Satbrimob Polda Banten Semprotkan Disinfektan 1

Den Gegana Satbrimob Polda Banten Semprotkan Disinfektan ke SMAN 1 Kota Serang

Banten Headline Muhasabah

Satbrimob Polda Banten Semprotkan Disinfektan 4mascipoldotcom  – Jum’at, 3 Juli 2020 (12 Dzulqoidah 1441)

Kota Serang – Untuk meminimalisir atau menekan penyebaran virus Corona (Covid-19) dalam rangka menuju tatanan kehidupan baru, personil Subden KBR Detasemen Gegana Satbrimob Polda Banten terus melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan.

Kali ini, SMAN 1 kota Serang menjadi lokasi sasaran penyemprotan disinfektan Den Gegana Satuan Brimob Polda Banten, Jum’at (03/07/2020) pukul 09.00 wib.

Kapolda Banten Irjen Pol Drs. Fiandar kepada awak media mengatakan bahwa Polda Banten terus melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan sebagai upaya untuk meminimalisir penyebaran dan penularan Covid-19 di Banten.

“Kegiatan penyemprotan disinfektan dilakukan pada sudut-sudut tanpa terkecuali seperti gagang pintu, pagar, halaman sekolah serta lingkungan sekitar sekolah dan benda-benda yang sering terkena sentuhan tangan juga turut diberikan penyemprotan disinfektan agar meminimalisir bermukimnya bakteri atau virus corona disease 2019 (Covid-19),” ucap Irjen Pol Drs Fiandar

Satbrimob Polda Banten Semprotkan Disinfektan 3Komandan Satuan Brimob Polda Banten Kombes Pol Dwi Yanto Nugroho kepada awak media mengatakan bahwa kegiatan penyemprotan disinfektan merupakan bagian dari rutinitas yang dijalani Brimob Banten selama pandemi Covid-19.

“Sejak Covid-19 menjadi pandemi di Banten, kami dari Brimob Banten sudah melakukan berbagai upaya. Mulai dari upaya preemtif hingga preventif,” ucap Kombes Pol Dwi Yanto Nugroho.

Dwi Yanto Nugroho juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi arahan dari Kapolri dan Dankor Brimob Polri sebagai pimpinan sebagai upaya percepatan penanganan Covid-19 dan agar siswa dan guru bisa merasa aman, tenang dan nyaman.

Ditempat berbeda, senada dengan Dansat Brimobda Banten Kombes Pol Dwi Yanto Nugroho, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi pun mengatakan hal yang sama.

Satbrimob Polda Banten Semprotkan Disinfektan 2“Seluruh jajaran Polda Banten sejak awal sudah melakukan berbagai upaya untuk menekan penyebaran Covid-19 di wilayah hukum Polda Banten. Salah satunya penyemprotan disinfektan yang dilakukan oleh Brimob Banten secara intens,” tutup Kombes Pol Edy Sumardi. (Berto Purba/Bid Humas Polda Banten)

———

Renungan

RADANG AMANDEL YANG MEMBANDEL

Anda tentu pernah mendengar ada anak yang menderita sakit amandel. Dalam dunia kedokteran, penyakit ini dikenal dengan istilah ”tonsilitis” atau radang yang mengenai tonsil (amandel). Radang amandel ada yang sifatnya akut, namun ada pula yang sifatnya kronis dan kambuh-kambuhan. Tentunya, penyakit yang dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan yang tepat akan sangat mengganggu aktivitas anak. Menyebabkan anak tidak bisa bermain dengan temannya, tidak dapat masuk sekolah, dan biasanya sulit makan. Hal ini tentu merisaukan para orang tua.

Satbrimob Polda Banten Semprotkan Disinfektan 1BAGAIMANA PROSES TERJADINYA RADANG AMANDEL?

Amandel bersama sistem tubuh yang lain aktif bekerja membentuk kekebalan tubuh. Jika amandel mengalami gangguan atau hipertrofi, maka amandel akan semakin membesar. Padahal, seharusnya di akhir usia tujuh tahun amandel semakin mengecil hingga tidak terlihat. Amandel yang membesar dapat menimbulkan gangguan pada anak. Salah satu yang paling sering, yaitu berubahnya fungsi amandel sebagai sistem kekebalan tubuh menjadi sarang infeksi.

BAGAIMANA GEJALA RADANG AMANDEL?

Secara umum, orang tua harus mencurigai adanya gangguan pada amandel anak jika terdapat beberapa gejala, seperti demam tinggi bahkan sampai mencapai 40°C, rasa gatal/kering di tenggorokan, sakit (nyeri) saat menelan, sering batuk pilek, suara menjadi kurang jelas, mengeluh sesak nafas, lesu, dan menurunnya aktivitas. Pada anak yang masih kecil dan belum bisa mengatakan keluhan, biasanya sering rewel atau menangis pada waktu makan, dan kadang juga muntah saat hendak menelan makanan. Akibatnya, anak yang sedang menderita radang amandel biasanya akan sulit makan karena kesakitan saat menelan. Pada beberapa anak yang pembesaran amandelnya sudah cukup besar sampai menutup tenggorokan akan mengalami kesulitan menelan sehingga anak enggan makan dan pertumbuhannya pun terhambat.

RADANG AMANDEL DAN KECERDASAN ANAK

Amandel yang membesar menjadi tempat yang baik bagi kuman (bakteri atau virus) untuk berkembang biak. Akibatnya, anak yang menderita radang amandel lebih sering terserang batuk, pilek, influenza, dan radang tenggorokan. Jika anak sering mengalami gangguan seperti itu, tentu daya tahan tubuhnya makin lemah, nafsu makan berkurang, dan tumbuh kembangnya terhambat. Oleh karena itu, tidak jarang anak yang mengalami radang amandel akan mengalami penurunan kecerdasan.

Yang lebih parah, jika tenggorokan tertutup sebagian atau seluruhnya sehingga dapat menghambat asupan oksigen ke dalam tubuh. Kekurangan oksigen berarti anak kesulitan bernafas dan akibat lebih lanjutnya dapat menghambat perkembangan otaknya.

Karena saluran nafasnya tertutup, anak akan punya kebiasaan tidur pada malam hari dengan mulut terbuka dan mendengkur (ngorok). Akibat lainnya, anak akan mengantuk pada siang hari (biasanya saat mengikuti pelajaran di sekolah) karena kurang tidur pada malam harinya. Jika hal ini dibiarkan berlanjut, anak akan sering tertidur di kelas pada saat pelajaran, dan tentunya akan mengganggu proses belajarnya di sekolah.

BAGAIMANA MENGATASI RADANG AMANDEL?

Jika menemukan gejala yang mengarah pada radang amandel, segera bawa ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Dokter akan memeriksa apakah ada tanda-tanda radang yang mengarah pada diagnosis penyakit tonsilitis (radang amandel). Jika amandel memang membesar, dokter akan menilai sejauh mana pembesaran amandel dan menentukan apakah perlu dilakukan operasi. Selain itu, dokter akan memberikan obat untuk mengurangi keluhan penderita atau menganjurkan operasi jika diperlukan. Biasanya dokter akan memberikan obat turun panas, antibiotik dan tablet hisap atau obat kumur yang mengandung desinfektan.

JIKA ANAK MENDERITA RADANG AMANDEL?

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan di rumah untuk mengurangi rasa sakit pada anak yang mengalami radang amandel.

1. Hindari makanan yang terlalu merangsang dan makanan/minuman yang dingin, karena dapat memperparah keadaan amandel. Akibatnya, amandel akan semakin membesar atau kuman menjadi lebih mudah berkembang biak.

2. Hindari makanan yang menggunakan MSG atau penyedap rasa, karena dapat memicu pembesaran amandel.

3. Berikan makanan yang lunak jika anak terlihat sangat kesakitan dan kesulitan menelan saat makan.

4. Berikan asupan makanan yang cukup dan bergizi seimbang untuk menjaga daya tahan tubuh anak. Jika perlu, berikan tambahan (suplemen) vitamin. Akan lebih baik jika vitamin yang diberikan berasal dari bahan-bahan alami (sayur dan buah).

5. Berikan minum dalam jumlah yang cukup (hindari air dingin/es).

6. Ajari anak untuk kumur dua kali sehari dengan obat kumur yang diberikan dokter, atau bisa juga dengan air hangat yang dicampur garam.

7. Anak juga harus cukup istirahat untuk memulihkan kondisi tubuhnya.

8. Hindarkan/jauhkan anak dari orang-orang yang sedang sakit karena daya tahan tubuh anak yang mengalami radang amandel rentan terhadap penyakit.

9. Jangan lupa untuk rutin meminumkan obat yang diberikan dokter pada anak kita.

DAPATKAH RADANG AMANDEL DICEGAH?

Akan lebih bijaksana jika kita mengetahui cara-cara mencegah radang amandel karena mencegah lebih baik daripada mengobati. Ada beberapa cara yang bisa Anda terapkan supaya anak terhindar dari penyakit radang amandel, antara lain:

1. Sebisa mungkin hindarkan anak dari kemungkinan penyakit batuk dan pilek yang akan memicu timbulnya radang amandel.

2. Berikan makanan yang bergizi dan cukup jumlahnya, supaya kondisi anak fit, dan insya Allah dapat terhindar dari aneka ragam penyakit.

3. Hindari memasak dengan menggunakan zat-zat tambahan yang tidak baik untuk kesehatan, seperti penyedap rasa yang mengandung vetsin atau MSG (Monosodium glutamat).

4. Biasakan anak untuk makan di rumah dan tidak terlalu sering makan/jajan di luar karena seringkali kebersihannya kurang dan bisa jadi menggunakan zat-zat yang tidak baik untuk kesehatan.

5. Ajari anak untuk menjaga kebersihan gigi dan mulutnya dengan gosok gigi secara teratur supaya tidak banyak kuman yang bersarang di mulutnya dan menyebabkan bermacam-macam infeksi.

6. Biasakan anak untuk gemar berolahraga sejak kecil. Hal ini sangat baik untuk kebugaran dan ketahanan tubuhnya dari berbagai macam penyakit. Ajak anak untuk melakukan gerakan-gerakan sederhana dan bisa juga sambil berjalan-jalan di sekitar rumah.

PENUTUP

Sebagai orang tua, kita harus senantiasa memperhatikan kesehatan anak. Jika kita menemukan banyak keganjilan yang terjadi pada anak, misalnya saja prestasi anak di sekolah menurun dan ada laporan dari guru bahwa anak suka tidur pada saat jam pelajaran. Jangan langsung menuduh anak pemalas, tetapi perlu dicari terlebih dahulu penyebabnya dengan seksama. Anda harus peka terhadap apa yang dirasakan anak, terlebih lagi jika anak anda masih kecil dan belum bisa mengemukakan keluhan. Segera bawa anak anda ke dokter untuk diperiksa dan diberikan penanganan yang tepat. (dr. Avie Andriyani)

Sumber :
1. Kapita Selekta Kedokteran UI, Jilid 1, Media Aesculapius.
2. Depkes RI, 2001, Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas Berdasarkan Gejala
3. dr. Karel, SpA, Menjadi Dokter Anak di Rumah, Penerbit Puspa Sehat

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 06-07/Tahun XII/1429H/2008M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]