Kapolresta Deli Serdang Berikan Penghargaan

Kapolresta Deli Serdang Berikan Penghargaan Anggota Yang Berprestasi

Headline Muhasabah Sumatera Utara

Kapolresta Deli Serdang Berikan Penghargaan 2mascipoldotcom, Senin, 27 Juli 2020 (06 Dzulhijah 1441 H)

Deli Serdang – Ada yang berbeda saat pelaksanaan apel pagi jam pimpinan personil Polresta Deli Serdang di pagi hari ini Senin (27/07/2020). Disela sela pelaksanaan apel Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Yemi Mandagi, SIK memberikan penghargaan kepada personil yang berprestasi.

Berdasarkan Keputusan Kapolresta Deli Serdang Nomor : KEP / 3D5/ VII / 2020 tentang pemberian penghargaan kepada personil Polresta Deli Serdang yang berprestasi dalam melaksanakan tugas Kepolisian, terdapat 29 (dua puluh sembilan) orang personil Polresta Deli Serdang berprestasi yang menerima penghargaan dari Kapolresta Deli Serdang.

Kapolresta Deli Serdang Berikan Penghargaan 1Dari 29 orang personil Polresta Deli Serdang yang mendapatkan penghargaan ini, diantaranya 5 orang personil Seksi Keuangan Polresta Deli Serdang. Seksi yang dipimpin AKP Sumarna ini diganjar penghargaan oleh Kapolresta Deli Serdang karena memperoleh predikat Indikator Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Terbaik I sejajaran Polda Sumut.

Dalam arahannya Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Yemi Mandagi, SIK menyampaikan dan mengucapkan terimakasih atas kinerja khususnya bagi yang berprestasi, bagi yang belum mendapatkan jangan berkecil hati dan menjadikan moment ini sebagai motivasi dalam bekerja.

Selain itu Kapolresta juga menekankan dalam rangka adaptasi kebiasaan baru, agar seluruh personil turut melaksanakan aktivitas dengan mematuhi protokoler kesehatan oleh pemerintah seperti menggunakan masker yang baik dan benar. (Leodepari)

————

Renungan

Mengetahui hadits-hadits yang menjelaskan tentang adzab Neraka

Ketahuilah wahai saudaraku sesama muslim, bahwa bab ini sangat luas pembahasannya, dan setiap kali keilmuan seorang muslim itu bertambah, maka akan bertambah pula rasa takutnya dan ikhlasnya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Akan tetapi, dalam kesempatan ini saya akan mengungkapkan sedikit saja tentangnya, dengan harapan semoga Allah Yang Mahaagung memberikan manfaat dengannya bagi hamba-hamba-Nya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا بَيْنَ مَنْكِبَيِ الْكَافِرِ فِي النَّارِ مَسِيرَةُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ لِلرَّاكِبِ الْمُسْرِعِ.

“Tidaklah jarak antara dua pundak seorang kafir di Neraka melainkan sejauh perjalanan tiga hari bagi seorang penunggang kendaraan yang cepat.”1

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ضِرْسُ الْكَافِرِ مِثْلُ أُحُدٍ وَغِلَظُ جِلْدِهِ مَسِيْرَةُ ثَلاَثٍ.

“Gigi taring seorang kafir (besarnya) bagaikan gunung Uhud, sedangkan tebal kulitnya sejauh perjalanan tiga hari.”2

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يُرْسَلُ الْبُكَاءُ عَلَى أَهْلِ النَّار،ِ فَيَبْكُونَ حَتَّى يَنْقَطِعَ الدُّمُوعُ، ثُمَّ يَبْكُونَ الدَّمَ، حَتَّى يَصِيرَ فِي وُجُوهِهِمْ كَهَيْئَةِ اْلأُخْدُوْدِ لَوْ أُرْسِلَتْ فِيهَا السُّفُنُ لَجَرَتْ.

“Tangisan dikirimkan kepada penghuni Neraka, maka mereka menangis sehingga habislah air mata mereka, lalu mereka menangis dengan mengeluarkan darah sehingga wajah-wajah mereka bagaikan parit-parit, yang jika kapal-kapal ditarik padanya, niscaya akan berjalan.”3

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّهُ لَيَأْتِي الرَّجُلُ الْعَظِيمُ السَّمِيْنُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَ يَزِنُ عِنْدَ اللهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ.

“Sesungguhnya akan datang seseorang yang bertubuh besar lagi berbadan gemuk pada hari Kiamat, tetapi di sisi Allah dia tidak sebanding dengan satu sayap nyamuk pun.” [Muttafaq ‘alaihi].

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مِنْهُمْ مَنْ تَأْخُذُهُ النَّارُ إِلَى كَعْبَيْهِ وَمِنْهُمْ مَنْ تَأْخُذُهُ النَّارُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَمِنْهُمْ مَنْ تَأْخُذُهُ النَّارُ إِلَى حُجْزَتِهِ وَمِنْهُمْ مَنْ تَأْخُذُهُ النَّارُ إِلَى تَرْقُوَتِهِ

“Di antara mereka ada yang ditarik oleh api sampai dua mata kakinya, di antara mereka ada yang ditarik oleh api sampai dua lututnya, di antara mereka ada yang ditarik oleh api sampai pinggangnya dan di antara mereka ada yang ditarik oleh api sampai tulang leher.” [HR. Muslim]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَعْرَقُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يَذْهَبَ عَرَقُهُمْ فِي اْلأَرْضِ سَبْعِينَ ذِرَاعًا وَيُلْجِمُهُمْ حَتَّى يَبْلُغَ آذَانَهُمْ

“Manusia berkeringat pada hari Kiamat sehingga keringat mereka menggenang di permukaan bumi setebal tujuh puluh hasta dan menenggelamkan ereka sampai telinga.” [Muttafaq ‘alaihi].

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ سَمِعَ وَجْبَةً فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: تَدْرُونَ مَا هَذَا؟ قَالَ: قُلْنَا اللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ هَذَا حَجَرٌ رُمِيَ بِهِ فِي النَّارِ مُنْذُ سَبْعِينَ خَرِيفًا فَهُوَ يَهْوِي فِي النَّارِ اْلآنَ حَتَّى انْتَهَى إِلَى قَعْرِهَا فَسَمِعْتُمْ وَجْبَتَهَا

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, beliau berkata, “Kami pernah bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba kami mendengar ada sesuatu yang jatuh, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, ‘Tahukah kalian suara apakah ini?’ Kami menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu,’ beliau berkata, ‘Itu adalah batu yang dilemparkan ke dalam Neraka semenjak tujuh puluh tahun yang lalu, batu itu jatuh ke dalam Neraka sehingga sampai ke dasarnya dan kalian mendengarkan suaranya.’”4

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْكُمْ أَحَدٌ إِلاَّ سَيُكَلِّمُهُ رَبُّهُ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُ تُرْجُمَانٌ، فَيَنْظُرُ أَيْمَنَ مِنْهُ فَلاَ يَرَى إِلاَّ مَا قَدَّمَ مِنْ عَمَلِهِ وَيَنْظُرُ أَشْأَمَ مِنْهُ فَلاَ يَرَى إِلاَّ مَا قَدَّمَ وَيَنْظُرُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَلاَ يَرَى إِلاَّ النَّارَ تِلْقَاءَ وَجْهِهِ فَاتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ

“Tidaklah di antara kalian kecuali dia akan berbicara dengan Rabb-nya, dan tidak ada antara dia dengan Rabb-nya seorang penerjemah, dia akan melihat ke kanan, lalu dia tidak melihat sesuatu kecuali amal yang telah dilakukannya, kemudian dia melihat ke sebelah kiri, lalu dia tidak melihat sesuatu kecuali amal yang telah dilakukannya, kemudian dia melihat apa yang ada di hadapannya, lalu dia tidak dapat melihat sesuatu kecuali api yang berada di hadapan wajahnya, maka jagalah diri kalian dari api Neraka walaupun hanya dengan (bersedekah) sebelah kurma.”5

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَوْ أَنَّ قَطْرَةً مِنَ الزَّقُّومِ قُطِرَتْ فِي دَارِ الدُّنْيَا َلأَفْسَدَتْ عَلَى أَهْلِ الدُّنْيَا مَعَايِشَهُمْ فَكَيْفَ بِمَنْ تَكُونُ طَعَامَهُ

“Seandainya satu tetes saja dari pohon Zaqqum6 dipercikkan ke dunia, niscaya ia akan merusak semua kehidupan penghuni dunia, maka apalagi jika ia dijadikan sebagai makanan bagi penghuni Neraka.”7

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَمَّا خَلَقَ اللهُ الْجَنَّةَ قَالَ لِجِبْرِيلَ: اذْهَبْ فَانْظُرْ إِلَيْهَا! فَذَهَبَ فَنَظَرَ إِلَيْهَا ثُمَّ جَاءَ فَقَالَ: أَيْ رَبِّ وَعِزَّتِكَ لاَ يَسْمَعُ بِهَا أَحَدٌ إِلاَّ دَخَلَهَا ثُمَّ حَفَّهَا بِالْمَكَارِهِ، ثُمَّ قَالَ: يَا جِبْرِيلُ اذْهَبْ فَانْظُرْ إِلَيْهَا! فَذَهَبَ فَنَظَرَ إِلَيْهَا ثُمَّ جَاءَ فَقَالَ، أَيْ رَبِّ وَعِزَّتِكَ لَقَدْ خَشِيتُ أَنْ لاَ يَدْخُلَهَا أَحَدٌ، قَالَ فَلَمَّا خَلَقَ اللهُ النَّارَ قَالَ: يَا جِبْرِيْلُ اذْهَبْ فَانْظُرْ إِلَيْهَا! فَذَهَبَ فَنَظَرَ إِلَيْهَا ثُمَّ جَـاءَ فَقَالَ: أَيْ رَبِّ وَعِزَّتِكَ لاَ يَسْمَعُ بِهَا أَحَدٌ فَيَدْخُلُهَا فَحَفَّهَا بِالشَّهَوَاتِ. ثُمَّ قَالَ: يَا جِبْرِيلُ اذْهَبْ فَانْظُرْ إِلَيْهَا فَذَهَبَ فَنَظَرَ إِلَيْهَا ثُمَّ جَاءَ فَقَالَ: أَيْ رَبِّ وَعِزَّتِكَ لَقَدْ خَشِيتُ أَنْ لاَ يَبْقَى أَحَدٌ إِلاَّ دَخَلَهَا.

“Ketika Allah menciptakan Surga, Dia berkata kepada Jibril, ‘Pergilah dan lihatlah ia!’ Akhirnya Jibril pergi untuk melihatnya, lalu Jibril datang dan berkata, ‘Wahai Rabb-ku, demi keagungan-Mu tidak ada seorang pun yang mendengarkannya kecuali dia memasukinya.’ Lalu Allah menghiasinya dengan sesuatu yang dibenci, setelah itu Allah berkata kepada Jibril, ‘Wahai Jibril! Pergi dan lihatlah ia!’ Lalu Jibril pergi untuk melihatnya, kemudian dia datang dan berkata, ‘Wahai Rabb-ku, aku takut jika tidak ada seorang pun yang memasukinya.’ Rasul bersabda, ‘Maka ketika Allah menciptakan Neraka, Dia berkata kepada Jibril, ‘Wahai Jibril! Pergi dan lihatlah ia!’ Akhirnya Jibril pergi untuk melihatnya, lalu dia datang dan berkata, ‘Ya Rabb-ku, demi keagungan-Mu tidak ada seorang pun yang mendengarkannya ingin memasukinya.’ Lalu Allah menghiasinya dengan syahwat, kemudian Dia berkata, ‘Wahai Jibril, pergi dan lihatlah ia!’ Akhirnya Jibril pergi untuk melihatnya, lalu dia bekata, ‘Wahai Rabb-ku, demi keagungan-Mu aku takut jika tidak ada seorang pun yang tertinggal kecuali memasukinya.’”8

[Disalin dari buku “IKHLAS: Syarat Diterimanya Ibadah” terjemahkan dari Kitaabul Ikhlaash oleh Syaikh Husain bin ‘Audah al-‘Awayisyah. Penerjemah Beni Sarbeni, Penerbit PUSTAKA IBNU KATSIR Bogor]
______
Footnote
1 Muttafaq ‘alaihi.
2 HR. Muslim dan yang lainnya.
3 HR. Ibnu Majah, Shahiihul Jaami’ (no. 7939) dengan sanad yang hasan.
4 HR. Muslim.
5 Muttafaq ‘alaihi.
6 Pohon Neraka
7 HR. Ahmad di dalam Musnadnya, an-Nasa-i, Ibnu Majah dan yang lainnya, disebutkan di dalam kitab Shahiihul Jaami’ (no. 5126).
8 HR. Ahmad di dalam Musnad-nya dan al-Hakim dalam al-Mustadrak, disebutkan di dalam Shahiihul Jaami’ (no. 5086).