Peletakan Batu Pertama 6

Kapolda Sumut Lakukan Peletakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah Susun Dan Fasum Dit Samapta Polda Sumut

Headline Muhasabah Sumatera Utara

Peletakan Batu Pertamamascipoldotcom, Jum’at 10 Juli 2020 (19 Dzulqoidah 1441 H)

Medan – Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin M.Si melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan rusun dan fasilitas umum Dit Samapta Polda Sumut bertempat di Lapangan belakang Mapolda Sumut. Jumat (10/07/20)

Turut hadir Mendampingi Kapolda Sumut yaitu Irwasda Polda Sumut, para PJU Polda Sumut, perwakilan PT. Rajasa Karya dan personil Dit sampata serta Anak yatim Piatu dari panti Takaful Patumbak.

Peletakan Batu Pertama 5Kegiatan ini di mulai dengan sambutan dari Karo Log Polda Sumut dan di lanjutkan dengan sambutan dari perwakilan PT Rajasakarya.

Dalam sambutannya Kapolda Sumut turut menyampaikan kegiatan pembangunan ini adalah sebagai bentuk kepedulian pimpinan kepada anggota khususnya Dit Samapta Polda Sumut dengan memberikan fasilitas pendukung untuk lebih semangat dalam pelaksanaan tugas.

“Rumah susun ini perlu perhatian ekstra, di mana apabila satu lantai terganggung semua ikut terganggu. Maka kita harus bisa merawat dengan benar” jelas Kapolda Sumut

Peletakan Batu Pertama 4Kapolda menyampaikan Harapannya dengan pembangunan ini khususnya dit samapta dapat terbantu dengan adanya rusun untuk 74 kk ini.
“Saya ingatkan berikan rusun ini untuk anggota Dit samapta Polda Sumut yg sudah berkeluarga dan jangan sampai ada transaksi, akan di awasi oleh Kabid Propam” jelas Irjen Martuani.

Kegiatan Kemudian di lanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan di berikan kepada perwakilan anak yatim – piatu dari panti asuhan takaful patumbak dan sekaligus memberikan sembako dan tali asih. Di akhir kegiatan Kapolda Sumut turut meletakkan batu pertama secara simbolis di Fondasi pembangunan rusun Dit Samapta Polda Sumut. Kegiatan di akhiri dengan ramah tamah bersama. (Leodepari/Bid Humas Polda Sumut)

Peletakan Batu Pertama 3————-

Renungan

HUKUM MENGGUNAKAN FASILITAS PEMERINTAH (KANTOR) UNTUK KEPENTINGAN PRIBADI

Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin

Pertanyaan

Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin ditanya : Bagaimana hukum menggunakan fasilitas pemerintah yang kecil-kecil yang tersedia di kantor untuk keperluan pribadi, seperti pena, amplop, penggaris dan sebagainya ? Semoga Allah memberikan anda kebaikan

Jawaban

Menggunakan peralatan negara yang ada di kantor-kantor pemerintah untuk keperluan pribadi hukumnya haram, karena perbuatan ini bertentangan dengan amanat yang telah diperintahkan Allah untuk dipelihara, kecuali hal-hal yang tidak merugikan, seperti penggunaan penggaris, hal seperti ini tidak berpengaruh dan tidak merugikan. Adapun menggunakan pena, kertas, mesin ketik, mesin photo copy dan sejenisnya untuk keperluan-keperluan pribadi, maka hukumnya tidak boleh karena itu semua merupakan milik pemerintah

[Fatawa Lil Muwazhzhafin wal Ummal, Syaikh Ibnu Utsaimin, hal. 31-32]

MENGGUNAKAN MOBIL DINAS UNTUK KEPERLUAN PRIBADI

Pertanyaan

Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin ditanya : Bolehkah seorang muslim karyawan instansi pemerintah menggunakan mobil dinas, padahal ia sendiri memiliki mobil?

Jawaban

Karyawan pemerintah adalah seperti pekerja yang diupah, ia dipercaya untuk memegang tugas yang dibebankan dan diserahkan kepadanya, ia juga diamanati berbagai perlengkapan dan peralatan untuk melaksanakan tugas yang diserahkan kepadanya, maka ia tidak boleh menggunakannya kecuali dalam tugas pemerintah atau yang berkaitan dengan itu. Karena itu, ia tidak boleh menggunakan mobil tersebut untuk keperluan-keperluan pribadinya, tidak juga telepon atau lainnya untuk keperluan-keperluan pribadi. Demikian juga buku catatan, kertas, pena dan sebagainya. Tidak menggunakan hal-hal tersebut untuk kepentingan dirinya sendiri merupakan kesempurnaan pelaksanaan amanat.

Allah Ta’ala berfirman.

وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ

“Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya” [Al-Mu’minun : 8]

[Fatawa Lil Muwazhzhafin wal Ummal, Syaikh Ibnu Utsaimin, hal. 31-32]

MENGUPAH DARI KANTONG SENDIRI

Oleh Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan

Pertanyaan

Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ditanya : Saya pimpinan suatu instansi, saya mempunyai sejumlah karyawan dan sopir. Adakalanya saya memanfaatkan salah seorang dari mereka untuk keperluan pribadi saya. Apakah saya berdosa dalam hal ini ?

Jawaban
Anda tidak boleh mempekerjakan karyawan atau sopir kantor instansi pemerintah untuk keperluan pribadi anda, karena mempekerjakan mereka seperti itu di luar tugas mereka, dan itu merupakan kecurangan terhadap karyawan pemerintah jika dipekerjakan untuk keperluan pribadi anda. Jika anda punya pekerjaan tertentu, anda harus mengupah dari kantong anda sendiri

[Kitab Ad-Da’wah (8), Syaikh Al-Fauzan (3/53-54)]

[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerjemah Musthofa Aini Lc, Penerbit Darul Haq]