Kapolda Banten Terima Peserta KKDN Sespimti 2

Kapolda Banten Terima Peserta Kunjungan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Sespimti Dikreg 29 TA. 2020

Headline

Kapolda Banten Terima Peserta KKDN Sespimti 1mascipoldotcom – Senin, 14 September 2020 (26 Muharam 1442 H)

SERANG – Kapolda Banten Irjen Pol Drs Fiandar menerima peserta KKDN Sespimti Dikreg 29 T.A 2020.

Dan sekaligus memberikan materi kepada peserta KKDN Sespimti Dikreg 29 T.A. 2020.

Kapolda Banten Irjen Pol Drs Fiandar mengatakan, “Hari ini saya didampingi Brigjen Pol. Drs. Yasdan Rivai M.Hum, Brigjen. Pol. Drs. H. Budi Setiawan, M.Si dan Wakapolda Banten Brigjen Pol Drs. Wirdhan Denny M.M.,M.H menerima kunjungan dari peserta KKDN Sespimti Dikreg 29 TA. 2020,” kata Fiandar. Senin, (14/09/2020).

Fiandar menjelaskan bahwa kegiatan ini sekaligus memberikan materi kepada peserta KKDN Sespimti Dikreg 29 TA. 2020 yang dipimpin oleh Analis Kebijakan Utama Lemdiklat Polri.

Kapolda Banten Terima Peserta KKDN Sespimti 3“Dan kegiatan ini sekaligus memberikan materi kepada peserta yang mengikuti KKDN Sespimti Dikreg 29 dari Analis Kebijakan Utama Lemdiklat Polri Irjen. Pol. Drs. Djamaludin,” jelas Fiandar.

Masih kata Fiandar, “Adapun tujuan dari kegiatan ini yaitu pendalaman materi lewat kegiatan diskusi serta paparan kasatker dalam seputar Kontribusi Polri dalam hal penanganan serta penanggulangan Pandemi Covid-19 khususnya di wilayah Hukum Polda Banten,” ujar Fiandar.

Fiandar berharap melalui kegiatan tersebut dapat memberikan pengetahuan bagi peserta KKDN Sespimti Dikreg 29 TA. 2020.

“Saya berharap melalui kegiatan ini peserta didik mampu merumuskan pokok permasalahan serta menemukan usulan solusi serta memberikan masukan positif terhadap Polri, khususnya Polda Banten dalam penanganan dan penanggulangan Pandemi Covid-19,” harap Fiandar.

Kapolda Banten Terima Peserta KKDN Sespimti 4Turut hadir dalam kegiatan tersebut ialah, Karo Ops Polda Banten, Karorena Polda Banten, Karo SDM Polda banten, Dirreskrimum Polda Banten, Dirintelkam Polda Banten, Dirbinmas Polda Banten, Kabid Humas Polda Banten, Kabiddokkes Polda Banten, Kombes Pol Drs. Jebul Jatmiko dan Peserta Didik Sespimti Angkatan 29. (Berto Purba/Bid Humas Polda Banten)

———

Renungan

Menuntut Ilmu Adalah Pondasi Dalam Memperbaiki Taubat Anda

Oleh : Syaikh Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad asy-Syihhi -Hafidhahullahu-

Ilmu adalah pondasi/asas dalam memrperbaiki taubatmu, yang demikian itu karena dua perkara :

Kapolda Banten Terima Peserta KKDN Sespimti 5Pertama : Syubhat itu kebanyakan menempel di relung hati dan akalmu, jika kamu tidak menghilangkannya dengan ilmu yang bermanfaat maka kamu akan senantiasa dibayangi oleh syubhat tersebut dalam setiap perkataan, perbuatan dan keadaaanmu, bahkan dalam dakwahmu sebagaimana ini adalah fakta kebanyakan dari manusia yang meloncat dari taubat langsung berdakwah, mereka menyeru kepada dakwah salafiyah tapi dicampuri dengan syubhatnya Ikhwanul Muslimin yang menyeru kepada persatuan (seluruh kelompok sesat-pent), atau kepada quthbiyah yang menyeru kepada pengkafiran (kaum muslimin-pent), atau kepada sururiyah hizbiyah, bungkusnya salafiyah tapi bau dan rasanya tidak demikian, maka dakwah mereka kepada salafiyah tercampur dengan manhaj/metode tertentu dengan dasar syubhat yang senantiasa menemaninya sebelum bertaubat dan belum dimusnahkan :

Yang ini menyeru kepada kepemimpinan (hizbiyah –pent) dalam berdakwah….

Yang lain menghancur leburkan sebagian pokok manhaj salafi dengan alasan hal tersebut menyebabkan kerasnya hati, atau memutuskan hubungan persaudaraan

Yang lain lagi mengikrarkan pemikiran-pemikiran quthbiyah

Yang lain lagi menyeru kepada hizbiyah

Yang lain lagi membawa pemikiran tahyijiyah (seperti khowarij yang menyeru untuk keluar dari daulah islam atau demontrasi -pent) …

Dan yang lain menggembar-ngemborkan persatuan (diatas kebatilan –pent)…

Semua itu diatas namakan salafiyah, kepada Allahlah aku mengeluh, inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Kedua : Kadang-kadang syubhat itu mengombang ambingkanmu, lalu merubah arahmu dalam bertaubat/kembali ke salafiyah, sehingga kamu menjadi bingung atau kamu menyeru kepada syubhat itu sedang kamu merasa benar padahal itu adalah kebatilan yang jelas.

Berapa banyak orang yang mengaku-ngaku salafi dan berilmu yang mempermainkan /mengombang-ambingkan para pemuda yang baru bertaubat kepada Allah. Yang demikian itu karena mereka tidak menuntut ilmu yang bermanfaat, atau tidak bertanya kepada ahli ilmu dari kalangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Maka wajib bagimu wahai orang yang bertaubat -semoga Allah memberimu taufik- untuk menuntut ilmu yang bermanfaat, karena hal itu dapat memperbaiki taubatmu, meluruskan jalanmu, denganyalah kamu akan selamat dari syubhat dan dari ketergelinciran, dan kamu akan terhindar dari jaring-jaring perangkap dengan seidzin Allah dan taufik-Nya.

Adapun dalil-dalil mengenai keutamaan ilmu dan ulama maka hal ini sangatlah dikenal, aku akan sebutkan sebagiannya yaitu :

Firman Allah Ta’ala :

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ ۚ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Allah menyatakan bahwasannya tidak ada yang berhak disembah dengan benar melainkan Dia. Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang berilmu juga menyatakan yang demikian itu. Tidak ada yang berhak disembah dengan benar melainkan Dia, Yang Maha perkasa lagi Maha bijaksana” [Ali Imron/3 : 18]

Dan firman Allah Ta’ala :

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah dari hamba-Nya adalah para ulama” [Fathir/35: 28]

Dan firman-Nya :

اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
“Allah mengangkat orang-orang beriman diantara kalian dan yang memiliki ilmu beberapa derajat” .[Al-Mujadilah/58 : 11]

Dan firman Allah Ta’ala ketika Dia memberi nikmat kepada Nabi-Nya Shallallahu alaihi wa sallam dengan diturunkan kepadanya al-Qur’an dan as-Sunnah, serta penjagaan Allah bagi beliau dari menyesatkan manusia :

وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكَ وَرَحْمَتُهُ لَهَمَّتْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ أَنْ يُضِلُّوكَ وَمَا يُضِلُّونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ ۖ وَمَا يَضُرُّونَكَ مِنْ شَيْءٍ ۚ وَأَنْزَلَ اللَّهُ عَلَيْكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُنْ تَعْلَمُ ۚ وَكَانَ فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكَ عَظِيمًا

“Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak dapat membahayakanmu sedikitpun kepadamu. Dan juga karena Allah telah menurunkan kitab dan hikmah (sunnah) kepadamu, dan telah mengajarkanmu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu” [An-Nisa/4 : 113]

Jika anda telah mengetahui pentingnya ilmu dan keutamaannya, serta bahayanya melalaikan ilmu. Maka ketahuilah bahwa ilmu yang (harus) anda pelajari pertama kali adalah :

[Dialih bahasakan dari : al-Washayya as-Saniyyah lit-Ta`ibi as-Salafiyyah oleh Syaikh Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad asy-Syihhi -Hafidhahullahu-, Alih Bahasa : Abu Abdirrahman as-Salafy, Lc, Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyah Edisi 13 Th III Shafar 1426H/April 2005M]