Mereka memperoleh buah kejujuran mereka di dunia dan di alam kubur. Apabila mereka di kumpulkan, setiap lisan selalu mengucapkan kata pujian bagi mereka. Hati mereka dipenuhi rasa cinta dan persaudaraan. Dan kejujuran itu mencakup kejujuran dalam keyakinan, ucapan dan perbuatan.

Jujur dalam keyakinan maksudnya adalah keikhlasan seseorang dalam beramal. Ia tidak mengerjakan amalan karena riyâ‘ ataupun sum‘ah. Adapun jujur dalam ucapan, maksudnya dia jujur dengan berita yang disampaikan serta ucapannya sesuai dengan kenyataan.

Dia tidak memberikan kabar berita yang menyelisihi kenyataan/realita, baik ketika berbicara serius maupun senda gurau; baik ketika senang maupun sempit. Dia selalu menyampaikan berita dalam keadaan sempit maupun lapang; dalam keadaan marah maupun ridha, dalam seluruh transaksinya muamalahnya, baik berupa sewa menyewa maupun jual beli.

Adapun jujur dalam perbuatan, maksudnya adalah ia mengikuti Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam amal ibadahnya dan semua muamalahnya, dengan nasehat yang sungguh-sungguh. Jika dia bekerja untuk orang lain, ia pun bersungguh-sungguh dan menyelesaikannya.

Kita jangan berkata dusta. Karena sesungguhnya dusta itu mengantarkan kepada perbuatan dosa dan perbuatan dosa itu menyebabkan masuk neraka. Seseorang itu bila senantiasa berbuat dusta niscaya ditulis di sisi Allah Azza wa Jalla sebagai pendusta. Dusta itu dibenci oleh Allah Azza wa Jalla dan manusia. Jika dia menyampaikan berita, beritanya tidak tsiqah (terpercaya). Ketahuilah bahwa dusta ini juga mencakup keyakinan, perbuatan dan perkataan.

Dusta dalam keyakinan maksudnya adalah perbuatan manusia yang dilakukan karena riya‘(pamer) dan hanya mengharapkan pujian manusia semata. Allah Azza wa Jalla berfirman:

مَن كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.[ Hûd/11:15-16]

Adapun dusta dalam ucapan, maksudnya adalah menyampaikan berita yang tidak sesuai kenyataan. Ini adalah perbuatan yang dilarang, baik perbuatan dusta itu memiliki dampak memakan harta orang lain dan menzhaliminya ataupun tidak memiliki dampak sekalipun. Semua bentuk perbuatan dusta adalah haram dan tercela, kecuali apabila memiliki maslahat yang besar, seperti dusta dalam pertempuran melawan musuh dan dusta untuk memperbaiki hubungan antara manusia guna menghilangkan perselisihan dan kebencian.

Dalam hadits, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَنَازَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحَا

Aku adalah pemimpin di rumah yang ada tengah di surga bagi orang-orang yang meninggalkan dusta, walaupun dalam keadaan senda gurau.[HR. Abu Dâwud 4800 dari hadits Abu Umâmah Radhiyallahu ‘anhu]

Dusta itu memiliki tingkatan yang berbeda-beda. Semakin besar madharatnya, semakin besar pula dosanya.

Adapun dusta dalam perbuatan, maksudnya adalah orang yang perbuatannya menyelisihi ucapannya. Seperti orang yang berpura-pura memberikan nasehat, padahal dia hendak menipu; seperti orang yang menampakkan bagian barang dagangannya yang baik-baik, padahal sebaliknya.

Wahai kaum Muslimin, sesungguhnya kejujuran dalam setiap bentuknya merupakan perbuatan yang terpuji. Orang yang jujur dicintai oleh Allah Azza wa Jalla dan manusia, dan Allah Azza wa Jalla akan meninggikan kedudukannya dan menambahkan pahala baginya.

Dan bukti paling nyata yang menunjukkan hal itu adalah kenyataan yang terjadi berupa pujian manusia bagi orang-orang yang jujur ketika mereka masih hidup maupun sudah meninggal dunia. Berita yang mereka sampaikan diterima, amanah mereka terpercaya. Sungguh beruntung orang-orang yang jujur, dan sungguh rugi orang yang berbuat dusta.

Mari kita bertakwa kepada Allah Azza wa Jalla dan menegakkan kejujuran dalam segala kondisi agar kita mendapatkan keberuntungan.

Allah Azza wa jalla berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. [at-Taubah/9 : 119]

(Dikutip dari Adl-Dhiyâul Lâmi‘ Minal Khuthabil Jawâmi“, karya Syaikh Muhammad Bin Shâlih Al-Utsaimîn, Juz 5/365-367)

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 06-07/Tahun XIII/1430/2009M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858197]