Polsek Cibarusah optimalkan patroli skala besar 5

Kapolsek Cibarusah Tingkatkan Patroli Malam Guna Menjaga Kamtibmas dan Cegah Berkembangnya Wabah Covid-19

Headline Muhasabah

Polsek Cibarusah optimalkan patroli skala besar 9mascipoldotcom – Minggu, 17 Mei 2020 (Ahad, 24 Ramadhan 1441 H)

Cibarusah – Polsek Cibarusah optimalkan patroli sekala besar di wilayah hukum Polsek Cibarusah khususnya di desa Sindangmulya Kabupaten Bekasi bersama TNI, Pokdarkamtibmas dan aparatur desa Sindangmulya Cibarusah Kabupaten Bekasi, Sabtu 16/5/2020, 23.30 WIB

“Patroli ini bagian dari agenda kerja TNI Polri beserta para aparatur daerah dalam pemutusan dan pencegahan berkembangnya wabah Covid-19”. ungkap Kapolsek Cibarusah AKP Sukarman.

Patroli di pimpin langsung oleh Kapolsek Cibarusah AKP Sukarman ke pos – pos penjagaan yang ada di wilayah hukum Polsek Cibarusah, perumahan – perumahan dan pasar di lakukan mulai pukul 20.00 WIB sampai dengan selesai.

 

Polsek Cibarusah optimalkan patroli skala besar 8a

Sebelum melakukan patroli AKP Sukarman memberikan pengarahan di area kantor kepala desa Sindangmulya, beliau mengimbau kepada para petugas yang akan bertugas untuk selalu menggunakan masker, menjaga jarak,memberikan himbauan kepada masyarakat dan tindak tegas bagi warga yang melanggar.

 

Aiptu Nasichin selaku Bhabinkamtibmas desa Sindangmulya yang mendampingi AKP Sukarman kapolsek Cibarusah menyatakan, “Warga sangat antusias dan senang ketika team gabungan TNI Polri, Pokdarkamtibmas dan aparatur desa melakukan patroli, ini sangat membantu dan ini kerja sama yang baik antara aparat dan warga dalam ikhtiar mencegah dan memutuskan penyebaran virus Covid-19”, ujar Aiptu Nasichin.

 

Polsek Cibarusah optimalkan patroli skala besar 7

Kegiatan patroli yang juga melibatkan TNI dari Koramil Cibarusah dibawah kendali Kapten CZI Sunu Wardoyo melalui babinsa wilayah desa Sindangmulya Serda Sutrisno menyatakan, “Ini adalah tugas kita bersama dalam mencegah dan memutuskan penyebaran virus Covid-19, aparat harus ada kerja sama dengan warga, aparat bertugas untuk memberikan himbauan, berjaga-jaga di pos-pos PSBB dan warga berjaga-jaga di masing-masing wilayah lingkungannya serta warga yang tidak ada kepentingan penting tetap sabar stay at home, jangan mudik dan tetap menjaga kesehatan”, ungkap Serda Sutrisno kepada www.mascipol.com.

Apalah artinya kami sebagai aparat apabila tugas kami tidak di dukung oleh masyarakat dan apalah artinya tugas kami dalam mengupayakan pencegahan wabah Covid-19 jika masyarakat tidak patuh kepada peraturan dan himbauan pemerintah “, tutup Serda Sutrisno.

——

Polsek Cibarusah optimalkan patroli skala besar 3Renungan

 

MENGHIDUPKAN DAN MERAYAKAN MALAM LAILATUL QADAR

 

Pertanyaan
Bagaimana (cara) menghidupkan malam lailatul qadar, apakah dengan shalat atau bacaan Al-Qur’an, sirah nabawiyah, memberikan nasehat, mengarahkan dan merayaknnya di masjid?

 

Polsek Cibarusah optimalkan patroli skala besar 1aJawaban

Alhamdulillah

 

Pertama: Kebiasaan Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam adalah bersemangat pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, melebihi selainnya, baik dengan shalat, bacaan Al-Qur’an, maupun berdoa. Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Aisyah Radhiyallahu’anha, sesungguhnya Nabi sallallahu‘alaihi wa sallam bersabda:

 

كَانَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَجَدَّ وَشَدَّ الْمِئْزَر. (ولأحمد ومسلم) كَانَ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ ، مَا لَا يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ

Polsek Cibarusah optimalkan patroli skala besar 6“Apabila memasuki sepuluh malam akhir, biasanya beliau (Rasulullah sallallahu ‘alahi wa sallam) menghidupkan malam, membangunkan keluarganya serta mengencangkan kainnya (meninggalkan jimak dan semangat beribadah).” Dalam riwayat Ahmad dan Muslim: “Beliau bersungguh-sungguh pada sepuluh malam akhir tidak seperti malam selainnya.”

Kedua: Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan qiyam (shalat) pada Lailatul Qadar dalam keadaan iman dan harap.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Nabi sallallahu’alaihi wa sallam sesungguhnya beliau bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berdiri (menunaikan shalat) pada Lailatul Qadar dengan iman dan berharap (pahala), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” [Diriwayatkan oleh jama’ah, kecuali Ibnu Majah)

Polsek Cibarusah optimalkan patroli skala besar 5

Hadits ini menunjukkan disyariatkannya menghidupkan Lailatul Qadar dengan shalat.

 

Ketiga: Di antara doa yang terbaik untuk dibaca pada Lailatul Qadar seperti yang Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam ajarkan kepada Aisyah radhiallahu’anha sebagaimana diriwayatkan oleh Tirmizi dan dia nyatakan shahih dari Aisyah Radhiyallahu’anha, dia berkata:

 

يا رسولَ الله، أرأيتَ إنْ علمتُ أيَّ ليلةٍ ليلةُ القدْر؛ ما أقول فيها؟ قال: قولي: اللَّهُمَّ إنَّك عفُوٌّ تحبُّ العفوَ، فاعفُ عنِّي

Polsek Cibarusah optimalkan patroli skala besar 4

“Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat anda kalau saya mendapatkan Lailatul Qadar, apa yang saya ucapkan ketika itu? beliau menjawab: “Katakanlah, Allahumma innaka ‘afuwwun, tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Memafkan dan senang memaafkan, maka maafkanlah diriku).”

Keempat: Mengkhususkan malam tertentu di bulan Ramadhan sebagai Lailatul Qadar memerlukan dalil untuk menentukannya. Akan tetapi malam-malam ganjil pada sepuluh malam terakhir lebih mendekati (Lailatul Qadar) di banding malam-malam lainnya, dan malam dua puluh tujuh lebih dekat di banding malam-malam lainnya dengan Lailatul Qadar. Sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits yang menunjukkan hal itu.

Kelima: Adapun berbagai perbuatan bid’ah tidak diperkenankan, baik di bulan Ramadhan maupun selain Ramadhan. Terdapat riwayat dari Rasulullah sallalahu ‘alaihi wa sallam, sesungguhnya beliau bersabda:

مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ ( وفي رواية ) من عمل عملاً ليس عليه أمرنا فهو رد

Polsek Cibarusah optimalkan patroli skala besar 2a

“Barangsiapa yang membuat perkara baru dalam urusan kami (agama) yang tidak bersumber darinya maka ia tertolat.” Dalam riwayat lain: “Barangsiapa beramal dalam suatu amalan yang tidak bersumber dari kami, maka ia tertolak.”

Apa yang dilakukan pada sebagian malam bulan Ramadhan dengan mengadakan perayaan, kami tidak mengetahui asal usulnya. Dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad dan seburuk-buruk urusan adalah perkara baru dalam agama (bid’ah).

Wabillahi taufiq .

Referensi: Fatawa AL-Lajnah Ad-Daimah, 10/413

Disalin dari https://islamqa.info/id/answers/48965