Laporan Giat Distribusi Air Bersih di Kecamatan Cibarusah dan Kecamatan Jonggol

Ketua Harian Pimpin Baksos Pendistribusian Air Bersih di Desa Ridomanah dan Ridogalih Kecamatan Cibarusah dan Desa Jonggol Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor

Headline Aksi Nyata DKI Jakarta Jawa Barat Muhasabah Video Streaming

Laporan Giat Distribusi Air Bersih di Kecamatan Cibarusah dan Kecamatan Jonggol 5mascipoldotcom, Ahad, 06 September 2020 (18 Muharam 1442 H)

Bekasi – Komunitas Masyarakat Cinta Polri-Komunitas Sahabat TNI Polri dan Abdi Negara merupakan Komunitas perkumpulan para relawan yang bergerak membatu aparatur negara salahsatunya pada bidang perbantuan para korban bencana Alam yang dipimpin Bapak Bagus Sujoko sebagai ketua umum dan Bapak Ibnu Ustadi sebagai ketua hariannya dibawah kendali Koordinator Nasional Ustadz Abu Munzier Al-Ghifari Hafizdohulloh.

Dan para pengurus Komascipol-Kombat TNI Polri & Abdi Negara terdiri dari berbagai profesi dari praktisi hukum sampai dengan para disiplin ilmu yang profesional pada bidangnya masing masing termasuk dokter, ustadz, mahasiswa, pengusaha dan para profesional lainnya.

Komascipol yang sudah berdiri sejak tanggal 20 Juli 2013, dibawah kendali Kornas Ustadz Abu Munzier Al-Ghifari Hafizdohulloh dengan ketua umum Bapak Bagus Sujoko, bersama-sama dengan elemen masyarakat dan relawan serta yayasan as sunnah lainnya telah sangat sering melakukan bhakti sosial dimanapun pengurus Komascipol-Kombat TNI Polri & Abdi Negara berada, dari mulai membantu penanganan avakuasi korban banjir, korban banjir bandang, pembagian selimut, pembagian baju layak pakai, pembagian sembako, pembagian air mineral, pembagian masker korban bencana kebakaran hutan, pembagian nasibungkus, pembuatan sumur korban kekeringan dan pipanisasi air bersih, sunatan masal, pembagian mushab Al Qur’an, pembagian do’a dan zikir pagi petang serta bhaksos lainnya seperti pembuatan dapur umum, diberbagai daerah terdampak gempa bumi.

Laporan Giat Distribusi Air Bersih di Kecamatan Cibarusah dan Kecamatan Jonggol 6

“Selama bencana Covid-19, sudah melukan pembersihan dan penyemprotan cairan disinfektan di berbagai tempat seperti Kantor Polres, Kantor Kodim, Kantor Koramil, Kantor Polsek, Kantor Camat, dan khusus Rumah Sakit serta Puskesmas telah distribusikan APD, hazmat, Faceshield, kacamata safety, sarung tangan rubberex, sepatu boot, masker, thermometer gun, dan kebutuhan lainnya dalam membantu penanganan pasien korban wabah Covid-19, termasuk bantuan ambulan, Kantor Kelurahan serta Masjid-Masjid, Mushollah, pasar, kampus, sekolahan dan tempat-tempat keramaian lainnya, dimanapun pengurus Komascipol-Kombat TNI Polri & Abdi Negara berada”. tutur Ketua Umum Komascipol-Kombat TNI Polri & Abdi Negara berada Bapak Bagus Sujoko.

Dengan banyaknya permintaan pendistribusian air bersih bagi warga masyarakat yang mengalami bencana kekeringan di beberapa daerah, bertahab dan secara berkesinambungan akan terus kami lakukan pendistribusian air bersih sekaligus kami adakan pendataan sebagai acuan untuk meringankan beban para korban bencana Covid-19 dan bencana kekeringan

Laporan Giat Distribusi Air Bersih di Kecamatan Cibarusah dan Kecamatan Jonggol 4“Sabtu, 5/9/2020, dari pukul 08.00 WIB sampai dengan 18.00 WIB, telah dilaksanakan bakti sosial pendistribusian air bersih yang telah dibagi menjadi dua lokasi pertama di Kecamatan Cibarusah Kabupaten Bekasi di desa / Kampung Poponcol, Desa Ridomanah telah didistribusikan sebanyak 1 Tangki, untuk warga Kampung Putat Desa Ridogalih yang mengalami bencana kekeringan, telah didistribusikan sebanyak 1 tangki serta Kampung Curug, Desa Ridogalih & Mushola H Didin telah didistribusikan sebanyak 1 tangki, dengan pelaksana atau CP. Ibu Cicih BPD Desa Ridogalih dan Bapak Eman, Desa Ridomanah dengan dibantu oleh Bapak Sholikhin, Bapak Newton, Bapak Sugeng dan Bapak Achmad Tambeh, secara mobile”. beber Ketua Harian Komascipol-Kombat TNI Polri & Abdi Negara, Bapak Ibnu Ustadi, Ahad, 6/8/2020, pukul 15.00 WIB.

Masih menurut ketua harian Komascipol-Kombat TNI Polri & Abdi Negara, “Adapun lokasi pendistribusian air bersih bagi warga masyarakat yang mengalami kekeringan yang kedua di Kecamatan Jonggol di Kampung Cisaat, Desa Sukamanah telah didistribusikan sebanyak 1 Tangki, untuk masyarakat di Kampung Bengkok Desa Jonggol telah didistribusikan sebanyak ½ tangki dan untuk warga masyarakat yang telah mengalami kekeringan dan sangat membutuhkan distribusi air bersih Kampung Kujang sebanyak ½ Tangki”. imbuh Ketua Harian Komascipol-Kombat TNI Polri & Abdi Negara.

“Sementara itu untuk warga masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih di Kampung Raweuy RT 01/ 04, Desa Sukasirna telah kami pasok sebanyak 2 tangki dengan CP Bapak Ucup dan Ibu Enurmalia SDI-P Al-Hanif, yang dibantu secara mobile oleh Bapak Sholikhin, Bapak Newton, Bapak Sugeng dan Bapak Achmad Tambeh”. ungkap Ketua Harian Komascipol-Kombat TNI Polri & Abdi Negara.

Laporan Giat Distribusi Air Bersih di Kecamatan Cibarusah dan Kecamatan Jonggol 3“Total air bersih yang telah terdistribusi sebanyak 7 Tangki air dengan kapasitas 8.400 liter, distribusi berjalan lancar tanpa hambatan apapun”, tegas Ketua Harian Komascipol-Kombat TNI Polri & Abdi Negara.

“Personil yang terjun langsung sebanyak 12 personel baik secara mobile maupun menetap diantaranya Bapak Sholikhin, Bapak Newton, Bapak Narto, Bapak Tambeh, Bapak Darno, Bapak Daryono, Umi Aisyah, Umi Qila dan dibantu anak-anak Nawwaf dan Muthia serta Aisyah, “. papar Ketua Harian Komascipol-Kombat TNI Polri & Abdi Negara.

Mengingat lokasi pendistribusian dari satu tempat ke tempat yang lain sebagaimana yang sudah disebut diatas cukup berjauhan agar lancar baik pengawasan maupun kelancara dalam pendistribusian air bersih para personel baksos yang terdiri dari pengurus Asy-Syamil.com Peduli dan Komascipol-Kombat TNI Polri & Abdi Negara Peduli dalam membantu warga masyarakat yang mengalami kekeringan maka harus menggunaklan transportasi sendiri terdiri dari Roda 4, 5 buah dan sisanya menggunakan kendaraan Roda 2, untuk mobile.

Laporan Giat Distribusi Air Bersih di Kecamatan Cibarusah dan Kecamatan Jonggol 2“Informasi tambahan bagi para donatur bahwa PDAM bertahab telah memulai instalasi Air PAM seperti di Ridogalih dan Ridomanah akan tetapi belum menyeluruh dan masih tahap instalasi”. kata Bapak Ibnu Ustadi.

“Rencana kegiatan masih akan berjalan sampai dengan mulai beroperasi nya PDAM, dan ke kampung-kampung yang belum terjangkau PDAM seperti di kampung Cihoe, Korod, Cihanjuang dan lain-lain bahkan permintaan pasokan air bersih bertambah di Cihoe, Korod, Cihanjuang Desa Ridogalih, kecamatan Cibarusah, untuk wilayah Kecamatan Jonggol permintaan bertambah diantaranya dari warga Kampung Tegal Salam dan Haurkoneng”. imbuh Ketua Harian Komascipol-Kombat TNI Polri & Abdi Negara.

“Upaya Pemerintah daerah untuk mengatasi bencana kekeringan yang hampir setiap kemarau telah dilakukan salah satu rekomendasi hasil geolistrik dan photo satelit dijadikan rujukan untuk instalasi PDAM di Ds Ridomanah & Ridogalih Kecamatan Cibarusah”. tutup Ketua Harian Komascipol-Kombat TNI Polri & Abdi Negara.

Laporan Giat Distribusi Air Bersih di Kecamatan Cibarusah dan Kecamatan Jonggol 1Ditempat terpisah Koordinator Komascipol-Kombat TNI Polri & Abdi Negara Ustadz Abu Munzier hafizdohulloh dan Ketua Umum Bapak Bagus Sujoko mengucapkan terimaksih kepada seluruh pelaksana bakspos pendistribusian Air bersih untuk warga masyarakat yang mengalami kekeringan baik di kecamatan Cibarusah maupun Kecamatan Jonggol, khususnya kepada seluruh donator dengan harapan dan Do’a semoga Allah azza wa jall membalas dengan balasan yang lebih baik serta berlipat ganda, sebagai bekal kehidupan yang abadi di akhirat kelak.

“Ditengah bencana wabah virus Covid-19 yang hingga hari ini belum usai dan masih menampakkan jumlah korban serta wilayah penyebarannya dan hal ini sudah mulai berdampak pada perekonomian masyarakat secara luas ditambah lagi dengan adanya bencana kekeringan serta krisis air bersih di beberapa daerah, maka harapan kami semoga para donatur dapat terus bergabung bersama kami, untuk membantu meringakan beban penderitaan saudara-saudara kita”. ungkap dan harapan serta ajakan Kornas Komascipol-Kombat TNI Polri dan Abdi Negara Ustadz Abu Munzier Al-Ghifari hafizdohulloh.

 

 

———-

Renungan

Amalan Yang Tetap Menghasilkan Pahala

Oleh Syaikh Abdur Razzaq bin Abdul Muhsin al-Abbad al-Badr[1]

عَنْ أَنَسٍ رَ ضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ : سَبْعٌ يَجْرِي لِلْعَبْدِ أَجْرُهُنَّ وَهُوَ فِي قَبْرِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ : مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا أَوْ أَجْرَى نَهْرًا أَوْ حَفَرَ بِئْرًا أَوْ غَرَسَ نَخْلاً أَوْ بَنَى مَسْجِدًا أَوْ وَرَّثَ مُصْحَفًا أَوْ تَرَكَ وَلَدًا يَسْتَغْفِرُ لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ

Dari Anas Radhiyallahu anhu, beliau mengatakan, ” Rasûlullâh Shaallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Ada tujuh hal yang pahalanya akan tetap mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya (yaitu) : Orang yang yang mengajarkan suatu ilmu, mengalirkan sungai, menggali sumur, menanamkan kurma, membangun masjid, mewariskan mushaf atau meninggalkan anak yang memohonkan ampun buatnya setelah dia meninggal

Hadits ini diriwayatkan oleh al-Bazzar dalam Kasyful Astâr, hlm. 149. hadits ini dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dam shahihul Jami’, no. 3602

Sungguh di antara nikmat agung Allâh yang diberikan kepada para hamba-Nya yang beriman adalah Allâh Azza wa Jalla menyediakan pintu-pintu kebaikan yang sangat banyak bagi mereka. Pintu-pintu kebaikan yang bisa dikerjakan oleh seorang hamba yang mendapatkan taufiq semasa hidupnya di dunia, namun pahalanya akan terus mengalir sepeninggal si pelaku. (Aliran pahala ini sangat dibutuhkan oleh orang yang sudah meninggal.) Karena orang yang sudah meninggal itu tergadai, mereka tidak bisa lagi beramal dan mereka akan diminta pertanggungan jawab lalu diberi balasan dari perbuatan-perbuatan yang pernah mereka lakukan dalam hidup mereka.

(Berbahagialah !) orang yang mendapatkan taufiq (dalam hidupnya, karena) di dalam kuburnya kebaikan-kabaikan, pahala dan keutamaan akan terus mengalir baginya. Dia sudah tidak lagi beramal akan tetapi pahalanya tidak terputus, derajatnya bertambah, dan kebaikannya semakin berkembang, serta pahalanya berlipat ganda padahal dia sudah terbaring kaku dalam kuburnya.

Alangkah mulianya; Alangkah indah dan alangkah nikmatnya. (Semogga Allâh Azza wa Jalla menganugerahkan akhir kehidupan yang baik bagi kita semua).

(Bagaimanakah menggapai harapan setiap insan beriman itu ?) Dalam hadits di atas, Nabi Shaallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan tujuh perkara yang pahalanya akan terus mengalir kepada seorang hamba setelah ia meninggal.

Wahai saudaraku ! Renungkanlah sejenak amalan-amalan ini lalu berusahalah untuk mendapatkan bagian darinya selama engkau masih diberi kesempatan di dunia. Bergegaslah untuk mengerjakannya sebelum umurmu habis dan ajal datang menjemput !

Berikut ini adalah sedikit penjelasan tentang amalan-amalan tersebut :

Pertama : Mengajarkan Ilmu.

Kata ilmu yang dimaksudkan disini adalah ilmu bermanfaat yang bisa mengantarkan seseorang agar mengerti tentang agama mereka, bisa mengenalkan Rabb dan sesembahan mereka; ilmu yang bisa menuntun mereka ke jalan yang lurus; Ilmu yang dengannya bisa membedakan antara petunjuk dan kesesatan, kebenaran dan kebathilan, serta halal dan haram. Dari sini, nampak jelas besarnya keutamaan para Ulama yang selalu mamberi nasehat dan para da’i yang ikhlas. Merekalah (ibarat) pelita bagi manusia, penyangga negara, pembimbing umat dan sumber hikmah. Hidup mereka merupakan kekayaan dan kematian mereka adalah musibah.

Karena mereka mengajari orang-orang yang tidak tahu, mengingatkan yang lalai, serta menerangkan petunjuk kepada orang yang sesat. Ketika salah seorang dari para Ulama meninggal dunia, maka ilmunya akan tetap abadi terwariskan di tengah masyarakat, buku karya dan perkataannya akan senantiasa beredar. Masyarakat bisa memanfaatkan dan mengambil faidah dari buah karya mereka. (Dengan sebab inilah) pahala akan terus mengalir, meski mereka sudah berada dalam kuburan.

Dahulu banyak orang mengatakan, “Seorang yang berilmu meninggal dunia sementara kitabnya masih ada.” Namun sekarang, suaranya (pun) terekam dalam pita-pita kaset (atau kepingan CD) yang berisi pelajaran-pelajaran ilmiyah, muhadharah dan khuthbah-khuthbah yang sarat dengan manfaat, sehingga generasi-generasi yang datang setelahnya bisa mengambil manfaat darinya.

Orang yang berpartisipasi dalam mencetak buku-buku yang bermanfaat, dan menyebarkan buku-buku karya para Ulama yang sarat dengan faedah serta membagikan kaset-kaset ilmiyyah maka dia juga mendapatkan pahala yang besar dari sisi Allâh Azza wa Jalla .

Kedua : Mangalirkan Sungai

Maksudnya adalah membuat aliran-aliran sungai dari mata air dan sungai induk, supaya airnya bisa sampai ke pemukiman masyarakat serta sawah ladang mereka. Dengan demikian, manusia akan terhindar dari dahaga, tanaman tersirami, serta binatang ternak mendapatkan air minum.

Betapa pekerjaan besar ini akan menghasilkan begitu banyak kebaikan bagi manusia dengan membuat kemudahan bagi dalam mengakses air yang merupakan unsure terpenting dalam kehidupan. Semisal dengan ini yaitu mengalirkan air ke pemukiman masyarakat melalui pipa-pipa, begitu pula menyediakan tendon-tandon air di jalan-jalan dan tempat-tempat yang mereka butuhkan.

Ketiga : Menggali Sumur

Ini sama dengan penjelasan di atas. Dalam sebuah hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Shaallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي بِطَرِيقٍ اشْتَدَّ عَلَيْهِ الْعَطَشُ فَوَجَدَ بِئْرًا فَنَزَلَ فِيهَا فَشَرِبَ ثُمَّ خَرَجَ فَإِذَا كَلْبٌ يَلْهَثُ يَأْكُلُ الثَّرَى مِنْ الْعَطَشِ فَقَالَ الرَّجُلُ لَقَدْ بَلَغَ هَذَا الْكَلْبَ مِنْ الْعَطَشِ مِثْلُ الَّذِي كَانَ بَلَغَ بِي فَنَزَلَ الْبِئْرَ فَمَلَأَ خُفَّهُ مَاءً فَسَقَى الْكَلْبَ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَإِنَّ لَنَا فِي الْبَهَائِمِ أَجْرًا فَقَالَ نَعَمْ فِي كُلِّ ذَاتِ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ

Suatu ketika ada seorang lelaki yang menahan dahaga yang teramat berat berjalan di jalan, lalu dia menemukan sumur. Dia turun ke sumur itu lalu meminum kemudian keluar. Sekonyong-konyong dia mendapati seekor anjing terengah menjulurkan lidahnya menjilat tanah karena saking hausnya. (Melihat pemandangan ini,) lelaki itu mengatakan, ‘Anjing ini telah dahaga yang sama dengan yang aku rasakan.’ Lalu dia turun ke sumur itu dan memenuhi sepatunya dengan air lalu diminumkan ke anjing tersebut. Maka (dengan perbuatannya itu) Allâh Azza wa Jalla bersyukur untuknya dan memberikan maghfirah (ampunan)-Nya. Para shahabat bertanya, “Apakah kita bisa mendapatkan pahala dalam (pemeliharaan) binatang ?” Rasûlullâh Shaallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya, pada setiap nyawa itu ada pahala.”[2]

Ini pahala yang didapatkan oleh orang yang memberikan minum, lalu bagaimana dengan orang yang menggali sumur yang dengan keberadaannya akan tercukupi kebutuhan minum banyak orang dan bisa dimanfaatkan oleh banyak orang.

Keempat : Menanam Pohon Kurma

Telah diketahui bersama bahwa pohon kurma merupakan pohon termulia dan memiliki banyak manfaat buat manusia. Maka barangsiapa menanam pohon kurma dan mendermakan buahnya untuk kaum Muslimin, maka pahalanya akan terus mengalir setiap kali ada orang memakan buahnya atau setiap kali ada yang memanfaatkannya baik manusia maupun hewan. Ini juga berlaku bagi siapa saja yang menanam segala macam pohon yang bermanfaat bagi manusia. Penyebutan kurma dalam hadits di atas secara khusus disebabkan keutamaan dan keistimewaan yang dimiliki oleh pohon kurma.

Kelima : Membangun Masjid

Masjid merupakan tempat yang paling dicintai Allâh Azza wa Jalla . Sebuah tempat yang Allâh perintahkan untuk diangkat dan disebut nama-Nya di sana. Apabila masjid telah dibangun maka di sana akan dilaksanakan shalat, dibaca ayat-ayat al-Qur’ân, nama-nama Allâh Azza wa Jalla akan disebut, ilmu-ilmu akan diajarkan, serta bisa menjadi tempat berkumpulnya kaum Muslimin, masih banyak faedah-faedah yang lain. Masing-masing poin itu bisa menghasilkan pahala.

Dalam sebuah hadits diriwayatkan

عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رَ ضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ يَقُوْلُ مَنْ بَنَى مَسْجِدًا يَبْتَغِي بِهِ وَجْهَ اللَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ مِثْلَهُ فِي الْجَنَّةِ

Dari Utsman bin Affan Radhiyallahu anhu , beliau mengatakan, “Aku pernah mendengar Rasûlullâh Shaallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa yang membangun masjid untuk mencari wajah Allâh Azza wa Jalla , maka Allâh Azza wa Jalla akan membangunkannya rumah yang sama di surga[3]

Keenam : Mewariskan al-Qur’ân

Ini bisa dilakukan dengan cara mencetak atau membeli mushaf al-Qur’an lalu mewakafkannya di masji-masjid dan majlis-majlis ilmu agar bisa dimanfaatkan oleh kaum Muslimin. Orang yang mewakafkan mushaf al-Qur’an akan mendapatkan pahala setiap kali ada orang yang membacanya, mentadabburi maknanya dan mengamalkan kandungannya.

Ketujuh : Mendidik Anak-anak

Memberikan pendidikan yang baik kepada anak-anak serta berusaha maksimal membesarkan mereka dalam ketaqwaan dan kebaikan. Sehingga diharapkan, mereka akan menjadi anak-anak yang berbakti dan shalih, yang mendoakan kebaikan untuk kedua orang tua mereka, dan memohonkan rahmat serta ampunan buat kedua mereka. Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa sesungguhnya ini termasuk hal-hal yang masih bermanfaat bagi seseorang meski ia sudah menjadi mayit.

Senada dengan hadits di awal yaitu hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa Rasûlullâh Shaallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ

Sesungguhnya diantara amal dan kebaikannya yang akan menyertai seorang Mukmin setelah meninggalnya adalah ilmu yang diajarkan dan disebarkannya, anak shalih yang ditinggalkannya, mushaf yang diwariskannya, masjid dibangun, rumah persinggahan yang dibangun bagi orang yang sedang menempuh perjalanan, sungai yang dialirkannya, sedekah yang dia keluarkan dari hartanya saat masih sehat dan hidup akan menyertainya sampai meninggalnya[4]

Juga hadits dari Abu Umamah al-Bahili Radhiyallahu anhu dari Rasûlullâh Shaallallahu ‘alaihi wa sallam :

أَرْبَعَةٌ تَجْرِي عَلَيْهِمْ أُجُوْرُهُمْ بَعْدَ الْمَوْتِ : مَنْ مَاتَ مُرَابِطًا فِي سَبِيْلِ اللهِ وَ مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا أُجْرِيَ لَهُ عَمَلُهُ مَا عَمِلَ بِهِ وَمَنْ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَجْرُهَا يَجْرِي لَهُ مَا وُجِدَتْ وَرَجُلٌ تَرَكَ وَلَدًا صَالِحًا فَهُوَ يَدْعُوْ لَهُ

Ada empat hal yang pahalanya tetap mengalir bagi pelakunya setelah meninggalnya (yaitu) orang yang meninggal saat menjaga perbatasan dalam jihad fi sabilillah, orang yang mengajarkan ilmu dia akan tetap diberi pahala selama ilmunya itu diamalkan; Orang yang bersedekah maka pahalanya akan tetap mengalir selama sedekah itu masih ada; dan orang yang meninggalkan anak shalih yang mendo’akannya[5]

Juga hadits yang sangat populer yaitu hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Rasûlullâh Shaallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Apabila seseorang sudah meninggal maka seluruh amalannya terputus kecuali dari tiga perkara (yaitu) dari sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan dan anak shalih yang mendo’akannya[6]

Ketika menjelaskan maksud dari shadaqah jariyah, sekelompok para Ulama mengatakan bahwa maksudnya adalah wakaf. Sebagin besar dari perkara-perkara yang dipaparkan di atas termasuk shadaqah jariyah.

Dan sabdanya : ((أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ )) yang artinya rumah yang dibangun untuk orang yang sedang melakukan perjalanan.

Di dalam potongan sabda beliau Shaallallahu ‘alaihi wa sallam ini terdapat isyarat keutamaan membangun rumah dan mewaqafkannya agar bisa dimanfaatkan oleh kaum Muslimin secara umum, baik ibnu sabîl, para penuntut ilmu, anak-anak yatim, para janda ataupun orang-orang fakir dan miskin. Alangkah banyak kebaikan dan kemaslahan yang terealisasi dengan hal ini.

Terkadang hal-hal tersebut di atas memancing munculnya berbagai amalan-amalan yang penuh barakah yang akan tetap menghasilkan pahala bagi pelakunya meskipun dia sudah meninggal dunia.

Akhirnya, kita memohon kepada Allâh Azza wa Jalla agar Allâh Azza wa Jalla memberikan taufiq-Nya kepada kita untuk melakukan semua kebaikan dan agar Allâh Azza wa Jalla senantiasa membantu kita dalam melakukan berbagai aktifitas kebaikan dan senantiasa membimbing kita dalam meniti jalan petunjuk.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 11/Tahun XV/1433H/2012M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]

_______

Footnote

[1] Diterjemahkan dari al-Fawâid al-Mantsûrah, hlm. 11-15
[2] HR. Bukhari, no. 2466 dan Muslim, no. 2244
[3] HR. Bukhari, no. 450 dan Muslim, no. 533
[4] HR. Ibnu Majah, no. 242. Hadits ini dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Shahîh Sunan Ibni Majah, no. 198
[5] HR. Ahmad (5/260-261); ath-Thabrani, no. 7831. Hadits ini dinilai hasan Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Shahîh al-Jâmi, no. 877
[6] HR. Muslim, no. 1631