apolda Sumut Pimpin Serah Terima Jabatan Kapolres Dairi 3

Kapolda Sumatera Utara Pimpin Serah Terima Jabatan Kapolres Dairi

Headline Muhasabah Sumatera Utara

apolda Sumut Pimpin Serah Terima Jabatan Kapolres Dairi 2mascipoldotcom – Selasa, 15 September 2020 (27 Muharam 1442 H)

Medan – Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin, M.Si mempimpin serah terima jabatan Kapolres Dairi bertempat di Lobby Adhi Pradana Mapolda Sumut, Selasa (15/09)

Kapolres Dairi yang dijabat AKBP Leonardo David Simatupang,S.I.K diserah terimakan kepada AKBP Ferio Sano Ginting,S.I.K,MH yang sebelumnya menjabat sebagai Pamen Lemdiklat Polri

Kapolda Sumut dalam sambutannya mengucapkan selamat dan sukses kepada AKBP Leonardo David Simatupang atas jabatan barunya sebagai Kasubbagbinlihprof Bagrehabpers Divpropam Polri. Dedikasi dan pengalaman tugas baik selama di Sumut semoga dapat diteruskan di satuan kerja yang baru

apolda Sumut Pimpin Serah Terima Jabatan Kapolres Dairi 1Kepada AKBP Ferio Sano Ginting, Kapolda Sumut meminta agar segera menyesuaikan di tempat tugas baru di Kab. Dairi serta jalin sinergitas dan soliditas baik dengan stakeholder maupun instansi pemerintah se tempat khususnya yang menjadi fokus saat ini yaitu penanganan Covid-19

“Selamat datang kepada pejabat baru semoga dapat terus berinovasi dan mengoptimalkan tugas sesuai dengan kondisi wilayah dan masyarakat di Kab. Dairi”, pungkasnya

Kapolda Sumut menambahkan agar seluruh Kasatker dan Kasatwil menjadi komandan yang baik dan hebat serta bangun komunikasi yang aktif dengan anggotanya

Terkait pelaksanaan Operasi Yustisi Tahun 2020, Kapolda Sumut mengingatkan seluruh personil yang terlibat agar bertanggung jawab sesuai tupoksi masing-masing bekerja sama dengan unsur TNI dan pemerintah Sumut

“Seluruh pihak harus saling peduli karena Covid-19 adalah tanggung jawab kita bersama. Semoga dengan adanya Operasi Yustisi ini dapat menekan kasus positif Covid-19 khususnya di wilayah Sumut”, pungkasnya. (Leodepari)

———-

Renungan

Pengertian Hadits Ditusuk Jarum Dari Besi Itu Lebih Baik

Pertanyaan.

Saya ingin menanyakan tentang derajat dan pengertian hadits berikut yang terjemahannya “sesungguhnya andai kepala seseorang kalian ditusuk dengan jarum yang terbuat dari besi itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya”. Hadits ini diriwayatkan oleh ath-Thabrani ? Syukran.

Jawaban.

Teks hadits yang ditanyakan adalah sebagai berikut:

لِأَنْ يُطْعَنَ فِيْ رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمَخِيْطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لَا تَحِلُّ لَهُ

Sesungguhnya andai kepala seseorang kalian ditusuk dengan jarum yang terbuat dari besi itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam ath-Thabrâni dalam al-Mujamul Kabîr no.486, 487 dan ar-Rûyânî dalam Musnadnya II/227. Hadits ini dihukumi berderajat hasan oleh al-Albani dalam ash-Shahîhah no. 226.

Hadits ini dengan jelas menunjukkan penegasan haramnya seseorang lelaki menyentuh wanita yang bukan mahramnya. Demikian juga sebaliknya, seorang wanita tidak boleh menyentuh lelaki yang bukan mahramnya. Ya, sekedar sentuhan terhadap lawan jenis yang tidak dihalalkan oleh ajaran Islam tidak dibenarkan. Tidak benar bila ada yang memaknai kata ‘menyentuh’ yang terdapat dalam hadits di atas dengan pengertian ‘berhubungan badan dengan wanita yang tidak halal baginya’.

Masuk dalam larangan tersebut yaitu bersalaman antara lelaki dan perempuan, baik itu seorang Pak guru dengan siswinya, atau Ibu guru dengan siswanya, dan seorang lelaki dengan wanita dari kerabatnya yang bukan mahramnya, seperti sepupunya.

Dalam hal menyikapi larangan dan perintah syariat, seorang Muslim dan Muslimah wajib menaati Allâh Azza wa Jalla dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan. Orang yang berkomitmen seperti ini bukanlah orang yang syâdz (abnormal). Justru yang syâdz, sesuai pernyataan Syaikh al-‘Utsaimîn rahimahullah dalam fatwanya adalah orang yang melanggar perintah Allâh Azza wa Jalla . (kutipan dari Fatâwâ al-Mar`atil Muslimah hlm.544). Umat Islam wajib mengamalkan segala yang mendatangkan ridha Allâh Azza wa Jalla dan sejalan dengan petunjuk Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa salllam. Wabillâhit taufîq

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 08/Tahun XVIII/1436/2014M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]