Bupati Batu Bara Apresiasi Kunjungan Kerja Kerja Kapoldasu 1

Bupati Batu Bara Apresiasi Kunjungan Kerja Kerja Kapolda Sumut Bersama Ketua Bhayangkari Daerah Sumut

Headline Muhasabah Sumatera Utara

Bupati Batu Bara Apresiasi Kunjungan Kerja Kerja Kapoldasu 2mascipoldotcom  – Selasa, 30 Juni 2020 (9 Dzulqoidah 1441)

Batu Bara – Masyarakat Kabupaten Batubara menyambut hangat kunjungan kerja Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin bersama Ketua Bhayangkari Daerah Sumut Ny Risma Martuani Sormin, Selasa (30/6).

Setibanya di Polres Batubara, Kapolda Sumut dan Ketua Bhayangkari langsung disambut Bupati Batubara yg memakaikan pakaian adat khas batubara dan memeberikan bucket bunga

Martuani mengungkapkan kedatangan bersama Ketua Bhayangkari Daerah Sumut serta rombongan dalam kunjungan kerja sekaligus meninjau kinerja polres Batubara dalam menangani masalah penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Diketahui, dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Batubara turut hadir PJU Polda Sumut. Sementara itu, Bupati batubara , sangat mengapresiasi kunjungan kerja Kapolda Sumut, Ketua Bhayangkari Polda Sumut dan PJU. “Kedatangan Kapolda Sumut ini sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap seluruh masyarakat di Kabupaten Batubara memberikan support dalam menghadapi pendemi Covid-19,” pungkasnya. (Leodepari/Bid Humas Polda Sumut).

Kapolda Sumut Kunker Ke Mapolres Batu Bara 1———

Renungan

DOA SINGGAH DI SUATU DAERAH

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allâh yang sempurna dari kejahatan apa-apa yang Dia ciptakan.

Dalam hadits riwayat Sahabahiyyah Khaulah binti Hakim Radhiyallahu anhuma , Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya bahwa orang yang singgah di suatu tempat lalu membaca doa ini, maka tak ada sesuatupun yang bisa membahayakannya hingga ia beranjak dari tempat tersebut. [HR. Muslim].

Faidah Doa

Hendaknya seorang hamba berlindung kepada Allâh Azza wa Jalla sehingga segala keburukan dipalingkan darinya saat ia singgah atau masuk di suatu tempat.

Doa ini dibaca ketika masuk ke suatu tempat, baik itu saat safar (bepergian) maupun tidak. Juga diucapkan sebanyak tiga kali saat dzikir petang, seperti dalam riwayat Ahmad yang menyatakan bahwa barangsiapa mengucapkannya tiga kali saat masuk waktu petang, maka racun hewan berbisa tidak akan membahayakannya pada malam tersebut.

Ini juga salah satu doa untuk mencegah bahaya sihir. Syaikh Abdul Aziz bin Baz t menyatakan bahwa di antara yang paling urgen dalam menangkal sihir adalah dengan membentengi diri dengan dzikir dan doa yang diajarkan. Di antaranya memperbanyak doa di atas, diucapkan di malam ataupun siang hari, juga kala singgah atau masuk di tempat manapun, baik itu di suatu bangunan, di padang sahara, di udara ataupun di lautan. (Majmû` Fatâwâ Syaikh Abdul Aziz Bin Baz 3/278)

Kalimat-kalimat Allâh di sini maksudnya al-Quran. Ada lagi yang mengatakan Asma’ dan Sifat-sifat Allâh. Karena itu adalah sempurna, tak ada cela dan cacat.

Berlindung kepada Allâh Azza wa Jalla dan meminta perlindungan dengan kalimat-kalimat-Nya, itu dibolehkan. Bertaqarrub kepada Allâh dengan sifat Allâh itu disyariatkan. Karena kalimat-kalimat Allâh termasuk salah satu sifat-Nya.

Doa yang diajarkan Nabi di atas, menjadi dalil kuat yang menunjukkan bahwa Kalam Allâh bukanlah makhluk, seperti yang disimpulkan Imam Ahmad. Sebab tidak diperbolehkan untuk meminta perlindungan dengan makhluk.

Agar mendapat penjagaan dari Allâh Azza wa Jalla dengan doa ini, maka syaratnya orang yang berdoa punya kesiapan untuk menerima manfaat dari doa tersebut, punya niat yang benar, percaya sepenuhnya kepada Allâh Azza wa Jalla , dan punya semangat untuk melanggengkan doa ini di setiap tempat yang ia singgahi.

Kiranya ada orang yang mengucapkannya, lalu ternyata tertimpa suatu bentuk bahaya, maka itu karena ia tidak mengucapkannya sepenuh hati dan tanpa keyakinan yang kuat.

Dalam doa ini juga terdapat bantahan terhadap apa yang biasa dilakukan oleh kaum jahiliyah. Dulu bila mereka singgah di satu tempat, mereka berkata, “Kami meminta perlindungan kepada penguasa lembah ini”; yang mereka maksudkan adalah tokoh jin.

Dengan mengucapkan doa ini, artinya kita meminta perlindungan kepada Allâh Azza wa Jalla dari segala kejahatan makhluk apapun, baik itu hewan, manusia, jin, angin, atau segala bentuk bala bencana apapun baik di dunia maupun di akhirat.

[Lihat Mir`ât al-Mafâtîh 8/171, Bahjat An-Nâzhirîn 2/219, Fiqhul Ad`iyah Wal Adzkâr 3/16, 277].

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 10/Tahun XIX/1437H/2016M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]