Kapolri Janji Berikan Reward bagi Anak Buahnya yang Bekerja Baik di Gakkumdu Pilkada 1

Kapolri Janji Berikan Reward bagi Anak Buahnya yang Bekerja Baik di Gakkumdu Pilkada

DKI Jakarta Headline Muhasabah

Kapolri Janji Berikan Reward bagi Anak Buahnya yang Bekerja Baik di Gakkumdu Pilkadamascipoldotcom, Senin, 20 Juli 2020 (29 Dzulqoidah 1441 H)

Jakarta – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Polri, dan Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penandatanganan Peraturan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) di Jakarta, Senin (20/7/2020). Bawaslu dan aparat penegak hukum tidak akan mengendurkan pengawasan meskipun pilkada dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19.

Kapolri Jenderal Idham Azis menegaskan komitmen jajarannya untuk bekerja sama dalam Gakkumdu. Pilkada tahun ini akan dilaksanakan di 270 daerah.

Kapolri Janji Berikan Reward bagi Anak Buahnya yang Bekerja Baik di Gakkumdu Pilkada 3“Pengalaman kita cukup banyak di Sentra Gakkumdu baik secara nasional maupun Pilkada Serentak 2016, 2017, dan Pemilu 2019. Nah, sekarang yang membedakan, kita sedang menghadapi pandemi Covid-19,” ucap mantan Kapolda Metro Jaya itu di Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat.

Idham mengklaim selama ini penanganan terhadap pelanggaran pemilu sudah cukup bagus. Dia meminta seluruh jajarannya membantu penyelenggara untuk menyukseskan pilkada. “Bahwa alat negara harus siap dalam keadaan apa pun. Semoga ini didengar seluruh jajaran polda, terutama Ditreskrimum dan Ditreskrimsus,” terangnya.

Idham meminta Asisten Operasi Polri segera menunjukkan dan menempatkan orang yang memiliki integritas untuk bergabung di Gakkumdu. Polri menjanjikan reward bagi anggotanya yang sukses bekerja sama dan menjalankan tugas di Gakkumdu. “Berikan mereka kepastian. Kalau mereka berhasil di Gakkumdu, berikan reward sehingga mempunyai motivasi selama bergabung di Gakkumdu,” tegasnya.

Idham berjanji melakukan pengecekan dan supervisi dadakan terhadap anggotanya yang ditempatkan di Gakkumdu. “Saya memberikan dukungan penuh. Bukan kali ini saja bekerja sama, Polri siap memberikan bantuan,” (Alam)

———

Renungan

DOA MEMINTA PERLINDUNGAN DARI SIRNANYA NIKMAT

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ, وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ, وَفَجْأَةِ نِقْمَتِكَ, وَجَمِيعِ سَخَطِكَ
Ya Allâh! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari lenyapnya nikmat-Mu, dari beralihnya keselamatan (yang merupakan anugerah)-Mu; dari datangnya siksa-Mu secara mendadak, dan dari semua kemurkaan-Mu. [HR. Muslim]

Mutiara Kandungan Doa

Wajib bersyukur atas nikmat-nikmat Allâh Azza wa Jalla . Nikmat Allâh Azza wa Jalla bisa sirna karena seseorang tidak mensyukurinya, dan tidak memperhatikan kewajiban dan hak yang terkandung dalam nikmat tersebut. Yaitu kewajiban mensyukuri nikmat, membantu orang yang membutuhkan dan mengeluarkan apa yang wajib untuk dikeluarkan. Karena syukur akan menambah nikmat, sedangkan kufur menjadi sebab hilangnya nikmat.

Dalam doa ini terkandung permohonan kepada Allâh Azza wa Jalla agar dilindungi dari segala hal yang menyebabkan lenyapnya segala nikmat-Nya, baik nikmat yang terkait agama, maupun dunia yang bermanfaat untuk urusan akhirat. Dalam doa ini juga terkandung permohonan kepada Allâh Azza wa Jalla agar dijaga supaya tidak terjatuh dalam perbuatan maksiat. Karena maksiat akan melenyapkan nikmat dan jika nikmat telah sirna secara keseluruhan, atau berganti siksa, maka itu merupakan bentuk bala atau bencana.

Dalam doa ini terkandung permohonan agar selalu dianugerahi sehat dan selamat dari berbagai penyakit dan derita. Juga terkandung permohonan agar kenikmatan itu tidak beralih dari kita, seperti orang yang sehat beralih menjadi sakit, atau berkecukupan beralih menjadi fakir. Kita memohon perlindungan kepada Allâh Azza wa Jalla agar keselamatan dan kesehatan tidak berubah menjadi bala. Nabi berdoa dengan doa ini karena ketika Allâh telah menganugerahkan al-afiyah (keselamatan) kepada seseorang, berarti ia telah berhasil meraih kebaikan dunia dan akhirat. Sebaliknya, bila hal ini telah beralih dari seseorang, berarti ia telah tertimpa keburukan dunia dan akhirat.

Dalam doa ini disebutkan secara khusus, memohon perlindungan dari siksa yang datang mendadak, karena ia lebih parah daripada siksa yang datang secara bertahap. Karena ketika siksa dan bencana datang secara tiba-tiba, maka tidak ada waktu dan kesempatan untuk bertaubat. Dan bila Allâh Azza wa Jalla menimpakan hukuman-Nya kepada seseorang, berarti ia tidak bisa mengelak dari bencana itu dan tidak ada seorangpun yang bisa menolaknya. Adapun bila seorang hamba menyadari kenikmatan yang dia rasakan telah hilang secara bertahap dan berangsur-angsur (berubah menjadi siksa), maka hamba tersebut mempunyai kesempatan untuk segera mengintrospeksi diri dan memperbaiki hubungannya dengan Allâh Azza wa Jalla . Ini adalah bentuk kelembutan Allâh Azza wa Jalla terhadap seorang hamba, agar ia mau bertaubat dan kembali kepada-Nya.

Dan Rasûlullâh n meminta perlindungan kepada Allâh Azza wa Jalla dari semua kemurkaan-Nya, karena bila Allâh telah murka kepada seorang hamba, maka sungguh ia akan binasa dan merugi, meskipun murka ini hanya dalam hal yang kecil sekalipun dan karena sebab yang paling remeh. Dan hal ini sifatnya umum mencakup semua hal yang mengundang kemurkaan Allâh Azza wa Jalla .

[Sumber : Mir`âtul Mafâtîh 8/222; Bahjah an-Nazhîrîn 2/550; Fiqhul Ad`iyah Wal Adzkâr 4/521]

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 09/Tahun XIX/1437H/2016M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]