Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono lagi 2

Kapolri Terbitkan Maklumat Cegah Klaster Covid-19 di Pilkada 2020

Headline DKI Jakarta Muhasabah

Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono lagi 1 1mascipoldotcom – Senin, 21 September 2020 (04 Safar 1442 H)

Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Drs.Idham Azis, M.Si,. menerbitkan Maklumat untuk mencegah terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19 di masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020.

Maklumat Kapolri bernomor Mak/3/IX/2020 Tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pemilihan Tahun 2020.

“Jadi pada hari ini, pak Kapolri keluarkan maklumat tentang kepatuhan terhadap protokol kesehatan dalam pelaksanaan pemilihan tahun 2020. Pertama bahwa Salus Populi Suprema Lex Esto atau keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi,” kata Kadivd Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2020).

Menurut Irjen Pol Argo, dikeluarkannya maklumat Kapolri ini merupakan kelanjutan dari Instruksi Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) terkait pencegahan penyebaran virus corona.

“Tentunya sesuai arahan Presiden tanggal 7 September 2020 bahwa agar waspadai klaster corona, pertama kantor, kedua keluarga, ketiga Pilkada. Tentunya adanya hal tersebut Polri keluarkan Maklumat,” ujar Irjen Pol Argo.

Selain itu, Irjen Pol Argo juga menjelaskan, maklumat Kapolri tersebut dikeluarkan agar para pasangan calon (paslon) beserta pendukungnya bisa benar-benar menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid-19.

“Jadi adanya tahapan Pilkada dimulai dan kemarin juga bahwa tanggal 4-6 September ada pendaftaran paslon diikuti pendukung yang tak menggunakan protokol kesehatan. Tentunya kita keluarkan agar menekan sekecil mungkin ditahapan klaster Pilkada,” papar Irjen Irjen Pol Argo Yuwono.

Adapun isi maklumat Kapolri Tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pemilihan Tahun 2020, yakni;

1. Pemilihan Kepala Daerah 2020 merupakan pelaksanaan kedaulatan rakyat secara konstitusional yang dilindungi undang-undang, maka diperlukan penegasan pengaturan agar tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

2. Untuk memberikan perlindungan dan menjamin keselamatan kepada penyelenggara pemilihan, peserta pemilihan, pemilih dan seluruh pihak yang terkait dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 pada adaptasi kebiasaan baru, dengan ini Kapolri mengeluarkan maklumat:

a. Dalam pelaksanaan pemilihan 2020, tetap mengutamakan keselamatan jiwa dengan mematuhi kebijakan dan peraturan pemerintah terkait penanganan, pencegahan, serta protokol kesehatan Covid-19.

b. Penyelenggara pemilihan, peserta pemilihan, pemilih, dan seluruh pihak yang terkait para setiap tahapan wajib menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

c. Pengerahan massa pada setiap tahapan pemilihan tidak melebihi batasan jumlah massa yang telah ditetapkan oleh penyelenggara pemilihan.

d. Setelah selesai melaksanakan setiap kegiatan tahapan, semua pihak yang terlibat dan masyarakat agar segera membubarkan diri dengan tertib tanpa arak-arakan, konvoi, atau sejenisnya.

3. Bahwa apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan Kepolisian yang diperlukan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

4. Demikian maklumat ini disampaikan untuk diketahui dan dipatuhi oleh seluruh masyarakat. (Alam)

————

Renungan

Warga Negara Baik Melahirkan Penguasa Yang Baik

Pemimpin yang bersih, jujur, amanah, cerdas, tegas, bersahaja, merakyat dan lain sebagainya tentu menjadi dambaan semua orang yang mengharapkan masa depan yang baik. Ini sudah pasti, namun untuk mewujudkannya bukan hal mudah. Islam sangat menghargai pemimpin yang adil. Pemimpin adil adalah satu diantara tujuh golongan yang mendapatkan naungan Arsy Allâh di saat tidak ada naungan sama sekali dari terik sinar matahari yang panas membakar, kecuali naungan Arsy tersebut. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa diantara tujuh golongan yang mendapatkan naungan Arsy Allah Azza wa Jalla di hari kiamat kelak adalah pemimpin yang adil.

Sampai disini, semua sepakat dan menginginkan keadilan pemimpin yang mendatangkan kebaikan untuk Negara dan rakyat yang dipimpinnya. Lalu timbul pertanyaan besar dalam hati, bagaimanakah mewujudkannya? Para Ulama Rabbani mengingatkan bahwa jika kita menginginkan pemimpin yang baik, maka kita harus memulai perbaikan itu dari diri kita dan masyarakat, sebab ada satu kaidah yang sudah baku dan terbukti dalam sejarah, “Sebagaimana keadaan kalian, begitulah keadaan pemimpin kalian.”

Sebagai insan yang beriman kepada Allâh Azza wa Jalla dan Rasul-Nya, kita berkewajiban mengikuti petunjuk Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam karena kita yakin bahwa Allâh satu-satunya Dzat Yang Memutuskan dan Pemberi taufik. Barangsiapa menyimpang dari jalan Nabi-Nya, maka tidak akan beruntung selamanya.

Apabila kita merenungi Kitabullâh, niscaya kita akan dapati bahwa tiap kali berbicara tentang khilâfah, tamkîn (pemberian tampuk kepemimpinan atau kedudukan) dan mulk (kekuasaan), al-Qur`an selalu mengaitkan semua itu dengan Allâh Subhanahu wa Ta’ala . Misalnya, dalam firman Allâh tentang istikhlâf (pelimpahan tugas sebagai penguasa) :

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً

Dan ingatlah ketika Rabbmu berkata kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” [Al-Baqarah/2:30].

Jika kita perhatian kesamaan muatan ayat di atas dan ayat-ayat lainnya, kita dapati bahwa Allâh lah yang menetapkan kekuasaan bagi siapa saja yang Dia kehendaki, sebagaimana firman-Nya :

وَاللَّهُ يُؤْتِي مُلْكَهُ مَنْ يَشَاءُ

Dan Allâh memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. [al-Baqarah/2:247].

Karakter seorang pemimpin sangat berkaitan erat dengan karakter para rakyatnya, jika rakyat baik maka pemimpin juga baik, begitu juga sebaliknya. Oleh karenanya al-Hasan al-Basri rahimahullah ketika mendapati ada sebagian masyarakat yang hendak memberontak dan melawan kebengisan al-Hajjaj bin Yusuf yang terlah membunuh ratusan ribu kaum Muslimin, beliau rahimahullah mengatakan bahwa al-Hajjâj adalah hukuman dari Allâh atas mereka. Lalu beliau rahimahullah mengatakan, “Janganlah kalian merespon hukuman Allâh ini dengan pedang! Namun sambutlah hukuman ini dengan bertaubat kepada Allâh dan tunduk kepada-Nya! Bertaubatlah kalian, niscaya kalian akan terpelihara darinya!” [1]

Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah rahimahullah menyampaikan sebuah pesan yang sangat menyentuh, seakan belum pernah ada pesan ahli ilmu yang lebih menyentuh dari itu. Beliau rahimahullah mengatakan, “Renungilah hikmah Allâh Azza wa Jalla yang telah memilih para raja, penguasa dan pelindung umat manusia berdasarkan perbuatan rakyatnya, bahkan seakan perbuatan rakyat tergambar dalam prilaku pemimpin dan penguasa mereka. Jika rakyat istiqamah dan lurus, maka akan lurus juga penguasa mereka. Jika rakyat adil, maka akan adil pula penguasa mereka. Namun jika rakyat berbuat zhalim, maka penguasa mereka juga akan berbuat zhalim.

Jika tindakan penipuan telah merata di tengah-tengah rakyat, maka demikian pula pemimpin mereka. Jika rakyat bakhil dan tidak menunaikan apa yang menjadi hak-hak Allâh Azza wa Jalla yang ada pada mereka, maka para pemimpin juga akan bakhil dan tidak menunaikan hak-hak rakyat yang ada pada mereka. Jika dalam bermuamalah, rakyat mengambil sesuatu yang bukan haknya dari orang-orang lemah, maka pemimpin mereka juga akan mengambil sesuatu yang bukan haknya dari rakyatnya serta akan membebani mereka dengan berbagai beban tugas yang berat. Semua yang diambil oleh rakyat dari orang-orang lemah maka akan diambil paksa oleh para pemimpin dari mereka. Jadi (karakter) para penguasa itu tampak jelas pada prilaku rakyatnya.

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari nasehat para Ulama rabbani ini dalam mewujudkan pemimpin yang kita harapkan.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 06/Tahun XVIII/1435H/2014M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]
_______
Footnote

[1]. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dalam al-Uqûbât, no. 52 dengan sanad shahih dan dalam satu riwayat dalam Thabaqât Ibnu Sa’ad, 7/164 dan dalam kitab Jumal min Ansâbil Asyrâf, Bilâdzri (7/394) dengan sanad yang shahih