IMG 20200820 WA0143

Dalam Rangka HUT RI Ke 75, Polda Banten Bagikan Ratusan Paket Sembako Kepada Purnawirawan TNI Polri

Banten Headline Muhasabah

IMG 20200820 WA0142mascipoldotcom, Kamis, 10 Agustus 2020 (01 Muharam 1442 H)

SERANG – Dalam rangka HUT RI ke 75, Polda Banten melaksanakan bakti sosial kepada Purnawirawan TNI Polri.

Bakti sosial kepada Purnawirawan TNI Polri tersebut dilakukan di beberapa tempat di wilayah hukum Polda Banten.

Kapolda Banten Irjen Pol Drs Fiandar melalui Dirbinmas Polda Banten Kombes Pol Riki Yanuarfi mengatakan kegiatan bakti sosial tersebut dalam rangka HUT RI ke 75.

“Hari ini saya bersama Pemuda Pancasila Kota Serang melaksanakan bakti sosial kepada Purnawirawan TNI Polri di wilayah hukum Polda Banten,” kata Riki Yanuarfi. Kamis, (20/08/2020).

IMG 20200820 WA0144“Dan kegiatan bakti sosial ini masih dalam rangka memperingati HUT RI yang ke 75, kita merayakan HUT RI tahun ini dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial,” lanjut Riki Yanuarfi.

Riki Yanuarfi menambahkan kegiatan bakti sosial tersebut sekaligus bersilaturahim kepada para purnawirawan TNI Polri.

“Dan kegiatan ini sekaligus kita melaksanakan silaturahim dan menjalin Tali Asih kepada Purnawirawan TNI Polri dan Masyarakat,” tambah Riki Yanuarfi.

Adapun untuk bakti sosial kali ini, Riki Yanuarfi menjelaskan bahwa Polda Banten membagikan sebanyak 100 paket sembako.

IMG 20200820 WA0143“Untuk Bakti Sosial hari ini, kita membagikan sebanyak 100 paket sembako, yang berisikan Beras, Minyak, Telor, Gula, Mie Instan dan Makanan Siap Saji. Kita bagikan kepada Purnawirawan TNI Polri dan masyarakat yang membutuhkan. Dan kegiatan ini berada di Wilayah Hukum Polsek Padarincang, Ciomas, Pabuaran, Gunung sari, Ciruas, Kragilan, Kopo dan Pontang,” jelas Riki Yanuarfi.

Riki Yanuarfi berharap dengan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi Para Purnawirawan TNI dan POLRI.

“Saya berharap dengan kegiatan Bakti Sosial ini dapat bermanfaat bagi Para Purnawirawan TNI dan POLRI, apalagi mereka dulunya merupakan pensiunan dari TNI-POLRI, mereka sudah bekerja keras untuk negara, kini saatnya kita yang memperhatikan mereka,” ujar Riki Yanuarfi.

“Apalagi di masa pandemi covid-19 ini, banyak masyarakat yang terdampak secara ekonomi. Sehingga dengan bantuan sembako ini bisa meringankan bebannya,” harap Riki Yanuarfi.

Sementara itu di tempat yang terpisah, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polda Banten kepada Para Purnawirawan TNI dan POLRI.

“Kegiatan tersebut merupakan bentuk kehadiran Polri dan kepedulian Polda Banten kepada Para Purnawirawan TNI dan POLRI, mengingat mereka adalah para Purnawirawan TNI dan POLRI yang dulunya sudah mengabdi untuk negara maka kini saatnya kita yang memperhatikan mereka,” ujar Edy Sumardi.

Turut hadir dalam kegiatan Bakti Sosial kali ini, Kasubdit Satpam/Polsus AKBP Tri Laksono, Kapolsek Padarincang, Kanit Intel Padarincang, Bhabinkamtibmas Padarincang, H. Syamsul Ketua Pemuda Pancasila Kota Serang, Ucu Murfaya Sekretaris Pemuda Pancasila dan Anggota Pemuda Pancasila Kota Serang. (Berto Purba/Bid Humas Polda Banten)

—————

Renungan

Diantara Sebab Meraih Harta Adalah Amal Shalih

Mengenai ini, Allâh Azza wa Jalla  berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. [An-Nahl/ 16: 97]

Untuk menggapai kehidupan yang baik (hayât thayyibah), Allâh Azza wa Jalla  telah menetapkan syarat dalam ayat di atas. Kehidupan yang baik di sini maksudnya adalah rezeki yang halal lagi baik. Demikian yang ditafsirkan Ibnu Abbâs Radhiyallahu anhu , Sa’îd bin Jubair, Atha’, Adh-Dhahhâk dan lainnya. Atau ada yang mengatakan bahwa kehidupan yang baik mencakup semua bentuk ketenangan dari semua aspeknya.

Syarat untuk bisa menggapainya adalah amal shalih yang dibangun di atas pondasi iman kepada Allâh Azza wa Jalla  dan Rasul-Nya. Yaitu amal shalih yang mengacu pada Kitab Allâh Azza wa Jalla  dan Sunnah Rasul-Nya. Maka ketika itulah seseorang akan mendapat kehidupan yang baik di dunia, kemudian juga balasan yang baik di akhirat.

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menegaskan sebab ruhani ini, yaitu amal shalih, untuk mendapatkan rezeki dan harta. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الْكَافِرَ إِذَا عَمِلَ حَسَنَةً أُطْعِمَ بِهَا طُعْمَةً مِنَ الدُّنْيَا، وَأَمَّا الْمُؤْمِنُ، فَإِنَّ اللهَ يَدَّخِرُ لَهُ حَسَنَاتِهِ فِي الْآخِرَةِ وَيُعْقِبُهُ رِزْقًا فِي الدُّنْيَا عَلَى طَاعَتِهِ

Sesungguhnya bila seorang kafir berbuat satu kebaikan, ia akan diberi rezeki sebagai balasannya di dunia. Adapun seorang Mukmin, maka sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla  menyimpankan balasan kebaikannya di akhirat dan juga memberinya rezeki di dunia atas ketaatannya.[1]

Jadi, Allâh Azza wa Jalla  membalas kebaikan orang Mukmin dan juga orang kafir dengan rezeki di dunia. Akan tetapi apa gerangan perbedaan antara keduanya? Perbedaannya adalah bahwa orang Mukmin mendapatkan balasan tambahan yang tidak didapat orang kafir. Tambahan tersebut adalah surga, di mana Allâh Azza wa Jalla  membalas kebaikan yang ia lakukan atas dasar iman kepada-Nya.

Dan di antara bentuk amal shalih adalah iman kepada Allâh Azza wa Jalla , para Malaikat, kitab-kitab-Nya, para rasul, hari akhir, percaya kepada taqdir yang baik dan yang buruk, percaya hari kebangkitan, adanya mîzân (neraca timbangan amal), surga dan neraka.

Allâh Azza wa Jalla  berfirman:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. [Al-A’râf/ 7 : 96]

Bila mereka beriman, maka Allâh Azza wa Jalla  akan memberi rezeki di manapun dan bagaimanapun keadaannya. Namun, bila mereka mendustakan, maka Allâh Azza wa Jalla  akan menimpakan siksa-Nya dikarenakan ulah mereka.

Dan iman kepada Allâh Azza wa Jalla  haruslah diikrarkan dalam hati, dilafalkan dengan lisan, dan dibenarkan dengan amal nyata. Iman ini dibuktikan dengan mempersaksikan bahwa tidak ada yang berhak diibadahi selain Allâh Azza wa Jalla  dan Muhammad adalah utusan Allâh Azza wa Jalla, dengan mendirikan shalat, zakat, puasa, haji kala mampu, dan dengan amalan-amalan lainnya yang merupakan tuntutan iman.

Ketika amalan-amalan shalih ini dilakukan dengan ikhlas, maka Allâh Azza wa Jalla  akan memberikan untuknya kehidupan yang baik dengan mendapatkan ketenangan dalam semua sisi hidupnya, rezeki yang halal lagi baik pun akan menghampirinya. Di akhirat kelak iaakan dihidupkan Allâh Azza wa Jalla  dalam kehidupan yang baik, dan diberi balasan lebih baik daripada apa yang telah ia kerjakan.

(Diangkat dari kitab Anta wal Mal karya Adnan ath-Tharsyah)

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 07/Tahun XX/1437H/2017M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]

_______

Footnote

[1] HR. Muslim dalam kitab shifat al-qiyâmah bab jazâ’u al-mukmin fi ad-dun-yâ wal âkhirah.