IMG 20200726 WA0126

Gunakan Dua Kapal Angkatan Laut, 45 Taruna AAL Jalani Program Weekend Laut

Headline Jawa Timur Muhasabah

IMG 20200726 WA0124mascipoldotcom, Senin, 27 Juli 2020 (06 Dzulhijah 1441 H)

Surabaya – Dengan menggunakan dua Kapal Angkatan Laut (KAL) KADET Vlll-05 dan KAL Vlll-07, sebanyak 45 Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Tingkat ll Angkatan ke-68 melaksanakan Weekend Laut selama tiga hari di Dermaga Flores Utara, Koarmada ll dan di Perairan Selat Madura.

“45 Sersan Taruna Angkatan ke-68 telah selesai melaksanakan Weekend Laut (WEL) selama tiga hari (24-26 Juli: Red) sebagai pengenalan awal kehidupan di kapal perang,” terang Direktur Pendidikan AAL, Kolonel Laut (P) Kemas M. Ikhwan Madani, Minggu (26/2/2020).

Menurut Dirdik AAL, WEL 45 Sersan Taruna ini, terdiri dari 41 Taruna dan 4 taruni. 26 taruna dan 4 taruni diantaranya onboard di KAL Kadet Vlll-07, sedangkan 15 orang taruna lainnya onboard di KAL KADET VIII-05.

“Mereka diberangkatkan pada Jumat (24/2) petang pukul 15.20 wib dari Dermaga Flores Utara, Koarmada ll dengan didampingi 23 personel KAL Kadet Vlll-07 dan 17 personel KAL KADET VIII-05,” terang Dirdik AAL.

Ketika 45 Taruna AAL onboard di KAL Kadet lanjutnya, mereka mulai dikenalkan dengan apel kelengkapan, kemudian melaksanakan peran persiapan kapal berlayar dan bertempur, peran muka belakang, peran parade, peran pemanduan dan peran jangkar.

Setelah itu mereka mendapat Jam Komandan yang diisi oleh Komandan KAL Kadet Vlll-07 dan KAL VIll-05 yang menjelaskan tentang Safety Induction dan Pengenalan Organisasi Kapal. Penjelasan selanjutnya tentang Pengenalan PDD Khas TNI AL dan Paparan Pengenalan Kapal diberikan Perwira KAL lainnya.

Sementara itu pada hari kedua WEL setelah olahraga pagi, para Sersan Taruna ini mendapatkan materi peran persiapan kapal berlayar dan bertempur, Comm check, Peran muka belakang, departure harbour, peran parade, Peran pemanduan, flaghois, anchorex, mobex, dcex, flashex dan pubex.

Sedangkan pada hari ke tiga setelah olahraga pagi, mereka melakukan peran jangkar, peran pemanduan, peran parade, entery harbour, peran muka belakang dan persiapan Taruna/i kembali ke Kampus AAL.(Ezl)

———–

Renungan

NIKMAT LAUTAN DALAM PERSPEKTIF FIKIH

Oleh Ustadz Kholid Syamhudi Lc

Allâh Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan seluruh yang ada diatas bumi ini untuk digunakan manusia, sebagai bentuk anugerah dan karunia-Nya yang sangat besar dan luas. Allâh Azza wa Jalla berfirman:

أَلَمْ تَرَوْا أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً ۗ وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلَا هُدًى وَلَا كِتَابٍ مُنِيرٍ

Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allâh telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allâh tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa kitab yang memberi penerangan. [Luqmân/31:20].

Diantara kenikmatan dan karunia Allâh Subhanahu wa Ta’ala yang ada dibumi ini adalah lautan, yang Allâh Subhanahu wa Ta’ala sifatkan dalam firman-Nya :

وَهُوَ الَّذِي سَخَّرَ الْبَحْرَ لِتَأْكُلُوا مِنْهُ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُوا مِنْهُ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا وَتَرَى الْفُلْكَ مَوَاخِرَ فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Dan Dia-lah, Allâh yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur. [an-Nahl/16:14]

Lautan memiliki urgensi dalam kehidupan manusia, dimana menjadi sarana berlayarnya kapal-kapal yang membawa manfaat bagi mereka. Juga dalam lautan berisi kekayaan yang tak ternilai berupa barang tambang, hewan-hewan laut dan bebatuan berharga serta yang lainnya yang menjadi kebutuhan manusia.

Apalagi dimasa kini semakin terasa urgensi lautan dengan banyaknya orang yang beralih kelautan dalam menggali dan mengeksploitasi kekayaan yang terkandung didalamnya. Demikian banyaknya keterikatan manusia dengan lautan dewasa ini mendorong setiap Muslim untuk mengetahui hukum dan pandangan Islam terhadap lautan.

MAMNAFAAT LAUTAN SEBUAH ANUGERAH ILAHI
Lautan termasuk tanda kebesaran Allâh Subhanahu wa Ta’ala dan keajaiban ciptaan-Nya. Lautan berisi manfaat yang besar yang bermanfaat bagi makhluk sebagai bentuk anugerah Allâh Subhanahu wa Ta’ala kepada mereka. Diantara manfaat lautan adalah:

1. Allâh tundukkan lautan yang bergelombang ombaknya dan mudahkan untuk para hamba-Nya sehingga mereka mampu mengarunginya dan mengambil manfaat dari kandungannya seperti menangkap ikannya. Juga mereka mampu memanfaatkan lautan untuk mencapai daerah-daerah yang terpisahkan lautan.

Allâh Subhanahu wa Ta’ala jelaskan nikmat yang agung ini pada banyak ayat dalam al-Qur`an, seperti dalam firman-Nya :

وَهُوَ الَّذِي سَخَّرَ الْبَحْرَ لِتَأْكُلُوا مِنْهُ لَحْمًا طَرِيًّا

Dan Dia-lah, Allâh yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), [an-Nahl/16:14]

Firman Allâh Subhanahu wa Ta’ala :

وَآيَةٌ لَهُمْ أَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِي الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ ﴿٤١﴾ وَخَلَقْنَا لَهُمْ مِنْ مِثْلِهِ مَا يَرْكَبُونَ

Dan suatu tanda (kebesaran Allâh yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan. Dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu. [Yâsîn/36:41-42]

Juga firman-Nya :

اللَّهُ الَّذِي سَخَّرَ لَكُمُ الْبَحْرَ لِتَجْرِيَ الْفُلْكُ فِيهِ بِأَمْرِهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Allâh-lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya dan supaya kamu dapat mencari karunia -Nya dan Mudah-mudahan kamu bersyukur. [al-Jâtsiyah/45:12]

Diantara bentuk kemudahan yang Allâh Subhanahu wa Ta’ala berikan disini adalah Allâh Subhanahu wa Ta’ala menahan air laut dengan kekuasaan dan kehendaknya sehingga tidak melebihi bumi dan menenggelamkannya. [Lihat Miftâh Dâr as-Sa’âdah 1/210]

2. Allâh Subhanahu wa Ta’ala memberikan kemudahan bagi kapal-kapal untuk membelah ombak lautan yang ganas dengan ujung depannya. Kapal-kapal tersebut berlayar menerpa air dan mengambang diatasnya dengan beban berat yang dibawanya. Allâh Subhanahu wa Ta’ala yang memberikan petunjuk kepada hamba-Nya untuk membuat kapal-kapal dan membinbing mereka sebagai bentuk warisan dari nabi Nuh q , karena beliaulah orang pertama yang membuat perahu dan kapal dan menggunakannya. [Lihat Tafsîr Ibnu Katsîr 4/481].

Allâh Subhanahu wa Ta’ala telah menjelaskan nikmat berlayarnya kapal-kapal membelah ombak lautan dalam beberapa ayat, seperti dalam firman Allâh Subhanahu wa Ta’ala :

وَخَلَقْنَا لَهُمْ مِنْ مِثْلِهِ مَا يَرْكَبُونَ ﴿٤٢﴾ وَإِنْ نَشَأْ نُغْرِقْهُمْ فَلَا صَرِيخَ لَهُمْ وَلَا هُمْ يُنْقَذُونَ

Dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu. Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan. [Yâsîn/36 : 42-43]

Juga firman Allâh Subhanahu wa Ta’ala :

وَسَخَّرَ لَكُمُ الْفُلْكَ لِتَجْرِيَ فِي الْبَحْرِ بِأَمْرِهِ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ الْأَنْهَارَ

Dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai. [Ibrâhîm/14 : 32]

Serta firman Allâh Subhanahu wa Ta’ala :

وَتَرَى الْفُلْكَ مَوَاخِرَ فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur. [an-Nahl/16:14]
.
Allâh Subhanahu wa Ta’ala mengungkapkan hal ini sebagai nikmat dari-Nya. Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

أَلَمْ تَرَ أَنَّ الْفُلْكَ تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِنِعْمَتِ اللَّهِ لِيُرِيَكُمْ مِنْ آيَاتِهِ

Tidakkah kamu memperhatikan bahwa Sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allâh, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebahagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya. [Luqmân/31: 31]

3. Diperbolehkan menangkap dan dan dihalalkannya hewan laut berupa ikan dan lainnya baik masih hidup atau sudah jadi bangkai, baik dalam keadaan tidak berihram maupun sedang berihram. (lihat Tafsir Ibnu Katsir 4/480). Sebagaimana firman Allâh Subhanahu wa Ta’ala :

أُحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ الْبَحْرِ وَطَعَامُهُ مَتَاعًا لَكُمْ وَلِلسَّيَّارَةِ

Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan. [al-Mâidah/5:96]

Diantara anugerah Allâh Subhanahu wa Ta’ala terhadap makhluk dengan lautan adalah Allâh Subhanahu wa Ta’ala ciptakan dilautan daging segar dari ikan dan selainnya untuk dimakan. Disifatkan dengan kata segar; karena daging tersebut cepat rusak sehingga harus segera dimakan karena khawatir rusak.

Demikian juga Allâh Subhanahu wa Ta’ala jelaskan nikmat ini dalam beberapa ayat, diantranya :

وَهُوَ الَّذِي سَخَّرَ الْبَحْرَ لِتَأْكُلُوا مِنْهُ لَحْمًا طَرِيًّا

Dan Dia-lah, Allâh yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan) [an-Nahl/16 :14].

4. Didapatkan dan dikeluarkannya isi lautan berupa perhiasan dan telah disampaikan Allâh Subhanahu wa Ta’ala tentang anugerah ini dalam beberapa ayat, diantaranya firman Allâh Subhanahu wa Ta’ala :

يَخْرُجُ مِنْهُمَا اللُّؤْلُؤُ وَالْمَرْجَانُ

Dari keduanya keluar mutiara dan marjan [ar-Rahmân/55 :22]

Firman Allâh Subhanahu wa Ta’ala :

وَمِنْ كُلٍّ تَأْكُلُونَ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُونَ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا

Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya. [Fâthir/35:12]

Perhiasan yang dimaksud dalam ayat ini mencakup mutiara, marjan dan semua yang dipergunakan manusia untuk berhias dari kandungan lautan tersebut.

5. Sarana mencari keutamaan Allâh Subhanahu wa Ta’ala yaitu dengan mengarungi lautan untuk berdagang mencari keuntungan dan seluruh tujuan manusia. Allâh Subhanahu wa Ta’ala telah menghalalkannya dan memudahkan manusia dengan nikmat ini. Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَتَرَى الْفُلْكَ مَوَاخِرَ فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur. [an-Nahl/16 :14].

Maksudnya adalah agar kalian mengarungi lautan untuk berniaga dalam rangka mencari keuntungan dari karunia Allâh Subhanahu wa Ta’ala . Apabila kalian dapatkan keutamaan Allâh Subhanahu wa Ta’ala dan kebaikan-Nya, semoga kalian bisa bersyukur kepada Allâh Azza wa Jalla .

Allâh Subhanahu wa Ta’ala mengulangi penjelasan nikmat ini dalam beberapa ayat dalam al-Qur`an, seperti dalam surat al-Baqarah, Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ

Bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia. [al-Baqarah/2 : 164]

Allâh Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman dalam Surat al-Jâtsiyah :

اللَّهُ الَّذِي سَخَّرَ لَكُمُ الْبَحْرَ لِتَجْرِيَ الْفُلْكُ فِيهِ بِأَمْرِهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Allah-lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya dan supaya kamu dapat mencari karunia -Nya dan Mudah-mudahan kamu bersyukur. [al-Jâtsiyah/45:12].

Juga firman Allâh Subhanahu wa Ta’ala :

رَبُّكُمُ الَّذِي يُزْجِي لَكُمُ الْفُلْكَ فِي الْبَحْرِ لِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ ۚ إِنَّهُ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

Rabb-mu adalah yang melayarkan kapal-kapal di lautan untukmu, agar kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyayang terhadapmu. [al-Isra`/17: 66]

Serta firman Allâh Subhanahu wa Ta’ala :

وَلِتَجْرِيَ الْفُلْكُ بِأَمْرِهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) supaya kamu dapat mencari karunia-Nya; mudah-mudahn kamu bersyukur. [ar-Rûm/30:49]

Demikianlah anugerah Allâh Subhanahu wa Ta’ala terhadap hamba-hambaNya dengan lautan dan isi kandungannya yang telah di jelaskan dalam al-Qur`an dan Sunnah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga bermanfaat.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi Khusus 10/Tahun XVII/1435H/2014M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57773 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]