IMG 20200907 WA0008

Babinsa Dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Utama Sukseskan Acara Wali Kota Cimahi Dalam Sosialisasi Stunting dan AKB

Headline Jawa Barat Muhasabah

IMG 20200907 WA0003mascipoldotcom, Senin, 07 September 2020 (19 Muharam 1442 H) 

Cimahi – Penyakit gangguan dan bahkan dapat mengarah berhentinya masa pertumbuhan pada anak atau Stunting menjadi perhatian serius Walikota Cimahi, ditambah adanya bencana wabah covid-19, yang belum usai.

Untuk meniadakan adanya kasus Stunting diwilayah kerjanya dan mencegah meluasnya wabah Covid-19 maka Walikota Cimahi Ir. H. Ajay Muhammad Priatna, M.M. gencar mengadakan Sosialisasi Stunting dan sekaligus memberikan himbauan kepada warga masyarakat Cimahi agar mengikuti himbauan Pemerintah tentang protokol kesehatan dan beradaptasi kehidupan baru (AKB)

IMG 20200907 WA0004

Walikota Cimahi Ir. H. Ajay Muhammad Priatna, M.M terus bergerak mengadakan kunjungan kerjanya ke kelurahan jajaran kota Cimahi, dan meminta kepada lurah untuk mengundang para Ketua RW serta unsur penggerak PKK di jajaran kota Cimahi.

Salah satunya Wali Kota Cimahi mensosialisasikan pencegahan dan penanggulangan Stunting untuk warga masyarakat kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan.

Satgas Nusantara Sub Satgas Kemitraan Dan Ops Aman Nusa II Dibawah kendali Mayor Inf Wastra Koman Koramil 0908/Cimahi dan Kompol Ana Sudarna, S.Sos Kapolsek Cimahi Selatan, selaku penanggung jawab keamanan diwilayah hukum Kota Cimahi dan Cimahi Selatan, telah mengirimkan anggota Babinsa Serka Agus dan Bhabinkamtibmas Aiptu Kiki Rachman P, untuk mengawal dan mensukseskan acara sosialisasi bahaya penyakit Stunting ditengah pandemi wabah covid-19.

IMG 20200907 WA0002

“Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kelurahan Utama, beserta para Ketua RW dan Para Kader Pengurus PKK se Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi, telah menghadiri Sosialisasi Stunting dan himbauan beradaptasi baru (AKB) Tingkat Kelurahan Utama Tahun 2020” kata Bapak Enjon Sutrisno Kontributor mascipol.com Kota Cimahi, Senin, 7/8/2020, dinihari.

“Acara sosialisasi telah di lakukan pada Sabtu 05 September 2020 Pukul 09.00 sampai dengan 14.00 WIB, di Emte Highland Resort, Jl. Raya Ciwidey Rancabali KM. 11 Ciwidey Kabupate Bandung”. lanjut Bapak Enjon Sutrisno.

Dengan pembicara utama atau keynote speaker walikota Cimahi Bapak Ir. H. Ajay Muhammad Priatna, M.M. dihadiri oleh Peserta Sosialisasi dan Tamu Undangan kurang Lebih 150 Orang

IMG 20200907 WA0006

Bapak Wali Kota Cimahi memberikan wawasan Kepada para Ketua RW , Pengurus Kader PKK Peserta Undangan Sosialisasi tingkat Kelurahan utama agar nanti nya dapat menyampaikan himbauan dan Pedoman Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan menyebarnya Virus Covid–19

Bapak Ir. H. Ajay Muhammad Priatna, M.M. menjelaskan bahwa Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang diakibatkan oleh kekurangan gizi kronis, sehingga anak lebih pendek untuk usianya.

“Kekurangan gizi tersebut terjadi sejak bayi dalam kandungan dan kondisi Stunting mulai terlihat sejak bayi lahir dan di usia dua tahun, selain berpengaruh pada fisik, Stunting juga berakibat pada kondisi kesehatan balita. Bayi menjadi gampang sakit, dan gangguan lainnya,” ungkap Bapak Walikota Ir. H. Ajay Muhammad Priatna, M.M. Sabtu, 5/9/2020.

IMG 20200907 WA0007

Masih menurut bapak walikota, penyebab kasus stunting sendiri 30% berasal dari kurangnya asupan gizi dan kesehatan, adapun 70% penyebab stunting terkait lingkungan seperti sanitasi, pola pengasuhan, ketersediaan dan keamanan pangan dan pengaruh pendidikan serta kemiskinan.

Lanjut Bapak Ir. H. Ajay Muhammad Priatna, M.M. “Kejadian stunting dapat dicegah dengan mempersiapkan calon ibu agar cukup gizi pada saat hamil, memberikan ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI, pemberian pola makan, pola asuh, dan sanitasi yang baik kepada anak”. lanjut Bapak Ir. H. Ajay Muhammad Priatna, M.M.

Untuk mencegah terjadinya penyakit Stunting dimasa pandemi covid-19 ini walikota Cimahi terus mengedukasi masyarakat dengan cara sosialisasi serta memberikan penambahan gizi makanan tambahan terhadap ibu hamil.

IMG 20200907 WA0009

“Salah satu cara ialah dengan mempersiapkan calon ibu agar cukup gizi pada saat hamil, salah satunya dengan program pendampingan seribu hari pertama kehidupan,” ujar Bapak Ir. H. Ajay Muhammad Priatna, M.M. mengulangi keterangannya.

Selain itu, kata Bapak Ir. H. Ajay Muhammad Priatna, M.M. “Kondisi lingkungan yang tidak begitu baik seperti sanitasi juga menjadi penyebab kasus stunting, Untuk itu kami minta kepada Lurah dan Ketua RW mendata sanitasi yang butuh perbaikan dan kita perbaiki bersama-sama”. imbuh Bapak Ir. H. Ajay Muhammad Priatna, M.M.

Kemudian, kata Bapak Ir. H. Ajay Muhammad Priatna, M.M., “Agar anak terbebas dari cacing, dan penyakit lainnya cara mengatasi bisa dilakukan melalui penyediaan air bersih, jamban sehat dan bersih, serta cuci tangan memakai sabun dan air mengalir, serta tidak kalah penting adalah memantau pertumbuhan balita di Posyandu”. tutur walikota.

IMG 20200907 WA0010

Sebelum acara di mulai acara Sosialisasi terlebih dahulu para undangan, RW dan para kader peserta Sosialisai menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Setelah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kata Bapak Enjon Sutrisno “Dilanjutkan laporan penyelenggaraan Sosialisasi Stunting dan Adaptasi Kebiasiaan baru (AKB) se Kelurahan Utama yang di sampaikan langsung oleh Lurah Utama, Ibu Neneng Mustoah, S.IP, M.Si”. kata Enjon Sutrisno.

Lurah Utama, Ibu Neneng Mustoah, S.IP, M.Si mengatakan “Kegiatan ini merupakan rangkaian dari program non fisik yaitu sosialisasi stunting yang sebelumnya telah dilakukan pula program non fisik seperti pelatihan UMKM. Kegiatan ini melibatkan forum RW, PKK, LPM dan Karang Taruna”. sambung Lurah Kelurahan Utama.

IMG 20200907 WA0011 1

Masih kata Lurah Kelurahan Utama “Pesan dan inti sambutan Bapak Wali kota Cimahi Ir. H. Ajay Muhammad Priatna, M.M, “Kesehatan harus menjadi budaya, termasuk bagi warga masyarakat Keluhan Utama Cimahi Selatan, jaga kesehatan, pakai masker kalau ke luar rumah, dan usahakan hindari kerumunan,” kata bu Neneng Mustoah, S.IP, M.Si, menirukan pesan Bapak Walikota Cimahi.

“Di penghujung sambutan Wali Kota Cimahi bapak Ir. H. Ajay Muhammad Priatna, M.M, di akhiri dengan membagian suplemen kesehatan kepada peserta sosialisasi, di Aula Pertemuan di Emte Highland Resort,
Jl. Raya Ciwidey Rancabali KM. 11 Ciwidey Kabupate Bandung”. sambung Aiptu Kiki Rachman P, Bhabinkamtibmas yang memiliki kewajiban untuk menyampaikan kembali serta sosialisasi kepada warga masyarakat kelurahan Utama dimana Aiptu Kiki Rachman sebagai Bhabinkamtibmas nya.

IMG 20200907 WA0012 1

Untuk itu baik Babinsa maupun Bhabinkamtibmas setelah selesai acara sosialisasi lansung berkordinasi dengan Beberapa Staf Kelurahan Utama yang di hadiri diantaranya bapak Joni Rachmat Lubis selalu staf sarpras dan bapak Sutrisno selaku staf pemberdayaan serta perwakilan RW jajaran kelurahan Utama yang diwakilkan diantaranya kepada Ketua RW 06 Bapak, Bunga Mawar dan Ketua RW 09 Bapak Apidin, agar baik Babinsa maupun Bhabinkamtibmas dapat segera menyampaikan pesan-pesan dan himbauan dari bapak Walikota serta himbauan terkait mengenai pencegahan covid-19, Adaptasi Kebiasaan Baru agar warga masyarakat mematuhi protokol kesehatan.

Hadir dalam kegiatan tesebut
Ir. H. Ajay M.Priatna,.M.M, Wali kota cimahi sebagai keynote speaker, Ny. Hj.Lucyani priatna, Ketua TP PKK Kota cimahi, Bapak. Drs. Dani Bastiani , Camat Cimahi-Selatan, Ny. Nonoh Nurjana Ketua TP PKK Kecamatan Cimahi Selatan, Ibu Neneng Mastoah S.IP,M,SI. Lurah Utama, Ibu Tantan Herlina. A.md. Kasi Sarpras, Bapak Sofwan Kurniawan.SS. Kasi Pemtra, bapak M.Tohtoh Gozali .M.ST.M.SI. Kasi Pemberdayaan, Aiptu Kiki Rachman P, Bhabinkamtipmas Kelurahan Utama, Babinsa Kelurahan Utama, Serka Agus J, Para Ketua RW Se Kelurahan Utama, Ketua MUI Kel Utama, Ketua DMI Kel Utama, Ketua Majelis Ta’Lim Khaerunisa Kel Utama, Ketua Pos KB Kelurahan Utama, TPD Kelurahan Utama, Peksos Kelurahan Utama, Fasilitator Kelurahan Utama, Ketua TP PKK Kelurahan Utama Ny. Diah Damayanti, beserta Pengurus TP PKK Kelurahan Utama .

IMG 20200907 WA0015

“Ucapan terimakasi dan laporan program–program dari pemerintahan Kota Cimahi terutama program santunan bantuan dampak Covid-19 dari pemerintah Kota Cimahi telah di terima oleh Warga masyarakat yang terdampak Covid-19 khususnya masyarakat RW 01 Sampai dengan RW 16 Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan”. tandas Lurah Kelurahan Utama Ibu Neneng Mastoah S.IP,M,SI.

“Mudah–mudahan bantuan untuk selanjutnya dapat disalurkan kembali kepada warga masyarakat yang terdampak Covid-19 Kususnya warga masyarakat RW 01 sampai dengan RW 16 Kelurahan Utama”, do’a dan harap masyarakat yang disampaikan oleh ketua MUI Kelurahan Utama Bapak H. Andul Khodir

————

Renungan

Buah Hati, Antara Perhiasan Dan Ujian Keimanan

Oleh Al Maghribi bin As Sayyid Mahmud Al Maghrib

ANAK SEBAGAI PERHIASAN DUNIA

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala, shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada manusia pilihan Muhammad Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sahabat keluarga dan para pengikutnya dengan baik hingga hari akhir.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan segala sesuatu yang ada di permukaan bumi sebagai perhiasan bagi kehidupan dunia, termasuk di dalamnya adalah harta dan anak-anak. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَاْلأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَئَابِ

Dijadikan indah pada pandangan (manusia) kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik (surga). [Ali Imran:14].

Anak merupakan karunia dan hibah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai penyejuk pandangan mata, kebanggaan orang tua dan sekaligus perhiasan dunia, serta belahan jiwa yang berjalan di muka bumi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلاً

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shalah adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik menjadi harapan. [Al Kahfi:46].

Dan diantara bentuk perhiasan dunia adalah bangga dengan banyaknya anak, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبُُ وَلَهْوُُ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرُُ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرُُ فِي اْلأَمْوَالِ وَاْلأَوْلاَدِ

Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah diantara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak. [Al Hadid:20].

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

تَزَوَّجُوْا الْوَلُوْدَ الْوَدُوْدَ فَإنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمْ

Nikahilah wanita yang banyak anak (subur) dan penyayang. Karena aku bangga dengan jumlah kalian yang banyak. [HR Nasa’i].

النِّكَاحُ مِنْ سُنَّتِيْ, وَمَنْ لَمْ يَعْمَلْ بِسُنَّتِيْ فَلَيْسَ مِنِّيْ تَزَوَّجُوْا الْوَلُوْدَ الْوَدُوْدَ فَإنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.

Nikah adalah sunnahku dan barangsiapa yang tidak mengamalkan sunnahku maka bukan termasuk golonganku. Nikahilah wanita yang banyak anak (subur) dan penuh kasih sayang. Karena aku bangga dengan jumlah kalian yang banyak pada hari kiamat. [HR. Nasa’i]

Seorang yang bijak, jika sudah mengetahui bahwa anak merupakan perhiasan, tentunya ia akan menjaga perhiasan tersebut sebaik-baiknya.

Yakni dengan membekali mereka dengan pendidikan yang baik. Hingga mereka betul-betul menjadi penyejuk pandangan mata, memiliki keluhuran budi pekerti, akhlak mulia dan sikap ksatria.

Hal ini adalah perkara yang wajib atas setiap orang tua. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. [At Tahrim:6].

Cukuplah sebagai tanda jasa dan pujian bagi pendidik, bahwa seorang hamba akan meraih balasan pahala yang besar setelah wafatnya dan masa umurnya habis serta habis masa hidupnya.

Dari Abu Hurairah berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

إِذَا مَاتَ اْلإنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ صَدَقَةٌ جَارِيَةٌ أوْ عِلْمٌ يَنْتَفِعُ بِهِ أوْ وَلَدٌ صَالحٌِ يَدْعُوْ لَهُ.

Jika manusia meninggal, maka terputuslah amalannya, kecuali tiga perkara; shadaqah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shalih yang mendo’akannya. [1]

Jadi, seorang pendidik akan meraih derajat yang tinggi, pahala berlipat ganda dan meninggalkan pusaka yang mulia di dunia bagi anak cucunya.

Dari Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

إنَّ الرَّجُلَ لَتُرْفَعُ دَرَجَتُهُ فِي اْلجَنَّةِ, فَيَقُوْلُ: أَنَّي لِي هَذَا؟ فَيُقَالُ: بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ.

Sesungguhnya seseorang akan diangkat derajatnya di surga, maka ia berkata,”Dari manakah balasan ini?” Dikatakan,” Dari sebab istighfar anakmu kepadamu”.[2]

Begitu pula dia akan dikumpulkan di surga bersama para kekasih dan kerabatnya sebagai karunia dan balasan yang baik dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

وَالَّذِينَ ءَامَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآأَلَتْنَاهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَىْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ

Dan orang-orang yang beriman dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. [Ath Thur:21].

ANAK SEBAGAI FITNAH DUNIA

Anak, selain sebagai perhiasan dan penyejuk mata, juga bisa menjadi fitnah (ujian dan cobaan) bagi orang tuanya. Ia merupakan amanah yang akan menguji setiap orang tua. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلاَدِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِن تَعْفُوا وَتُصْفِحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللهَ غَفُورُُ رَّحِيمٌ {14} إِنَّمَآ أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةُُ وَاللهُ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمُُ

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya diantara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya hartamu dan dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar. [At Taghabun:14,15].

Firman Allah di atas dengan sangat tegas menandaskan, anak bisa menjadi fitnah dunia bagi kita. Ibarat permata zamrud yang wajib kita pelihara.

Maka berhati-hatilah, janganlah kita terlena dan tertipu sehingga kita melanggar perintah Allah Azza wa Jalla dan menodai laranganNya.

Jangan sampai anak kita menjadi penyebab turunnya murka dan bencana Allah Azza wa Jalla pada diri kita. Allah Azza wa Jalla befirman,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَتَخُونُوا اللهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ , وَاعْلَمُوا أَنَّمَآ أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةُُ وَأَنَّ اللهَ عِندَهُ أَجْرُُ عَظِيمُُ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan RasulNya, dan juga janganlah kalian mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu padahal kamu mengetahui. Dan Ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan, dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. [Al Anfal:27, 28].

Berkenaan dengan firman Allah Azza wa Jalla di atas, Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah berkata,”Allah Ta’ala memerintahkan para hambaNya yang beriman, agar mereka menunaikan amanah yang diembankan kepada mereka, baik berupa perintah-perintahNya maupun larangan-laranganNya.

Sesungguhnya amanah adalah hal yang pernah Allah tawarkan kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu, dan mereka khawatir akan mengkhianatinya. Kemudian dipikullah amanat tersebut oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh.

Maka barangsiapa yang menunaikan amanah tersebut, ia berhak meraih pahala dan ganjaran dari Allah. Adapun orang yang menyia-nyiakan amanah tersebut, ia berhak mendapat siksa yang pedih, dan ia menjadi orang yang berkhianat terhadap Allah dan RasulNya serta amanahNya.

Dia telah menurunkan derajat dirinya sendiri dengan sifat tercela, yakni khianat. Dan telah telah melenyapkan dari dirinya kesempurnaan sifat, yaitu sifat amanah.” [3]

Dalam ayat yang lain Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

يَآأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لاَيَجْزِي وَالِدٌ عَن وَلَدِهِ وَلاَمَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَن وَالِدِهِ شَيْئًا إِنَّ وَعْدَ اللهِ حَقٌّ فَلاَ تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلاَيَغُرَّنَّكُم بِاللهِ الْغَرُورُ

Hai manusia, bertawaqalah kepada Rabb-mu, dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat menolong bapaknya sedikitpun.

Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaithan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah. [Luqman:33].

Dalam realita, mungkin kerap kita saksikan, para orang tua bekerja membanting tulang tak kenal lelah demi sang anak. Mencurahkan segenap upayanya, semata demi kebahagiaan anak.

Dari sini dapat kita fahami, betapa anak mampu menggelincirkan orang tua dari jalan kebenaran, melalaikan mereka dari akhirat, jika mereka tidak mendasari segala upaya tersebut untuk meraih ridha Allah.

Sebagian orang mungkin berasumsi, orang tua yang beruntung adalah yang berhasil menyekolahkan anaknya sampai meraih gelar doktor, insinyur dan seabrek titel dan gelar lainnya.

Mungkin asumsi ini benar, jika ditilik dari satu sisi saja. Namun ada satu hal penting yang harus diperhatikan oleh orang tua, bahwa keberhasilan mendidik anak serta kebahagiaan hidup tidak hanya terletak pada gelar sarjana dan segala fasilitas dunia lainnya.

Anak juga membutuhkan pendidikan rohani dan bimbingan religi, agar mereka kelak tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, mengerti tugasnya sebagai hamba Allah Azza wa Jalla, juga memahami kedudukannya sebagai anak dan fungsinya sebagai bagian dari umat. Alangkah baiknya jika kita memiliki anak bergelar doktor sekaligus muwahhid.

Betapa bahagianya orang tua yang memiliki anak bergelar arsitek yang mu’min dan shalih. Sehingga ilmu mereka bisa bermanfaat untuk kemashlahatan umat.

Oleh karena itu, setiap orang tua wajib mengetahui perkara-perkara yang telah Allah wajibkan kepada mereka berkaitan dengan anak-anak. Sehingga dapat menjaga amanah yang berharga ini.

Diantara yang bisa menebus dosa akibat fitnah yang ditimbulkan dari anak adalah puasa, shalat dan amar ma’ruf nahi munkar.

Hal itu berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim serta Tirmidzi dari Hudzaifah dalam hadits yang panjang, beliau berkata,”Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

فِتْنَةُ الرَّجُلِ فِي أهْلِهِ وَمَالِهِ وَ وَلَدِهِ وَنَفْسِهِ وِجَارِهِ يُكَفَّرُهَا: الصِّيَامُ وَالصَّلاَةُ وَالصَّدَقَةُ وَاْلأمْرُ بِالْمَعْرُوْفِ وَالنَّهْيُ عَنِ الْمُنْكَرِ.

Fitnah seseorang dari keluarganya, hartanya, anaknya, dirinya dan tetangganya ditebus dengan puasa, shalat, sedekah, dan amar ma’ruf nahi munkar. [Muttafaqun’alaih]

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan karunia anak yang shalih, yang membantu dalam ketaatan dan menjadi pengingat dari kelalaian, serta memberi nasihat ketika lupa dan luput dari ajaran Islam. Wallahu waliyyut taufiq.

(Diadaptasi dari kitab Kaifa Turabbi Waladan Salihan, karya Al Akh Al Maghribi bin As Sayyid Mahmud Al Maghrib, dengan beberapa tambahan oleh Ummu Rasyidah).

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 03/Tahun VIII/1425H/2004M Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km. 8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183]

_______

Footnote

[1]. Shahih Bukhari, 7/247, 6514 dan Shahih Muslim, 3/1016, 1631.
[2]. Shahih Sunan Ibnu Majah, 2/294, 2954, dan dikeluarkan Ahmad di dalam Musnad, 2/509.
[3]. Taisir Karimir Rahman, 1/793