Polsek Medan Area Berhasil Meringkus Pengedar Sabu 3

Kapolrestabes Medan : Kerja Keras Polsek Medan Area Berhasil Amankan Pelaku Narkoba

Headline Muhasabah Sumatera Utara

Polsek Medan Area Berhasil Meringkus Pengedar Sabumascipoldotcom, Jum’at 10 Juli 2020 (19 Dzulqoidah 1441 H)

Kepolisian Sektor Medan Area Jajaran Polrestabes Medan lagi lagi telah berhasil meringkus seorang pria terkait kepemilikan sabu seberat 2 ons Jl. Setia Budi Jalan Sei Asahan di depan Hotel OYO Selasa 7 Juli 2020 Sekitar Pukul 16.00 Wib

Dalam paparanya ,Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko didampingi Kapolsek Medan Area Kompol Faidir Chaniago ,SH,MH dan Kanit Reskrim Polsek Medan Area Iptu Jhon Pandjaitan menjelaskan bahwa keberhasilan reskrim Polsek Medan Area tersebut dalam penangkapan pengedar sabu sabu seberat dua ons ini berdasarkan adanya informasi dari masyarakat akan seringnya transaksi sabu sabu di lokasi tersebut .

“Personil Tekab Unit Reskrim Polsek Medan Area Yang Mendapat informasi dari masyarakat bahwa di Jalan Setia Budi Jalan Sei Kera tepatnya di depan hotel oyo sering di jadikan tempat bertransaksi Narkotika Jenis Sabu-sabu, Selanjutnya Personil Tekab Polsek Medan Area mendatangi ke TKP yang di pimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Medan Area di dampingi Panit II Reskrim Polsek Medan Area, Sebut Kapolrestabes Medan .

Polsek Medan Area Berhasil Meringkus Pengedar Sabu 1Lanjut Kombes Riko , “ Selanjutnya Personil Tekab Polsek Medan Area langsung melakukan penyamaran untuk membeli narkoba dan saat tersangka melakukan transaksi personil yang menyamar langsung malakukan penangkapan yang pada saat itu juga namun tersangka yang hendak disergap langsung melarikan diri .

“Namun saat tersangka melarikan diri langsung dikejar oleh personil tekab Polsek Medan area dan berhasil di ringkus . saat itu juga langsung dilakukan penggeledahan dan berhasil menyita barang bukri berupa Narkotika jenis sabu sabu sebanyak 2 ( dua ) bungkus kurang lebih 2 ( dua ) ons. Setelah itu Personil langsung mengamankan TSK beserta barang bukti ke Komando Polsek Medan Area guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, Ungkap Riko

Kapolsek Medan Area Komisaris Polisi Faidir,SH,MH Menambahkan bahwa , dari tersangka barang bukti yang diamankan yakni “2 ( dua ) paket narkotika jenis sabu-sabu plastik klip besar sebanyak 2 ons, 1 ( Satu ) Unit Handphone Samsung dan 1 ( Satu ) Buah Dompet Warna Coklat. (Leodepari/Bid Humas Polda Sumut)

————

Renungan

HARTA HARAM HANYA AKAN MENDATANGKAN DERITA

Allâh Azza wa Jalla berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. [al-Baqarah/2:168]

Melalui ayat ini dan ayat-ayat lain yang senada, Allâh Azza wa Jalla memerintahkan manusia untuk mengkonsumsi makanan yang halal lagi baik, makanan yang tidak membahayakan badan juga akal. Juga melarang manusia mengikuti langkah-langkah syaithan dengan mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allâh Azza wa Jalla dan menghalalkan apa yang diharamkan-Nya, termasuk dalam hal ini memakan harta yang haram.[1]

Jika perintah Allâh ini diperhatikan oleh seseorang, maka dia akan mudah melakukan amal shaleh, namun jika sebaliknya, maka kecenderungan kepada haram pasti akan mendominasi dirinya.

Sementara itu, empat belas abad silam, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah memperingatkan umatnya tentang kedatangan satu masa dimana banyak orang yang tidak peduli lagi dengan sumber penghasilannya, apakah dari yang halal ataukah yang haram ? Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِي الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ, أَمِنْ حَلاَلٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ ؟

Akan datang suatu masa, orang-orang sudah sudah tidak peduli lagi dengan apa dia mendapatkan harta. Apakah dari jalan yang halal ataukah dari jalan yang haram ? [HR. al-Bukhari][2]

Orang yang tidak peduli dengan sumber penghasilannya ini bisa jadi karena memang dia tidak tahu atau mungkin juga dia sudah tahu tetapi tetap dilanggar dengan berbagai macam alasan, bahkan kemudian membuat rekayasa. Orang pertama lebih ringan dibandingkan dengan orang kedua, karena bisa jadi dia akan meninggalkan yang haram itu dan bertaubat jika dia mengetahuinya. Sedangkan orang kedua, gemerlapnya dunia telah mempedayainya sehingga dia tidak bisa mengendalikan dan menundukkan kerakusan nafsunya. Padahal Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah mengingatkan :

تَعِسَ عَبْدُ الدِّيْنَارِ وَعَبْدُ الدِّرْهَمِ وَعَبْدُ الْخَمِيْصَةِ

Celakalah hamba dinar, hamba dirham dan celakalah hama pakaian (HR. al-Bukhari)

Inilah do’a Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika berdo’a maka pasti dikabulkan.

Jika ini dipahami dengan baik, maka sesulit apapun keadaannya, dia tidak akan mengatakan sebagaimana ungkapan banyak orang, “Jangankan yang halal yang haram juga susah” terlepas dari ungkapan ini adalah sebuah gurauan ataukah gambaran dari fakta di lapangan.

Akibat buruk lainnya dari mengkonsumsi harta haram adalah do’anya tidak akan terkabul. Bukankah ini bencana yang sangat besar ? Siapa yang tidak ingin doanya terkabul, pasti semua ingin terkabul. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda menceritakan tentang seorang laki-laki yang melakukan perjalanan panjang, rambutnya acak-acakan, tubuhnya dipenuhi debu, ketika itu lelaki tersebut berdoa dengan mengangkat kedua tangannya ke langit dan menyebut nama Allâh Azza wa Jalla : Wahai Rabb, Wahai Rabb…, sementara laki-laki tersebut mengkonsumsi makanan dan minuman yang tidak halal, pakainnya pun tidak halal dan selalu diberi (makanan) yang tidak halal. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ

Maka bagaimana mungkin permohonannya akan dikabulkan (oleh Allâh) ? [3]

Dalam hadits ini, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa orang tersebut sebenarnya telah menghimpun banyak faktor yang seharusnya memudahkan terkabulnya permohonan dan doanya, akan tetapi karena perbutan maksiat yang dilakukannya, yaitu mengkonsumsi harta yang haram, maka pengabulan doanya terhalangi.[4]

Efek buruk lainnya adalah harta haram itu akan menjadi bala’ baginya meskipun dipergunakan untuk jalan Allâh Azza wa Jalla , karena Allâh Azza wa Jalla tidak akan menerima kecuali yang baik. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا

Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla itu maha baik, tidak menerima kecuali yang baik.

Inilah sebagian diantara dampak buruk dari mengkonsumsi harta haram. Semoga Allâh Azza wa Jalla melindungi kita semua dari tipu syaitan dan semoga Allâh Azza wa Jalla mencukupkan kita dengan yang halal sehingga tidak terpikat dan tidak merasa butuh dengan harta haram.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 06/Tahun XVI/1433H/2012. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]
________
Footnote

[1] Lihat Zâdul Masîr 1/172 dan Taisîrul Karîmir Rahmân hlm. 80.

[2] Lihat Harta Haram. DR. Erwandi Tarmidzi, hlm. 1

[3] HR. Muslim no. 1015.

[4] Lihat Jâmi’ul ‘Ulûmi wal Hikam hlm. 105-107.