Kapolri Ucapkan HUT Ke 75 TNI 3

Kapolri Ucapkan HUT Ke-75 TNI : Semoga Semakin Profesional Dalam Menegakkan Kedaulatan NKRI

Headline DKI Jakarta Muhasabah

Kapolri Ucapkan HUT Ke 75 TNI 6mascipoldotcom – Senin, 05 Oktober 2020 (18 Safar 1442 H)

Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis memberikan ucapan selamat hari ulang tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-75 yang jatuh tanggal 5 Oktober tiap tahunnya.

Ucapan itu disampaikan Jenderal Polisi Idham, dalam sebuah tayangan video bersama para pejabat tinggi Korps Bhayangkara yang diunggah Divisi Humas Polri.

“Kami, Kepolisian Negara Republik Indonesia mengucapkan selamat HUT TNI ke-75,” kata Jenderal Idham Azis dalam video tersebut, Senin (5/10/2020).

Menginjak usia ke-75, Idham berharap, TNI semakin kuat demi melindungi kedaulatan Bangsa dan mempertahankan persatuan dan kesatuan Negara Indonesia.

Kapolri Ucapkan HUT Ke 75 TNI 5“Semoga TNI semakin profesional dalam menegakkan kedaulatan negara republik Indonesia dan mempertahankan keutuhan NKRI serta melindungi segenap bangsa dan seluruh rakyat Indonesia,” ujar Jenderal Polisi Idham.

Tema yang diangkat dalam HUT TNI ke-75 tahun 2020 ini adalah “Sinergi Untuk Negeri”. Menyambut peringatan HUT tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto telah melakukan serangkaian kegiatan.

Diantaranya adalah, melakukan ziarah nasional ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Hadi juga melakukan kegiatan tabur bunga di makam pahlawan.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, puncak perayaan HUT TNI hari ini akan digelar secara virtual. Mengingat, Indonesia sedang menghadapi Pandemi Covid-19. Acara pelaksanaan akan dilaksanakan di Istana Negara. (H Muhairo)

————-

Renungan

Wasiat Al-Albani Untuk Segenap Kaum Muslimin

Oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah Jalla Jalaluhu, kami memujiNya, memohon ampunan dan pertolonganNya. Kami berlindung kepadaNya dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami. Siapa yang ditunjuki Allah Jalla Jalaluhu niscaya tiada yang menyesatkannya. Dan siapa yang disesatkanNya tiada pula yang menunjukinya, Aku bersaksi bahwasanya tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah satu-stunya, tiada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba dan RasulNya.

Wasiatku kepada setiap muslim di belahan bumi manapun berada, lebih khusus kepada saudara-saudara kami yang ikut berpartisapasi bersama kami dalam penisbatan kepada dakwah yang penuh barakah ini, yaitu dakwah kepada al-Qur’an dan as-Sunnah sesuai dengan manhaj Salafus Shalih.

Aku wasiatkan kepada mereka dan terutama diriku agar bertakwa kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala.

Kemudian agar membekali diri dengan ilmu yang bermanfaat sebagaimana firman Allah Jalla Jalaluhu.

وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ

“Dan bertakwalah kepada Allah, Allah akan mengajarimu” [Al-Baqarah/2: 282]

Hendaknya mereka ketahui bahwa ilmu yang baik atau benar menurut pandangan kami tidak keluar dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang sesuai dengan manhaj dan pemahaman Salafush Shalih.

Hendaknya mereka padukan antara ilmu yang dimiliki dan pengamalannya sedapat mungkin. Dengan demikian ilmu tidak menjadi hujjah yang justru mencelakakan mereka, yang mana pada hari itu harta benda dan anak keturunan tidak bermanfaat kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat.

Aku ingatkan, agar waspada dari segala bentuk kerjasama dan persekutuan dengan orang-orang yang dalam banyak hal telah keluar dan menyimpang dari jalur Salafi. Penyimpangan-penyimpangan itu sangat banyak. Bilamana dipadukan akan identik dengan sikap khuruj (keluar) yang berarti memberontak terhadap kaum Muslimin dan jama’ah mereka.

Kami hanya perintahkan agar mereka mewujudkan sebuah komunitas seperti yang disabdakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah hadits yang shahih.

وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا

“Dan jadilah kalian sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara” [Hadits Riwayat Muslim, lihat Mukhtashar Shahiih Muslim no. 1775]

Hendaknya kita bergaul dengan cara yang baik dan ramah dalam berdakwah mengajak orang-orang yang menyelisihi dakwah kita. Agar sesuai dengan manhaj dan pemahaman Salafush Shalih.

Dan selamanya kita harus berpegang teguh pada firman Allah Jalla Jalaluhu.

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
“Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik” [An-Nahl/16 : 125]

Orang yang paling berhak diperlakukan dengan cara hikmah adalah orang yang paling keras menentang kita dalam prinsip dan aqidah kita. Hal ini kita lakukan agar tidak tertumpu pada kita dua beban yang berat, beratnya dakwah haq yang telah dianugrahkan Allah Jalla Jalaluhu kepada kita kemudian dibebani lagi dengan jeleknya cara dakwah kita kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Aku berharap dari semua saudara-saudaraku yang berada di setiap negeri Islam, agar melaksanakan adab-adab yang Islami ini, semata-mata karena mengharap wajah Allah ‘Azza wa Jalla dan tidak mengharap balasan dan tidak pula ucapan terima kasih dari manusia.

Semoga apa yang sampaikan ini telah mencukupi.

Walhamdulillahi Rabbil ‘aalamin. [1]

[Disalin dari Majalah : as-Salafiyah, edisi ke 5/Th 1420-1421. hal 41-48, dengan judul asli “Hukmu fiqhil Waqi’ wa Ahammiyyatuhu”. Ashalah, diterjemahkan oleh Mubarak BM Bamuallim Lc dalam Buku “Biografi Syaikh Al-Albani Mujaddid dan Ahli Hadits Abad ini” hal. 127-150 Terbitan Pustaka Imam Asy-Syafi’i.]
______
Footnote.
1. Lihat Muhadditsul ‘Ashri hal. 74-75