Komjen Pol Agus 1

Kabaharkam Polri Sempatkan Bantu Balita Penderita Gangguan Saraf Asal Medan Marelan Disaat Masih Beduka

Headline Muhasabah Sumatera Utara

Kabaharkam Polri Sempatkan Bantu Balita Penderita Gangguan Saraf Asal Medan Marelan 2mascipoldotcom – Minggu, 5 Juli 2020 (14 Dzulqoidah 1441)

Medan – Meski tengah dalam situasi berduka karena wafatnya ibunda mertua tercinta, Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto masih menyempatkan membantu balita penderita gangguan syaraf asal Siombak Medan Merelan, Minggu 5/7/2020.

Savana yang berusia 5 tahun menderita gangguan syaraf sejak umur 4 bulan hanya bisa berbaring lemah tidak seperti balita seumurannya, sementara ayahnya hanya bekerja mocok-mocok dan ibunya hanya buruh cuci.

Kabaharkam Polri Sempatkan Bantu Balita Penderita Gangguan Saraf Asal Medan MarelanMelalui stafnya Abink, Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto memberikan bantuan sembako, perlengkapan cuci mandi, popok bayi dan tali asih.

“Saya hanya menyampaikan amanah bapak”, Ujar Abink dikediaman adik Savana Jalan Situs Kota Cina Siombak Link 7 Medan Marelan, Kota Medan.

Orang tua Savana, M Jambri Simamora dan Yunita hanya bisa menangis terharu saat menerima bantuan dari Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus.

“Kami hanya bisa mengucapkan terima kasih, dan berdoa semoga pak agus dan keluarga senantiasa diberi keberkahan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala”, ujar Jambri.

Lebih lanjut Jambri mengatakan keluarganya ingin sekali mengucapkan terima kasih langsung kepada Mantan Kapolda Sumut tersebut.

“Kami ingin sekali bertemu dan mengucapkan terima kasih langsung, karena saya dengar dr mas Abink, Pak Agus sedang di Medan karena ibunda mertuanya meninggal kemarin”, tutur Jambri.

“Kami turut berduka cita, ditengah musibah yang menimpa keluarga pak Agus, masih menyempatkan membantu keluarga kami, khususnya anak kami Savana”, ujar Jambri sambil terisak.

Ditempat terpisah Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto saat ditemui awak media di kediaman almarhumah mertua tercintanya Jalan Suka Eka No 4 STM Medan mengatakan bahwa apa yg diberikan kepada adik Savana merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat.

“Kehadiran Polri membantu masyarakat juga representasi kehadiran negara ditengah-tengah masyarakat”, ujar Komjen Agus.

Lebih lanjut Komjen Agus juga menyampaikan bahwa jgn pernah berhenti berbuat kebaikan apalagi membantu masyarakat yang lemah.

“Teruslah berbuat baik, kita tidak pernah tau kebaikan mana yang akan kembali kepada kita nantinya”, tutup Komjen Pol Agus. (Abink/Baharkam Polri)

———–

Renungan

DZIKIR MENGHILANGKAN KEGELISAHAN

Semua orang, selama masih hidup di dunia, maka dia tidak akan lepas dari kebahagiaan atau kesengsaraan. Dia merasa bahagia ketika keinginannya tercapai atau mendapatkan kebaikan, tapi sebaliknya, dia merasa susah dan gelisah, ketika ambisinya tidak terpenuhi atau tertimpa sesuatu yang dianggap buruk atau terbayang bahaya yang sedang mengintai.

Saat gelisah mendera, apalagi jika kegelisahaan itu akibat dari trauma terhadap sesuatu yang dikhawatir akan terjadi, tidak sedikit diantara kita yang kebingungan, apa yang harus dilakukan? Ada juga yang mantap untuk melakukan apa saja demi mengusir kegelisahan, ketakutan dan penderitaan yang sedang dirasakannya.

Allâh Azza wa Jalla dengan rahmat-Nya telah membuka pintu solusi dari semua permasalahan yang sedang mendera atau kekhawatiran yang terus menghantui. Allâh Azza wa Jalla berfirman:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka tenang dengan mengingat Allâh, ketahuilah dengan mengingat Allâh hati menjadi tenang” [Ar-Ra’d/ 13: 28].

Allâh Azza wa Jalla juga berfirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila parahamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), sesungguhnya Aku ini dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. [Al-Baqarah/2:186]

Bahkan Allâh mengancam orang yag enggan berdoa kepada-Nya. Allâh Azza wa Jalla berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Rabbmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” [Mukmin/40:60]

Yang dimaksud dengan menyembah-Ku di sini ialah berdoa kepada-Ku

Dalam hadits-hadits juga banyak sekali penjelasan tentang keadaan dan waktu-waktu mustajab untuk berdoa, misalnya pada hari jum’at ketika khatib duduk antara dua khutbahnya, atau setelah shalat Ashar, sepertiga malam terakhir, antara adzan dan iqamah, juga misalnya saat sedang menjalankan ibadah puasa, shalat, haji atau umrah atau dalam keadaan di zhalimi. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ، فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللهِ حِجَابٌ

Dan takutlah kamu terhadap doanya orang-orang yang terzhalimi, karena sesungguhnya tidak penghalang antara doa mereka dengan Allâh [HR. Al-Bukhâri dan Muslim]

Tidak hanya sampai disitu, bahkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan dzikir dan doa tertentu pada waktu dan keadaan tertentu. Misalnya, ketika ditimpa kesusahan, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kita agar mengucapkan:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ ; لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ ; لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

Tiada ilah (tuhan) yang berhak diibadahi kecuali Allâh Subhanahu wa Ta’ala Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun; Tiada ilah (tuhan) yang berhak diibadahi kecuali Allâh Subhanahu wa Ta’ala Pemilik dan Penguasa Arsy’ yang agung; Tiada ilah (tuhan) yang berhak diibadahi kecuali Allâh Subhanahu wa Ta’ala Pemilik dan Penguasa langit, bumi dan Arsy yang mulia.”

Intinya, berdoa dan berdzikir, memahami maknanya dan melaksanakan apa yang menjadi konsekuensinya merupakan cara yang diajarkan agama kita dalam mengusir kegelisahan ataupun kekhawatiran. Cara yang mudah bagi orang yang dipermudah oleh Allâh, tanpa memerlukan biaya banyak dan tidak mengganggu orang lain.

Semoga kita termasuk orang-orang yang dipermudah oleh Allâh Azza wa Jalla dalam melaksanakan tuntunan ini.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 11/Tahun XX/1438H/2017M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]