Kapolsek Medan Area Kompol Faidir ChaniagoSHMH

Kapolsek Medan Area Kompol Faidir Chaniago,SH,MH : Pelaku Pembacokan Sudah Kami Amankan

Headline Muhasabah Sumatera Utara

Pelaku Pembacokan Sudah Kami Tembakmascipoldotcom  – Minggu, 28 Juni 2020 (7 Dzulqoidah 1441)

Medan – Hanya dalam tempo 15 jam personil Polsek Medan Area yang dibackup Sat Reskrim Polrestabes Medan, Polda Sumatera Utara berhasil menangkap perampok sadis yang membacok dua orang korbannya hingga kritis.

Pelaku terpaksa dilumpuhkan Polsek Medan Area dengan menembak kedua kakinya karena melawan dan melarikan diri saat ditangkap di Jalan Ghandi, Medan, Sumatera Utara, Jumat (26/6/2020) sekitar pukul 20:30 WIB. Reza Wijaya alias Midun (30) warga Jalan Ismaliyah Kelurahan Komat I Kecamatan Medan Area, Medan, SumaterA Utara, ini merupakan pecandu narkoba, saat sakau (teler) pria yang bekerja sebagai tukang parkir ini bingung lantaran tak punya uang untuk membeli narkoba.

Sangkin sakaunya, pelaku masuk ke rumah Hasim (80) di Jalan Sabarudin, Kelurahan Sei Regas Permata Kecamatan Medan Area, melalui atap seng rumah korban, Jumat (26/6/2020) sekitar pukul 04:30 WIB.

Setiba di dalam rumah, pelaku mengambil 3 unit hape dan kepergok oleh Lukman (50), anak korban. Panik pelaku langsung membacok kepala korban dengan menggunakan pisau. Membuat korban rubuh bersimbah darah.

Kemudian pelaku lari menuju pintu depan untuk kabur. Namun dihalangi oleh Hasim. Melihat korban menghalanginya, pelaku membacok korban di bagian kepala sebanyak dua kali. Seketika korban ambruk dengan bersimbah darah.

Pelaku yang berhasil kabur kemudian menjual 3 unit HP hasil curinya kepada Zulkifli seharga Rp900 ribu. Namun Zulkifli, hanya mempunyai uang Rp50 ribu dan memberikannya kepada Reza. Uang Rp50 ribu tersebut langsung digunakan pelaku untuk membeli sabu.

15 jam kemudian, polisi berhasil meringkus pelaku saat berada di Jalan Gandhi. Pelaku melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri terpaksa dilumpuhkan dengan menembak kedua kakinya. Selanjutnya petugas Polsek Medan Area membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk mengobati kedua kakinya lalu mengamankannya ke Mapolsek Medan Area.

Barang bukti yang digunakan pelaku berhasil disita berupa, topi merah,pisau, celana pendek, kaos hitam, jaket jeans dan kayu.

Kapolsek Medan Area Kompol Faidir SH.MH mengatakan bahwa Polsek Medan Area tidak akan main main dan tidak akan memberikan toleransi untuk semua pelaku tindak pidana kejahatan , sesuai dengan progam kerja Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin ,M.Si

Lanjut Faidir , dimana atas perbuatan pelaku kedua korban menderita luka bacok di bagian kepala dan masih kritis di Rumah Sakit Methodist Medan ,“Aksi pelaku terekam kamera CCTV dan berhasil kita amankan di Jalan Gandhi,” kata Faidir (Leodepari/Bid Humas Polda Sumut)

———

Renungan

HUKUM BUNUH MENANTI PARA PEMBEGAL

Oleh Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari

MAKNA MEMBEGAL

Anggota yang berbahasa Arab disebut qat’uth tharîq atau hirâbah, yaitu mencegat untuk merampas harta orang lain, atau membunuhnya, atau menerornya, dengan cara terang-terangan, dengan kesombongan, dengan menggunakan penggunakan (dialog) dan juga mencari orang yang bisa menolong. [Lihat al-Mausû’ah al-Kuwitiyyah , 17/153]

Pembegalan berbeda dengan pencurian. Pembegalan dilakukan dengan cara terang-terangan, dengan kesombongan, dengan menggunakan senjata perang, sementara pencurian dengan cara sembunyi-sembunyi.

Membegal juga disebut dengan merampok atau merompak, atau menyamun.

BAHAYA PERBUATAN BEGAL

Pembegalan merupakan tindakan teror, kezhaliman, pelanggaran hak orang lain, dan membuat kerusakan di muka bumi.

Pelaku pembegalan telah mengeluarkan beberapa larangan keras dalam agama Islam, diterbitkan:

Larangan menakut-nakuti dan membuat gentar kaum Muslimin. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا

Tidak halal bagi seorang Muslim menakut-nakuti atau membuat kaget Muslim lainnya. [SDM. Abu Dawud, tidak. 5004]

Larang mengangkat senjata melawan kaum Mukminin. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ حَمَلَ عَلَيْنَا السِّلَاحَ فَلَيْسَ مِنَّا

Barangsiapa mengangkat senjata terhadap kami, maka dia bukan dari kami. [SDM. Ahmad, tidak. 4467; al-Bukhari, no. 6874, 7070; Muslim, tidak. 98; dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma]

Larangan atau pengharaman ‘udwan (permusuhan; melewati batas) dan larangan membawa zhalim, mengucapkan Allâh Azza wa Jalla berfirman:
تعتدوا ولا إن الله لا يحب المعتدين

Janganlah kamu melampaui batas, karena melampaui Allâh tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. [Al-Baqarah / 2: 190]

Di dalam hadits Qudsi (Allâh Azza wa Jalla berfirman):

يَا عِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلَا فَظَللا

Wahai hamba-hambaKu, sebenarnya Aku telah mengharamkan kezhaliman atas diriKu, dan Aku jadikan kezhaliman itu diharamkan di antara kamu, maka janganlah kamu saling menzhalimi. [SDM. Muslim, no: 2577]

Imam Adz-Dzahabi rahimahullah dalam kitabnya al-Kab â ir mengatakan , “Semata-mata membegal dan membuat teror di jalanan saja sudah termasuk dosa besar, maka perlukah lagi ditambahkan dengan merampas harta, atau melukai (orang), atau membunuh? Jika demikian, maka ia telah melakukan banyak dosa, lebih besar dari para pembegal itu juga meninggalkan shalat, dan menggunakan hasil mereka untuk minuman keras, berzina, perangual, dan lainnya. Kita memohon keselamatan untuk semua orang dari musibah dan cobaan. Sesunguhnya Dia Maha Dermawan lagi Pemurah, Maha Pengampun lagi Penyayang. ” [ Al-Kab â ir , hlm. 57]

Karena pentingnya dosa, maka agama Islam menjelaskan berbagai ancaman terhadap para pelakunya, baik ancaman di dunia maupun di akhirat.

ANCAMAN DI DUNIA

Tentang ancaman di dunia, Allah Azza wa Jalla berfirman:

جزاء الذين يحاربون إنما الله ورسوله ويسعون في الأرض فسادا أن يقتلوا Required fields atau يصلبوا Required fields atau تقطع أيديهم وأرجلهم من خلاف Required fields atau ينفوا من الأرض ذلك لهم خزي في الدنيا ولهم في الآخرة عذاب عظيم

Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang beralih Allâh dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, dilepaskan mereka atau disalib, atau diambil tangan dan kaki mereka secara silang, atau dikeluarkan dari negara (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar . ” [Al-Mâidah / 5: 33]

Saat menjelaskan makna ayat di atas, para penyusun Tafsir al-Muyassar mengatakan, “Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang ditentang Allâh, dan menampakkan permusuhan kepada-Nya dengan terang-terangan, ganti hukum-hukum-Nya dan hukum-hukum Rasul- Nya, dan membuat kerusakan di muka bumi dengan membunuh manusia dan merampas harta, adalah dibunuh atau disalib bersamaan dengan dibunuh, [disalib adalah diikatnya si penjahat di atas kayu].

Atau dipotong tangan kanan si pemburu pembalut itu dan dipotong juga kaki kirinya. Jika tidak bertaubat, potong tangan kirinya dan kaki kanannya.

Atau dikeluarkan menuju negeri yang bukan tempat kediamannya, dan dipenjara di negeri tersebut, hingga taubat mereka tampak. Balasan yang Allâh Azza wa Jalla sediakan bagi para pembegal ini merupakan suatu penghinaan di dunia. Sementara di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar, jika mereka tidak bertaubat. ” [ Tafsir al-Muyassar Al Mâidah / 5: 33]

Namun, yang harus disampaikan di sini adalah keputusan yang diterapkan kepada pembegal, ini adalah hak pemerintah, setelah ada keputusan pengadilan, dan tidak boleh dilakukan oleh masyarakat umum. Perbuatan utama hakim sendiri yang kerap mengisi berita media massa

ANCAMAN DI AKHIRAT

Saat menjalankan di akhirat, antara lain di pembegal yang mati saat melakukan aksi jahatnya terancam masuk neraka. Dapat dipertimbangkan dalam hadits:

عن أبي هريرة, قال: جاء رجل إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم, فقال: يا رسول الله, أرأيت إن جاء رجل يريد أخذ مالي? قَالَ: فَلَا تُعْطِهِ مَالَكَ قَالَ: أَرَأَيْتَ إِنْ قَاتَلَنِي؟ قَالَ: قَاتِلْهُ قَالَ: أَرَأَيْتَ إِنْ قَتَلَنِي؟ ق الَ: فَأَنْتَ شَهِيدٌ ، قَالَ: أَرَأَيْتَ إِنْ قَتَلْتُهُ؟ قَالَ: هُوَ فِي النَّارِ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dia Berkata, “Seorang laki-laki Datang menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Lalu bertanya,‘Wahai Ras û jeda â h, bagaimana pendapatmu, JIKA ADA orangutan Yang hendak merampas hartaku.’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jangan ikut memberikan hartamu menerima.”

Dia bertanya lagi, “Bagaimana jika dia memerangiku?”. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Perangilah dia.” Dia bertanya lagi, “Bagaimana jika dia membunuhku?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Engkau syahid.” Dia bertanya lagi, “Bagaimana jika aku membunuhnya?” Dia Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Dia di neraka.” [SDM. Muslim, tidak. 140]

Inilah penjelasan singkat tentang keburukan perbuatan begal dan perbuatan kezhaliman lainnya.

Semoga dengan penjelasan singkat ini, Allah Azza wa Jallamemberikan hidayah taufik-Nya kepada kita semua dan seluruh kaum Muslimin untuk meninggalkan segala bentuk kezhaliman terhadap sesama manusia, khususnya kaum Muslimin. Dan semoga Allah Azza wa Jallasenantiasa menjaga kita agar tidak terjerumus dalam perbuatan zhalim, baik zhalim terhadap diri sendiri maupun zhalim terhadap orang lain.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 05/Tahun XIX/1436H/2015. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]