Kombes Pol Edy Sumardi 86

Jumat Barokah Polda Banten, Salurkan Puluhan Paket Sembako Kepada Ponpes Al-Fathaniyah

Banten Headline Muhasabah

Kombes Pol Edy Sumardi 85mascipoldotcom – Jum’at, 11 Desember 2020 (28 Rabi’ul Akhir 1442 H)

SERANG – Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, Tim Jumat Barokah Polda Banten kembali menyalurkan puluhan paket sembako.

Kali ini Tim Jumat Barokah Polda Banten menyalurkan sembako ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fathaniyah yang berada di Komplek Tembong Indah Kecamatan Cipocok, Kota Serang.

Saat ditemui, Dirbinmas Polda Banten Kombes Pol Riki Yanuarfi,S.H., M.Si., mengatakan bahwa kegiatan Jum’at Barokah tersebut merupakan bentuk kegiatan sosial yang rutin dilakukan di setiap hari Jumat.

“Hari ini kita melaksanakan kegiatan Jum’at Barokah, dimana ini merupakan kegiatan rutin yang kita lakukan di setiap hari Jumat,” kata Riki Yanuarfi. Jum’at, (11/12/2020).

“Dan Tim Jumat Barokah Polda Banten hari ini menyalurkan puluhan paket sembako kepada Pondok Pesantren Al-Fathaniyah, kita serahkan sembako tersebut kepada santri dan santriwati yang ada pondok pesantren ini. Dan tidak lupa kita juga membagikan masker kepada mereka,” lanjut Riki Yanuarfi.

Riki Yanuarfi menambahkan bahwa sembako tersebut merupakan hasil dari zakat profesi personel Polda Banten dan bantuan dari para donatur.

“Terkait bantuan sembako yang kita berikan ke santri ini merupakan dari hasil pengumpulan zakat profesi personel Polda Banten dan juga bantuan dari teman-teman Pajero Indonesia Club (PIC),” tambah Riki Yanuarfi.

Riki Yanuarfi menjelaskan bahwa kedatangan Tim Jumat Barokah Polda Banten ke Pondok Pesantren Al-Fathaniyah sekaligus untuk bersilaturahmi.

“Dan kedatangan kami dari Tim Jumat Barokah Polda Banten kesini juga sekaligus untuk bersilaturahmi dengan Tokoh Agama KH Martin Sarkowi dan sekaligus bertemu dengan para santri dan santriwatinya,” jelas Riki Yanuarfi.

Selanjutnya Riki Yanuarfi juga berpesan kepada para santri dan santriwati di Pondok Pesantren Al-Fathaniyah agar semangat untuk belajar.

“Saya juga mengajak para santri dan santriwati yang ada di Pondok Pesantren Al-Fathaniyah ini agar semangat belajarnya. Karena para santri dan santriwati ini merupakan penerus bangsa dan aset negara yang harus kita dukung. Untuk itu saya berpesan agar fokus belajarnya, ibadahnya semakin di tingkatkan lagi. Karena beberapa tahun lagi kalian lah yang akan menjadi penerus bangsa ini,” ucap Riki Yanuarfi.

Terakhir, Riki Yanuarfi berharap dengan bantuan tersebut dapat bermanfaat buat santri yang berada di Pondok Pesantren Al-Fathaniyah.

“Saya sangat berharap dengan bantuan dari Tim Jumat Barokah Polda Banten bisa bermanfaat buat santri-santri yang berada di Pondok Pesantren Al-Fathaniyah ini, apalagi di tengah pandemi covid-19 seperti ini mereka benar-benar sangat membutuhkan uluran tangan kita, untuk itu saya juga mengajak kepada seluruh masyarakat yang memiliki rezeki lebih untuk mau berbagi dengan saudara-saudara kita yang saat ini sedang kesusahan,” tutup Riki Yanuarfi.

Terpisah, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi juga mengajak kepada santri yang berada di Pondok Pesantren Al-Fathaniyah agar mematuhi protokol kesehatan.

“Di masa pandemi Covid-19 ini, saya menghimbau kepada santri-santri yang ada di Pondok Pesantren Al-Fathaniyah agar selalu mematuhi protokol kesehatan, selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun atau Handsanitizer dan menjaga jarak. Supaya kita terhindar dari penularan virus Covid-19 ini,” ujar Edy Sumardi.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Fathaniyah KH Martin Sarkowi menyampaikan terimakasih kepada Tim Jumat Barokah Polda Banten.

“Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada bapak-bapak dari Polda Banten atas bantuan yang diberikan kepada kami, ini sangat membantu kami. Semoga kebaikan Bapak-bapak semua dibalas oleh Allah SWT. Dan kami juga siap membantu pemerintah dalam menerapkan protokol kesehatan” ujar Martin Sarkowi.

Martin Sarkowi berharap agar kegiatan Jumat Barokah tersebut dapat terus dilaksanakan.

“Saya sangat berharap agar kegiatan Jumat Barokah seperti ini terus dilakukan, karena ini merupakan kegiatan yang sangat positif dan kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat,” harap Martin Sarkowi. (Kombes Pol Edy Sumardi Kabid Humas Polda Banten)

———–

Renungan

 

SHALAT JUM’AT HAJINYA ORANG MISKIN?

Pertanyaan

Apakah ada hadits yang menyatakan, bahwa jika kita melakukan shalat jumat, bagaikan melakukan ibadah haji bagi yang tidak mampu haji?

Jawaban.

Hadits yang menyebutkan sebagaimana pertanyaan tersebut ada, akan tetapi hadits tersebut tidak shahih, bahkan maudhu’ (palsu). Lafazhnya ialah:

اَلْجُمْعَةُ حَجُّ الْفُقَرَاءِ

(Shalat Jum’at adalah hajinya orang-orang fakir).

Pada lafazh yang lain disebutkan:

اَلْجُمْعَةُ حَجُّ الْمَسَاكِيْنِ

(Shalat Jum’at adalah hajinya orang-orang miskin).

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Nu’a-im, Al-Qudha’i dan Ibnu ‘Asakir dari Ibnu ‘Abbas dengan lafazh yang pertama, dan oleh Al-Qudha’i juga dan Ibnu Zanjawa-ih dengan lafazh yang kedua. Hadits ini dimuat di dalam Al-Jami’ush-Shaghîr, no. 2659.

Al-Munawi mengatakan di dalam Fa-idhul-Qadîr Syarh Al-Jami’ush-Shaghîr: “Hadits ini (juga) diriwayatkan oleh Al-Harits bin Abi Usamah. Mereka semua meriwayatkannya melalui Isa bin Ibrahim Al-Hasyimi, dari Muqatil, dari Adh-Dhahhak, dari Ibnu ‘Abbas. Al-‘Iraqi mengatakan: “Sanad hadits ini dha’if“.

Syaikh Al-Albâni menjelaskan bahwa Muqatil ini (yakni bin Sulaiman) adalah seorang pendusta, dan perawi sebelumnya, yaitu Isa bin Ibrahim Al-Hasyimi, seorang yang sangat dha’if. Imam Al-Bukhari dan An-Nasâ-i mengatakan tentangnya: “Haditsnya munkar“.

Hadits ini dimasukkan ke dalam hadits-hadits palsu oleh Ash-Shaghani di dalam kitab Al-Ahadits Al-Maudhû’ah (hlm. 7), juga dimasukkan ke dalam hadits-hadits palsu oleh Ibnul-Jauzi di dalam kitab Al-Maudhû’ât (3/8) dengan lafazh:

الدَّجَّاجُ غَنَمُ فُقَرَاءِ أُمَّتِيْ وَ اَلْجُمْعَةُ حَجُّ فُقَرَائِهَا

Ayam merupakan kambing bagi orang-orang fakir umatku, dan shalat Jum’at adalah hajjinya orang-orang fakir umatku.[1]

Hadits ini memang tersebar di sebagian kalangan, tetapi berdasarkan keterangan para ulama ahli di atas, maka hadits di atas tidak dapat dijadikan sandaran.

Baca Juga  Bersiwak Dan Bersalaman Pada Saat Khutbah Berlangsung, Do’a Muadzin Diantara Dua Khutbah

Sebagai ganti hadits dha’if tersebut, sesungguhnya untuk meraih pahala haji bagi orang kaya maupun yang miskin, kita bisa mengamalkan sabda Rasulullah n di bawah ini.

مَنْ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ مُتَطَهِّرًا إِلَى صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْحَاجِّ الْمُحْرِمِ وَمَنْ خَرَجَ إِلَى تَسْبِيحِ الضُّحَى لَا يَنْصِبُهُ إِلَّا إِيَّاهُ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْمُعْتَمِرِ وَصَلَاةٌ عَلَى أَثَرِ صَلَاةٍ لَا لَغْوَ بَيْنَهُمَا كِتَابٌ فِي عِلِّيِّينَ

Barangsiapa keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci menuju shalat wajib, maka pahalanya seperti pahala orang yang berhaji. Barangsiapa keluar untuk shalat sunnah Dhuha, yang dia tidak melakukannya kecuali karena itu, maka pahalanya seperti pahala orang yang berumrah. Dan (melakukan) shalat setelah shalat lainnya, tidak melakukan perkara sia-sia antara keduanya, maka pahalanya ditulis di ‘illiyyun (kitab catatan amal orang-orang shalih).[2]

Hadits ini umum, meliputi orang miskin dan kaya. Tetapi hal ini bukan berarti bahwa kewajiban haji bisa gugur dengan melaksanakan shalat wajib di masjid dengan berwudhu’ dari rumah.

Wallahu a’lam.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 04/Tahun XI/1428/2007M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]
________
Footnote
[1] Lihat Silsilah Adh-Dha’îfah (5/344-346, dan sebelumnya 5/313).

[2] HR Ahmad, Abu Dawud, dari Abu Umamah, dishahihkan Al-Albâni.