Koramil Babulu Bangunkan Rumah Warga Yang Tinggal Ditanggul Sungai 4

Koramil Babulu Bangunkan Rumah Warga Yang Tinggal Ditanggul Sungai

Headline Kalimantan Timur Kombat TNI Polri & Abdi Negara Muhasabah

Koramil Babulu Bangunkan Rumah Warga Yang Tinggal Ditanggul Sungai 3mascipoldotcom – Rabu, 11 November 2020 (25 Robiul Awal 1442 H)

PENAJAM – Salah satu bentuk perhatian dan kepedulian Koramil 0913-03/ Babulu Kodim 0913/PPU kepada warga binaannya, di RT 03 Desa Babulu Darat Kecamatan Babulu membedah rumah milik Bapak Abd Rahman (46 th ) sebagai pekerjaan buruh srabutan, Rabu (11/11/2020).

Menurut keterangan Danramil Kapten Inf Martono kepada awak media menjelaskan,”Pada awalnya anggota Babinsa melaporkan kepada saya, bahwa ada masyarakat a.n. Abd. Rahman tinggal di tanggul dekat sungai bersama istri dan dua orang anaknya, hanya beralas karpet lusuh dan atap seng 3 lembar”.

Lanjutnya,”Kondisi keluarga tersebut sangat memprihatinkan, karena nggak punya tempat tinggal, anak pertamanya umur 6 th kondisi cacat ,dan saat ini kami buatkan rumah di RT 03 Babulu Darat, alhamdulillah ada warga yang menyumbang tanah dengan ukuran 10 X 20 dengan gratis”,ungkap Danramil.

Koramil Babulu Bangunkan Rumah Warga Yang Tinggal Ditanggul Sungai 2Dalam proses pembangunan rumah hingga saat berita ini diturunkan sudah tahap pemasangan seng sudah 100 %, tinggal pasang lantai serta dinding, bahan yang lain sebagian bantuan warga sekitar.

Apa yang di lakukan oleh anggota Koramil Babulu adalah salah satu contoh bentuk perhatian dan kepedulian TNI kepada Rakyat khususnya Koramil Babulu terhadap warga yang berada di wilayah Teritorial-nya yang sangat membutuhkan uluran tangan. Sumber Penrem 091/ASN

———

Renungan

BERBUAT BAIK KEPADA ORANG-ORANG LEMAH

Oleh Dr Fadhl Ilahi

Koramil Babulu Bangunkan Rumah Warga Yang Tinggal Ditanggul Sungai 1Termasuk di antara kunci-kunci rizki adalah berbuat baik kepada orang-orang miskin. Nabi yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa para hamba itu ditolong dan diberi rizki disebabkan oleh orang-orang yang lemah di antara mereka.

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Mush’ab bin Sa’d Radhiyallahu anhu ia berkata, ‘Bahwasanya Sa’d Radhiyallahu anhu merasa dirinya memiliki kelebihan daripada orang lain. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

هَلْ تُنْصَرُوْنَ وَتُرْزَقُوْنَ إِلاَّ بِضُعَفَائِكُمْ؟

“Bukankah kalian ditolong [1] dan diberi rizki lantaran orang-orang lemah di antara kalian?” [2]

Karena itu, siapa yang ingin ditolong Allah dan diberi rizki olehNya maka hendaknya ia memuliakan orang-orang lemah dan berbuat baik kepada mereka.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia juga menjelaskan bahwa keridhaannya Shallallahu ‘alaihi wa sallam dapat diperoleh dengan berbuat baik kepada orang-orang miskin.

Imam Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Hibban dan Al-Hakim meriwayatkan dari Abu Darda’ Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya ia berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

اِبْغُوْنِيْ فِي ضُعَفَائِكُمْ، فَإِنَّمَا تُرْزَقُوْنَ وَ تُنْصَرُوْنَ بِضُعَفَائِكُمْ

“Carilah (keridhaan)ku melalui orang-orang lemah di antara kalian. Karena sesungguhnya kalian diberi rizki dan ditolong dengan sebab orang-orang lemah di antara kalian” [3]

Menjelaskan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam diatas Al-Mulla Ali Al-Qari berkata, ‘Carilah keridhaanku dengan berbuat baik kepada orang-orang miskin di antara kalian. [4]

Dan barangsiapa berusaha mendapatkan keridhaan kekasih Yang Maha Memberi rizki dan Maha Memiliki kekuatan dan keperkasaan, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan berbuat baik kepada orang-orang miskin, niscaya Tuhannya akan menolongnya dari para musuh serta akan memberi rizki.

[Disalin dari kitab Mafatiihur Rizq fi Dhau’il Kitab was Sunnah, Penulis DR Fadhl Ilahi, Edisi Indonesia Kunci-Kunci Rizki Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah, Penerjemah Ainul Haris Arifin, Lc. Penerbit Darul Haq- Jakarta]
_______
Footnote
[1]. (Seperti) ditolong dari serangan musuh [Murqatul Mafatih, 9/84
[2]. Shahihul Bukhari (yang dicetak bersama Umdatul Qari), Kitab Al-Jihad was Siyar, Bab Man Ista’ana Bidh Dhu’afa Wash Shalihin Fil Harbi, no. 108, 14/179
[3]. Al-Musnad 5/198 (cet. Al-Maktab Al-Islami) ; Sunan Abi Daud Kitab Al-Jihad, Bab Al-Intishar bi Radhalil Khail Wadh Dha’fah, no. 2591, 7/183 ; Jami’ut Tirmidzi, Ababul Jihad, Bab Ma Ja’a Fil Istiftah bi Sha’alikil Muslimin, no. 1754, 5/291, dan redaksi ini adalah miliknya ; Sunan An-Nasa’i, Kitab Al-Jihad, Al-Istinshar bidh Dha’if 6/45-46 ; Al-Ihsan Fi Taqribi Shahih Ibni Hibban, Kitab As-Siar, Bab Al-Khuruj wa Kaifiyatul Jihad, Dikru Istihbabil Intishar bi Dhu’aafa’il Muslimin ‘inda Qiyamil Harbi ‘ala Saq, no. 4767, 11/85 ; Al-Mustadrak ‘alash Shahihain, Kitab Al-Jihad, 2/106. Tentang hadits ini Imam At-Tirmidzi berkata, Ini adalah hadits Hasan Shahih. (Jami’ut Tirmidzi, 5/292). Dan dishahihkan oleh Imam Al-Hakim. (Lihat, Al-Mustadrak, 2/106). Disepakati oleh Adz-Dzahabi (Lihat, At-Talkish, 2/106). Juga dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani. (Lihat Shahih Sunan Abu Daud, 2/492 ; Shahih Sunan At-Tirmidzi, 2/140 ; Shahih Sunan An-Nasa’i 2/669 ; Silsilatul Ahadits Ash-Shahihah, no. 779, 2/422
[4]. Lihat, Murqatul Mafatih, 9/84