13e5ee8d 3cf1 475c 93e1 50b018417039

Komjen Pol Agus Andrianto: Polri Siap Dukung Penerapan New Normal

DKI Jakarta Headline Muhasabah

mascipoldotcom – Kamis, 4 Juni 2020 (12 Syawal 1441 H)7851f44e 51c0 4796 942e b3839d49d576 1

Jakarta – Walau kebijakan penerapan tatanan kehidupan normal baru (New Normal) belum diputuskan, Polri telah menyatakan kesiapannya mendukung kebijakan tersebut dan kebijakan pemerintah lainnya.

Hal itu disampaikan Kabaharkam Polri sekaligus Kaopspus Aman Nusa II-Penanganan COVID-19, Komjen Pol Drs Agus Andrianto SH, MH, saat menjadi narasumber pada Focus Group Discussion (Webinar Series) “New Normal di Masa Pandemi Prospek dan Tantangan” yang diselenggarakan Divhumas Polri di Hotel Ambhara, Jakarta, Kamis, 4 Juni 2020.

Menurut Kabaharkam Polri, konsep new normal merupakan salah satu exit strategy yang menjadi pertimbangan pemerintah untuk diterapkan di masa pandemi agar masyarakat tetap produktif dan aman dari COVID-19.

db8b5b10 d7ef 4880 9d2a 71312a12e865“Karena dampak pandemi ini tidak hanya pada aspek kesehatan, tetapi juga berdampak pada ekonomi. Dampak ekonomi tidak ditangani akan merembet ke gangguan sosial. Gangguan sosial tidak bisa ditangani, nanti akan lari ke masalah keamanan. Masalah keamanan nanti bisa lari ke masalah politik sehingga stabilitas negara kita terganggu,” jelas Komjen Pol Agus Andrianto.

Dalam rangka persiapan penerapan exit strategy tersebut, Kabaharkam Polri mengungkapkan, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan kementerian/lembaga agar menyusun protokol kesehatan yang sesuai dengan tatanan kehidupan baru di tengah pandemi.

“[Protokol kesehatan itu] yang bisa dijadikan dasar dalam upaya mendisiplinkan masyarakat untuk mendukung penyelenggaraan tatanan normal baru, sebagai acuan kami bertindak di lapangan,” kata Komjen Pol Agus Andrianto.

13e5ee8d 3cf1 475c 93e1 50b018417039Namun demikian, Kabaharkam Polri mengingatkan, seluruh jajaran kepolisian agar mengedepankan tindakan humanis, edukatif, persuasif, dan menghindari tindakan kontraproduktif dalam menjalankan tugas.

“Petugas Polri dalam melakukan penindakan agar betul-betul menggunakan hati nurani dan akal sehatnya,” pesan Komjen Pol Agus Andrianto.

Selain Kabaharkam Polri, narasumber FGD yang dibuka oleh Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono SIK, MSi, itu juga dihadiri oleh Kepala Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Ir Bernadus Wisnu Widjaja MSc, Pembina Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia, Ir Handaka Sentosa, dan Deputi Staf Kepresidenan Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Bidang Polhuhankam, Jaleswari Pramodhawardani. (Abing).

———-
Renungan

DOA BERLINDUNG DARI HILANGNYA NIKMAT ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

Wahai Allâh, aku berlindung kepada-Mu dari lenyapnya kenikmatan-Mu dan berubahnya a’fiyah (kesejahtera’an) dari-Mu, dan aku berlindung dari kemurka’an-Mu yang datang dengan tiba-tiba dan seluruh kemarahan-Mu [HR. Muslim]

As-Syaukâni rahimahullah mengatakan, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung dari hilangnya nikmat Allâh. Karena itu hanya akan taerjadi bila tidak mensyukuri nikmat dan tidak menjalankan apa yang menjadi hak dan tuntutan nikmat tersebut. Seperti bakhil terhadap apa yang menjadi konsekuensi nikmat pada pemiliknya yaitu melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya seperti kewajiban bersyukur, memberikan bantuan dan mengeluarkan apa yang wajib dikeluarkan.

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga berlindung dari perubahan ‘âfiah (kesejahteraan) yang dikaruniakan Allah Azza wa Jalla kepada beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena apabila Allah Azza wa Jalla telah menganugerahkan afiyah (kesejahteraan) kepada beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, berarti beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah meraih kebaikan dunia dan akhirat. Sebaliknya, jika ‘afiyah ini berubah (hilang), maka keburukan dunia dan akherat mesti tak terelakkan. Jadi, ‘âfiyah adalah kunci kebaikan dunia dan akherat.

Dalam doa ini Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga berlindung dari murka Allâh Azza wa Jalla yang datang tiba-tiba dan juga berlindung dari segala jenis murka Allah. Karena apabila Allâh Azza wa Jalla murka pada seorang hamba, maka pasti dia akan rugi selamanya dan akan binasa. Oleh karena itu, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan bahwa beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung dari semua murka.

(Diangkat dari Fiqhul Ad’iyah wal Adzkar, Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Badr, 4/204)

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 08/Tahun XIV/1431H/2010M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]