DPD KOMASCIPOL DAN KOMBAT TNI POLRI DAN ABDI NEGARA KOTA SEMARANG 11

DPD Komascipol Semarang Kota Baksos Pembagian Sembako Kepada Warga Semarang Terdampak Wabah Covid-19

Headline Muhasabah

DPD KOMASCIPOL DAN KOMBAT TNI POLRI DAN ABDI NEGARA KOTA SEMARANGmascipoldotcom – Minggu, 17 Mei 2020 (Ahad, 24 Ramadhan 1441 H)

Semarang – Berangkat dari rasa keprihatinan kami terhadap saudara-saudara kami sesama muslim yang berdampak oleh Pandemi Covid19 maka kami DPD KOMASCIPOL-KOMBAT TNI POLRI & ABDI NEGARA Kota Semarang berinisiatif untuk membuka open donasi dimana donasi tersebut kami wujudkan dalam bentuk paket-paket sembako yang telah kami distribusikan ke pada yang berhak menerimanya.

Disamping itu DPD KOMASCIPOL-KOMBAT TNI POLRI & ABDI NEGARA Kota Semarang juga mengadakan lumbung kesediaan bahan pokok yang berpusat di kantor Sekertariat DPD yang diperuntukan untuk anggota dan masyarakat sekitar yang sangat membutuhkan.

“Alhamdulillah hari ini Ahad 24 Ramadhan 1441 H bertepatan dengan Minggu 17/5/2020 kami telah mendistribusikan tahap 1 sebanyak 75 paket sembako yang in sya Allah akan dibagikan kemudian secara berkala di tahap-tahab berikutnya”. ungkap bapak Wahyu Herlambang. Minggu, 17/5/2020. pukul 19.00 WIB

DPD KOMASCIPOL DAN KOMBAT TNI POLRI DAN ABDI NEGARA KOTA SEMARANG 13 1

“Jiwa kemanusiaan kami terpanggil, sebagai seorang Mukmin kamipun terpanggil untuk memenuhi kewajiban kami didalam menolong sesama dan memberikan manfaat disekitar kami”, imbuh Bapak Wahyu Herlambang.

“Hari ini Bangsa dan Negara memanggil semua warga negara untuk saling bahu membahu dan tolong menolong untuk menghadapi masa-masa sulit saat ini”. lanjutnya.

“Dan hari ini kami berusaha memenuhi panggilan tersebut meskipun dengan segala keterbatasan yang kami miliki”. katanya.

“Misi kemanusiaan ini kami tidak melihat latar belakang Agama, Ras dan Suku, yang kami lihat mereka para kaum duafa adalah korban bencana Covid-19 dan saat ini sangat membutuhkan uluran tangan kita sebagai saudaranya untuk sedikit meringankan beban mereka”. beber Ketua DPD Komascipol-Kombat TNI Polri & Abdi Negara Semarang Kota.

 

DPD KOMASCIPOL DAN KOMBAT TNI POLRI DAN ABDI NEGARA KOTA SEMARANG 12 1

“Harapan kami, penyaluran bantuan sembako ini disamping dapat membantu meringankan beban masyarakat yang kurang mampu yang terdampak adanya bencana wabah Virus Corona atau Covid-19 serta bentuk kepedulian kita kepada warga masyarakat Kaota Semarang, sekaligus kami menggugah para donatur dan para mukhsinin berkenan bekerjasama dengan kami, agar In syaa Allah kita dapat terus membantu warga yang kurang mampu secara berkesinambungan,” ajak Ketua DPD Komascipol-Kombat TNI Polri & Abdi Negara Semarang Kota Bapak Wahyu Herlambang.

——

Renungan

KEDERMAWANAN NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

‘Abdullah bin ‘Abbâs Radhiyallahu anhuma berkata :

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰـهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَأَجْوَدُ مَا يَـكُوْنُ فِـيْ رَمَضَانَ حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيْلُ ، وَكَانَ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ يَلْقَاهُ فِـيْ كُـّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَـيُـدَارِسُهُ الْـقُـرْآنَ ، فَلَرَسُوْلُ اللّٰـهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْـخَيْـرِ مِنَ الِرّيْحِ الْـمُرْسَلَةِ

DPD KOMASCIPOL DAN KOMBAT TNI POLRI DAN ABDI NEGARA KOTA SEMARANG 3

“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan dengan kebaikan, dan lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan ketika Jibril Alaihissallam bertemu dengannya. Jibril menemuinya setiap malam Ramadhân untuk menyimak bacaan al-Qur’annya. Sungguh, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih dermawan daripada angin yang berhembus.”

TAKHRIJ HADITS
Hadits ini shahih. Diriwayatkan oleh:
1. Al-Bukhari (no. 1902, 3220, 3554, 4997)
2. Muslim (no. 2308)
3. An-Nasa’i (IV/125)

 

DPD KOMASCIPOL DAN KOMBAT TNI POLRI DAN ABDI NEGARA KOTA SEMARANG 4KOSAKATA HADITS

وَكَانَ أَجْوَدُ النَّاسِ : Manusia yang paling dermawan.

اَلْمُدَارَسَةُ : Seseorang membacakan al-Qur’ân kepada temannya, lalu temannya mengulang bacaannya.

الرِّيْحُ الْمُرْسَلَة : Angin yang berhembus yang banyak memberikan manfaat.

SYARH HADITS

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang paling dermawan, dan dermawan merupakan sifat yang terpuji. Di bulan Ramadhan, kedermawanan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertambah. Karena bulan tersebut merupakan musim kebaikan. Dan nikmat yang Allâh berikan kepada hamba-Nya di bulan tersebut lebih banyak dibandingkan bulan lainnya.

DPD KOMASCIPOL DAN KOMBAT TNI POLRI DAN ABDI NEGARA KOTA SEMARANG 11 1Oleh karena itu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengikuti sunnah Allâh pada hamba-Nya dengan berderma melebihi bulan-bulan lainnya. Bahkan dijelaskan dalam hadits di atas, kecepatan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam berbuat dermawan lebih cepat dari angin yang berhembus. Diserupakannya kedermawanan Nabi dengan angin yang berhembus ialah karena kedermawanan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan manfaat yang menyeluruh seperti angin yang berhembus yang memberikan manfaat pada apa yang dilewatinya.[1]

Kedermawanan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berlipat ganda di bulan Ramadhan secara khusus mengandung faidah yang banyak sebagaimana disebutkan oleh imam Ibnu Rajab rahimahullah, diantaranya[2]:

DPD KOMASCIPOL DAN KOMBAT TNI POLRI DAN ABDI NEGARA KOTA SEMARANG 10

Kemuliaan waktu itu dan dilipat gandakan ganjaran amal di dalamnya.

Membantu orang-orang yang berpuasa, shalat, dan orang-orang yang berdzikir dalam melaksanakan ketaatan mereka. Sehingga dengan demikian, beliau akan mendapatkan ganjaran seperti ganjaran pelakunya. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Zaid bin Khalid al-Juhani Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

Siapa yang memberi makan untuk berbuka bagi orang yang berpuasa, maka ia akan mendapat ganjaran yang serupa dengan orang yang berpuasa tanpa mengurangi sedikit pun ganjaran orang yang berpuasa itu.[3]

Di bulan Ramadhan, Allâh Azza wa Jalla memberikan pemberian (karunia) yang banyak kepada para hamba-Nya, baik itu berupa rahmat, ampunan, maupun pembebasan dari api neraka. Terlebih lagi pada saat lailatul qadar. Dan Allâh Azza wa Jalla menyayangi hamba-hamba-Nya yang penyayang sebagaimana telah disabdakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Maka, siapa yang berderma kepada para hamba-Nya, Allâh pun akan berderma kepadanya dengan pemberian dan karunia, dan balasan tergantung dari jenis pebuatan hamba.

DPD KOMASCIPOL DAN KOMBAT TNI POLRI DAN ABDI NEGARA KOTA SEMARANG 9

Memadukan antara puasa dan sedekah merupakan amalan yang dapat memasukkan seseorang ke surga, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّ فِيْ الْجَنَّةِ غُرَفًا يُرَى ظَاهِرُهَا مِنْ بَاطِنِهَا ، وَبَاطِنُهَا مِنْ ظَاهِرِهَا ، أَعَدَّهَا الله لِمَنْ أَطْعَمَ الطَّعَامَ ، وَأَلاَنَ الْكَلاَمَ ، وَتَابَعَ الصِّيَامَ ، وَصَلَّى بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ

Sesungguhnya di surga ada kamar-kamar yang bagian luarnya terlihat dari dalam, dan bagian dalamnya terlihat dari luarnya. Allâh siapkan kamar-kamar tersebut bagi orang-orang yang memberi makan, melembutkan perkataan, selalu berpuasa, dan shalat di tengah malam saat manusia tidur.[4]

Mengumpulkan antara puasa dan sedekah lebih ampuh dalam menghapus dosa, melindungi serta menjauhkan diri dari neraka jahannam, terlebih lagi jika kedua perkara itu digabung dengan shalat malam. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Mu’adz Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

DPD KOMASCIPOL DAN KOMBAT TNI POLRI DAN ABDI NEGARA KOTA SEMARANG 8

… الصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيْئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ ، وَصَلاَةُ الرَّجُلِ مِنْ جَوْفِ اللَّيْلِ …

“… Sedekah akan menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api, dan shalatnya seseorang di tengah malam …”[5]

Maksudnya, bahwa shalatnya seseorang ditengah malam pun dapat menghapus kesalahan (dosa).

Dalam puasa seseorang pasti ada kekurangannya, dan penambal kekurangan puasa tersebut dengan sedekah (zakat) fitrah dan macam-macam sedekah lainnya.

Menghibur orang-orang miskin merupakan salah satu wujud seseorang mensyukuri nikmat Allâh. Seorang yang berpuasa, apabila ia merasakan kelaparan, maka ia tidak akan melupakan saudaranya yang fakir dan miskin.

Imam asy-Syâfi’i rahimahullah berkata, “Aku menyukai apabila seseorang menambah kedermawanannya di bulan Ramadhan, sebagai bentuk peneladanan dia terhadap Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , dan juga karena kebutuhan manusia serta kesibukan sebagian mereka dengan puasa dan shalat sehingga mata pencaharian mereka terabaikan.

Sifat dermawan dan pemurah itu tidak terbatas pada pemberian harta, akan tetapi bisa bermacam-macam. Diantaranya: memberikan harta, memberikan ilmu, memanfaatkan kedudukannya untuk membantu orang dan memenuhi kebutuhan mereka dan lain sebagainya. Al-Hâfizh Ibnu Rajab rahimahullah

DPD KOMASCIPOL DAN KOMBAT TNI POLRI DAN ABDI NEGARA KOTA SEMARANG 7

berkata, “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berderma dengan berbagai macam bentuk kedermawanan, seperti: memberikan ilmu, harta, mengorbankan jiwanya untuk Allâh Azza wa Jalla dalam mendakwahkan agama dan menunjuki hamba-hamba-Nya, serta memberikan manfaat kepada manusia dengan berbagai cara, seperti: memberikan makan orang yang kelaparan, menasihati orang yang bodoh, menunaikan hajat manusia, dan menanggung beban mereka.”[6]

Sifat dermawan dan pemurah termasuk diantara kemuliaan akhlak yang dimiliki oleh orang-orang arab. Ketika Islam datang, maka kedua sifat tersebut lebih ditekankan lagi. ‘Urwah bin az-Zubair Radhiyallahu anhu berkata, “Ketika Islam datang, masyarakat arab memiliki enam puluh lebih akhlak yang mulia. Dan semuanya sangat ditekankan di dalam Islam. Diantaranya, menjamu tamu, menepati janji, dan bertetangga yang baik.”[7]

DPD KOMASCIPOL DAN KOMBAT TNI POLRI DAN ABDI NEGARA KOTA SEMARANG 6

FAWÂ-ID
1. Sedekah sebagai bukti iman dan penghapus dosa.
2. Dianjurkan banyak sedekah, terutama di bulan Ramadhan.
3. Anjuran untuk bersifat dermawan dan larangan dari sifat bakhil (pelit).
4. Anjuran untuk menambah sifat dermawan tersebut pada bulan Ramadhan dan ketika berkumpul dengan orang-orang shalih.
5. Anjuran menziarahi (berkunjung) orang-orang shalih dan baik.

6. Disunnahkan membaca al-Qur’an dengan tadabbur dan mengkhatamkannya pada bulan Ramadhan melebihi dzikir-dzikir yang lain.
7. Adanya isyarat bahwa permulaan turunnya al-Qur’an adalah di bulan Ramadhan.[8]
8. Sepatutnya bagi penuntut ilmu dan ulama untuk mempelajari al-Qur’an sesama mereka, agar tidak lupa dan hilang dari ingatan mereka.

DPD KOMASCIPOL DAN KOMBAT TNI POLRI DAN ABDI NEGARA KOTA SEMARANG 5

MARAJI’
1. Shahîh al-Bukhâri
2. Shahîh Muslim
3. Sunan an-Nasâ’i
4. Sunan at-Tirmidzi
5. Sunan al-Baihaqi
6. Fathul Bâri syarh Shahîhil Bukhâri
7. Lathâ’iful Ma’ârif
8. Nuzhatul Muttaqîn Syarh Riyâdhis Shâlihîn
9. Bahjatun Nâzhirîn syarh Riyâdhis Shâlihîn
10. Anwârul Bayân fii Ahkâmis Shiyâm

DPD KOMASCIPOL DAN KOMBAT TNI POLRI DAN ABDI NEGARA KOTA SEMARANG 11[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 03-04/Tahun XVII/1434H/2013M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]
_______

Footnote
[1] Fathul Bâri (I/68-69 -cet. Daar Thaybah) dengan ringkas.
[2] Lathâ’iful Ma’ârif (hlm. 310-315).
[3] Shahih: HR. at-Tirmidzi (no. 807).
[4] Hasan: HR. al-Baihaqi (IV/301).
[5] Shahih: HR. at-Tirmidzi (no. 2616).
[6] Lathâ’iful Ma’ârif (hlm. 306).
[7] Al-Jûd was Sakhâ’ (hlm. 280, no. 59), dinukil dari Anwârul Bayân fii Ahkâmis Shiyâm (hlm. 93).
[8] Fathul Bâri (I/69) cet. Daar Thaybah. Oleh Al-Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas حفظه الله