Semoga Niat Baik Ini Jadi Amal Ibadah Kita Semua 2

Kapolri: Semoga Niat Baik Ini Jadi Amal Ibadah Kita Semua

DKI Jakarta Headline Muhasabah

Semoga Niat Baik Ini Jadi Amal Ibadah Kita Semuamascipoldotcom  – Jum’at, 26 Juni 2020 (5 Dzulqoidah 1441)

Jakarta – Kapolri Jenderal Idham Azis resmi melepas Bhakti Sosial (Baksos) serentak Polri dalam rangka HUT Bhayangkara ke-74. Kapolri menekankan, Baksos ini adalah wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak langsung akibat pandemik Covid-19.

Acara pelepasan Baksos serentak ini digelar di halaman Barkaham Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (26/6).

Dengan menerapkan protokol Covid-19, Kapolri melakukan video conference kepada seuluruh jajaran Polda dan mitra Polri yang didalamnya terdapat organisasi masyarakat seperti NU dan Muhammadiyah, organisasi Mahasiswa HMI, GMNI dan PMII.

Semoga Niat Baik Ini Jadi Amal Ibadah Kita Semua 3“Semoga niat baik ini bermanfaat bagi masyarakat dalam masa pandemi Covid-19 serta menjadi amal ibadah bagi kita sekalian,” kata Kapolri dalam sambutanya.

Tema besar HUT Bhayangkara ke-74 “Kamtibmas Kondusif, Masyarakat Semakin Produktif”, sangat tepat dimaknai bahwa Polri sebagai alat negara yang bertugas memelihara Kamtibmas dan
harus senantiasa hadir untuk masyarakat, terlebih dalam masa sekarang ini.

“Polri harus hadir di tengah- tengah masyarakat. Kita bekerja baik saja belum tentu dinilai baik oleh masyarakat, apalagi tidak bekerja baik. Oleh karena itu teruslah berbuat kebaikan,” himbau Kapolri.

Kapolri menyampaikan, sebanyak 60.000 paket sembako akan didistribusikan ke berbagai wilayah di Provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta Jawa Tengah. Serta dalam waktu dekat akan dibagikan sebanyak 575.055 paket sembako oleh Polda dan Polres jajaran di seluruh Indonesia.

Semoga Niat Baik Ini Jadi Amal Ibadah Kita Semua 1Selain kegiatan pembagian sembako, Polri juga melaksanakan kegiatan rapid test sebanyak 7.386 orang, kegiatan donor darah yang diikuti oleh 13.454 orang, pembagian masker sebanyak 77.232 buah, serta beberapa kegiatan simpatik lainnya berupa pembagian hand sanitizer, APD dan face shield.

“Ini akan terus dilakukan sampai puncak peringatan HUT Bhayangkara pada tanggal 1 Juli nanti,” tekan Idham.

Sementara itu, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Istiono menyampaikan, sasaran penerima Baksos ialah fakir miskin, buruh atau karyawan yang di PHK, panti jompo, panti asuhan, panti sosial, purnawirawan/warakawuri TNI-Polri, tenaga medis, kaum disabilitas dan beberapa kelompok masyarakat lainnya.

“Metode dilakukan by name by addres dan hunting sistem dengan protokol kesehatan guna mencegah kerumunan,” pungkas Istiono. (Alam/Div Humas Polri)

———

Renungan

BERBUAT BAIK KEPADA ORANG-ORANG LEMAH

Oleh Dr Fadhl Ilahi

Termasuk di antara kunci-kunci rizki adalah berbuat baik kepada orang-orang miskin. Nabi yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa para hamba itu ditolong dan diberi rizki disebabkan oleh orang-orang yang lemah di antara mereka.

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Mush’ab bin Sa’d Radhiyallahu anhu ia berkata, ‘Bahwasanya Sa’d Radhiyallahu anhu merasa dirinya memiliki kelebihan daripada orang lain. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

هَلْ تُنْصَرُوْنَ وَتُرْزَقُوْنَ إِلاَّ بِضُعَفَائِكُمْ؟

“Bukankah kalian ditolong [1] dan diberi rizki lantaran orang-orang lemah di antara kalian?” [2]

Karena itu, siapa yang ingin ditolong Allah dan diberi rizki olehNya maka hendaknya ia memuliakan orang-orang lemah dan berbuat baik kepada mereka.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia juga menjelaskan bahwa keridhaannya Shallallahu ‘alaihi wa sallam dapat diperoleh dengan berbuat baik kepada orang-orang miskin.

Imam Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Hibban dan Al-Hakim meriwayatkan dari Abu Darda’ Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya ia berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

اِبْغُوْنِيْ فِي ضُعَفَائِكُمْ، فَإِنَّمَا تُرْزَقُوْنَ وَ تُنْصَرُوْنَ بِضُعَفَائِكُمْ

“Carilah (keridhaan)ku melalui orang-orang lemah di antara kalian. Karena sesungguhnya kalian diberi rizki dan ditolong dengan sebab orang-orang lemah di antara kalian” [3]

Menjelaskan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam diatas Al-Mulla Ali Al-Qari berkata, ‘Carilah keridhaanku dengan berbuat baik kepada orang-orang miskin di antara kalian. [4]

Dan barangsiapa berusaha mendapatkan keridhaan kekasih Yang Maha Memberi rizki dan Maha Memiliki kekuatan dan keperkasaan, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan berbuat baik kepada orang-orang miskin, niscaya Tuhannya akan menolongnya dari para musuh serta akan memberi rizki.

[Disalin dari kitab Mafatiihur Rizq fi Dhau’il Kitab was Sunnah, Penulis DR Fadhl Ilahi, Edisi Indonesia Kunci-Kunci Rizki Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah, Penerjemah Ainul Haris Arifin, Lc. Penerbit Darul Haq- Jakarta]
_______
Footnote
[1]. (Seperti) ditolong dari serangan musuh [Murqatul Mafatih, 9/84
[2]. Shahihul Bukhari (yang dicetak bersama Umdatul Qari), Kitab Al-Jihad was Siyar, Bab Man Ista’ana Bidh Dhu’afa Wash Shalihin Fil Harbi, no. 108, 14/179
[3]. Al-Musnad 5/198 (cet. Al-Maktab Al-Islami) ; Sunan Abi Daud Kitab Al-Jihad, Bab Al-Intishar bi Radhalil Khail Wadh Dha’fah, no. 2591, 7/183 ; Jami’ut Tirmidzi, Ababul Jihad, Bab Ma Ja’a Fil Istiftah bi Sha’alikil Muslimin, no. 1754, 5/291, dan redaksi ini adalah miliknya ; Sunan An-Nasa’i, Kitab Al-Jihad, Al-Istinshar bidh Dha’if 6/45-46 ; Al-Ihsan Fi Taqribi Shahih Ibni Hibban, Kitab As-Siar, Bab Al-Khuruj wa Kaifiyatul Jihad, Dikru Istihbabil Intishar bi Dhu’aafa’il Muslimin ‘inda Qiyamil Harbi ‘ala Saq, no. 4767, 11/85 ; Al-Mustadrak ‘alash Shahihain, Kitab Al-Jihad, 2/106. Tentang hadits ini Imam At-Tirmidzi berkata, Ini adalah hadits Hasan Shahih. (Jami’ut Tirmidzi, 5/292). Dan dishahihkan oleh Imam Al-Hakim. (Lihat, Al-Mustadrak, 2/106). Disepakati oleh Adz-Dzahabi (Lihat, At-Talkish, 2/106). Juga dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani. (Lihat Shahih Sunan Abu Daud, 2/492 ; Shahih Sunan At-Tirmidzi, 2/140 ; Shahih Sunan An-Nasa’i 2/669 ; Silsilatul Ahadits Ash-Shahihah, no. 779, 2/422
[4]. Lihat, Murqatul Mafatih, 9/84